
Mereka langsung memberitahu pegawai atasan mereka tentang kejadian aneh dengan kemunculan naga biru dihadapan pintu masuk ibu kota.
Dalam waktu yang sama, pegawai itu juga mendapat aduan berkaitan kebakaran dan penyerangan yang terjadi di kediaman ke empat menteri penting kerajaan.
Ibu kota menjadi huru hara dengan penyerangan yang berlaku secara tiba-tiba. Ketika hari sudah cerah, barulah mereka dapat melihat ada empat mayat yang tergantung dan juga terdapat beberapa helai kertas yang mengatakan mereka yang dihukum adalah anggota dari klan hitam..
Di istana Putra Mahkota.
Putra mahkota bangun dari tidurnya terlihat di luar kelihatan hari masih gelap lagi.
Xiong mengetahui tuan nya telah bangun langsung keluar.
"Maaf kan aku Tuan. Ada yang ingin aku katakan."
"Ada apa kau menggangu ke pagi-pagi hah?"
"Ini melibatkan Putri Xia."
"Isteri ku? Ermm.. katakan lah."
"Aku dapat merasakan aura kedua haiwan kontrak Putri Xia di sekitar ibu kota. Tetapi sekarang sepertinya mereka telah pergi."
"Mengapa kau tidak memberi tahu ku ketika kau merasa aura nya muncul?"
"Maaf.. Tuan masih tidur. Aku tidak mau mengganggu mu."
"Ermm.. setelah ini jika berkaitan dengan putri Xia, langsung aja beritahu padaku. Tidak kisah jika aku lagi tidur kejut kan aku. Apa kau mengerti?"
"Baiklah Tuan, Aku pergi dulu. Sepertinya Ming sedang mencarimu." Xiong langsung menghilang dan terdengar ketukan di pintu setelah itu.
Tukk... tukk.. tukk..
"Masuk Ming."
"Hormat Putra Mahkota. Bagaimana Putra tau hamba yang mengetuk pintu?"
"Bau badan mu yang belum mandi terhidu sampai ke kamar ku."
"Apa..!!" Ming langsung mengangkat ketiaknya dan menghidunya. Putra Ren Zie tersenyum melihat gelagat Ming.
Ha.. haa.. haa.. Putra Ren Zie akhirnya tertawa lepas.
"Ming apa yang membawa kau ke sini mencari ku?"
"Oh iya.. Pangeran, sebenarnya hamba menerima lapuran mengatakan bahawa berlaku keganasan yang mengakibatkan kebakaran dan kematian di empat kediaman menteri kerajaan kemarin malam. Ke empat menteri masih tidak dapat dikesan. Dan juga ada pengawal melihat seekor naga biru terlihat di hadapan pintu masuk ibu kota."
__ADS_1
"Naga biru?? Apa Zu?? Siapa nama menteri yang kediamannya diserang?"
"Hamba pun rasa naga itu adalah Zu. Menteri terlibat adalah menteri yang menjadi musuh ketat kita, menteri Huai, menteri Won, menteri Qian dan menteri Kun,"
"Apa!! sepertinya penyerang itu mahu membalas dendam. Ermm. apa ada kaitanya dengan isteriku?
"Isteri?? Maksud pangeran Putri Xia?"
"iya.. siapa lagi kalau bukan dia."
"Maaf.. Hamba terkejut karna Putri Xia telah menghilang selama lebih dua tahun. Mengapa pangeran mengatakan bahawa ia ada kaitannya dengan Putri Xia?"
"Xiong memberitahu bahawa dia dapat merasa ada aura haiwan kontrak Putri Xia disekitar ibu kota kemarin. Tapi sekarang udah tidak ada. Sayang sekali, jika aku megetahui nya sejak awal. Pasti aku akan pergi mencarinya."
"Oo..."
"Aku mau mandi dahulu, setelah itu kita akan pergi ke tempat kejadian."
"Baiklah, hamba pun mau mandi dahulu." Ming tersengih.
Setelah selesai mandi, Ming langsung pergi ke kamar Putra Ren Zie. Putra Ren Zie pun telah selesai mandi dan bersedia untuk keluar.
"Apa pangeran tidak mau sarapan dahulu?"
Ketika mereka mau keluar dari kamar, ada seorang pengawal datang mau bertemu Putra Ren Zie.
"Hormat hamba pada putra Mahkota Ren Zie."
"Bangun lah. Katakan padaku ada apa kau mencari ku?"
"Di pintu masuk ibu kota terdapat empat mayat yang digantung dan juga terdapat beberapa kertas yang tertulis -mereka yang dihukum adalah anggota dari klan hitam-" Pengawal itu menyerahkan kertas yang mereka dapatkan di sekitar pintu masuk ibu kota. Ming mengambil dan memberi kertas itu kepada putra Ren Zie.
