
Mereka telah bersetuju untuk membawa para pemberontak untuk diadili di istana besok pagi.
Seharian mereka membantu penduduk desa disitu. Keesokan harinya seperti yang mereka setujui, mereka pun berangkat menuju ke istana di pagi hari.
Semasa keluar dari kawasan desa Krisan, mereka dapat merasa pergerakan mereka seperti diperhatikan.
"Xia, ada beberapa orang yang mencurigakan sedang mengintip dan mengikuti kita." Ucap Nagin yang berada di dalam kereta kuda bersamanya. Xia menganggukan kepalanya, dia juga dapat meresakan aura itu.
"Leo kau juga dapat merasakan ada orang yang mengikuti kitakan?" tanya Xia di fikiran Leo yang menaiki kuda bersama yang lainnya.
"Iya Xia, yang lainnya juga udah tau. Mereka dapat merasakan aura itu juga."
Dipersimpangan jalan menuju ke desa Teratai, akhirnya musuh mula menunjukkan dirinya. Mereka menahan rombongan yang diketui oleh Putra mahkota Huan Zo dan Putra Feng Xi dari meneruskan perjalanannya.
"Serahkan ketua kami jika kalian semua mahu selamat." Kata salah seorang dari musuh dan kemudian ahli kumpulan musuh mula keluar menunjukkan diri dari tempat mereka bersembunyi, ternyata musuh telah mengepung mereka. Dikiri, kanan, belakang dan yang teramai dihadapan mereka. Kalau diikutkan rombongan yang bersama Xia kalah jumlah. Jumlah musuh terlalu ramai.
Xia dengan pantas membuat array perlindungan yang besar untuk melindungi kesemua rombongan yang bersamanya. Pada awalnya pihak musuh tidak menyadarinya, tetapi setelah array hampir siap barulah mereka mula menyadarinya. Ketua mereka memberi arahan untuk melepaskan anak panah dari sisi kiri dan kanan ternyata sudah telat. Tiada satu pun anak panah yang bisa menembus array yang di buat Xia. Setelah itu Xia mula menghampiri kakaknya.
"Xia'er, kamu membuat array ini?"
"Iya kak, mereka terlalu ramai dan prajurit kita masih lelah untuk bertarung sekarang. Aku kawatir prajurit kita kalah"
"kita harus cepat membuat strategi, bagaimana harus melawan musuh kita yang ramai sebelum array ini bisa dihancurkan."
"Ngak usah kawatir kak, untuk hancurkan array ku tidak mudah."
"Maksudmu?"
"Dasar pengecut!!" teriak jeneral Tong dari tempatnya diikat.
"Pengawal tutup mulutnya." Arah Putra Mahkota Huan Zo.
__ADS_1
"Aku mempunyai rancangan Xia." Leo berkata difikiran Xia.
"Jika ada cadangan, mengapa perlu bicara begini Leo?" Xia balas melalui teknik yang sama.
"Tidak Xia, kami memerlukan persetujuan mu." Nagin juga bergabung dengan Xia dan Leo.
"Waa!! Kamu juga bisa bergabung Nagin?"
"Iya Xia, kita bertiga bisa bicara seperti ini serentak karna mutiara yang kami berikan padamu. Hanya fokus pada apa yang kami ingin kan, maka kami akan bisa menembusi fikiranmu. Begitu juga kamu, bisa bicara dengan kami berdua serentak."
"Waaa!! seperti group chatting." Ujar Xia kagum
"Apa Xia? gup?" tanya Leo
"Ehh. tiada apa. Sekarang katakan lah apa yang telah kalian rencanakan." Ujar Xia masih dalam pikirannya.
"Begini, aku dan Nagin akan keluar dahulu dari array ini dan melakukan penyerangan dengan ujud asli kami. Jika ramai musuh yang telah tewas, aku pasti yang tinggal nanti semestinya mereka yang mempunyai kultivasi yang hebat dan bisa menangkis serang dariku serta Nagin. Maka kamu keluarlah bersama para kultivator yang terkuat sahaja untuk berlawan.. " Terang Leo.
"Apa kamu lupa ujud asli kami? Kami akan berjanji akan sentiasa berwaspada dengan keadaan sekitar kami. Ujar Leo
"Tapi..." Xia tidak sempat menghabiskan bicaranya, Nagin terus memotong.
"Kamu mau jika kalian semua bertarung dan terleka sedikit, yang ada mereka bisa membebaskan ketua pemberontak itu."
Xia berfikir sebentar.. "Baiklah, tapi berjanjilah dengan ku yang kalian akan sentiasa menjaga diri. Jika tidak mampu katakanlah padaku dan berundurlah." Mereka berdua memadang Xia lalu menganggukkan kepala tanda mengerti dengan ucapan Xia.
