Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
16 - Membeli Rumah


__ADS_3

"Jiejie apakah kamu bisa untuk mengikut kami keluar lagi? Jika kamu lelah, istirehat aja dikamar." Soal Siumei


"Aku mau ikut kalian, aku udah sihat." Ujar Cisin. Siumei tahu bahawa Cisin adalah kultivator. Walaupun masih di tahap awal, tetapi pil yang diberi sebelumnya memang akan cepat berkesan untuk para kultivator.


"Huan, Zan aku perhatiakan kamu berdua sepertinya bukan golongan bawahan, pasti keluargamu berasal dari golongan bangsawan?" Soal Siumei


Haa.. Haa. Haa.. Huan ketawa "mengapa Xie'er berkata begitu?" Huan melirik kearah Zan


"Aku lihat gaya mu berbeza, walaupun kamu memakai baju orang biasa tapi kualitas baju mu bagus, kemas dan rapi. Apa benar dugaanku?"


"Kamu memang pandai menilai, sebenarnya aku anak kepada jeneral besar Gan dan Huan adalah saudaraku." Ujar Zan masih merahsiakan identitas sebenar Huan.


"Oh, baguslah, kalau gitu bisakah kalian membantuku?" ujar Siumei senyum bermakna


"Apa yang bisa kami bantu?" Soal Zan


"Mengenai ibu angkatku dan Miela. Apakah kau tidak merasa kasihan melihat rumahnya? Bisakah kalian membelikan rumah yang bagus untuknya? Aku tidak mempunyai banyak uang, maka aku meminta bantuan kalian. Apa bisa?"


Zan dan Huan saling berpandangan dan berkata serentak "pasti boleh". Memang niat awal Huan untuk membantu Keluarga rakyatnya yang susah.


Siumel tersenyum, "Ayo kita tanya pada penduduk desa disini." Mereka pun jalan bersama.


"Paman saya tumpang tanya, apa disini ada rumah untuk dijual?" Tanya Siumei kepada salah seorang paman yang lalu didepannya.


"Kamu bisa bertanya dengan kepala desa disini." Ujar paman itu


"Bisa saya tau dimana rumah kepala desa itu?"


"Rumah nya tidak jauh dari sini. Kamu jalan terus sampai jumpa rumah makan Zhou, Selang dua buah rumah adalah rumahnya kepala desa ini."


"Makasih pak."


Mereka pun meneruskan perjalanan. Setibanya didepan sebuah rumah, Mereka pun mengetuk pintu.


Tuk Tuk Tuk.. Pintu pun dibuka oleh seseorag dari dalam rumah.

__ADS_1


"Permisi pak, apa benar ini rumah kepala desa?" Tanya Cisin


"iya benar, itu saya. Mari masuk." Ajak kepala desa


Mereka berempat pun masuk kerumah kepala desa. Sampai di ruang utama.


"Jemput duduk, Sebentar saya ambilkan minuman." Ucap pak kepala desa


"Ngak usah Pak, kami ingin bertanya sebentar aja." Ujar Siumei


"Baiklah kalau gitu, Ada urusan apa ya, kalian mencari ku?" kata pak kepala desa sambil duduk ditempatnya.


"Sebelum itu, kenalkan aku Xia, dia jiejie ku Cici, dan mereka sahabat ku Huan dan Zan"


"Panggil aku pak Min." Ujar pak kepala desa


"Begini pak, tujuan kami datang untuk bertanya. Apakah Pak Min tau, dimana rumah untuk dijual di desa ini?"


"Ada.. ada.. tapi bisa saya tau kalian dari mana, kenapa mau beli rumah didesa ini?"


"Oh.. Tan, ia.. ia.. aku mengenalinya. Udah seharunya dia berpindah. Jadi kamu mau mencari rumah yang bagaimana."


"Kalau ada sih rumah kedai. Kerna aku ingin membuat kedai makan dibahagian depan dan dibelakangnya rumah untuk kami,"


"Ya ketepatan, ada sebuah rumah seperti itu untuk dijual. Ada satu, tempat makan nya menjadi tumpuan orang ramai, tapi pemiliknya harus pindah ke daerah lain. Maka kalau kalian ingin membeli nya, sangat bagus karna semuanya udah lengkap."


"Bisa kami lihat, Dan bisa kami tau berapa harga untuk rumah itu ya pak?"


"Jika kalian ingin melihatnya, ayo pergi sekarang karna esok dia mau berangkat pergi, sekalian kalian tanya sama dia soal harganya."


Mereka pun pergi ke rumah yang disebutkan. Ternyata rumah yang dikatakan sangat bagus. Didepan nya ada kedai makan dan dibelakang nya ada sebuah rumah untuk meraka tinggal. Mereka bersetuju untuk membeli rumah itu. Huan yang membayarnya, dia menggunakan uang kertas yang dikeluarkan dari cincin ruangnya. Siumei hanya tersenyum gembira.


