Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
64 - Pengkhianat


__ADS_3

'Aduhhh.. bagaimana ini. Aku kan mau menggodanya, mana bisa putra Jing Zhi ikut sekali, pasti dia akan memukulku. Ah.. biar aja, aku tidak peduli janji aku bisa bicara dengan Xia. Aku tidak akan melepaskan peluang ini.' Ujar Putra Fu Yi dihatinya dengan yakinnya.


Akhirnya karna tidak ada pilihan yang lain, Putra Fu Yi terpaksa bersetuju dengan syarat yang diberikan oleh Xia. Mereka pun menuju sebuah taman yang berhampiran. Mereka bertiga pun duduk dikerusi yang berada di taman itu.


"Sebenarnya.. sebenarnya.." Putra Fu Yi mau berkata tetapi bila dia melihat Putra Jing Zhi merenungnya dengan tatapan tajam, ayat yang difikirkan tidak bisa terluah dari mulutnya.


"Sebenarnya ada apa Pangeran?" Tanya Xia tidak sabaran menunggu Putra Fu Yi yang masih tidak meneruskan katanya.


"Sebenarnya, apaa.. kita bisa berteman?" Putra Fu Yi terpaksa menukar soalan yang harus ditanya.


"Oh.. kalau itu bisa sih... Kita bisa berteman. Ada lagi yang ingin kamu tanyakan?"


"Tidak.. hanya itu yang aku mau tanya padamu." Ucap Putra Fu Yi.


"Kalau begitu, aku dengan Puta Jing Zhi pamit dulu. Setahuku Pangeran akan ikut bersama dalam membasmi pemberontak besokkan? berehat lah secukupnya agar kita punya banyak tenaga untuk melawan musuh kita besok." Ujar Xia dan langsung berlalu pergi bersama putra Jing Zhi,


'Apa yang aku katakan tadi. Apa yang aku takutkan dengan Putra Jing Zhi itu. Dia pasti tidak bisa berbuat apa-apa padaku karna dia berada di kerajaan milik ayahku.' Kata Putra Fu Yi dihatinya marah pada diri sendiri.


"Arrgghh!!" Putra Fu Yi berteriak dengan pelan sambil memukul dadanya. Wajah nya memerah kerana menahan diri untuk melepaskan geramnya.


Setiba Xia dikamarnya dan setelah memastikan Putra Jing Zhi telah pergi dari kamarnya. Xia mencari Cisin untuk diajak berlatih di dalam ruang dimensinya.


Xia mencari Cisin dikamarnya tetapi tidak ada, lalu Xia bertanya dengan pelayan yang bertugas disitu. Pelayan itu memberitahu Xia bahawa Cisin berada di taman belakang sedang berlatih bermain pedang, Xia pun menuju ke taman dibelakang dan bertemu dengan jiejienya.

__ADS_1


"Jiejie, mari ikut aku berlatih diruanganku." Ajak Xia dan Cisin pun bersetuju mau mengikut Xia untuk berlatih diruang dimensi bintang yang dimaksudkan oleh Xia ke ruangannya.


Ketika Xia mau menuju kearah kamarnya, dia terserempak dengan kakaknya.


"Kak.. kak kamu mau kemana?" Tanya Xia memanggil kakaknya.


"Xia, aku mau mencari pembantu ku. Aku mau menyuruhnya memberitahu para prajurit agar bisa bersiap sedia untuk bergerak besok dan juga mau menyerahkan pelan kedudukan para prajurit yang kita persetujui tadi." Kata Putra Feng Xi


"Ada apa-apa yang kakak perlukan lagi dan memerlukan bantuan dariku?" Tanya Xia.


"Tidak perlu Xia. Kakak hanya perlu mencari pembantuku dikamarnya aja. Kamu istirehatlah agar bisa lebih bertenaga besok." Xia menganggukkan kepalanya dan Xia pun pamit bersama Cisin untuk memasuki kamarnya duluan.


Setiba mereka diruang dimensi, Xia memperkenalkan Star kepada Cisin. Mereka pun memulakan latihan bersama. Mereka hanya akan keluar, jika ada yang mencarinya didunia nyata. Selebihnya Xia dan Cisin bereda di dalam ruang dimensi untuk berlatih. Sudah berhari-hari berada diruang dimensi, akhirnya Mereka menamatkan latihan dan berehat sebentar. Mereka membersihkan diri terlebih dahulu sebelum keluar ke dunia nyata.


