Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
38 - Racun Cerbera


__ADS_3

Keesokan harinya, Xia membawa Cisin keluar dari ruang dimensi. Cisin terkejut mendengar bahawa keadaan di desa Kisan kini telah pulih.


Ketika Xia bersiap untuk keluar, dia berencana mahu berjalan jalan di desa Kisan bersama teman dan jiejie nya tetapi dia didatangi oleh seorang pengawal yang terlihat tergesa gesa.


"Maaf kan hamba puteri, tabib menyuruh hamba untuk memanggil Putri, agar datang segera ke tenda yang di hujung sana."


"Mengapa tabib memanggil ku? Apa ada yang sakit?" Tanya Xia.


"Ya.. tadi hamba melihat ada seseorang yang pingsan disana, tapi hamba kurang pasti kenapa."


"Baiklah mari kita kesana." Ujar Xia, langsung bergegas mengikuti pengawal itu bersama temannya.


Sesampainya di tenda yang dimaksudkan, Xia melihat ada seseorang yang berbaring tidak sadarkan diri. Xia terkejut melihat yang terbaring itu adalah Jing Zhi.


"Mengapa dengan dia tabib?" Tanya Xia.


"Tadi hamba melihat semasa dia mau keluar dari tendanya, tiba tiba dia jatuh pingsan. Hamba sudah memeriksa denyutan nadi nya ternyata dia terkena racun. Tapi sepertinya racun itu telah lama berada dibadannya."


"Racun!!??" Xia terkejut


"Iya. Tapi sepertinya racun ini tergolong dalam racun langka dan tidak ada penawar lagi yang dijumpai untuk menyingkirkan racun itu setahu hamba."


Terdengar erangan dari Jing Zhi. Dia sudah sadar tetapi keadaan nya masih lemah. Xia memeriksa denyutan nadi nya. Lagi lagi Xia terkejut, bila mengetahui racun yang ada ditubuh Jing Zhi.


"Racun cerbera!!" Ujar Xia terkejut. Jing Zhi hanya mengangguk kan kepalanya dan tersenyum lemah.


"Kamu bukan sahaja diracun tetapi juga ada aura kegelapan dibadan mu, membuat kan kamu susah untuk disembuhkan. Apa kamu mempunyai musuh? Dia menginginkan kematianmu." Terang Xia. Mereka yang mendengarkan terkejut.


"Iya, Aku mempunyai musuh yang berniat membunuhku tetapi aku masih bisa bertahan hidup karna tabib yang merawatku memberi sejenis pil yang bisa melambatkan tindakbalas racun itu ditubuhku."


"Nagin apa bisa air sungai pemulih jiwa bisa menghilangkan racun dibadan Jing Zhi?" Xia Coba berbicara secara batin bersama Nagin tanpa pengetahuan sesiapa.


"Bisa Xia, air sungai pemulih jiwa bisa menyingkirkan segala jenis racun yang ada didunia ini."


"Aku bisa menyembuhkan mu tetapi besok aku harus berangkat pulang ke Istana. Rawatan itu mengambil masa beberapa hari untuk disingkirkan."

__ADS_1


"Apa betul ucapan Puteri. Hamba bisa disembuhkan?"


"Iya.."


"Hamba akan mengikuti kemana Putri pergi." Jing Zhi merasa gembira mendengar nya. Pasti ibunya senang sekali jika menerima berita ini.


"Ermmm. Kalau begitu, minum dahulu air rumuan ini. Agar kamu bisa kembali segar. Dan aku akan memberitahu Putra Yun bahawa kamu akan ikut kami ke istana untuk menerima rawatan ku."


Jing Zhi langsung meminum air yang diberi Xia dan setelah itu dia merasa segar. Jing Zhi telah jatuh cinta kepada Xia saat dia melihat Xia pertama kalinya. Dan merasa senang sekali dapat mengikuti Putri Xia kembali ke Istana kaisar Xi.


Setelah memberi minum air sungai pemulih jiwa kepada Jing Zhi, Xia langsung pamit menemui Putra Yun. Xia menyuruh Jing Zhi istirehat, karna besok mereka akan melakukan perjalanan yang jauh.


Setibanya di tenda Putra Yun, Xia menceritakan hal yang terjadi pada Jing Zhi dan memohon agar Putra Yun memberi ijin kepada Jing Zhi agar ikut serta kembali ke Istana. Putra Yun mengijinkannya.


Setelah itu Xia berjalan jalan bersama teman dan jiejie nya menuju ke pasar desa Kisan. Terlihat tidak banyak lagi toko yang dibuka, mungkin karna masih butuh istirehat selepas diserang penyakit itu.


Dimalam hari, seperti yang dijanjikan, warga desa telah membuat jamuan makan malam untuk meraikan penyelamat yang menyelamatkan nyawa mereka dari ambang kematian.


