
Xia dan yang lainnya juga sama terkejut melihat puan muda Chu yang teriak. Melihat kakak iparnya yang pingsan, dia pun mendekat.
Putra Feng Xi yang terdengar teriakan daripada isteri nya, terus berlari menuju ke arah isteri nya. Terlihat ada beberapa orang telah mengelilingi isterinya.
"Siapa kalian!!? Lepas Kan isteriku." Teriak Putra Feng Xi, sambil mengeluarkan pedang nya dan bersiap untuk menyerang mereka.
Xia yang terdengar suara yang terdengar akrab ditelinganya, menoleh ke arahnya.
"Inikah cara gege menyambut kedatangan aku? Apa gege tak sudi menerima kehadiran ku dirumah mu?" Ujar Xia.
Putera Feng Xi yang melihat Xia didepan nya terkejut, lalu memcampak kan pedangnya dan menuju ke arah Xia.
"Apa betul ini kamu Putri Xia Lin, adik ku?" mata Putra Feng Xi bergenang air mata
"Ya, ini aku."
Putra Feng Xi tidak bisa berkata kata hanya menghampiri adiknya lalu memeluknya erat. Putra Feng Xi menangis tersedu. Bermacam perasaan yang bermain dibenaknya.
"Gege apa kamu mau membunuhku, aku ngak bisa bernafas. Lepasin!!" Putra Feng Xi melepasinya dan Xia tercungap cungap kekurangan nafas.
"Kamu kemana Aja Xia'er? Aku mencari mu dihutan lingzhi selama sebulan tapi tidak ketemu. Aku fikir kamu dibaham oleh singa mutasi." Putra Feng Xi berkata sambil mengelap air matanya.
"Apa!! Kakak mencari ku?"
"Iya, Aku mencari mu."
"Dari mana kakak tahu aku berada di hutan lingzhi?" Tanya Xia hairan.
"Xia bagaimana dengan kakak ipar mu?" Tanya Cisin memotong percakapan dua beradik itu.
"Oh.. Maaf kan aku." Xia memeriksa denyutan nadi kakak iparnya. Lalu mengeluarkan air sungai pemulih jiwa yang berada di cincin ruang nya dan merenjiskan dimuka kakak iparnya. Tidak lama selepas itu kakak iparnya membuka matanya.
__ADS_1
"Aaarrrhhh... Hantu..hantu" Teriak kakak iparnya sambil mendorong orang yang menyentuhnya.
"Yanna.. Yanna.. ini aku suami mu." Putra Feng Xi memanggil nama isterinya sambil memegang bahunya. Yanna pun melihat arah suara itu, lalu memeluk suami nya. Yanna menggigil kerana ketakutan.
"Kamu kenapa isteriku?"
"AA..kkkuu.. me... melihat hantu." Xia yang mendengar hanya bisa tergelak lucu.
"Apa wajah ku terlihat seperti hantu, hah kakak ipar.?" Tanya Xia. Yanna pun menoleh kearah suara tadi.
"Ka..kamu Putri Xia Lin? Apa kamu masih hidup?" Xia terkejut mendengarkan ucapan kakak iparnya.
"Nanti aku terangkan padamu Xia. Yanna ini memang adikku" Putra Feng Xi tau adiknya bingung.
Xia memberi air sungai pemulih jiwa kepada kakak iparnya. Lalu Yanna pun meminumnya, dan wajahnya tidak terlihat pucat lagi. Dia kembali bertenaga.
"Mari masuk ke dalam, kalian harus mandi dan tukar pakaian kalian yang basah itu." Pelawa Putra Feng Xi. Lalu memanggil pelayannya.
"Kamu tolong sediakan air mandian untuk mereka dan sediakan baju ganti juga. Yang kamu pula beritahu koki untuk memasakan makanan yang enak untuk tetamuku. Mereka mengangguk faham.
Setelah selesai makan mereka berkumpul di ruang utama.
Putra Feng Xi memulakan bicaranya. " Xia'er, Aku udah dengar tentang kabar mu diseksa dan dibuli oleh Selir Ming. Serta dibenci oleh ayah. Mereka telah menerima hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka. Maaf kan aku karna tidak menjagamu dengan baik."
"APA!! Dari mana kakak tau semua ini.?"
"Putra Mahkota Huan Zo dan jeneral muda Zan yang memberitahu ku."
