Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
18 - Kultivasi Tertutup


__ADS_3

Siumei membawa Cisin ke dalam istananya dan Siumei memasak makanan untuk mereka makan. Setelah itu mereka makan bersama.


Walaupun banyak persoalan difikiran Cisin tapi dia tidak mau bertanya banyak kepada Siumei, dia hanya merasa bahagia untuk Puterinya.


Setelah makan Siumei dan Cisin pergi ke belakang istana untuk menanam kembali tumbuhan yang diperolehinya tadi.


"Xia ada yang ingin aku bicarakan padamu."Ujar Nagin setelah melihat Siumei telah selesai dengan aktivitasnya.


"Iya ada apa yang ingin kamu katakan?"


"Aku harap kamu bisa untuk berkultivasi secara tertutup untuk meningkatkan kuasa mu. Aku tidak mau kamu jadi seperti sebelumnya. Hampir saja nyawa mu melayang, aku sebagai haiwan kontrak mu terasa tidak berguna kerna tidak bisa menyelamatkan mu. Sebenarnya kuasa kultivasi ku di tahap sempurna dan aku bisa berubah bentuk menjadi manusia tetapi kekuatan ku kini telah disegel. Segel itu akan terbuka dengan sendirinya jika kekuatan kultivasi mu ditahap pertengahan awal."


Siumei berfikir sejenak. "Baiklah. untuk kebaikan kita bersama aku akan berkultivasi secara tertutup, aku juga ingin mempertingkatkan kuasa kultivasi ku."


"Apakah kamu bersetuju Xia"


"Iya, aku tidak boleh malas lagi, karna aku tidak ingin dibuli lagi." Tekat Siumei dan mulai sekarang dia akan mengganggap dirinya adalah Putri Chu Xia Lin bukan lagi Siumei.


"Bagus, bila kamu bisa memulakannya?"


"Secepatnya. Aku rasa besok adalah hari yang sesuai." Nagin dan Cisin terkejut mendengarnya.


"Apa perlu dipertimbangkan lagi, soalnya kultivasi tertutup ini akan mengambil masa bertahun tahun lama nya untuk diselesaikan bergantung dengan keadaan diri seseorang. Setiap kultivator berbeda, ada yang memcecah belasan tahun dan ada yang puluhan tahun untuk selesai kan kultivasi secara tertutup ." Terang Nagin


"Ya aku tahu itu. Jiejie apa kamu mau nunggu ku disini atau kamu mau keluar dari ruang dimensi bintang?"


"Aku akan menunggumu disini aja. Aku juga akan memperkuatkan lagi kuasa kultivasiku agar kelak tidak membebankanmu."


"Kamu adalah jiejieku, aku tidak akan rasa terbeban." Xia tersenyum memandang Cisin.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu aku akan memberitahumu besok dimana tempat yang sesuai untuk kamu berkultivasi." Terang Nagin, Xia hanya menganggukkan kepala tanda mengerti.


Di dalam istana di ruang dimensi bintang hanya Xia, pasangannya (suami serta anak jika Xia berkahwin kelak) dan haiwan kontraknya sahaja yang bisa masuk bebas ke dalam istana. Selain itu yang lainnya hanya bisa masuk di lantai dasar sahaja dan ada kamar kamar yang tertentu di lantai dasar juga tidak bisa masuk.


"Jiejie mari aku tunjukkan padamu kamar tidurmu dan aku mau memberi mu beberapa buah buku untuk kamu pelajari sewaktu aku berkultivasi." Mereka pun pergi ke istana.


Setibanya diistana Xia menunjukkan kamar untuk Cisin dan memberikan beberapa buku yang berkaitan tentang kultivasi, bela diri dan asas perubatan. Xia juga mengajar Cisin menggunakan kompor dan mengajar beberapa menu masakan mudah jaman moden.


Keesokan harinya sebelum pergi berkultivasi tertutup, Xia memberi Cisin kotak perubatan asas dan beberapa pil peningkat qi serta pil penyembuh. Kini mereka berada di tepi sungai pemulih jiwa


"Baiklah Xia, kamu bisa berkultivasi di balik air terjun itu. Di sana ada sebuah batu, kamu duduklah diatas nya. Buat array agar kamu tidak terganggu semasa proses kultivasi tertutup mu berlangsung."


"Aku akan kesana tapi berjanjilah dengan ku Nagin, tolong jagain jiejieku dan jaga dirimu juga."