Setelah selesai meraikan makan malam yang meriah, Xia dan yang lain nya kembali ke tenda dan beristirehat.


Keesokan pagi harinya, mereka semua bersiap siap untuk melakukan perjalan menuju ke Istana.


" Terimalah uang dan obatan yang kaisar Xi sediakan untuk warga desa Kisan. Agihkan pada warga yang memerlukan. Selama beberapa bulan ini pasti kalian tidak mendapatkan penghasilan, pasti sangat membutuhkannya. Ujar Putra Yun kepada kepala desa.


"Hamba selaku wakil warga desa Kisan mengucapkan berbanyak terima kasih terhadap Yang mulia kaisar. Juga penyelamat kami Putra dan Putri, jeneral, tabib dan yang lainnya yang turut membantu. Terima kasih" Ujar kepala desa sambil menitiskan air mata terharu.


Mereka pun berangkat pergi. Setelah dua hari berangkat meraka pun tiba dikediaman jeneral Xuan. Mereka berhenti untuk beristirehat.


Keesokan harinya, mereka melanjutkan perjalanan pulang ke Istana. Seperti sebelumnya ditempat yang sama mereka diserang para bandit, Kali ini mereka bertemu lagi bandit yang lainnya dalam jumpa yang lebih ramai dari yang sebelumnya.


"Berhenti!!!" Seorang bandit berbicara.


"Apa yang kalian mahukan?" Ujar Putra Yun.


"Aku mahu harta yang kalian bawa." Bandit itu berkata sambil tersenyum miring.

__ADS_1


"Jika aku tidak mahu memberikan padamu!!?" Kata Xia yang keluar dari kereta kuda nya. Diikuti Nagin, Leo dan Cisin.


"Huh, gadis muda tidak usah sombong dengan kami. Jika kalian tidak memberikan harta kalian pada kami, maka hari ini adalah hari terakhir kalian melihat dunia."


"Kita lihat, aku atau kamu yang akan mati hari ini."


"Cihh.. sombong sekali ucapanmu anak muda."


"SERAAAANNGGG!!!" Jerit bandit itu.


"Pengawal lindungi Putra Yun dan yang lainnya. Putra Yun kamu tidak usah membantu, biar aku dan teman ku membereskan para bandit ini."


"Tapi..." Tidak sempat Putra Yun bicara Xia langsung memotong bicaranya.


"Percaya padaku."


Terlihat Xia berlawan dengan bandit itu dengan lincahnya. Jing Zhi pun turut membantu, tetapi dihalang oleh Xia. Karna risau akan racun yang ada ditubuh nya akan cepat merebak, dan menyuruh Jing Zhi berundur. Jing Zhi akhirnya mengalah dan menunggu ditepi bersama Putra Yun.


Jing Zhi Yang melihat Xia pertama kalinya bertarung, merasa kagum akan kehebatan Xia.


"Kalian tidak serik seriknya. Akan aku bunuh kalian seperti para bandit yang sebelumnya. Ujar Leo geram.


"APA!! Jadi kalian lah yang membunuh sahabat kami. Aku akan membalas dendam untuk mereka."


"Hiiiiiyaaaaahhh!!!!. hiayaa.. hiayaa.. Kong keluarlah dan habisi mereka semua tanpa sisa." Ujar ketua bandit itu dan setelah itu terlihat seekor gorilla yang besar dihadapan mereka


"Leo habisi haiwan itu." Ujar Xia.


Leo langsung menukar wujudnya kepada singa mutasi yang lebih besar dari gorilla tadi. Semua merasa terkejut apabila melihat seorang manusia merubah ujud menjadi singa mutasi yang sangat besar.


'Sialan, dia mempunyai haiwan kontrak tingkat sempurna.' ujar ketua bandit tadi terkejut


"A...paa. Benar yang aku lihat, teman putri Xia itu berubah wujud menjadi singa mutasi.??" Ucap Jing Zhi.


Putra Yun yang merasa terkejut, telah mendengar ucapan dari Jing Zhi. "Benar.. itu temannya Putri Xia dan berarti dia haiwan kontrak Putri Xia." Putra Yun dan Jing Zhi saling berpandangan.

__ADS_1


"Seperti apa tingkat kuasanya, sepertinya aku tidak bisa melihatnya." Ujar Jing Zhi, Putra Yun pun menggelengkan kepalanya karna dia juga tidak dapat melihat tingkat kuasa Xia.


Perlawanan yang pada awalnya tidak seimbang karna para bandit itu memiliki dalam 20 orang. Melawan kumpulan Xia yang berempat. Tetapi akhirnya dengan pantas kumpulan Xia bisa menumpaskan kumpulan bandit itu. Tidak tersisa satu pun yang hidup.


__ADS_2