Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
36 - Kuasa Elemen Air


__ADS_3

Xia dan temannya berserta Putra Yun pun pamit keluar karna mau mengumpul kultivator yang mempunyai kuasa element air dan berjanji akan datang semula esok.


Setelah keluar, mereka langsung mencari jeneral Xuan dan memberitahunya untuk mencari dan mengumpul beberapa kultivator yang mempunyai kuasa element air. Dan Putra Yun berjanji, jika ada kultivator yang membantu, akan diberi hadiah berupa koin emas.


Karna Desa Kisan dikelilingi oleh hutan, maka desa yang berhampiran terletak agak jauh dari situ. Jeneral Xuan mengarahkan beberapa anak buahnya dan membentuk kumpulan kecil. Mereka diarahkan pergi ke 3 desa yang terdekat. Jeneral Xuan juga ikut pergi bersama. Tidak menunggu lama, jeneral Xuan dan beberapa pengawal nya langsung pergi ke beberapa desa terdekat untuk mencari kultivator yang mempunyai element air. Mereka menggunakan teknik peringan badan dan melompat dari pohon ke pohon, agar lebih cepat sampai ke destinasi.


Keesokan harinya, waktu petang. Terlihat jeneral Xuan kembali dengan membawa tiga orang kultivator. Dan diikuti oleh anak buah nya yang lain. Bilangan kesemuanya adalah sembilan kultivator yang akan turut membantu menyelesaikan masalah yang dihidapi oleh penduduk desa Kisan.


Putra Yun menerangkan lebih terperinci apa yang harus dilakukan oleh mereka. Semasa Putra Yun memberikan penerangan, Xia perasan ada seorang pemuda yang lebih muda dari yang lainnya selalu mencuri pandang Xia.


'kenapa dia selalu memandang ku, tapi wajahnya lumayan tampan.' Ujar Xia dihatinya, tanpa menghiraukan pandangan pemuda itu


Xia memberi setiap seorang daripada mereka segelas air sungai pemulih jiwa agar lelah mereka hilang karna perjalanan jauh. Xia juga memberikan kepada jeneral Xuan dan anak buahnya yang baru pulang.


Setelah meminumnya, mereka terkejut karena mereka merasa segar dan tidak lelah lagi.


"Air apakah yang Putri bagi kami minum ini? badan hamba terasa segar kembali." Tanya jeneral Xuan hairan.


"Ini adalah salah satu dari air obat ramuan ku." Ujar Xia berbohong karna dia tidak mau memberitahu bahawa itu adalah air dari sungai pemulih jiwa.


Setelah itu Xia memberi masker kepada mereka dan langsung masuk kedalam desa Kisan. Seperti biasa Kor yang menunjukkan jalan untuk mereka.


Akhirnya mereka tiba di hutan tempat kemarin. Total semua kultivator ada sepuluh orang termasuk Putra Yun. Mereka langsung menuju ke sungai yang terdekat yang diberitahu Kor. Sebelum memulakannya, Xia mengarahkan mereka untuk membuka masker agar tidak mengganggu mereka disaat melakukan tugas.


Sepuluh kultivator itu membuat satu bulatan dan mula menyalurkan qi ke air sungai. Terlihat air sungai mula naik keatas. Sehingga akhirnya terlihat banyak air yang berkumpul di udara. Terlihat wajah setiap kultivator itu memerah karna menahan beban yang berat. Mereka mula terapung tinggi lagi.


"Dengan kiraan sampai tiga, kita akan melempar air ini kearah desa itu dengan keseluruhan tenaga yang ada." Kata Putra Yun

__ADS_1


"Satu.. dua.. TIGA!!!!"


hiiiiiyaaaaahhh... Teriak mereka


Terlihat air yang banyak diudara tadi menuju kearah desa. Karna dilempar dari atas dan dari jarak jauh serta menyalurkan qi khas, air itu menjadi seperti titisan air hujan pabila tiba di desa Kisan.


Mereka mengulangi langkah yang sama sebanyak tiga kali. Kesemua mereka kelelahan, ada yang terbaring dan ada yang bersandar di pohon. Xia mendekati Putra Yun dan memberi pil peningkat qi beserta air pemulih jiwa. Leo dan Nagin mengagihkan pil peningkat qi beserta air pemulih jiwa untuk yang lainnya.


"Itu adalah pil peningkat qi dan air obat ramuanku seperti tadi. Setelah menelan dan meminumnya, bermeditasi lah kalian. Agar aura qi kalian bisa pulih dengan pantas."


