Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
51 - Saudara Jauh


__ADS_3

Mereka sekeluarga akan dibawa ke biro keadilan untuk diadili. Kepala desa mengikuti mereka karna mau memberi keterangan tentang kesalahan yang mereka lakukan.


Setelah melihat mereka telah pergi Xia membawa ibunya untuk masuk kedalam rumah. Lalu memeriksa keadaan ibu angkatnya dan Xia memberikan air pemulih jiwa untuk meredakan stress ibu angkatnya.


"Ibu aku tidak bisa lama disini, aku sama jiejie Cici hanya mampir sebentar aja disini. Aku janji setelah menyelesaikan tugasku, aku akan datang semula kesini." Ujar Xia sambil menggenggam tangan ibunya.


"ibu faham nak, kalian pasti ada urusan penting." Balas ibu Tan sambil menitiskan air matanya. Xia dan Cisin memeluk ibu Tan. Mereka pasti mungkin hal berlaku kali ini membuat ibu angkatnya merasa lebih terpukul.


"Ibu ngak usah menangis lagi. Aku berjanji akan mengupah pengawal untuk menjaga ibu, setelah ini ibu bisa tenang. Sekarang aku akan menyediakan air mandian untuk ibu. Setelah mandi, kita makan bersama" Ujar Xia. Cisin menawarkan diri untuk menyediakan air mandian untuk ibu Tan dan Xia langsung menyuruh koki dikedainya untuk memasak bubur serta beberapa jenis makanan. Setelah selesai menyediakan air mandian untuk ibu angkatnya, Cisin menuang wangiaan lavender yang diberi oleh Xia. Bauan Lavender bisa menenangkan dan menghilangkan stress seseorang. Ibu Tan pun berendam di dalam bak yang berisi wangian Lavender, Miela juga disuruh untuk membersihkan diri.


"Nagin.. apa kamu bisa mendengar" ucap Xia yang coba untuk berkomunikasi jarak jauh bersama Nagin.


"Iya Xia, ada apa?"


"Beritahu pada gege ku, aku memerlukan dua orang pengawal yang bisa dipercayai. Sebentar lagi aku akan datang menjemputnya." Ujar Xia mengakhiri kata.


Kepala desa datang menemu Xia dan mengatakan bahawa ibu Tan harus hadir ke biro keadilan besok untuk memberi keterangan serta beberapa mantan pekerja disitu juga turun disuruh hadir.


"Iya pak, makasih karna memberitahu dan membantu kami." Ucap Xia dan mengajak kepala desa dan mereka yang menghulurkan bantuan tadi untuk makan di kedai makannya, sebagai tanda terima kasih dari Xia. "Maaf ya Pak, kalian jemput makan semua. Aku pamit duluan, soalnya ada urusan penting yang harus aku selesaikan. Ini teman ku Leo akan bersama kalian." Mereka hanya menggangukkan kepala.


Setelah itu Xia langsung pergi mencari Cisin di rumah dan memberitahunya tentang rencana yang akan dia dilakukan.


"Aku harus pergi dahulu. Jiejie makan lah bersama ibu, katakan padanya aku keluar sebentar." Cisin mengangguk kan kepalanya faham.


Xia mengajak Putra Jing Zhi untuk pergi ke tempat istirehat mereka sebelumnya. Sesampai mereka disana, Xia langsung bertemu gegenya.


"Kak, dimana dua orang pengawal itu?" Tanya Xia langsung.


"Ini mereka," Tunjuk Putra Feng Xi " mengapa Xia? Apa terjadi hal yang serius disana?"

__ADS_1


"Aku akan ceritakan semuanya pada kalian, sekarang aku harus buru-buru pergi." Xia, Putra Jing Zhi dan dua orang pengawal langsung pergi menuju ke desa Teratai dengan menggunakan teknik meringankan badan agar bisa lebih cepat sampai.


Setibanya mereka disana ternyata ibunya udah selesai makan dan para tamu udah pulang ke rumah masing - masing.


"Ibu ini aku bawakan dua orang pengawal. Mereka akan menjaga mu dan kedai makan ini sehingga aku kembali semula kesini. Setelah aku kembali semula, aku akan mencari pengawal yang baru untuk menggantikan mereka." Xia juga menerangkan tugas yang harus pengawal itu buat.


"Apa ini tidak keterlaluan Xia?" Tanya ibu Tan.


"Tidak ibu. Aku tidak mau perkara yang sama berulang lagi. Mereka ini akan sentiasa melindungi ibu." Terang Xia, ibu Tan terpaksa akur karna untuk keselamatan dia dan Miela.


