Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
Bab 110 - Batu Kristal


__ADS_3

"Tapi kami.."


"Bisakan kalau mau bicara tu, duduk di kerusi atau berdiri aja."


Xiruo dan Nin Jun pun berdiri, mereka hairan dengan sikap putri yang satu ini. Biasanya jika bertemu dengan anggota kerajaan, berlutut atau memberi hormat itu perkara yang selalu di lakukan. Tetapi putri di depan nya kelihatan berbeda.


Putra Fu Yi hanya tersenyum melihat kedua orang di depannya yang terlihat bengong.


"Erm.. apa yang kalian mau katakan?"


"Aku sedia berkhidmat dan setia pada puteri." Ujar Nin Jun


"Aku juga." Xiruo.


Xia pun memberitahu mereka tentang siapa ketua klan hitam dan murid di bawahnya juga adalah anggota klan hitam. Mereka terkejut mendengar ucapan Xia dan mereka berbincang beberapa perkara yang harus di titik beratkan.


Setelah selesai berbincang mereka pulang ke rumah tumpangan yang telah di sewa. Pada hari berikutnya mereka menghabisi masa di kontrakan Xia, begitulah masa yang mereka habiskan selama menunggu untuk masuk ke sekta Gaodu.


Putra Fu Yi ada bertanya tentang status hubungan Xia dan suaminya, tetapi Xia tidak mau membahasnya.


Hari yang di nantikan telah tiba, sebelum berangkat ke sekta Gaodu Xia serta temannya berkemas dan meletekkan barang di ruang dimensi bintang. Mereka juga menyerahkan kunci rumah kepada tuan rumah. Setelah selesai mereka pun pergi ke sekta Gaodu.


Ketika Xia dan Cisin tiba di hadapan sekta Gaodu, Xiruo dan Nin Jun telah tiba duluan. Mereka menghampiri Xia, Putra Fu Yi yang udah sampai sejak tadi pun menghampiri mereka. Mereka sama-sama masuk ke dalam sekta Gaodu.


Pada awal acara, pengetua sekta memberi sepatah dua kata. Setelah itu guru Song mengambil alih.


"Tahniah dan selamat datang kepada dua ratus pelajar yang berjaya melepasi ujian kemasukan. Sekarang seperti yang kalian lihat di hadapan kalian ada sebuah ruang yang di mana di dalamnya terdapat satu artifak berharga sekta Gaodu iaitu batu kristal. Batu kristal berfungsi untuk menentukan kekuatan kalian dan kalian akan di bahagikan kepada empat tahap. Apabila kalian menyentuh batu kristal itu, ia akan bertukar warna pada tahap kekuatan kalian dan kalian akan di beri baju mengikut warna dari batu kristal."


1) Tahap empat - warna kuning


2) Tahap tiga - warna hijau


3) Tahap dua - warna merah


4) Tahap satu - warna biru

__ADS_1


"Tahap empat yang paling rendah dan tahap satu yang paling tinggi kekuatannya. Kalian bisa masuk seorang demi seorang dan di minta segera keluar setelah mengetahui warna atau tahap kekuatan kalian."


Terdengar riuh semua pelajar berbica sesama mereka.


"Ternyata batu kristal berada di sekta Gaodu." Ujar Renyu di fikiran Xia.


"Apa kau mengetahui tentang batu kristal itu Renyu?" tanya Xia.


"Iya Xia, batu kristal sebenarnya berasal dari puak ku tetapi telah lama menghilang dan aku kurang pasti mengapa batu kristal itu berapa di sini."


"Aku pernah mendengar bahawa batu kristal itu tidak bisa di tipu atau merubah keputusannya, apabila kita menyentuhnya.. Apa benar itu Renyu?" Leo bertanya.


"Iya benar, sepertinya sebentar lagi Xia pasti akan menjadi terkenal."


"Kita tidak bisa mengelaknya lagi." Xia pasrah.


Xia dan temannya terdengar ada beberapa pria berbicara di hadapan Xia.


"Apa kau tahu, aku pernah mendengar kabar bahwa hanya seorang pelajar sahaja yang pernah memakai baju warna biru. Itu pun telah lama berlaku."


"Aku pasti di tahap tertinggi atau di tahap sempurna tahap kultivasinya."