"Tunggu.. tunggu, tadi kakak bilang apa?? Putra Mahkota Huan Zo dan jeneral muda Zan??" Xia teringat akan kedua teman nya yang dikenali ketika dia berada di desa Teratai.
"Iya, mereka lah yang memberitahu Yang mulia kaisar. Kaisar telah menjatukan hukuman mati terhadap Selir Ming dan ayah dijatuhkan hukuman penjara seumur hidup oleh kaisar Xi."
__ADS_1
'Ternyata dia adalah Putra Mahkota dan seorang lagi jeneral muda. Bagus Selir Ming telah di hukum, jadi aku tidak perlu repot repot untuk membalas dendam lagi.' Gumam Xia dihatinya.
"Kaisar Nan telah mengeluarkan kenyataan yang mengatakan kamu telah meninggal dibaham oleh singa mutasi. Kaisar Nan tidak mahu memberi harapan palsu kepada kaisar Xi, takut permasalahan ini akan menjadi lagi rumit. Kenyataan itu dikeluarkan setelah sebulan mencari mu tapi tidak ketemu. Kerana dengan permasalahan ini kerajaan Barat dan selatan hampir berbalah. Akhirnya Kaisar Xi membuat kesepakatan, iaitu menikahkan Putri sulungnya dengan Putra Mahkota Huan Zo." Xia terkejut mendengarkan kenyataan kakaknya dan mengangguk kan kepalanya.
"Oh ya, hampir ku lupa. kak kenalkan ini sahabatku Nagin dan Leo. Dan yang ini kakak kenalkan pelayan setiaku Cici tapi kini telah menjadi kakak angkat ku." Mereka menundukkan kepala tanda hormat selepas diperkenalkan oleh Xia. Putra Feng Xi mengangguk kan kepalanya.
"Aku harus memberitahu kabar pada kaisar Nan dan paman kaisar Xi tentang dirimu. Pasti mereka gembira. Tapi kasihan dengan kakek Xi, dia jatuh sakit apabila mendengar kisah sebenar berkaitan anak dan cucunya."
"Kakek sakit, apa bisa aku tau sakit apa?" Tanya Xia Kawatir.
"Setelah mengetahui berita ini, dia terus jatuh pingsan dua kali dan tabib mengesahkan yang kakek lumpuh separuh badan. Tabib tidak bisa mengobatinya."
"Kasihan kakek, Aku mau melawatnya kak."
"Baiklah, besok kita akan berangkat kesana. Sekarang kalian semua pergilah berehat, pasti kalian kelelahan. Besok pagi Kita berangkat ke sana."
Mereka semua pun pamit masuk kekamar yang disediakan untuk mereka, sebelum itu Xia memberi mereka minum air sungai pemulih jiwa agar mereka tidak demam, karna mereka kehujanan tadi. Setelah itu mereka pun beristirehat.
Di bilik bacaan Putra Feng Xi menulis surat untuk kaisar Nan. Untuk memberitahu berita bahawa puteri Xia Lin masih hidup dan akan langsung menuju ke kerajaan Barat besok. Putra Feng Xi memanggil pengawalnya dan menyerahkan surat itu untuk dihantar kepada kaisar Nan secepat mungkin.
Keesokan harinya, mereka pun berangkat pergi menuju ke kerajaan Barat. Mukim tua terletak di utara kerajaan selatan. Kedudukannya berhampiran dengan kerajaan Barat dan Timur. Pejalanan menuju ke kerajaan Barat mengambil masa selama dua hari dari mukim tua.
Akhirnya mereka tiba di Istana kerajaan Barat. Mereka berkumpul di aula perhimpunan. Setelah putra Feng Xi memberi hormat, kaisar terus bertanya.
"Putra Feng Xi, apa ada masalah sehingga kamu mau bertemuku di aula? jika kamu mau melawat kakek, kamu boleh langsung ke kamarnya."
"Ampun paman kaisar, hamba memang mau ketemu kakek tapi setelah hamba perkenalan seseorang pada paman kaisar."
Kaisar memandang tetamu yang hadir bersama Putra Feng Xi. Kaisar terkejut melihat seorang gadis yang muka nya mirip dengan Putri Xi Xiana.
"Dia.." kaisar menunjuk ke arah gadis itu
__ADS_1
"Iya, dia ialah adik hamba Putri Xia Lin. Dia masih hidup."
"Maaf paman, apa bisa aku melawat kakek?" Kata Xia, dia tidak biasa dengan perkataan yang digunakan oleh orang Istana.