Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
74 - Berita Baik


__ADS_3

Setelah dua hari berlalu, tibalah masa untuk Xia dan putra Jing Zhi berangkat pergi. Mereka akan kabarkan berita selanjutnya melalui surat. Cisin juga mengikuti Xia dan mereka bertiga akan menunggang kuda.


"Berhati-hatilah kalian dijalan. Kabarkan pada kami setelah kalian tiba di istana kaisar Xi." Ujar selir Ying yang merasa khawatir dengan mereka.


"Baiklah, kami akan mengutuskan surat." Ujar Xia dan memeluk mereka semua.


Mereka pun tidak membuang masa lagi dan berlalu pergi. Di hari keeman, mereka tiba di hadapan istana kaisar Xi. Mereka masuk ke istana untuk bertemu keluarga angkat Xia dan akan memberitahu mengenai hajat mereka. Xia langsung pergi ke istana kakek dan nendanya.


"Kakek, nenda...!!" Xia berteriak memanggil mereka yang pada ketika itu sedang bersantai di taman.


"Xia...!!" Ujar mereka serentak.


"Kapan kamu datang cu?"


"Baru aja sampai, dan aku langsung kesini."


"Iya.. sini peluk nenda. Nenda kangen sama kamu" mereka berdua saling berpelukan.


"Xia apa kamu tidak kangen sama kakek? Ermm.." Xia tersenyum mendengarkan kata kakeknya dan memeluk kakeknya pula.


"Kangen.. pasti aku kangen sama kakek ku yang tampan ini." Mereka tertawa bersama mendengar uacapan dari Xia.


"Kek, nenda, aku datang kesini dengan purta Jing Zhi ada berita baik yang aku ingin beritahu kalian."


"Ada apa Xia?" Tanya nendanya, sambil tersenyum memandang Xia dan Putra Jing Zhi.


"Kita harus mengumpulkan semua dulu baru aku akan beritahu kalian." Ujar Xia


"Iya kalau gitu, kita berkumpul distana ini di ruang utama." Ujar kakeknya dan mengarahkan pegawal untuk memberitahu kaisar Xi dan permaisurinya agar bisa datang diruang utama istana itu. Pengawal itu pun bergegas pergi. Mereka pun berlalu keruang utama istana, untuk menanti kehadiran kaisar Xi.

__ADS_1


Tidak berapa lama kaisar Xi dan permaisuri datang ke ruangan itu. "Ada apa ayah memanggil kami kesini?" kaisar Xi langsung bertanya. Kaisar Xi khawatir jika berlaku kejadian yang tidak diingini pada orang tuanya.


"Puteri Xia memberi hormat pada ayah kaisar dan bonda permaisuri." Xia memberi kata hormat dan diikuti Putra Jing Zhi dan Cisin.


"Xia, kamu disini nak? Kapan kalian tiba disini?" Tanya kaisar Xi yang pada awalnya tidak menyadar kehadiran Xia disitu.


"Kami baru aja sampai ayah, dan ada hal yang ingin kami sampaikan,"


"Ada apa itu Xia?"


"Sebenarnya..."


"Xia'er... Putra Jing Zhi, kaliankah itu?" Teriak putra Yun yang baru muncul ke dalam ruangan itu. Dia sebenarnya mau mengunjungi kakek dan nendanya, dan tidak disangka akan bertemu teman lamanya disitu.


"Iya ini aku.."


"Dasar in cucu, tiada sopannya. Dimana tunduk hormatmu pada kaisar Xi hah?" teriak kakeknya.


"Udah dulu Putra Yun.. nanti aja boraknya. Sekarang Xia dan Putra Jing Zhi ada kabar yang ingin disampaikannya. Teruskan Xia" Ucap Kakek kaisar, Putra Yun terdiam dan tersengih, sambil menggaru kepalanya.


"Sebenarnya, Xia dan Putra Jing Zhi mau menikah tetapi masih belum berbincang dengan keluarga kaisar Bei."


"Haa.. haa.. haa.. udah ku duga berita baik ini yang akan aku terima dari kalian." Kakek kaisar tertawa senang.


"Berita yang baik, kapan rencananya Putra Jing Zhi akan memberitahu pada keluarga kaisar Bei." Tanya Kaisar Xi gembira dengan berita yang di sampaikan.