"Iya aku berjanji padamu. Aku cuma ingin mengingatimu kembali bahawa kultivasi tertutupmu hanya bisa dihentikan, jika tahap kultivasi melepasi tahap atas. Jika kamu menghentikan proses kultivasimu kurang daripada tahap atas maka nyawamu menjadi taruhan. Maka kamu harus mencapai tahap atas atau lebih untuk bisa menghentikan kultivasi mu."


Xia menganggukkan kepala nya mengerti. Mereka saling berpamitan dan Cisin memeluk Xia. Xia pergi ke arah air terjun dan menuju ke belakangnya. Ternyata memang ada sebuah batu di sebalik air terjun. Xia bisa merasakan bahawa terdapat aura qi yang banyak disitu. Keadaan tempat itu tidak terlalu panas atau sejuk dan terasa nyaman serta tenang. Xia membuat array perlindungan dan dia pun duduk bermeditasi diatas batu dan memulai kultivasi tertutup.


"Apa benar ucapan mu Putra mahkota Tuduhanmu ini sangat berat karna ini melibatkan keamanan dua kerajaan." Ujar Kaisar Nan, wajahnya merah menahan marah.


"Benar apa yang diucapkan oleh hamba. Jeneral muda Zan bisa menjadi saksi atas apa yang diucapkan oleh hamba." Terang Putra mahkota Huan Zo.


"Apa yang diucapkan oleh Putra mahkota


adalah benar yang mulia." Ujar Jeneral muda


Zan.


"Jika kita tidak menjelaskan ini kepada Kaisar Xi lebih dulu, maka kerajaan kita ini akan menjadi taruhan. Dimana Putri Xia Lin sekarang?" Soal kaisar Nan

__ADS_1


"Putri Xia Lin sekarang berada di desa teratai bersama ibu angkatnya."


"Jika begitu, jemputlah dia ke istana dengan kadar segera."


"Ayahanda hamba ada satu rancangan untuk mengelakkan pergolakan antara dua kerajaan." Ucap putra mahkota Huan Zo.


"Cadangan apakah itu, sila nyatakan?"


"Jika diizinkan, kahwin kan hamba denga putri Xia Lin." ujar putra mahkota Huan Zo sambil tersenyum.


Kaisar Nan terkejut mendengar cadangan yang diberikan anaknya, karna sebelum ini anaknya tidak mahu jika dikenalkan dengan mana mana gadis. Alasan diberi, masih terlalu muda untuk berkahwin. Kini dia melihat anaknya tersenyum, mungkin anaknya telah jatuh cinta dengan Putri Xia Lin.


Kaisar Nan berfikir sejenak dan akhir menganggukan kepalanya. "cadangan yang bagus tapi kamu perlu menjemput Putri Xia Lin terlebuh dahulu. Kita akan siasat dulu akan hal ini."


"Kasim tulis surat titah untuk memanggil perdana menteri Chu dan kelurganya untuk mengadap beta, jangan dilupakan jeneral muda putra Feng Xi yang berada di mukim Tua." Titah Kaisar Nan kepada kepala kasim yang berada di sebelahnya.


"Hamba mengerti yang mulia." Ucap kepala kasim.


Putra mahkota Huan Zo dan jeneral muda Zan memohan undur diri. Mereka pun terus pergi ke Desa teratai untuk berjumpa dengan putri Xia Lin. Tetapi malangnya ketika mereka tiba didesa teratai puteri Xia Lin telah pergi meninggal kan Desa itu dua hari yang lalu, menuju ke hutan Lingzhi.


"Apakah kita akan menyusuli mereka ke hutan lingzhi sekarang atau kita memberitahu dahulu kaisar Nan tentang hal ini." Tanya Zan kepada Huan. Terlihat kesedihan diwajah Huan.


'Mengapa kamu tidak memberitahu ku sebelumnya Xia bahawa kamu akan pergi ke hutan Lingzhi dan mengapa kau tidak menunggu ku dahulu sebelum berangkat.' Banyak persoalan yang bermain di benak putra mahkota Huan. Tanpa mempedulikan soalan dari sahabatnya.


"Huan.. Huan!!."


"Hah.. apa? Kamu mengagetkan ku aja. Nyaris gugur jantungku."


"Maaf, dari tadi aku berbicara padamu tapi kamu hanya bengong aja."

__ADS_1


"Maaf, aku hanya merisaukan keselamatan Xia. Ayo kita kabarkan hal ini kepada yang mulia kaisar." Mereka pun melangkah pergi


__ADS_2