"Apa keempat mayat itu dapat dikenal pasti siapa identitas mereka?"
"Pengawal tidak berani menurunkan mayat mereka. Kami masih menunggu arahan dari pihak istana."
"Baiklah kita kesana sekarang."
Putra Mahkota langsung menunggang kuda dengan cepat dan menuju ke pintu gerbang ibu kota.
Setelah tiba disana, Putra Mahkota Ren Zie langsung mengarahkan pengawal untuk menurunkan kesemua mayat yang tergantung. Setelah diturunkan, mereka mendekatinya dan ternyata mereka adalah keempat menteri yang kediaman mereka musnah dijilat api.
"Bawa mereka ke biro keadilan, biar mereka menyiasatnya."
"Baiklah pangeran."
__ADS_1
Setelah itu Putra Ren Zie pergi.
"Ming, mari kita pergi melihat kediaman yang musnah untuk mencari saksi yang selamat."
Mereka pergi ke rumah yang pertama iaitu kediaman menteri Kun. Ming berjumpa dengan isteri menteri Kun, dan isterinya memberitahu bahwa terdapat beberpa orang prajurit yang tidak di kenali telah menyerang mereka dan membawa pergi menteri Kun.
Setelah itu mereka pergi ke rumah yang kedua. Kediaman menteri Qian, isteri Menteri Qian menceritakan bahawa terdapat seekor singa yang sangat besar membantai habis pengawalnya dan membawa pergi suaminya.
Yang ketiga, mereka pergi ke rumag menteri Won. Isterinya berkata, terdapat beribu ekor ular bebisa menyerang kediaman mereka. Dan terdapat seorang wanita cantik telah membawa pergi suaminya.
Terakhir sekali mereka pergi ke rumah menteri Huai. Isteri nya memberitahu bahwa terdapat dua orang wanita dan seorang lelaki menyerang mereka dan akhirnya rumah mereka dibakar oleh seeokor naga biru, setelah membawa pergi menteri Huai.
Putra Ren zie dan Ming langsung menuju kekedai makan. Mereka tidak sempat untuk sarapan pagi.
"Kita makan dahulu, Perut ku lapar sekali karna sejak pagi tidak makan lagi. Sekarang udah waktunya kita makan siang."
Setelah selesai makan mereka mula berbincang.
"Ming apa menurutmu kejadian ini ada kaitan dengan isteri ku?"
"Menurut hamba, kejadian ini memang dilakukan oleh putri Xia. Maaf bukan hamba mau menuduh tetapi ini karna bukti dari keterangan saksi jelas menunjukkan bahawa terdapat seekor singa dan ular. Kedua haiwan ini adalah haiwan kontrak Putri Xia dan kemunculan Naga biru juga ada kaitan dengan Putri Xia. Xiong juga dapat merasakan aura haiwan kontrak Putri Xia. Kemungkinan juga Putri medapat bantuan daripada seseorang untuk membantunya menyerang kesemua kediaman menteri."
"Tujuan dia melakukan itu semua?"
"Tujuan..ermmm"
"Balas dendam.. Putra Jing Zhi.." Ming dan Putra Ren Zie berkata bersamaan.
"la aku yakin.. dia pasti membalas dendam terhadap anggota klan hitam. Dia juga tidak membunuh para wanita dan kanak-kanak di keempat kediaman menteri. Pasti dia udah menyiasat tentang mereka semua. Dan aku yakin pasti dia akan memasuki istana tidak lama lagi. Kau taukan target dia seterusnya??"
"Iya hamba tau"
"Aku akan menangkap mu wahai isteriku.. Kau sangat nakal.. kau membuat aku merinduimu selama dua tahun ini." Putra Ren Zie tersengih sambil membayangkan wajah isterinya.
"Ming kau jumpa ketua biro keadilan, katakan padanya untuk mencari beberapa orang untuk dijadikan kambing hitam. Jangan hukum mereka, hanya katakan pada rakyat bahwa biro keadilan telah menghukum semua pesalah. Dan tutup kes ini. Aku tidak mau mereka menyiasat lagi karna keempat menteri itu memang pantas mati."
"Baiklah. Nasib baik ketua biro keadilan orang kita."
"Kau pergi dahulu, aku akan bertemu dengan ayahku untuk membahaskan akan hal ini."
"Apa pangeran mau menceritakan hal yang sebenar?"
"Belum masanya untuk ayah dan bonda tau mengenainya."
Mereka pun pergi melaksanakan tugas mereka.
__ADS_1