Mereka langsung melakukan apa yang diterangan oleh Xia. Tidak berapa lama terdengar bunyi letupan. Pop.. pop.. pop.. Dan terlihat cahaya keluar dari tubuh beberapa kultivator. Menandakan sebilangan dari mereka menerobos.


Mereka pun selesai bermeditasi.


"Terima kasih Putri. Aku udah lama tidak menerobos tapi setelah Putri memberi pil dan air tadi, tingkat kuasa kultivasi ku meningkat. Badan ku juga merasa segar." Ucap salah seorang daripada mereka.


"Benar.."


"Benar.."


"Disekitar sini terdapat aura qi yang banyak. Karna itu kalian bisa menerobos. Pil ku hanya membantu sedikit aja." Ujar Xia merendah diri.


"Apakah Putri seorang alkemis?" Tanpa pemuda tampan yang sering mencuri pandang ke arah Xia. Xia tidak menjawabnya, dia hanya tersenyum.


'Aduuuhh hampir aja copot jantungku melihat dia tersenyum. Sangat cantik wajahnya.' kata pemuda tampan itu dihatinya.


"Mari kita kembali ke desa Kisan." Ucap Putra Yun

__ADS_1


Mereka pun bergerak menuju ke desa Kisan. Terlihat keseluruhan desa Kisan basah terkena air hujan tadi.


"Asap dan debu disekitar ini sudah hampir hilang. Tinggal sedikit lagi sisanya. Besok kita akan melakukannya lagi. Sekarang kalian bisa pergi ke tenda diluar pintu gerbang desa Kisan, untuk makan dan beristirehat. Terima kasih karna sudi membantu." Ucap Xia. mereka yang lain tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


Mereka semua menuju kearah tenda. Sampai ditenda, mereka dijamu dengan banyak makanan yang lezat dan setelah itu mereka beristirehat.


Dimalam hari, Xia menyuruh temannya memanggil para tabib ke dalam tenda yang khusus untuk berdiskusi. Putra Yun, Kor dan jeneral Xuan juga ikut bergabung.


"Baiklah, Kita berkumpul disini karena aku mau memberi tahu kalian berkaitan hasil dan kesimpulan dari siasatan ku terkait penyakit yang dideritai oleh warga desa Kisan."


Xia membuka buku yang terdapat maklumat yang ditulis dari hasil siasatannya.


"Pada awalnya aku menyangka ia adalah penyakit yang tidak bisa menular. Tapi setelah aku membedah 3 mayat ternyata 2 diantaranya adalah penyakit yang bisa menular. Dan satu lagi tidak."


"Apa maksud Putri..? Adakah terdapat berbagai jenis penyakit yang menyerang warga desa ini?"


"Iya seperti itulah tapi kesimpulan nya, mereka mempunyai satu kesamaan iaitu paru paru mereka telah rosak mungkin karna terhidu asap yang banyak dan berulang kali. Aku juga memeriksa pesakit yang masih hidup, mereka terbukti mempunyai masalah dengan paru paru mereka."


"Bagaimana jika Putri dan Putra Yun terkena penyakit yang menular itu." Tanya seorang tabib. Putra Yun terkejut mendengar nya. Dia terlupa bahawa dia juga masuk ke desa Kisan dan berjumpa beberapa warga yang sakit. Putra Yun menjadi cemas.


"Tidak usah Kawatir. Aku ada penawar nya dan jika dirawat awal, pasti sembuh."


"Jika begitu apakah Putri bisa menyembuhkan semua warga desa Kisan yang sakit?" Tanya Kor


"Aku harus meminta pendapat daripada para tabib, jika tabib ada sebarang idea atau tau tentang penyakit yang diderita warga desa. Bisa memberitahu ku. Besok kita akan kesana untuk tabib melakukan rawatan. Tidak usah kawatir jika terkena penyakit yang menular, Aku ada penawar nya."


"Jika Putri Ada penawar nya, mengapa tidak langsung memberikan pada warga yang sakit?" Tanya salah satu tabib

__ADS_1


"Aku hanya orang muda yang masih mempelajari ilmu perubatan. Tabib adalah senior ku, aku harus meminta pendapat kalian. Kita akan tentukannya besok." Ujar Xia. Dia hanya ingin mengetahui pendapat para tabib nanti tentang penyakit yang diderita warga desa Kisan.


__ADS_2