Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
29 - Meluahkan Perasaan


__ADS_3

"Kalau gitu, kami akan ikut kalian." Ujar Putra Mahkota Huan Zo.


Mereka pun menuju ke ruang makan. Di dalam pejalanan ke ruang makan Leo berbisik dengan Xia.


"Xia, Aku dapat rasa ada aura nagetif dari isteri Putra Mahkota Huan Zo. Dia cemburu padamu. Hati hati dengan nya Xia." Xia hanya mengangguk kan kepalanya faham.


Tiba di meja makan, Putra Mahkota Huan Zo ingin duduk disebelah Xia tetapi Nagin dan Leo telah duluan merebut kursi disebelah kanan dan kiri Xia. Putra Mahkota Huan Zo mengalah dan duduk didepan Xia. Xia hanya tersenyum melihat gelagat kedua haiwan kontrak nya.


Tidak berapa lama kemudian, pelayan membawa beberapa hidangan dan menyajikan. Xia dan yang lain nya pun makan bersama.


Setelah selesai makan kaisar Xi menyusuh pelayan untuk menunjukkan kamar untuk para tetamunya. Mereka pun mengikuti pelayan itu.


Putra Mahkota Huan Zo Cuba menghampiri Xia dan berjalan disebelah Xia.


"Xia apa bisa aku mampir kekamar mu sebentar? Ada hal yang aku tanyakan."


"Putra Mahkota Huan Zo, sekarang kamu udah menikah. Tidak manis jika dilihat orang kamu kekamar ku." Ucap Xia datar.


"Sebentar Aja. Kita bicara ditaman yang berdekatan kamarmu dan bawa sekali teman teman mu."


Xia tidak membalas kata Putra Mahkota Huan Zo. Mereka pun menuju ke kamar yang disediakan. Setelah menunjukkan kamar para tetamu, pelayan itu pun beredar.


Xia, Cisin, Leo dan Nagin mengikuti Putra Mahkota Huan Zo menuju ke gazebo yang terdapat di Istana tetamu. Manakala Putra Feng Xi dan isterinya memilih untuk beristirehat dikamar.


Disisi lain, Putri Zana merasa cemburu akan suaminya yang sangat perhatian dengan Xia dan pergi meninggal kan dia di meja makan tadi.


'Tunggu lah aku akan membuat kau menyesal karna mengganggu suami ku perempuan sial.' Gumam Putri Zana dalam hatinya. Putri Zana memanggil pelayannya dan membisikkan rencana yang di fikirkan untuk menyakiti Xia.


Di gazebo tempat mereka berkumpul, Putra Mahkota Huan Zo langsung bertanyakan pada Xia, apa yang telah terjadi padanya dan Xia pun menceritakan cerita bohong yang telah direka sebelumnya, karna dia tidak mahu Putra Mahkota Huan Zo mengetahui akan ruang dimensi bintang miliknya.


Putra Mahkota Huan Zo mengangguk kan kepalanya dan mempercayai kata Xia.

__ADS_1


"Xia, ada sesuatu yang aku ingin memberitahu mu" ucap Putra Mahkota Huan Zo sambil memandang teman teman Xia. Xia tau akan maksud Putra Mahkota Huan Zo yang tidak mahu teman nya mendengarkan nya.


"Kamu bicara aja, aku tidak mahu mengusir teman ku. Karna tidak manis jika kita hanya berdua disini."


"Baiklah, aku sebenarnya mencari mu dihutan lingzhi adalah untuk membawa kamu ke Istana ku karna aku ingin menikah denganmu. Aku sudah memberitahu ayahku soal ini dan ayahku setuju. Aku telah jatuh cinta padamu saat kita di desa Teratai. Jika kamu sudi, bisakah kamu menjadi selirku?" Putra Mahkota Huan Zo memandang Xia dengan penuh harapan.


Mereka yang mendengar terkejut dengan tindakan berani Putra Mahkota Huan Zo.


"Aa..ku, Aku rasa kamu udah salah faham tentang hubungan kita. Aku hanya menganggap mu sekadar teman tidak lebih. Maaf aku terpaksa menolak mu." Ujar Xia sambil memijat alisnya.


"Apa karna aku udah kawin, kamu menolakku


Xia atau karna pangkat. Aku bisa menjadikan kamu permaisuri ku kelak dan Putri Zana menjadi selirku, jika itu yang kamu mahu."


