
"Tidak ada yang menyadarinya. Tetapi kemarin ada seorang pengawal telah melaporkan bahawa Putri Xia Lin pulang kekamarnya lewat malam. Tidak tahu putri dari mana."
"emmm.. Kau harus siasat dia, apa dia ada hubungan dengan kehilangan pelayan itu."
"Baiklah.. Yang kedua.. hamba mendengar cerita yang heboh distana sekarang ini... yang mengatakan.. yang mengatakan.. berkaitan.." Pengawal itu merasa takut untuk memberitahu tuannya.
"Mengapa kau gugup seperti itu? Katakanlah."
"Seorang pria yang tidak dikenali telah menggendong Putri Xia dan masuk kekamar. Sampai sekarang mereka tidak keluar lagi dari kamar."
Bbuuurrkk... Putra Mahkota Ren Zie menepuk meja, dia merasa sangat marah: "Keterlaluan gadis itu.." ketika mau melangkah keluar dari ruang kerjannya, ada seorang pengawal datang.
"Hormat pangeran. Kaisar Bei memanggil pangeran, agar bertemu dengan kaisar di aula perhimpunan segera."
"Baiklah, kamu bisa pergi." Setelah itu Putra mahkota Ren Zie dan pengawalnya pun langsung pergi ke aula, dia membatalkan niatnya untuk menyerang isterinya.
Di aula perhimpunan kaisar Bei membincangkan tentang pernikahan antara putra mahkota Ren Zie dengan putri dari jeneral perang Kor iaitu Kor Lily yang sempat tertunda sebelum ini karna putra mahkota menolak untuk bernikah awal. Pada awalnya Lily akan menjadi puteri mahkota kepada Putra mahkota Ren Zie tetapi kerana udah ada putri mahkota, jadinya Lily akan diangkat menjadi selir untuk putra mahkota Ren Zie.
Lily merasa geram mendengarkan berita pernikahan putra mahkota, dan langsung memberitahu ayahnya yang berada diperbatasan pada ketika itu. Setelah ayahnya mendapat khabar dari putrinya dia langsung pulang dan terus bertemu kaisar Bei. karna itulah mereka berada diistana ketika ini.
Sekarang di aula perhimpunan jeneral perang Kor, isterinya dan Lily menghadap kaisar Bei untuk menuntut janji pernikahan Kor Lily bersama Putra Mahkota Ren Zie. Mereka ingin kaisar Bei, melaksakan pernikahan ini segera.
Kaisar Bei pun menerangkan kepada anaknya. Mereka semua menunggu keputusan dari Putra Mahkota Ren Zie.
"Aku bersetuju untuk mengangkat Kor Lily menjadi selirku bermula hari ini." Putra Mahkota Ren Zie yang merasa geram dengan Xia langsung bersetuju untuk mengangkat Lily menjadi selirnya tanpa berfikir panjang. Alasannya untuk membuat Xia sakit hati tetapi dia lupa akan perjanjian nya dengan Xia.
Terlihat senyuman gembira Lily, tetapi dihatinya merasa geram karna tidak mendapat gelaran putri mahkota. 'Tidak mengapa, akan aku singkirkan wanita yang telah merampas hak ku.' Ucap Lily didalam hatinya yang penuh kebencian terhadap Xia.
Setelah itu Putra Mahkota sibuk karna banyak kerjaan yang harus dilakukan. Disebabkan terlalu sibuk Putra Ren Zie terlupa akan masalahnya bersama Xia.
Mereka melakukan upacara mengangkat Lily menjadi selir tanpa kehadiran Putra Mahkota Ren Zie. Lily dihantar pelayan ke istana putra mahkota setelah selesai melakukan upacara itu. Sebelum dihantar ke istana putra mahkota Ren Zie, Lily sempat bertemu ayahnya dan membisikkan sesuatu rencana jahat yang harus ayahnya uruskan malam itu juga. Agar Lily bisa melayan putra Mahkota dimalam pertama mereka tanpa diganggu Putri Mahkota.
Dikamar Xia, dia masih tidak mengetahui tentang masalah yang berlaku disekitar Istana. Karna dia tidur seharian. Ketika Xia bangun Leo dan Nagin telah menantinya.
__ADS_1
"Akhirnya kamu bangun juga." Ujar Nagin yang menanti Xia dari tadi, karna ada perkara penting yang harus dibahaskan.
"Berapa lama aku tidur?" Ujar Xia dan langsung duduk dikasurnya.
"Sekarang udah mau senja Xia. Seharian kamu tidur." Nagin berkata.
