Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
20 - Mencari Puteri Chu Xia Lin


__ADS_3

Keesokan harinya setelah Selir Ming dan pelayan nya dijatuhkan hukuman mati, Putra mahkota Huan Zo, Putra Feng Xi dan Jeneral muda Zan serta beberapa orang prajurit berangkat ke hutan Lingzhi untuk mencari Putri Xia Lin.


Setelah tiga hari tiga malam, mereka pun tiba di perbatasan hutan lingzhi.


"Sekarang kita telah ada di persimpangan hutan Lingzhi, kita akan bermalam di desa terdekat." Ucap Putra mahkota Huan Zo. Yang lain nya pada menganggukkan kepala.


"Nanti kita bisa bertanya pada penduduk desa, apa mereka pernah melihat dua orang gadis masuk ke hutan lingzhi minggu lalu." Saran Zan, Huan pun menganggukan kepalanya.


Mereka pergi ke desa terdekat untuk mencari rumah penginapan dan mengisi perut yang kelaparan. Setelah tiba di kedai makan, mereka pun duduk di meja yang masih kosong.


Datang seorang pelayan menuju ke arah mereka. "Ya tuan mau makan apa?"


"Hidangkan makanan yang lengkap untuk kami semua." Ujar Zan. Mereka duduk dalam dua meja, meja pertama ada Huan, Zan dan Feng Xi. Manakala meja yang kedua ada empat orang prajurit.


"Baiklah Tuan. Ada apa apa lagi?" Ucap pelayan itu


"Di daerah ini, dimana ada rumah penginapan yang berhampiran?" Tanya Zan


"Rumah makan kami juga ada menyediakan kamar penginapan di tingkat atas. Apa tuan mau menginap disini?"


"Bagus kalau gitu, kami mau 5 kamar."


"Baiklah, nanti setelah selesai makan tuan boleh ambil kunci nya di tempat pembayaran. Saya permisi dulu tuan." Pelayan itu pun pergi. Tidak berapa lama pelayan itu datang menyajikan hidangan untuk mereka semua. Ketika mereka sedang menikmati makanannya, datang dua orang pemuda kampung yang duduk disebelah meja Huan. Mereka berbicara berdua tetapi masih di dengari oleh Huan dan kedua orang yang duduk bersamannya.


"Apa kau tau minggu lepas ada dua orang gadis telah masuk kehutan lingzhi tapi sampai sekarang mereka belum keluar lagi dari hutan lingzhi." Kata pemuda pertama. Huan dan Zan saling berpandangan

__ADS_1


"Apa mungkin mereka dibaham oleh singa mutasi, penjaga hutan itu.?" Kata pemuda kedua. Huan merasa risau akan hal itu, lalu meletakkan penyepitnya dan menghadap kedua pemuda dimeja sebelahnya.


"Permisi.. Maaf ya mencela, aku terdengar yang kamu katakan barusan. Apa kamu yang melihat dua orang gadis masuk ke hutan itu?" Tanya Huan. Kedua pemuda itu memandang Huan.


"Benar, aku melihatnya. Pada mulanya Salah seorang daripada mereka meminta tolong ku untuk mengangkat seorang pria yang cedera parah dan pergi ke rumah tabib. Setelah itu mereka pergi ke dalam hutan lingzhi." kata pemuda pertama tadi.


"Apa kamu tahu namanya.?"


"Ermm... dia ada memberitahu, tapi aku lupa namanya." Pemuda itu terus berfikir. "Ya aku udah ingat, salah satu diantara mereka bernama Xia.." pemuda itu mengetahui nama gadis itu karna mendengar perbicaraan antara tabib dengan Xia.


"APA!!.." Huan, Zan dan Feng Xi berteriak serentak. Terlihat kekawatiran di wajah mereka.


'Apa mungkin mereka diserang singa mutasi itu? Adik ku tidak bisa berlawan. Semoga dia baik baik aja' gumam Feng Xi dihatinya kawatir


"Makasih atas maklumatnya Tuan." Ucap Zan. pemuda itu menggangukkan kepala nya.


Setelah selesai makan mereka pun mengambil kunci kamar dan pergi kekamar yang mereka telah tempah tadi. Mereka akan mula mencari Xia esok pagi, karna sekarang hari telah malam.


Keesokan harinya mereka telah tiba di pinggiran hutan lingzhi.