Mereka akhirnya tiba di pintu gerbang ibu kota dan prajurit dari kerajaan selatan bergabung dengan prajurit kerajaan timur. Mereka meneruskan perjalanan yang agak jauh untuk sampai kemarkas musuh. Setelah dua hari, mereka akhirnya tiba tidak jauh dari markas musuh.


"Karna hari udah mau gelap, sebaiknya kita berehat dahulu disini. Besok pagi kita akan memulakan untuk menyerang musuh. Apa pendapat kalian?" Tanya jeneral Long kepada yang lainnya.


"Ada benarnya kata jeneral Long, kita akan mendirikan tenda disini aja sekarang." Ucap Putera Sam, yang lainnya bersetuju. Mereka pun berkerja sama untuk mendirikan khemah.


Setelah selesai, mereka pun beristirehat. Disaat Xia mau mula tidur, Nagin dan Leo keluar dari ruang dimensi.


"Leo, Nagin kalian bikin aku kaget aja. Ada apa?" Kata Xia yang terkejut melihat Leo dan Nagin yang tiba-tiba muncul didepannya.

__ADS_1


"Maafkan kami Xia. Aku dapat merasakan musuh udah mulai bergerak untuk menyerang kita. Jumlahnya lumayan banyak." Kata Leo.


"Iya aku juga bisa mendengar dan menghidunya. Kita harus membeitahu yang lainnya sekarang." Kata Putra Zhongli yang tiba-tiba masuk ke tenda Xia. Mulanya dia mau memanggil Xia dari luar tetapi dia terdengar kata-kata Leo, jadi dia langsung masuk. Prajurit dari ras serigala sudah tiba sejak awal lagi disitu, sebelum ketibaan mereka. Putra Zhongli udah mengarahkan prajuritnya agar sentiasa berwaspada dan menjaga keamanan mereka.


"Kita harus segera memberi tahu yang lainnya." Ujar Xia, dia langsung memakai pakaian perisainya dan langsung keluar. Mereka berpencar, agar lebih cepat untuk memberitahu pada yang lainnya.


Nasib baik mereka dapat maklumat awal akan serangan dari pihak musuh. Dapat juga mereka mengumpulkan para prajurit untuk bersedia, walaupun agak terburu-biru.


"Aku telah mengarahkan prajuritku untuk berjaga dihadapan dan prajuritku juga akan memulakan serangan bila-bila masa aja, jika musuh kita berada semakin dekat dengan kita." Kata Putra Zhongli yang sejak awal mereka sampai disitu, dia udah memberitahu prajuritnya agar menjaga keamanan disekeliling tenda meraka. Setelah putra Zhongli habis bicara, mereka pun terdengar ngauman serigala dan bunyi bising.


"AUUUUUWW.. GRRRR..."


"HIYYYAAAKKK... AAAAARRHH”


"Mereka telah tiba, kita harus memulakan serangan sekarang." Ujar Putra Feng Xi. Mereka pun terus berjalan dan lansung menuju ke posisi yang telah diaturkan kemarin.


Walaupun mereka merasa hairan dan tertanya-tanya, mengapa pihak musuh bisa mengetahui ketibaan dan kedudukan mereka. Tetapi mereka masih beruntung karna pasukan dari ras serigala telah membantu dalam membuat serangan awal. Mereka semua bersatu tenaga untuk membasmi para pemberontak itu.


"TRANGG TRANGG.. PANGGG."


"ZZAAAZZZZ.. SRRRINNGGG.."


Suasana pada malam itu sangat bingit. Walaupun hari udah larut malam tetapi meresa masih bersemangat untuk menewaskan pihak lawan. Perlawanan kali ini sangat lama karna jumlah musuh memang sangat ramai. Tetapi pada akhirnya musuh dapat ditewaskan.

__ADS_1


Putra Feng Xi dapat menangkap salah satu ketua musuh, dia mengikat ketua pemberontak itu untuk dibawa berjumpa kaisar Dong agar bisa dihukum. Tetapi suasana tiba-tiba menjadi gawat, apabila ada seseorang telah menarik Putra Jing Zhi dan meletakkan pisau di lehernya. Semua pada terkejut dan berundur beberapaa langkah dari penyerang itu. Apa bila mereka amati penyerang itu ternyata seseorang yang sangat mereka kenali.


__ADS_2