
Raja dan ratu merasa gembira apabila melihat putra dan puterinya udah kembali pulih. Seperti tidak percaya akan hal yang terjadi.
"Xia'er, mereka semua telah sadar dan aku telah memberi mereka pil peningkat qi." Leo mengabari Xia melalui teknik telepati.
"Bagus, keadaan mereka masih lemah. Beritahu pada mereka agar banyak istirehat, sebentar lagi aku akan kesana." Ujar Xia
"Siapa dia? Pil apa yang diberikannya pada ku? Walaupun tubuhku masih terasa lemah tapi aku merasakan aliran qi ditubuhku sedikit meningkat." Ujar salah satu putra serigala.
"Nama ku Leo dan kamu telah dirawat oleh tuan aku. Pil yang aku berikan pada kalian tadi adalah pil peningkat qi." Terang Leo.
"Siapa tuan mu?"
"Putri Xia Lin, tetapi dia tidak ada disini karna masih perlu merawat putra mahkota. Sebentar lagi dia akan datang kesini. Seharusnya kalian semua harus beristerihat karna keadaan kalian masih terlihat lemah."
"Iya sayang kalian harus istirehat dulu karna kalian baru aja sadar." Sambung ratu serigala, mereka pun mematuhi arahan ibu mereka. Karna badan mereka masih lemah, dengan mudah mereka langsung tertidur.
Tidak berapa lama kemudian Xia pun muncul bersama Nagin dan Putra Mahkota. Mereka meletakkan putra mahkota diatas kasur yang baru disediakan oleh pelayan sebentar tadinya. Raja dan ratu yang masih berada disitu merasa lega melihat Xia datang bersama putra Mahkota.
"Apakah benar, putra mahkota masih hidup?" Tanya ratu yang tidak sabaran.
"Iya ratu, sekarang dia telah pulih. Kita hanya perlu tunggu putra mahkota siuman sahaja." Terang Xia.
"Sukar untuk aku percaya akan perkara ini. Aku tidak tau mau ngomong apa padamu. Aku merasa bersalah telah menyinggung mu kemarin. Walaupun aku telah kasar padamu tapi kamu masih sudi untuk menyelamatkan putra putri kami. Tolong maafkan aku dan terima kasih kamu telah sudi menyelamatkan nyawa putra dan putri kami." Kata raja serigala dengan tulus, terlihat raut kekesalan diwajahnya Tidak sempat Xia membalas ucapan raja serigala, terdengar suara disebelahnya.
"Aku dimana dan siapa kamu?" putra mahkota bertanya, dia merasa sedikit hairan karna dia sepertinya tidak mengenali gadis disebelahnya.
__ADS_1
"Telan pil ini telebih dahulu bagi memulihkan sedikit tenaga dalamanmu." Putra mahkota yang masih bingung pun mula menelan pil yang disuapkan dimulutnya. Memang terasa perubahan ditubuhnya setelah menelan pil itu.
"Sekarang gerakkan keseluruhan anggota badanmu." Putra mahkota patuh dan menggerakkan anggota badannya. Kaki, ekor, badan dan kepalanya. Xia merasa puas karna tiada masalah yang dihadapi oleh putra mahkota.
"Nama ku Xia, aku yang membantu merawatmu. Sekarang kamu harus banyak istirehat karna keadaan mu masih lemah." Putra mahkota yang memang merasa lemah badannya hanya menurut saja saranan dari Xia.
"Pasti kamu merasa lelah, kamu juga harus beristirehat." Ujar ratu serigala sambil mendekati Xia.
"Ngak papa, aku tidak lelah tapi sedikit lapar." Ujar Xia, lalu mereka yang mendengarnya hanya tersenyum.
"Aku akan menyusuh koki untuk meyediakan ikan dan ayam bakar untuk kalian. Kalian bisa mandi dan tukar pakaian dahulu setelah itu kita akan makan bersama."ucap ratu serigala. Ratu menyuruh pelayannya untuk menghantar tetamunya ke kamar dan mengarahkan agar pelayannya menyediakan pakaian yang bersih untuk tetamunya.
Setelah selesai mereka pun berkumpul di tempat untuk makan. Terlihat ramai yang berkumpul situ. Para Tetua dari ras sengala, putra dan putri yang lainnya juga berada disitu. Mereka merasa terkejut akan berita yang baru mereka dengarkan.