"Kalian perkenalkan lah diri kalian kepada ibuku."


"Namaku Wong"


"Dan aku Tan Mo.


"Ibu.. ibu.." panggil Xia.


"Hah, iya Xia."


"Ibu kenapa? Apa ibu mengenali Tan Mo?"


"Sepertinya aku mengenalnya. Tapi..." Tan Mo mendengar nya langsung memberanikan dirinya untuk menatap ibu angkat Putri Xia.


"Tan mui.. Ka..kamu kah?"


"Iya.. berarti benar itu kamu Tan Mo, saudara jauhku."


"Iya ini aku, udah lama rasanya kita tidak bertemu." ucap Tan Mo, terlihat wajah ibu Tan bahagia. Mereka saling berpandangan.

__ADS_1


"Eheemm.." Xia berdeham untuk menyandarkan mereka. " Ibu kamu harus istirehat, besok pagi ibu harus pergi ke biro keadilan untuk memberi keterangan mengenai saudara tiri ibu. Dan kalian berdua teman ibuku kesana besok."


"Baiklah Puteri." Jawab mereka serentak.


"Ibu kata tadi dia saudara jauh ibu, adakah ibu mau aku tukar pengawal lain?" Tanya Xia yang baru perasan karna yang menindas ibu angkatnya adalah saudara tirinya dan yang ini saudara jauhnya. Xia takut ibunya trauma lagi.


"Tidak Xia'er, dia seorang yang baik." Ucap ibu Tan sambil tersenyum.


"Kalau gitu, aku harus pamit dahulu. Oh iya.. sebelum aku terlupa, kalian boleh tinggal di pondok sebelah sana. Ruang didalamnya lumayan besar, kalian bisa membuat pembaharuan atau mengubahnya mengikut keselesaan kalian. Aku harus membasmi pemberontak dahulu baru aku akan kesini semula. Tidak tau berapa lama, setelah aku kembali barulah kalian akan kembali ketugas asal kalian. Ini ada sedikit koin, beli la keperluan untuk kalian berdua." Terang Xia. Setelah itu dia dan Cisin memeluk ibu dan adik angkatnya. Karna hari udah lewat malam, mereka pun langsung pulang ke tempat mereka tadi. Sampai ditenda mereka langsung istirehat karna tidak mau mengganggu yang lainnya yang pastinya telah tidur.


Keesokan harinya, saat mereka sarapan. Xia menceritakan semua hal yang berlaku terhadap ibu angkatnya.


"Dasar tidak sadar diri, udah dibantu eh malah ambil kesempatan." Ucap Putra Feng Xi yang turut merasa geram akan hal yang terjadi kepada ibu angkat adiknya.


Mereka tidak mau membuang waktu lagi, dan bersepakat untuk meneruskan perjalanan. Tiada halangan lagi setelah itu, akhirnya mereka tiba di Istana.


Karna hari udah malam kaisar Nan memutuskan untuk memberikan hukuman kepada jeneral Tong besok aja.


"Pasti kalian merasa lelah, beristirehat lah. Besok kita akan memulakan perbincangan." Kaisar Nan langsung memanggil pelayannya untuk menunjukkan Istana tetamu dan menyediakan makan untuk mereka.


"Hormat yang mulia. Maaf jika hamba lancang, hamba tidak bisa menginap diistana karna hamba mau pulang kerumah untuk bertemu bonda hamba. Soalnya udah lama hamba tidak bertemu dengannya."


"Siapa kamu? Majulah kehadapan, agar beta bisa melihat mu dengan lebih jelas." Xia yang berada di belakang kakaknya, maju kesebelah kakaknya. Barulah kaisar Nan dapat melihat wajahnya. Kaisar kaget melihat seorang gadis yang wajahnya mirip dengan Putri Xi Xiana.


"Hamba Putri Chu Xia Lin."


"Wajahmu mirip ibumu. Tidak beta sangka akan bertemu denganmu " Ujar kaisar Nan yang pada mulanya menyangka di belakang Putra Feng Xi adalah pengawalnya.


"Maafkan hamba tidak perkenalkan mereka. Ini adalah Putra Jing Zhi anak ketiga kerajaan utara, kekasih adik hamba. Dan yang ini Cisin kakak angkat Putri Xia." Terang Putra Feng Xi. Leo dan Nagin masuk ke ruang dimensi bintang setelah tiba di luar istana. Mereka pun memberi hormat. Kaisar Nan terkejut apabila mendengar bahawa Putra kaisar Bei berada disini.

__ADS_1


__ADS_2