
"Baiklah, aku akan jaga nya dengan baik." Xia mengambil kantong yang diberikan oleh ratu rubah itu.
Tidak berapa lama setelah itu Cisin udah selesai bermeditasi. Mereka pun pamit kepada keluarga rubah untuk melanjutkan perjalanan mereka. Setelah meneruskan perjalanan, mereka berhenti seketika untuk masuk ke dalam ruang dimensi
"Tempat apa ini?" tanya Kibo, haiwan kontrak Cisin.
"Ini adalah ruang dimensi bintang Tuan ku, Xia." Jawab Leo
Kibo merasa terkejut mendengarnya. Dia merasa kagum melihat kawasan itu sangat cantik dan terasa damai.
'Tidak salah dengan keputusan kakak dan ipar ku untuk memberi kan anaknya untuk di jaga oleh Tuan Xia. Ini sungguh luar biasa, gadis muda sepertinya udah memiliki ruang dimensi. Pasti dia seorang gadis yang jenius.' Gumam kibo dihatinya.
"Sekarang sapa yang akan tinggal di sini menjaga si imut ini?" Tanya Xia, sambil membelai anak rubah itu
"Biarkan aku aja yang menjaga keponakanku." Ucap Kibo.
"Apa jiejie mengijinkan Kibo disini?" Tanya Xia kepada Cisin. Cisin menganggukkan kepalanya.
"Kalau gitu baiklah, kamu bisa menjaga keponakanmu disini. jika lapar kamu bisa makan ikan dikolam atau kamu juga bisa memburu di hutan sana karna didalamnya ada ayam dan kancil. Kalau mau buah buahan, cuba cari dalam hutan." Terang Xia lalu Kibo pun menganggukkan kepalanya.
"Tapi kamu harus ingat bahawa setelah si imut mencecah usia dua minggu, kamu harus memberinya makanan yang lembut untuknya." Ucap Nagin
__ADS_1
"Aku mengerti, aku juga seekor rubah sih. Aku tau menjaga anak rubah kecil." Balas Kibo, membuat yang lainnya tersenyum.
"Xia apa kamu akan memanggilnya si imut aja?" Soal Cisin.
"Iya jugak si.. errmmm, apa kata kita memanggilnya Miho."
"Miho, nama yang bagus. Kalian bisa pergi sekarang, aku akan jaga Miho dengan baik" ujar kibo.
"Tapi aku belum bikin rumah untuk Miho." Ucap Xia sambil memberi susu untuk Miho
"Tidak perlu, cukup di tepi kolarn itu. Ada pohon dan batu, aku rasa disitu cukup nyaman bagi kami."
"Aku rasa kita akan menunda dahulu perjalanan kita, memandangkan hari udah sore diluar." Kata Xia dan membawa Miho menuju ke istananya. Mereka pun mengikuti Xia, mau beristirehat di dalam kamar. Memandangkan Miho tidak bisa naik ke kamar Xia, Cisin yang menjaganya bersama Kibo dikamarnya.
Mereka sepakat untuk berada diruang dimensi sehingga Miho bisa makan, Meraka bergiliran menjaga Miho dan berlatih bersama.
Setelah dua minggu berlalu di ruang dimensi, akhirnya Xia memberi makanan pertama untuk Miho. Xia memberi buah buhan untuknya. Mereka juga telah membuat sebuah rumah kecil untuk Miho dan Kibo berehat disebelah kolam ikan.
Xia merasa berat hati meninggal kan Miho yang terlihat manja bila bersamanya. Dia menunda lagi untuk keluar dari ruangan dimensi. Akhirnya dia memutuskan untuk tinggal lebih lama diruang dimensi. Mereka tidak duduk diam saja di ruang dimensi, mereka berlatih dengan gigih untuk menguatkan lagi teknik berlawan.
Ketika sedang beristirehat setelah makan, Xia teringat dengan kata kata yang Leo dan Nagin pernah bicarakan ketika pertama kali mereka bertemu.
__ADS_1
"Oh ya Nagin, aku mau nanya. Hari itu aku ada terdengar bicara mu bersama Leo yang berkaitan dengan peperangan besar besaran. Apa maksud kalian?"
Nagin memandang Leo dan mereka menganggukan kepala.
