Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
58 - Putra Mahkota


__ADS_3

Xia seperti dipanggil untuk melihat serigala itu dengan lebih dekat. "Apa aku bisa melihatnya." Xia memandang raja dan ratu. Mereka mengangguk kepalanya. Xia pun menuju kearah serigala yang berada di peti itu.


Ketika melihatnya dari dekat ada sesuatu yang aneh. 'kenapa badannya seperti tidak mengeras.' ucap Xia dihatinya dan mencoba untuk menyentuhnya. 'Dia sepertinya belum mati lagi' Xia mencoba menekan bahagian dadanya dan menyalurkan sedikit qi nya. Ternyata serigala itu masih hidup karna dia merasa denyutan jantung serigala itu.


"Maaf karna lancang menyentuhnya, Putra Mahkota belum mati lagi." Ucap Xia.


"Apa!!!" Mereka berteriak bersamaan terkejut mendengar ucapan Xia.


"Tidak mungkin, tadi aku udah memastikan bahawa denyutan nadinya telah tiada." Ucap seorang kakek tua yang berada di ruangan itu. Kakek itu pun memeriksa lagi untuk mencari denyutan nadi Putra Mahkota.


"Aku tidak merasakan sebarang denyutan pada Putra Mahkota. Jangan asal bicara kosong anak muda." Ujar kakek tua itu.


"Mari aku tunjukkan." Xia menggeluarkan jarum akupunktur nya dan menusuk dibeberapa bahagia tubuh Putra Mahkota. "Sekarang coba kakek merasa denyutan itu lagi disini." Arah Xia.


Kakek tua itu pun menyentuh tempat yang Xia tunjukkan. "Iya aku bisa merasakannya, bagaimana kamu bisa mengetahuinya?" Tanya kakek itu.

__ADS_1


"Aku akan menceritakannya setelah merawat nya. Kita tidak punya banyak waktu." Ucap Xia dan langsung memandang raja. "Jika kalian mau aku menyelamatkan Putra Mahkota, maka ijinkan aku membawa Putra Mahkota ke satu tempat tanpa ada seorang pun yang mengikuti. Kalian harus segera membuat keputusan, aku akan melihat yang lainnya." Ucap Xia.


Xia langsung memeriksa keadaan serigala yang lainnya. Karna dia memang seorang yang pencinta haiwan, dia pernah belajar mengenai pengobatan haiwan waktu dijaman moden. Walaupun tidak terlalu terampil tetapi dia akan buat yang terbaik. Setelah memeriksa serigala pertama, kedua dan ketiga keadaan serigala itu mempunyai gejala yang sama. Racun mula menyerang organ vital tetapi masih di peringkat awal. Xia menusuk beberapa jarum ke badan serigala itu agar racun tidak terus merusakkan organ vital secara total. Tetapi setelah beralih ke serigala keempat, Xia terkejut. Keadaannya lebih parah dari yang lainnya. Mungkin karna terlihat serigala yang keempat lebih kecil atau lebih muda dari yang lainnya. Ketahanan badannya lebih lemah.


"Kalian tidak mempunyai banyak waktu lagi. Aku harus membawa kelima mereka melalui teknik teleportasi sekarang, jika tidak Putra Mahkota dan Putri yang kecil itu akan mati. Jika kalian ragu, aku akan membawa ratu rubah bersamaku." Yang lainnya pada terkejut dan kawatir akan penerangan yang Xia ucapkan.


"Aku..aku.. mengijinkan demi nyawa Putra Putri ku." Walaupun raja masih merasa ragu tetapi dia tetap memberi ijin.


Xia mengarahkan Leo untuk merubah ujud menjadi singa, agar mudah untuk dia meletakkan serigala di belakang badannya. Empat serigala diletakkan dibelakang Leo dengan perlahan dan yang paling kecil di digendong oleh Nagin. Mereka berkumpul berdekatan. Xia membuat seolah - oleh mereka seperti terlihat akan melakukan teknik teleportasi. Mereka berfikir bahawa Xia membawa Putra Putri mereka ke suatu tempat yang jauh. Tanpa diketauhui sesiapa pun, sebenarnya Xia masuk ke ruang dimensi bintang.