"Di minta semua diam. Kita akan mulakan sekarang, kalian akan keluar mengikut pintu belakang. Ada senior kalian menunggu di sana dan akan memberi baju baru mengikut warna yang kalian dapatkan dari batu kristal. Mulakan yang di barisan hadapan dahulu."


Ketika seorang pelajar masuk, terlihat cahaya terang berwarna kuning. Mereka dapat melihat dengan jelas karna pintu ruangan itu tidak di tutup.


Xia yang melihatnya menarik temannya untuk mundur ke belakang.


"Mengapa Xia?" Tanya Xiruo.


"Tidak ada apa, aku hanya mau menjadi pelajar akhir yang menyentuh batu kristal itu." Xia tersengih.


Kebanyakan pelajar mendapat warna kuning. Pelajar yang telah memakai baju baru mereka di minta langsung masuk ke asrama atau kamar yang telah di sediakan dan ditetapkan oleh guru. Xia sengaja menjadi pelajar terakhir karna dia tidak mau ramai yang tau tentang tahap kekuatanya.


Terlihat matahari udah mau menutup tirainya, barulah tiba giliran mereka. Ketika itu semua guru telah beredar, hanya pelajar senior yang kelihatan sedang melakukan tugas mereka. Ketika Xiruo mau memasuki ruangan itu, guru Lee menghalangnya.

__ADS_1


"Tunggu sebentar.." Guru Lee masuk memanggil senior yang bertugas dan mengatakan sesuatu pada mereka. Terlihat senior yang keletihan itu tersenyum dan berlalu pergi.


"Kalian semua masuklah ke dalam ruangan ini." Ujar guru Lee.


Mereka yang hairan dengan arahan guru Lee hanya mengikut arahan. Hanya Xia dan Cisin yang mengetahui maksud semua ini. Xia menganggukkan kepalanya dan tersenyum senang. Setelah itu guru Lee menutup pintu ruang itu.


"Kau bisa mulainya." Xirou pun meletakkan tangan nya pada batu kristal. Warna kuning kelihatan dari batu itu. Seterusnya Nin Jun, dia mendapat batu warna kuning juga. Setelah itu Cisin mendapat warna hijau, untuk Putra Fu Yi mendapat warna merah. Xiruo dan Nin Jun menjerit kagum.


Xia pelajar terakhir meletakkan tangan nya pada batu kristal. Pada awalnya batu itu mengeluarkan cahaya pelangi dan perlahan-lahan menukar warna biru. Xia langsung mengalihkan tangan nya. Semua yang ada di situ terbengong seketika.


"Sudah ku duga... kau mempunyai kekuatan yang hebat." Ujar guru Lee sambil tersenyum.


"Guru, aku mohon pada guru Lee agar bisa merahsiakan hal ini." Ujar Xia, Guru Lee hanya memandang Xia dan terdiam.


"Mengapa? Apa kau punya tujuan lain?"


"Maaf guru.. hal ini sangat rumit."


"Apa ini ada kaitan nya dengan klan hitam?"


"Klan hitam.. aku tidak mengerti dengan maksud guru."


"Tidak perlu berbasah basi dengan ku.. jujur lah padaku nak. Apa benar ucapan ku barusan?"


"Leo keluarlah." Leo pun keluar. "Maaf guru, aku bukan mau kurang ajar dengan guru tetapi aku hanya mau memastikan tiada musuh yang berada di dekatku. Di harap guru bisa memberi kerjasama" Leo yang mengerti membawa guru Lee di tempat yang terselindung dan memeriksanya. Guru Lee hanya mengikut sahaja.


"Xia.. aa..apa??" Fu Yi tidak menghabiskan ucapannya, Xia telah berbicara.


"Aku harap kalian tidak memberitahu sesiapa mengenai apa yang kalian lihat tadi."


"Seperti apa kekuatan mu?" Xiruo yang masih terkejut sempat bertanya. Xia hanya tersenyum.


"Sempurna.." Cisin yang menjawab dan dia juga tersenyum.


Xiruo langsung terjatuh, Putra Fu Yi dan Nin Jun yang terkejut bertambah kaget melihat Xiruo terjatuh.

__ADS_1


"Xiruo apa kau baik-baik aja?"


__ADS_2