"Apa..!! Udah seharian aku tidur.. ermm.. badanku terasa pegal semuanya.. ini gara - gara pria gila itu." Xia mengeliat.
"Apa perlu kami panggilkan tabib?" Tanya Nagin yang khawatir dengan keadaan Xia.
"Tidak perlu, tadi aku udah menelan obat."
"Mengapa kalian disini?" Tanya Xia yang merasa hairan karna mereka berdua tidak akan keluar dari ruang dimensi jika tidak ada perkara yang harus mereka lakukan.
"Ada beberapa perkara penting yang perlu kamu ketahui." Ujar Leo serius.
"Katakanlah."
"Putra Mahkota Ren Zie telah mengetahui bahawa pelayan Wei Wei telah hilang dari penjara. Mereka sekarang mengetatkan penjagaan di penjara."
"Tidak ada masalah, Aku akan tidurkan mereka, menggunakan racun ku." Ujar Nagin.
"Baiklah.. jika begitu, Aku tidak akan ikut kalian ke penjara soalnya badanku masih sakit. Kalian bawa Zu bersama, dia pasti mengenali pelayan Lun.
"Serahkan aja tugas ini pada kami. Kami pasti tidak akan mengecewakan mu."
"Bagus.. bawa pelayan itu ke ruang dimensi, tetapi Nagin kamu harus membuat dia pingsan tunggu sehingga aku datang."
"Baiklah, Kami mengerti." Ucap mereka serentak.
"Xia ada lagi kabar yang tidak enak didengar." Ujar Leo.
"Ermm.. apa? Katakanlah?"
__ADS_1
"Ada orang yang menyebarkan fitnah diistana mengatakan kamu melakukan hubungan terlarang bersamaku."
"Hah.. Apa..!!?" Xia mula berfikir. 'Kok bisa.. oh...iya tadi siang Leo....'
"Aduhh!!.. Aku lupa, kamu masuk kekamar ku dan langsung keruang dimensi." Xia menepuk kepalanya. "Fuhh gawat.. masalah itu, nanti aku akan berterus terang dengan suami ku jika dia bertanya."
"Dan..."
"Tunggu dulu, ada lagi perkara yang ingin kalian sampaikan?" Tanya Xia yang memotong ucapan Nagin. Mereka mengangguk kan kepalanya.
"Sebentar biar aku bernafas dulu.." Xia menarik dan menghembuskan nafas nya dengan kuat beberapa kali. "Baiklah, katakan padaku sekarang."
"Putra Mahkota Ren Zie telah mengangkat seorang Se..selir tadi."
"Apa..!!!" Xia yang terkejut langsung berdiri. "Apa benar katamu Nagin?"
"Iya Xia.. dia Selir Lily, menurut yang aku dengar, Lily anak jeneral perang Kor. Sebelum ini mereka pernah menunda pernikahan mereka berdua karna waktu itu Putra Mahkota Ren Zie monolak untuk bernikah di usia muda. Sekarang jeneral Kor menuntut janji itu lagi."
"Kenapa dia tidak memberitahu ku dahulu? Apa dia lupa kesepakatan yang telah dipersetujui?"
Xia duduk kembali dan memijit dahinya. "Memikirkannya membuat aku pusing."
"Apa kamu baik - baik aja Xia?"
"Iya, Aku tidak apa - apa. Kalian bisa kembali keruang dimensi semula. Ingat tugas kalian malam ini."
"Xia menurutku, biar Nagin dan Zu aja yang pergi ke penjara. Karna aku mempunyai firasat buruk, sepertinya akan terjadi sesuatu malam ini. Biar aku di sini aja menjagamu." Ujar Leo.
"Tidak perlu, kawalan di penjara sekarang pasti di perketat.. kalian harus bekerjasama. Aku tidak mau kita gagal."
"Baiklah.. tapi selepas berjaya, aku akan terus datang menemani mu di sini." Ujar Leo, masih khawatir dengan keselamatan Xia. Xia pun mengangguk kan kepalanya. Mereka pun pergi masuk keruang dimensi.
Xia berbaring kembali di atas kasurnya karna badannya masih terasa sakit lagi.
__ADS_1
Kriiukk.. kuuk.. perut Xia berbunyi.
"Iya.. udah seharian aku tidak makan." Xia pun memanggil pengawal yang berjaga dihadapan kamarnya. Dan mengarahkannya untuk memberitahu koki supaya menyediakan makanan untuk nya.Terlihat diluar hari udah gelap.