
Kaisar Nan memandang anaknya putra mahkota Huan Zo, terlihat wajah kecewa dari anaknya. Kaisar Nan tau bahawa anaknya mencintai Putri Xia Lin, tetapi nampaknya mereka tidak berjodoh.
"Udah lama rasanya beta tidak bertemu kaisar Bei, bagaiman kabarnya sekarang."
"Ayah dalam keadaan sihat sahaja. Terima kasih kepada yang mulia karna bertanya tentang ayah kaisar."
Kaisar Nan tersenyum "baiklah, jika begitu kalian bisa istirehat dan jika ada yang ingin kalian maukan, jangan sungkan untuk memberitahu pelayan."
"Terima kasih yang mulia, tapi hamba dan semua akan bermalam dirumah ayah hamba."
"Apakah Menteri Chu sudah pulang ke rumahnya?"
"Mungkin udah sampai karna sebelum kami berangkat ke desa Krisan, ayah hamba datang ke mukin tua dan berangkat pergi dihari yang sama dengan hamba pergi ke desa Krisan. Tetapi mereka mengambil jalan sebelah barat." Terang Putra Feng Xi. Kaisar Nan hanya menganggukkan kepalanya. Kaisar Nan sudah mengetahui bahwa kaisar Xi membebaskan Menteri Chu dari hukuman karna permohonan dari putri Xia Lin.
"Baiklah jika begitu, kalian bisa pulang dan jangan lupa besok pagi datang kesini untuk membahas masalah Jeneral Tong. Suruh ayah mu datang mengadap beta besok pagi."
"Baiklah, kami mohon undur diri." Mereka pun pergi menuju ke kediaman menteri Chu yang berada tidak jauh dari istana.
Setibanya mereka disana, memang benar teka Putra Feng Xi bahawa ayahnya memang telah tiba di kediamannya. Selir Ying terkejut dengan kehadiran Xia. Mereka berpelukan sambil menitiskan air mata bahagia.
"Bagaimana kabarmu anakku?"
"Aku baik-baik aja. Bonda bagaimana, bonda sihat kan?"
"Bonda sihat sayang, bonda fikir tidak akan bertemu kamu lagi. Bonda bahagia sangat kamu selamat." Ucap selir Ying sambil menangis. Xia hanya tersenyum sambil menyeka air matanya.
"Bonda aku lapar." Ucap Xia
"Kamu belum makan lagi? kalian juga?" mereka yang lain pun mengelengkan kepala. "Baiklah bonda akan menyuruh koki untuk meyediakan makanan untuk kalian semua, pergilah mandi dan tukar pakaian dahulu."
"Oh ya bonda, hampir aku lupa, kenalkan ini Putra Jing Zhi anak ketiga kepada kerajaan utara."
__ADS_1
"Tampannya dia, mengapa dia mengikut mu pulang Xia? ermm." Tanya selir Ying perlahan.
"Dia calon menantu kita Ying." Ucap meteri Chu yang baru selesai bicara dengan Putra Feng Xi. Putra Jing Zhi hanya tersenyum.
"Waa.. ternyata anak bonda udah mau nikah ya.." mereka semua tertawa melihat wajah Xia yang
kemerehan menahan malu.
"Iya udah, kalian bisa masuk kekamar dan bersihkan diri dahulu setelah itu datanglah ke ruang makan. Kita akan makan bersama." Ujar Selir Ying "Pelayan tolong tunjukkan kamar tamu untuk putra Jing Zhi." Pelayan itu pun menunjukkan jalan.
"Tunggu Cisin, ada perkara yang ingin bonda katakan," Cisin yang ingin pergi ke kamarnya pun berhenti dan mendekat kearah selir Ying.
"Ada apa selir Ying?" Tanya Cisin.
"Mulai hari ini, panggil aku bonda. Kamu akan menjadi anak angkatku, seperti Xia mengangkatmu menjadi kakak angkatnya. Kamarmu ada disebelah kamar Xia, bonda telah siapkannya. Terima kasih karna sentiasa berada disisi Xia." Ucap Selir Ying sambil memeluk Cisin.
"Baiklah Bon...da." ucap Cisin yang masih terkejut dan berlalu pergi setelah selir Ying selesai bicara. Mereka semua mandi dan tukar pakaian yang baru, setelah itu mereka berkumpul di ruang makan.
Semasa Xia sampai, mereka yang lainnya udah ada diruang makan dan makanan juga udah terhidang di meja makan.
"Maaf aku terlambat." Meraka semua pun makan dengan tenang. Setelah selesai makan, mereka langsung menuju ke kamar masing-masing untuk beristirehat.
