Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
63 - Putra Fu Yi


__ADS_3

Mereka asyik ngobrol bersama, sampaikan tidak merasa waktu berlalu dengan begitu pantas dan ketika itu hari udah gelap, akhirnya mereka pun pamit ke kamar masing - masing. Ketika Xia dan yang lainnya berjalan menuju ke kamar tetamu yang disediakan untuk mereka, terdengar nama Xia dipanggil oleh seseorang.


"Putri Xia.. Putri Xia tunggu sebentar." Terlihat seorang pria sedang berlari kearah mereka. Karna hari udah gelap, mereka tidak nampak dengan jelas wajah pria itu. Semakin pria itu mendekat, barulah mereka dapat mengenali wajah pria itu.


"Iya ada apa Putra Fu Yi memanggil ku?" ujar Xia yang masih ingat akan wajah pria itu karna tadi saat di aula, dia telah diperkenalkan oleh kaisar Dong.


"Apa aku bisa bicara dengan mu sebentar." Kata Putra Fu Yi. Xia memandang kakaknya dan Putra Jing Zhi.


"Maaf bukan aku tidak mau, tetapi sekarang kan hari udah larut malam. Maka tidak manis jika diliat orang. Aku harap, jika ada hal yang ingin pangeran katakan bisa bicara besok aja,"


"Tapi.."


"Maaf, Putra Fu Yi. Kami sedikit lelah hari ini dan membutuhkan istirehat yang cukup." Kata Putra Feng Xi dan berlalu meninggalkan Putra Fu Yi sambil memegang adiknya. Yang lainnya pun turut berlalu pergi.


"Baiklah, aku akan berjumpa dengan mu besok aja." Teriak Putra Fu yi yang pada awalnya bengong dengan penolakan yang diberikan dari Putra Feng Xi dan tersadar ketika mereka udah beberapa langkah kehadapan.


Putra Jing Zhi merasa geram mendengar ucapan dari Putra Fu Yi. Tetapi hanya berdiam diri karna dia berada dikerajaan Timur, tidak mau membuat ulah. Xia melihat kekasihnya seperti menahan marah, hanya bisa memegang tangannya sahaja. Setiba di kamar masing-masing, mereka langsung beristirahat. Tetapi tidak bagi Xia karna sepertinya dia ingin menerobos. Dia langsung masuk ke dalam ruang dimensinya.


Ketika tiba diruang dimensi, Xia langsung memanggil pedangnya. "Star keluarlah." Pedang bintang pun keluar dari cincin ruang Xia.


"Ada apa Xia?"


"Berkenalan lah dengan mereka, aku mau bermeditasi sebentar karna aku dapat merasakan akan menerobos sekarang." Tanpa melengahkan waktu lagi Xia langsung duduk diatas batu besar yang menjadi tempat favoritnya disaat mau bermeditasi.

__ADS_1


Ketika mendapat pedang bintang, Xia sudah merasakan bahawa ada peningkatan aliran di dentiannya. Sekarang baru dia berkesempatan untuk bermeditasi. Selama satu hari Xia bermeditasi dan Xia mengalami terobosan sebanyak Lima kali. Sekarang Xia berada ditahap tertinggi pangkat dua. Setelah selesai bermeditasi, akhirnya Xia membuka matanya dan terus terjun ke dalam sungai pemulih jiwa. Selesai mandi Xia langsung masuk kedalam kamarnya dan menukar bajunya. Xia akhirnya pergi ke ruang dapur untuk memasak dan setelah selesai, dia memanggil yang lain menggunakan teknik telepati. Mereka pun berkumpul di meja makan dan makan bersama kecuali Star karna dia hanya roh yang tidak memerlukan makanan.


Selesai makan, Xia bertanya kepada Star, "Bagaimana dengan mu Star, kamu udah berkenalan dengan mereka semua?"


"Iya, tapi dengan Nagin aku sebenarnya udah mengenalinya sebelum ini karna kami memang terkait dengan deminsi ini."


"Aku merasa panasaran, bagaimana kamu bisa berada dan dijaga oleh ras serigala?" Tanya Xia.


"Sebenarnya waktu peperangan yang mengorbankan tuan aku yang terdahulu, sebelum kematiannya dia telah menyerahkan pedang bintang kepada raja serigala yang terdahulu. Dia mengatakan bahwa akan ada saatnya nanti, muncul seseorang yang akan membantu ras serigala dan dialah pemilik pedang bintang yang baru." Terang Star.