"Sebenarnya ketika itu terjadi salah faham diantara dua Klan iaitu klan hitam yang mengamalkan ilmu hitam sebagai asas perguruan dan lagi satu klan putih. Ada seorang murid kesayangan klan hitam mati dibunuh dan mereka menuduh klan putih yang membunuh muridnya. Klan putih tidak mengaku dan merasa bahawa klan hitam coba untuk menjatuhkan maruah mereka. Akhirnya mereka saling bermusuhan. Pada awalnya mereka berkelahi antara dua klan saja tetapi akhirnya perkelahian mereka semakin tidak bisa dibendung. Dan melibatkan empat kerajaan besar iaitu kerajaan utara, barat, timur dan selatan. Ada penghasut yang coba untuk melaga laga kan antara empat kerajaan besar. Penghasut itu adalah dari kalangan klan hitam." Nagin berhenti seketika.
"Apa yang terjadi selanjutnya." Soal Xia yang tidak sabar menunggu cerita selanjutnya.
Leo menyambung cerita Nagin. "Klan hitam berjaya menghasut kaisar kerajaan utara dengan menggunakan ilmu hitam nya. Kaisar bersetuju untuk membantu klan hitam untuk menyerang klan putih. Pada ketika itu klan hitam memang menetap di kerajaan utara dan klan putih dikerajaan timur. Klan meraka berada diantara perbatasan kerajaan timur dan utara. Klan putih tidak mau kalah, mereka meminta bantuan dari kerajaan timur dan kerajaan timur bersetuju membantu kerana perbalahan ini sudah melibatkan masalah kerajaan. Klan hitam merasa marah bila kerajaan timur memilih untuk campur tangan dan klan hitam telah pergi ke kerajaan barat untuk meminta bantuan lagi. Supaya dia bisa menghancurkan kerajaan timur tetapi kaisar kerajaan barat tidak bersetuju untuk campur tangan. Sebelum wakil klan hitam masuk ke istana mereka telah dihalau oleh pengawal yang menjaga pintu istana. Kaisar barat tau, bahawa klan hitam pengamal ilmu hitam maka dia takut jika klan hitam menggunakan ilmunya untuk menundukkannya. Klan hitam merasa marah, lalu dia pergi ke kerajaan selatan untuk meminta bantuan menyerang kerajaan barat dan timur, Kaisar kerajaan selatan yang terkena ilmu hitam nya langsung bersetuju untuk membantu kerajaan utara menyerang kerajaan barat dan timur."
"Tiada siapa yang menyedari akan hal ini?"
"Semasa peperangan empat kerajaan itu berlaku, banyak korban terbunuh. Terdapat seorang pangeran yang menyedari akan ketidak beresan hal itu, lalu menyiasatnya dan mendapati bahawa klan hitam telah menjadi batu api antara empat kerajaan. Dan coba berunding dengan semua kerajaan. Akhirnya mereka menyedarinya dan menumpaskan keseluruhan klan hitam. Kaisar utara yang ketika itu merasa bersalah dan akhirnya mengundurkan diri dari jawatannya. Anaknya telah mengambil alih memerintah kerajaan utara setelah itu." Terang Leo dan yang lainnya hanya terdiam. Mereka pun meneruskan latihan.
Setelah sebulan, akhirnya Xia memutuskan untuk keluar dari ruang dimensi. Kibo akan menjaga Miho seperti yang dipersetujui sebelumnya.
Xia, Cisin, Nagin dan Leo pun keluar dari ruang dimensi. Hari masih pagi ketika mereka keluar dari ruang dimensi. Mereka langsung meneruskan perjalanan keluar dari hutan lingzhi dan menuju ke mukim tua. Setelah seharian mereka berjalan, akhirnya mereka sampai di sebuah desa bernama mukim tua. Memandangkan hari sudah gelap, mereka pun terus menuju ke rumah Putra Feng Xi dengan bejalan kaki. Ketika mereka hampir sampai di rumah Putra Feng Xi, hujan turun dengan derasnya. Mereka pun berlari dan meneruskan perjalanannya. Setelah tiba di hadapan rumah putra Feng Xi, mereka terus masuk melalui tembok karna tidak mau bersoal jawab dengan pengawal pintu masuk.
Didalam rumah, Puan muda Chu (isteri putra Feng Xi) yang melihat hujan berserta angin kuat dan kilat, langsung menuju ke arah pintu untuk menutup pintu agar angin sejuk tidak masuk kedalam rumah. Saat ingin menutup pintu dia terlihat lembaga hitam didepan pintu dan tepat ketika itu cahaya kilat yang terang, membuatkan dia terkejut dan menjerit.
Aaaaarrrgggghhh..!!! Lalu dia jatuh pingsan.
__ADS_1