"Mohon perhatian semua, gadis itulah yang menyelamat nyawa putra putriku. Dia adalah Putri Xia dan di sebelahnya Leo, Nagin. Dan yang itu aku yakin pasti kalian mengenalinya, ratu rubah sahabatku serta anaknya." Terang raja, Xia dan yang lainya hanya menundukkan kepalanya tanda hormat.
"Aku pikir yang merawat adalah seseorang yang telah tua, ternyata itu tidak benar."
"Sukar untuk aku percaya."
Terdengar pertanyaan yang dibisikkan oleh ras serigala disitu dan setelah itu raja memberi ijin untuk mula makan. Xia hanya terdiam dan menikmati sahaja hidangan yang telah disediakan.
Setelah selesai makan, raja serigala mengajak Xia dan yang lainnya untuk pergi keaula utama. Mereka pun berkumpul di aula utama dan duduk di kursi yang telah disediakan.
"Putri Xia, aku mewakili ras serigala mau mengucapkan terima kasih padamu karna sudah menyelamatkan putra putriku. Katakan padaku, apa yang kamu inginkan sebagai balasan karna kamu telah menyembuhkan putra putni ku?" tanya Raja.
__ADS_1
"Aku tidak membutuhkan sebarang balasan karna aku ikhlas merawat mereka." Mereka terkejut mendengar ucapan Xia. Tetua ras serigala mula mendekati raja dan membincangkan sesuatu yang tidak didengari oleh sesiapa.
"Baiklah jika itu yang kamu katakan. Kamu memang seorang gadis yang berhati mulia. Tetapi diistana ku ini terdapat satu pedang yang leluhurku simpan tapi pedang itu bukan sebarangan pedang. Pedang itu akan bercahaya jika kamu ditakdirkan untuk memilikinya. Jika pedang itu tidak bercahaya maka aku tidak bisa memberikan pedang itu padamu. Apa kamu mau mencoba mengambilnya?" kata raja selepas bebicara dengan tetua ras serigala tadi.
"Bagaimana menurut kalian?" Tanya Xia kepada Leo dan Nagin.
"Menurutku terima aja, jika ditakdirkan pasti pedang itu menjadi milikmu." ujar Nagin
"Iya Xia, aku juga sependapat dengan Nagin." Pendapat Leo juga sama.
"Baiklah aku akan mencobanya. Ujar Xia bersetuju.
Mereka pun menuju ke ruangan yang dimaksudkan oleh raja serigala. Setelah Xia masuk kedalam ruangan itu, terlihat sebuah pedang diujung ruangan itu. Pedang itu tiba-tiba bergetar, mereka yang berada diruang itu kaget melihat keadaan seperti itu. Tidak pernah mereka lihat pedang itu bergetar seperti itu.
"Pedang bintang!!" Teriak Nagin yang melihat pedang itu.
"Apa kau mengetahui pedang itu dan mengapa pedang itu bergetar?" tanya Xia
"Iya aku cukup mengenalinya. Udah lama aku coba mengesan pedang itu dan ternyata pedang itu berada disini. Patutlah aku tidak bisa mengesan pedang itu, dia udah disegel di ruangan ini. Kamu adalah pemilik sebenar pedang itu karna itulah pedang itu menunjukkan tindak balas seperti itu, apabila kamu berada berdekatan dengan pedang itu." Ujar Nagin. Mereka yang mendengarkan ucapan Nagin terkejut.
"Maju dan ambillah pedang itu putri Xia." Ucap raja serigala pantasan akan kebenaran kata Nagin tadi.. Xia pun mula mendekat dan mula untuk mengambil pedang itu.
Ketika Xia mula memegang pedang itu terlihat cahaya yang cukup terang dan Xia mula terapung diudara seperti sedang berbaring diudara sambil memegang pedang itu. Tetapi tiada yang tahu, sebenarnya Roh Xia telah ditarik masuk ke alam lain.
"Dimana aku?" Tanya Xia bingung, dia berada di ruang kosong yang cukup luas dan terang.
__ADS_1
"Selamat datang Putri Xia, udah lama aku menunggumu" Terlihat seorang pria tampan yang berambut putih tetapi terlihat masih muda muncul didepan Xia.
"Siapa kamu dan aku berada dimana ini?" Tanya Xia merasa bingung.