"Besok hamba akan berangkat pulang ke istana, setelah itu hamba akan kabarkan melalui surat kapan nikahnya. Sebelum ini hamba udah memberitahu mereka tentang Xia dan mereka berkenan dengan Xia. Jika tiada halangan, kami akan menikah bulan hadapan." Terang Putra Jing Zhi.


"Waa.. tahniah untuk kalian." Teriak Putra Yun sambil menepuk punggung putra Jing Zhi.

__ADS_1


"Ayah gembira mendengarkan berita ini. Lebih kurang tiga minggu dari sekarang. Xia, ayah akan menyediakan hadiah hantaran yang banyak untukmu."


"Tidak usah terlalu banyak ayah karna ayah Chu akan menyediakannya juga" Ujar Xia, sebenarnya dia tidak mau menyusahkan kaisar Xi tetapi dia tidak sampai hati untuk berkata tidak perlu menyediakannya, dia khawatir kaisar Xi akan tersinggung.


"Benar kata Xia, kaisar Xi. Jangan lupa ada yang masih menyayanginya." Kakek kaisar berkata.


"Iya beta lupa itu." Kaisar Xi tersenyum.


Mereka pun saling berbincang berkaitan pakaian dan barang perhiasan. Bonda permaisuri yang akan menyediakan khas untuk Xia. Setelah berbincang mereka pun berundur untuk beristirehat. Xia pergi ke istana Xiana, istana itu dinamakan sempena nama ibunya.


Di malam hari Putra Jing Zhi mengajak Xia untuk duduk diatas bumbung istana Xiana. Mereka menggunakan teknik ringankan badan dan melompat keatas atap.


"Xia setelah pemergian ku, jika kamu merinduiku lihatlah bulan dilangit." Ujar Putra Jing Zhi.


"Mengapa aku perlu melihat bulan?"


"Karna aku juga akan merenung bulan itu, jika aku merinduimu. Bulankan hanya ada satu, walaupun kita berjauhan kita akan memandang bulan yang sama. Aku akan membayangkan wajahmu yang bulat itu sama seperti bulatnya bulan."


"Jadi kamu ingin mengatakan yang aku ini gendut hah.." Xia mencubit kekasihnya.


"Haa.. haa.. aku hanya bercanda sayang, maafkan aku."


Mereka bercanda dan berborak bersama di atas bumbung. Setelah meresa mengantuk mereka pun kembali kekamar masing-masing.


Keesokan harinya, Putra Jing Zhi pun berangkat pergi setelah berpamitan kepada semuanya. Sebenarnya Putra Jing Zhi mau Xia mengikutinya pergi bertemu orang tuanya. Tetapi diurungkan niatnya karna mereka telah berbincang sebelumnya dan dipersetujui oleh keluarga Xia. Walaupun merasa berat hati, dia pun pergi juga meninggalkan kekasihnya.


Sepanjang peninggalan Putra Jing Zhi, Xia sangat sibuk menguruskan hal berkaitan hantaran, baju, perhiasan dan banyak lagi. Setiap hari ada sahaja barang yang permaisuri Xi perlu beli dan mau Xia mencoba itu dan ini.


Seminggu telah berlalu, Xia menerima sepucuk surat dari Putra Jing Zhi yang mengatakan mereka akan menikah seperti rencana awal mereka. Masa tinggal dua minggu dari sekarang. Xia memberitahu keluarga kaisar Xi dan mengutus surat kepada keluarga menteri Chu. Xia mengutus surat menggunakan burung, agar surat itu cepat sampai kepada keluarganya.

__ADS_1


Setelah seminggu keluarga menteri Chu pun tiba di istana kaisar Xi, Ibu Tan sekeluarga juga datang bersama. Karna di dalam surat yang dihantar Xia, menuliskan alamat keluarga angkat nya dan Xia memohon agar membawa keluarga angkatnya bersama. Xia dan keluarga kaisar Xi udah bersiap dari awal lagi, dan mengasingkan barang yang perlu dibawa. Tidak menunggu lama keesokan harinya mereka pun terus berangkat ke kerajaan utara bersama.


Sepanjang perjalanan, mereka di serangan haiwan liar dan bandit yang mencoba menghalang perjalanan mereka. Mereka dapat mengatasi dengan mudah. Selainnya itu, mereka tidak mengalami perkara yang membebankan.


__ADS_2