Keesokan harinya mereka semua berkumpul untuk bersarapan pagi. Pagi ini terlihat Chu Wenli dan Chu Minli bersarapan dengan mereka. Semalam, ketika Xia pulang mereka berdua telah tidur. Setelah selesai sarapan mereka bersiap-siap untuk menuju ke istana.
"Kak, aku tidak ikut kalian ke istana karna aku mau meluangkan masa dengan bonda. Tapi kalau kakak mau pergi mencari pemberontak yang masih tersisa di kerajaan timur aku mau ikut." Ujar Xia.
"Iya, kalau gitu kakak pergi dengan ayah sahaja. Nanti kakak kabarkan apa yang kaisar Nan putuskan." Xia pun menghantar kakak dan ayah nya sampai di pintu gerbang.
"Xia mari kita ke taman. Banyak yang bonda mau tanya." Ujar Selir Ying.
"Xia, siapa dia?" Tanya Chu Wenli yang tiba - tiba berada disebelah Xia. Dia panasaran sejak dari tadi.
__ADS_1
"Dia Putra Jing Zhi." Jawab Xia dan berlalu pergi. Putra Jing Zhi hanya tersenyum kepada Chu Wenli dan dia melihat Xia sepertinya tidak suka akan Chu Wenli langsung mendekat dengan nya.
"Xia'er, kenapa kamu bersikap seperti itu terhadapnya." Tanya Putra Jing Zhi yang merasa hairan, tidak biasanya Xia bersikap seperti itu.
"Kenapa? Kalau kamu kasihan padanya, ya pergi aja sama dia." Xia cemberut dan menjeling pada Putra Jing Zhi. Dia terus melajukan langkahnya untuk mengejar bondanya yang sudah kehadapan.
'Apa salah aku? Mengapa dia marah padaku.' kata Putra Jing Zhi dalam hatinya bingung.
"Minli, apa kau lihat. Dia tersenyum padaku. Kau rasa dia terpikat dengan kecantikan aku?" Tanya Chu Wenli kepada adiknya.
"Huh.. Jangan terlalu yakin. Dia pasti terpikat dengan kecantikan aku." Balas Chu Minli. Mereka saling bertatapan tidak berpuas hati. Mereka tidak mengetahui bahawa Putra Jing Zhi adalah kekasih Xia.
"Kita tengok nanti, siapa yang berjaya mengodanya." Ucap Chu Wenli dan berlalu pergi.
Ditaman Xia berbicara dengan Selir Ying dan Cisin. Putra Jing Zhi hanya melihat dan akan menjawab jika Selir Ying bertanya. Xia masih merajuk dengan Putra Jing Zhi, membuat kekasihnya merasa gelisah.
'Bagaiman caranya agar aku bisa berbicara dengan Xia berdua aja? Aduh.. Bingung aku.' Putra Jing Zhi masih gelisah memikirkan hal tadi.
"Udah lama bonda disini. Bonda harus pamit dulu, soalnya takut nanti Feng Han mencari bonda. Nanti kita ngobrol lagi ya." Selir Ying pun berlalu pergi setelah itu. Putra Jing Zhi merasa lega.
"Xia'er bisa Kita bicara berdua aja.?" Tanya Putra Jing Zhi sambil melihat Cisin.
"Aku pamit dulu Xia, mau istirehat di kamar."
"Ada apa?" Tanya Xia sambil berbalik membelakangi Putra Jing Zhi.
"Aku tidak tau apa salah ku tapi aku mohon maaf sekiranya aku ada membuat mu sakit hati." Putra Jing Zhi langsung memegang kedua pundak Xia dan memutarkan tubuh Xia agar mengadap nya. Terlihat senyuman Putra Jing Zhi membuat hati Xia sejuk.
"Aku yang harus mohon maaf padamu. Aku terlalu ikut kan perasaanku saja. Maaf ya udah membuatmu bingung dengan sikapku."
"Iya, ngak papa. Aku senang melihat kau tersenyum lagi denganku."
__ADS_1
Xia tersenyum malu. "Aku akan ceritakan padamu. Wanita tadi adalah kakak tiriku Chu Wenli dan yang seorang lagi, saudari satu ayah dengan ku Chu Minli. Ibunya yang selalu meyiksaku, mereka juga begitu. Aku masih tidak bisa memaafkannya."
"Maaf, aku membuatkan kamu mengingati masa buruk mu." Putra Jing Zhi menarik Xia kedalam perlukannya. Dia merasa bersalah pada Xia.