Mereka diberitahu bahawa pekerja yang bekerja di kedai makan adalah orang desa ini juga. Jadinya mereka tidak akan mengikuti pemilik sebelumnya berpindah sekali. Maka meraka bisa bekerja di kedai itu, jika Siumei mengizinkannya.


Siumei juga diperkenalkan dengan para pekerja dan mereka juga bersetuju untuk meneruskan kerja disitu dengan pimpinan dari pemilik baru. Setelah itu paman itu memberi beberapa jenis kunci

__ADS_1


"Nak, kamu boleh berpindah di sini kapan pun karna, paman telah mengambil semua barang paman dari rumah ini, cuma barang perabotan tidak ku bawa.." Ujar paman Mo, pemilik rumah sebelumnya. Sambil menunjukkan rumah yang berada di belakang kedai makan itu.


"kenapa paman memberi ku kunci rumah ini sekarang? Paman mahu bermalam dimana?" Tanya Siumei.


"Memandangkan kamu udah membelinya, maka paman akan berangkat sekarang. Karna keluarga paman telah lama menunggu paman di rumah kami yang berada didaerah lain. Paman disini hanya ngurus kedai makan saja, kerna paman tidak sampai hati untuk menutup kedai itu dan menjejaskan pendapatan pekerja disitu. Sepatutnya hari ni adalah hari terakhir paman membuka kedai itu tapi kamu telah membeli nya, kamu bisa meneruskan nya." Ujar paman Mo, lalu menyerehkan surat hak pemilikan tanah kepada Siumei. Surat pemilikan tanah itu hanya perlu dibawa ke pejabat kerajaan yang terdekat untuk mengesahkan pemilik baru.


Setelah berpamitan kepada semua, Siumei dan lainnya pulang. Kedai makan juga ditutup awal dan akan dibuka pada keesokan harinya. Mereka meneruskan perjalan pulang setelah menghantar dan berterima kasih kepada kepala desa.


"Huan aku mengucapkan terima kasih padamu karna membantuku dan juga kamu Zan." Ujar Siumei sambil tersenyum pada mereka. Muka Huan memerah, melihat senyuman manis dari Siumei. Zan hanya menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya.


"iya, hanya bantuan kecil aja," ucap Huan


"oh ya.. hari ini apa kalian tidak mau pulang kerumah kalian. Nantinya orang tua kalian khawatir lo." Tanya Siumei


"Kami udah biasa seperti ini. Mereka udah mengerti, tapi besok kami akan pulang. Karna ada beberap urusan yang akan kami selesaikan. Tapi setelah urusan kami selesai, kami akan datang lagi"


Tanpa sedar hari telah sore, semasa mereka sampai dirumah Miela. Mereka telah membawa beberapa bungkus makanan yang telah dimasak oleh pekerja kedai makannya tadi. Lalu mereka makan bersama, Manakala ibu Tan makan dikamarnya. Setelah selesai makan, Siumei masuk ke kamar Ibu Tan. Diukuti yang lainnya


"Ibu, apa yang ibu rasa sekarang? Apakah ada sakit dimana mana?"


"Ibu udah tidak rasa sakit lagi nak."


"Apa ibu mau cuba berjalan?"


"Apa ibu bisa berjalan lagi?"


"Iya ibu. Coba ibu bangun," Lalu Siumei membantu ibu Tan


Dengan perlahan ibu Tan berusaha untuk berdiri. Akhirnya dia bisa berdiri dan mencuba berjalan perlahan, sambil dipimpin oleh Siumei. Ibu Tan tersenyum bahagia karna dia bisa berjalan kembali. Yang lainnya turut gembira. Siumei menasihati ibu angkat nya agar tidak banyak berjalan untuk waktu ini karna luka dikaki nya tidak pulih lagi. Dia memberi obat antibiotik kepada ibunya. Dan ibu Tan tidur setelah menelan obat yang diberi Siumei. Yang lainnya pun beristirehat. Ketika Siumei berada di dalam kamar bersama Cisin.


"Xia apakah kamu tidak mau masuk ke dalam ruang dimensi bintang?" ujar Nagin dipikiran Siumei


"Tidak sekarang, apa ada keperluan yang penting?" ujar Siumei


"Aku hanya mengkhawatirkan kamu"

__ADS_1


"Aku baik baik saja, maaf telah membuat kamu khawatir. Aku akan selesaikan urusanku disini dan setelah selesai aku akan masuk ke ruang dimensi bintang." Ujar Siumei mengakhiri perbualan mereka.


__ADS_2