"Pada ketika itu, keadaanku sangat lemah. Tuan telah menyelamatkan aku dengan menyegelku di ruang dimensi ini. Kalau tidak aku pasti telah terbunuh, Setelah aku disegel aku terputus hubungan dengan dunia luar. Sebab itu aku tidak tau bahawa Tuan telah memberi Star kepada raja serigala." Tambah Nagin yang masih mengingati tentang kejadian pada saat itu.


"Begitu ceritanya. Apakah kamu akan tinggal disini atau mau duduk di cincin ruangku.?" Tanya Xia kepada Star.


"Apa aku dibolehkan untuk tinggal disini jika aku mau?"


"Bisa tapi Tuan ku yang dulu melarang aku untuk berada disini tanpa kebenarannya. Dia hanya akan meletakkan aku di belakang punggungnya aja."


"Tuan yang dahulu dengan yang sekarang berbeza Star. Kita akan merasa lebih hangat dengan Xia. Dia melayan kita semua dengan baik. Tetapi kita jangan mengambil kesempatan diatas kebaikannya." Ujar Nagin dan Leo menganggukan kepalanya setuju.


"iya udah, Sekarang aku mengijinkan Star untuk tinggal disini. Dan nanti saat aku memerlukanmu, aku akan memanggilmu. Dan untuk pengetahuan semua beberapa hari nanti, aku akan menghapuskan pemberontak. Maka, aku harap kalian bisa membantuku disaat itu." Mereka menganggukkan kepalanya tanda faham akan ucapan dari Xia.


"Apa aku bisa membantumu Xia." Tanya Miho

__ADS_1


"Tidak sayang, kamu disini aja." ujar Xia sambil memeluk dan mencium Miho.


Xia mencoba berlatih dengan menggunakan pedang barunya. Memang terdapat perbedaan ketika menggunakan pedang bintang dengan pedang yang biasa. Xia merasakan ayunan nya lebih kuat. Dia menggerakkan pedang nya dengan menggunakan sedikit tenaga tetapi hasilnya seperti dia menggunakan seluruh tenaganya. Jika begitu dia bisa menjimatkan tenaga yang akan digunakan saat bertarung menggunakan pedang bintang. Xia merasa gembira dan berlatih berterusan menggunakan pedang bintang agar dia bisa terbiasa menggunakannya kelak.


Setelah beberapa hari diruang dimensi bintang, Xia pun keluar dari situ. Didalam kamarnya ternyata Cisin telah menantinya.


"Jiejie, udah lama kamu disini?"


"Aku baru aja disini. Untung aja aku datang disini. Tadi ada pelayan yang datang kesini dan mengajak kita untuk pergi bersarapan bersama."


"Ayo kita pergi sekarang. Pasti kita udah telat." Ketika mereka membuka pintu, ternyata putra Jing Zhi udah ada didepan pintu untuk menjemput mereka. Sekalian mereka pun pergi keruang makan dan bersarapan bersama yang lainnya.


Setelah selesai makan, mereka pun langsung berkumpul diaula bersama dengan para menteri dan kerajaan Timur. Kaisar Dong memberitahu bahawa mereka telah menyiasat tentang keberadaan pemberontak yang diberitahu oleh kaisar Nan. Dan hasilnya memang benar terdapat markas pemberontak diwilayahnya. Pemberontak ini juga sedang diburu oleh kaisar Dong karna selalu membuat kejahatan pada rakyatnya. Mereka juga membuat beberapa strategi dan pelan untuk menyerang dan membasmi pemberontak itu. Mereka akan bersatu dan akan memulakan serangan pada besok hari.


Selesai melakukan perbincangan mereka pun bersurai. Ketiak Xia berjalan menuju kekamarnya, Xia dihalang oleh Putra Fu Yi.


"Putri Xia Lin bisa kita bebicara sekarang?"


"Perlu apa kamu, mau bertemu kekasihku?" tanya Putra Jing Zhi posesif.


"Aku hanya mau menanyakan sesuatu padanya."


"Iya udah, begini aja. Jika pangeran mau berbicara dengan ku boleh tapi Putra Jing Zhi mesti ikut sekali karna aku juga merasa ngak enak sama Kaisar Dong. Soalnya nanti kita akan dijadikan baha bicara sama pelayan yang melihatnya."

__ADS_1


"Tapi Puteri...


"Diteman Putra Jing Zhi atau tidak usah bicara dengan ku." Xia memberi pilihan yang sukar untuk Putra Fu Yi.


__ADS_2