"Tidak.. tidak Putra Mahkota Huan Zo, bukan itu yang aku mau dan juga bukan karna kamu udah kawin. Aku hanya menganggap mu sebatas seorang teman, tidak lebih. Apa susah untuk kamu faham dengan ucapanku?" Merah padam muka Xia menahan amarah.


"Baiklah kalau itu katamu." Putra Mahkota Huan Zo pun berlalu pergi dengan perasaan kecewa.


"Kenapa kalian yang mengeluh, padahal aku yang menaggungnya?" Soal Xia sambil tertawa lucu.


"Sebelum ini aku hanya membaca buku tentang kisah cinta seperti ini. Sekarang aku menyaksikan didepanku. Sangat mendebarkan." Ujar Cisin


Haaa.. ha... Haaa.. mereka terus ketawa.


Setelah itu mereka menuju kekamar masing masing tetapi tidak bagi Leo dan Nagin. Mereka mau menemani dan menjaga Xia. Takut jika Putri Zana mencelakai tuannya.


"Di sini hanya ada satu kasur. Ermm.. apa kata kita masuk ke dalam dimensi bintang aja." Leo dan Nagin bersetuju dengan cadangan Xia.


"Aku mau ikut. Sampai hati kalian mau ninggalin aku." Cisin yang pada mulanya membawa alas untuk mereka, terdengar ucapan Xia.


"Jiejie, Aku tidak bermaksud begitu. Ya udah, mari kita pergi bersama. Jiejie tolong kunci pintunya dulu."

__ADS_1


Mereka pun masuk keruang dimensi bintang. Kibo dan Miho terlihat senang dengan kedatangan mereka.


"Udah lama aku tidak kemari, kamu udah gede Miho." Ucap Xia sambil membelai bulu gebu Miho.


"Aku rindu padamu Xia"


"Kamu udah bisa bicara Miho. Baguslah." Xia tersenyum dan langsung membawa Miho ke dalam istana.


Mereka beristirehat dikamar. Xia tidur di kamar dilantai bawah Karna dia mau tidur bersama Miho. Manakala Kibo tidur dikamar Cisin. Haiwan kontrak Xia tidur dikamar mereka masing masing.


Keesokan hari nya diruang dimensi, Setelah makan Xia berlatih berpedang bersama mereka. Setelah itu Xia memurnikan beberapa pil obat. Dia akan memberi pil lingzhi yang dimurnikan kepada kakeknya agar bisa menguatkan sistem imun badan kakeknya.


Setelah beberapa hari meraka di dalam ruang dimensi, akhirnya mereka keluar. Dimana pada ketika itu hari udah pagi diluar.


Seorang pelayan datang untuk membangunkan mereka untuk bersarapan bersama kaisar dan keluarganya. Mereka yang telah mandi dan tukar pakaian di ruang dimensi, langsung menuju ke ruang makan.


Setiba nya di ruang makan, terlihat Putra Mahkota Huan Zo telah duduk bersama isterinya serta Putra Putri yang lainnya. Kaisar Xi muncul setelah Xia duduk dibangkunya.


Setelah makan Xia pamit untuk ke bilik kakeknya. Tapi dipanggil dengan Putri Zana.


"Putri Xia sebentar, ini ada kue yang ingin aku beri padamu. Nanti kamu boleh makan bersama teman mu dikamar. Tanda perkenalan kita" Ujar Putri Zana sambil menyerahkan pada Xia


Ketika itu kaisar Xi dan isterinya telah pergi Karna Ada urusan. Putra Putri yang lain juga telah pergi melakukan urusan mereka.


"Hati hati Xia, kue itu Ada racunnya" ujar Nagin dipikiran Xia.


Xia tersenyum dan mengambil bekas yang berisi Kue didalam nya. Lalu membukanya.


"Waaa.. terlihat seperti kue yang enak." Xia mengambil satu kue itu dan memberi bekas kue itu kepada Leo untuk dipegang.


Lalu dengan pantas Xia menyuap kue itu kedalam mulut pelayan Putri Zana. Tidak semena mena pelayannya meraung dan memegang lehernya seperti dicekik. Lalu pelayan itu jatuh pingsan. Putra Mahkota Huan Zo dan putra Feng Xi terkejut melihat Akan kejadian itu.

__ADS_1


"Apa kamu coba untuk meracunku Putri Zana!!??" Teriak Xia


__ADS_2