"Xia, bagaimana? Kamu ada sebarang strategi untuk menyerang?" tanya Putra Feng Xi yang dari tadi melihat adiknya hanya diam, saat yang lainnya sedang bicara.
"Aku ada satu rencana." Xia pun memberi tahu rencana yang dia bincangkan dengan haiwan kontrak nya sebentar tadi. Tetapi pada awalnya mendapat bantahan dari kakaknya. Setelah Xia memberi tahu sebab dan akibatnya, akhirnya yang lain juga setuju.
"Tapi Xia, seperti apa kekuatan teman-teman mu?" Tanya Putra Feng Xi yang masih tidak mengetahui bahawa Leo dan Nagin adalah haiwan kontrak Xia.
__ADS_1
"Kakak akan tahu juga nanti, kita lihat aja." Xia tersenyum, mereka pun membuat satu kumpulan yang akan akan keluar meyerang nanti. Dan Xia menyentuh arraynya untuk menhantar Leo dan Nagin keluar.
Setelah keluar Leo langsung merubah ujudnya menjadi singa mutasi yang sangat besar, manakala Nagin merubah ujud menjadi ular raksasa. Mereka semua terkejut melihat dua haiwan besar yang muncul dihadapan mereka itu.
"Ja..di.. jadi mereka haiwan kontrak mu Xia?" Teka Putra Feng Xi.
"Iya kak. Tapi mereka telah ku anggap sebagai temanku dan aku sayang mereka" setelah Xia bicara, Putra Feng Xi mengangguk kan kepalanya, dia merasa kagum dengan adiknya.
Mereka tertanya-tanya sekuat apa pemilik haiwan kontrak itu karna mereka tahu haiwan kontrak yang boleh merubah ujud manusia hanya berada di tahap kultivasi sempurna sahaja. Bukan orang sembarangan yang mampu memiliki haiwan kontrak di tahap sempurna.
Mereka melihat dari dalam array, pertempuran yang berlaku sangat dahsyat. Seperti yang diduga sebelumnya, banyak korban yang memiliki kultivasi yang lemah dengan mudah dikalahkan oleh Leo dan Nagin. Mereka berdua bertindak dengan pantas dan ganas. Tidak menggunakan waktu yang lama untuk menumpaskan separuh dari musuh yang ada.
"Xia jika kalian udah bersedia, kalian bisa keluar sekarang." Ucap Leo secara telepati dengan Xia.
"Sudah tiba waktu untuk kita keluar." Xia menyentuh array dan mereka pun keluar dari tempat yang disentuh Xia.
Ketika melewati array untuk keluar putra Jing Zhi sempat berpesan kepada Xia. "Berhati-hatilah sayang." Sambil tersenyum. Putra mahkota Huan Zo yang mendengarnya merasa iri.
Putra Feng Xi tidak keluar karna mau sentiasa berjaga dari dalam array. Dikuatiri jika array musnah dan musuh bisa aja membebaskan ketua mereka. Array akan musnah jika Xia kehabisan tenaga.
Diluar memang terlihat mayat yang bergelimpangan hancur tidak terbentuk. Mereka terus menyerang musuh yang tersisa. Walaupun kelompok musuh masih mempunyai bilangan yang lebih banyak berbanding mereka tetapi pihak musuh telah kelelahan melawan Leo dan Nagin tadi. Itu menjadi kelebihan mereka untuk mengalahkan musuh.
Terlihat banyak ahli kumpulan yang telah tertewas, ada segelintir musuh melarikan diri dan pada akhirnya kumpulan Xia berjaya menumpaskan musuhnya. Xia langsung mengobati dan memberi pil penyembuh pada kumpulannya yang telah tercedera.
"Xia'er, kakak tidak sangka kamu sekuat ini. Kakak bangga dengan mu." ujar Putra Feng Xi setelah Xia membuka array yang dibuatnya tadi. Xia hanya tersenyum.
Mereka bersepakat untuk mendirikan tenda dan bermalam di kawasan berdekatan karna hari udah mau senja. Prajurit yang tidak bertarung tadi diarahkan untuk membersihkan kawasan sekitar. Setelah selesai tugas yang diberi, mereka mendirikan tenda. Xia memasang array perlindungan agar mereka bisa beristirehat dengan tenang di malam hari. Xia bertemu kakaknya untuk meminta ijin keluar sebentar.
"Kak, aku mau keluar sebentar untuk bertemu ibu angkatku di desa tetatai."
"Aku juga ingin bertemu dengannya tetapi bukan sekarang, aku harus menjaga tahanan kita. Kamu mau pergi dengan sapa?" Putra Feng Xi udah tau perihal ibu angkat Xia karna adiknya pernah memberitahunya tentang itu.
__ADS_1
"Aku mau pergi bersama Jing Zhi."