Sebelum menghilang, Xia sempat memberitahu. "Aku akan balik semula kesini bersama Putra Putri kalian besok pagi." Mereka pun masuk kedalam ruang dimensi bintang.


Didalam ruang dimensi bintang terlihat ratu rubah kaget. "Dimana ini sebenarnya Xia?"


"Disini ruang dimensi ku dan disini juga Miho tinggal. Aku tidak memiliki banyak waktu, nanti aja soal jawabnnya." Kata Xia sambil meletakkan serigala itu diatas rumput dipinggir sungai pemulih jiwa.

__ADS_1


"Leo, bawa Putra Mahkota itu kedalam bilik rawatan dan baringkan dia diatas kasur. Nanti aku akan menyusul." Arah Xia.


"Nagin dan ratu bantuin aku untuk memberi mereka pil ini. Berikan satu pil sahaja setiap seorang dan pastikan mereka menelannya." Arah Xia dan dia langsung menuju kearah sungai. Dia mengalihkan lima batu sederhana besar ke dalam sungai agar bisa merendamkan kelima Putra Putri ras serigala itu agar bisa bersandar dibatu supaya tidak lemas.


Setelah selesai, Xia kembali melihat ke empat serigala itu. Mereka semua memuntahkan seteguk darah kehitaman, kecuali serigala yang kecil tidak memuntahkan darah. Setelah memeriksa denyutan nadi nya ternyata terdapat kebocoran di saluran darah.


"Gawat!! Nagin ambilkan air sungai itu cepat." Nagin dengan pantas langsung mengambil air sungai itu. Xia mengeluarkan jarumnya dan menusuk dibeberapa bahagia tubuh serigala itu. Xia memberi minum air pemulih jiwa kepadanya dan memberi pil penyempuh. Setelah merasa saluran itu tertutup, Xia mengangkat serigala itu untuk dibawa kedalam bilik rawatan yang berada di Istananya.


"Aku telah memeriksa denyutan nadi mereka, tetapi tidak ada sebarang masalah yang mendesak buat waktu ini. Bantuin aku lihat mereka, jika ada apa - apa perubahan beritahuku segera." Ucap Xia dan berlalu pergi.


Ketika Xia sampai di ruang rawatan, Xia meletakkan serigala itu diatas lantai beralaskan plastik. Xia ambil ubat bius dan menyuntikkan kepada serigala kecil itu lalu Xia menebuk bahagian tubuh yang mengalami pendarahan dalaman akibat kebocoran saluran tadi bagi mengeluarkan darah yang bercampur racun itu. Terlihat banyak darah yang keluar. Xia memberikan pil penambah darah sebanyak 2 pil. Pil itu cepat bereaksi, Setelah tiada darah hitam yang keluar, Xia pun membersihkan bekas luka tebukan itu dan meletakkan obat. Keadaannya telah stabil.


Terlihat keletihan diwajah Xia. Xia langsung memeriksa Putra Mahkota. Denyutan nadinya masih ada, Xia mengambil peralatan yang telah disterilkan terlebih dahulu lalu dan memulakan proses pengobatan yang dipelajari dijaman moden dan setelah berjuang menyelamatkan nyawa Putra Mahkota dari ras serigala itu akhirnya Xia berjaya juga. Walaupun keadaannya Putra Mahkota masih dalam kritis, tetapi keadaan nya tidak seperti sebelumnya. Xia pun meletakkan alat untuk mengesan denyutan jantung.


"Leo.. jika alat ini mengeluarkan bunyi bising atau jika ada kelainan, segeralah memanggil ku. Aku akan keluar sebentar untuk mengobati yang lain dahulu." Xia membawa pergi serigala kecil. Setelah meminta bantuan Leo untuk mengemas plastik yang berdarah tadi.

__ADS_1


Setibanya diluar, Xia meletakkan serigala kecil bersebelahan serigala yang lainnya.


"Setelah aku mencabut jarum ditubuh mereka, bantuin aku untuk angkat dan letakkan mereka didalam sungai dan sandarkan pada batu. Letak seperti dia memeluk batu itu dan kepalanya diletakkan diatas batu agar tidak lemas." Terang Xia, Nagin dan Ratu rubah mengangguk kan kepalanya mengerti. Xia pun mula mencabut jarum yang ditusuk ditubuh serigala itu.


__ADS_2