"Kita akan masuk kedalam hutan sekarang. Jika terserempak dengan singa mutasi atau haiwan yang kuat, undurkan diri kalian karna haiwan itu bukan tandingan kalian." Terang Zan kepada para prajuritnya. Mereka mengangguk faham. Mereka pun menggunakan teknik meringankan badan untuk melompat dari pohon ke pohon.


Telah seharian mereka mencari tetapi tidak menjumpai Xia. Pada hari menjelang sore mereka pulang ke rumah penginapan dan akan mencari Xia pada besok hari. Keesokan harinya pun mereka pulang ke penginapan dengan kecewa. Begitulah yang mereka lakukan selama sebulan, tetapi tiada kabar dari Xia. Akhirnya mereka pulang ke istana. Mereka berfikir bahawa Xia dan pelayan nya telah mati dibaham singa mutasi.


Sementara di ruang dimensi bintang, telah dua tahun masa berlalu. Xia masih meneruskan kultivasi tertutupnya dan mereka tidak tahu bahwa ada yang mencari mereka. Cisin masih meneruskan latihan nya dan dia sekarang bisa berlatih bersama Nagin karna segel yang mengikat Nagin telah musnah. Sekarang Nagin telah mendapatkan kuasanya kembali dan bisa merubah bentuk menjadi manusia. Itu terjadi karna kekuatan Xia udah bertambah meningkat.

__ADS_1


Di dunia luar, pria tampan yang telah diselamat oleh Xia telah pun pulih sepunuhnya. Selama sebulan dia terlantar. Sekarang dia telah sihat dan akan pulang ke kerajaan utara, dia pasti orang tuanya pasti kawatir padanya yang telah menghilang selama sebulan.


"Paman Hong sekarang aku telah pulih, aku akan segera pulang kerumahku. Makasih selama sebulan ini, kamu merawat ku dengan baik." Ujar pemuda itu. Tabib Hong hanya mengangguk kan kepala nya.


"Kak apa kamu akan pulang? Apa bisa aku mengikutimu?" ujar Chumi cucu tabib Hong itu.


"Maaf Chumi, aku tidak bisa membawamu karna aku takut musuh ku menyerang ku lagi. Nanti malah nyawamu menjadi taruhan. Tapi jika kamu dan paman Hong bermain di kerajaan utara, kalian bisa menemuiku." Ujar Ren Zie pria yang diselamatkan oleh Xia.


"Apa benar, aku bisa menemui kak Ren disana?" Ujar Chumi. Chumi menaruh hati pada Ren Zie tapi tidak bagi Ren Zhi. Dia hanya melayan Chumi kerna terhutang budi pada Chumi yang menyelamatkannya sewaktu dia terluka parah. Ren Zhi seorang pria yang dingin dan sukar didekati tapi kerana berhutang budi dia tiada pilihan agar menghormati Keluarga tabib Hong. Ren Zhi diberitahu oleh tabib Hong bahawa Chumi lah yang menyelamatkan nyawa nya semasa dia pingsan di hutan lingzhi..


FLASHBACK ON


Di kediaman tabib Hong


"Arrgghhh..!! Ren Zie telah sadar setelah dua minggu dia terlantar dirumah Tabib Hong


"Apa kakak udah sadar? Tidak usah bangun, kakak masih belum pulih lagi." Ujar Chumi


"Aku dimana?" Ren Zhi bingung, dia melihat ada seorang gadis disebelah nya "Apakah kamu gadis yang meyelamatkanku sewaktu aku pingsan di hutan lingzhi,?"


Chumi berfikir sejenak "iya.. iya itu aku. Aku yang membawamu kesini," Bohong Chumi karna dia telah jatuh hati melihat ketampanan Ren Zhi dan berharap jika suatu hari Ren Zhi bisa membalas budinya dengan menikahi nya.


Ren Zhi melihat Chumi, dia tidak dapat melihat dengan jelas pada ketika itu. Dia hanya melihat bayangan seorang gadis dan mendengar suaranya sahaja.


'Tetapi suara gadis hari itu seperti tidak sama dengan suara gadis ini. Ah.. mungkin aja aku tersilap.' Fikir Ren Zhi yang pada mulanya sempat curiga, akhirnya percaya kata gadis disebelahnya.

__ADS_1


__ADS_2