Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
85 - Surat


__ADS_3

"Leo kau keluar dahulu, aku mau membantu Xia memakai baju." Leo langsung keluar dari kamar.


Setelah memakaikan Xia baju, Nagin memanggil Leo masuk kekamar semula untuk membantu mengangkat Xia pergi ke sungai pemulih jiwa. Leo pun mengangkat Xia menuju ke sungai pemulih jiwa.


Zu, Star dan Miho yang terkejut melihat Xia di gendong oleh Leo merasa khawatir. Lagi-lagi Star, dia merasa bersalah.


Leo meletakkan Xia didalam sungai pemulih jiwa. Dan Xia mengumpulkan kekuatannya untuk fokus agar bisa duduk bermeditasi sebentar.


"Leo bagaimana dengan keadaan Xia? Apa yang sebenarnya berlaku padanya?" Tanya Star. Leo memandang Star dengan renungan tajam. Mau saja dia tumbuk mulut Star.


"Apa kau tidak tau, Xia bernikah dengan suaminya hanya sementara saja. Untuk menyiasat tentang kematian Putra Jing Zhi."


"Apa!!? Jadi.. jadi.. mengapa mereka..?" Star terkejut, Dia tidak mengetahui tentang itu karna dia tidak tau akan perjanjian itu.


"Mereka tidak melakukan hubungan itu dengan sengaja. Pasti ada sesuatu, nanti kita akan tanya langsung pada Xia."


Karna racun yang terkena pada Xia, racun yang tidak berbahaya. Maka Xia hanya berendam sebentar sahaja di dalam sungai pemulih jiwa. Xia langsung keluar dari sungai pemulih jiwa setelah merasa racun itu telah hilang dan tenaganya telah pulih.


"Xia.. apa kamu baik-baik aja..?" Tanya Nagin, mereka semua mendekati Xia.


"Aku tidak apa-apa. Kita pergi ke kamar ku dahulu." Mereka pun mengikut Xia.


Setibanya dikamar Xia menulis sesuatu diatas kertas. "Leo tolong pakaikan dia baju dan hantar dia ke dalam kamarnya, letakkan surat ini di atas mejanya."


"Apa tidak perlu kita obati dia dahulu?" Tanya Nagin.


"Tidak perlu, karna racun yang terkena pada kami bukan racun yang membahayakan dan tidak memberi kesan apa pun pada tubuh kita setelah kita sadar. Aku berendam di sungai pemulih jiwa untuk membuat aku sadar dengan cepat. Karna racun itu bisa membuat kita berkhayal dan meningkatkan nafsu. Besok pagi pasti dia akan sadar semula."


"Brengsek.. siapa yang melakukannya Xia?"


"Aku kurang pasti. Aku terlalu ceroboh tadi. Aku pikir pelayan yang datang ke kamar ku adalah untuk menghantarkan makanan tetapi ternyata bukan." Terang Xia.


"Xia aku mohon maaf kepadamu. Aku.."

__ADS_1


"Tidak mengapa star.. aku yang lalai.. perkara ini tidak perlu dibahas lagi. Leo cepat uruskan dia." Xia dan yang lainnya langsung keluar dari situ dan menuju ke pondok Miho, Leo pun melakukan tugas yang Xia beri padanya.


Di istana Putra Mahkota Ren Zie, Pengawal Ming langsung mencari Putra mahkota setelah kehilangan pelayan Lun. Dia menuju kekamar Putri Mahkota Xia Lin tetapi terkejut melihat dua orang pengawal disitu terkorban. Dia merasa hairan karna pintu di kamar putri mahkota terkunci dari luar. Setelah memecahkan kunci itu, dia pun mencari ke dalam kamar tetapi tidak menjumpai sesiapa. Dia langsung menuju ke kamar dan ruang kerja Putra mahkota Ren Zie tetapi tidak menemui mereka.


Merasa perasaan yang tidak enak, pengawal Ming langsung menugaskan beberapa orang pengawal untuk mencari Putra Mahkota Ren Zie dan putri mahkota Xia Lin di sekitar istana. Keadaan menjadi kecoh, dengan kehilangan Putra Makota dan putri Mahkota tetapi masih terkawal. Pengawal Ming tidak memberitahu kaisar Bei, karna hari udah lewat matam. Besok pagi jika tidak bertemu dengan Putra mahkota, barulah dia akan maklumkan kepada kaisar Bei. Tetapi tanpa mereka sedari Leo telah membawa putra Mahkota Ren Zie ke kamarnya dan meletakkan surat dari Xia diatas meja.


Diwaktu pagi, pengawal Ming masih tidak menemui Putra Mahkota Ren Zie. Ketika dia mau pergi ke istana kaisar Bei, dia mendengar seseorang memanggilnya


"Pengawal Ming, putra Mahkota Ren Zie memanggil anda ke kamarnya sekarang."


"Apa.. apa dia berada dikamarnya?" Pengawal Ming bertanya karna semalam dia mencari dikamar Tuannya tidak ada.


"Iya, aku pun terkejut pada awalnya. Ketika aku mau mengemas kamarnya, pangeran baru aja bangun dari tidurnya."


"Semalam aku udah memeriksa..?? Iya udah lah, aku akan kesana sekarang." Pengawal Ming pun langsung pergi kekamar Putra Mahkota Ren Zie setelah memaklumkan kepada bawahannya berkaitan Putra Mahkota Ren Zie telah ditemui.


Pengawal Ming langsung masuk kekamar Putra Mahkota Ren Zie. "Pangeran, apa pangeran baik- baik saja."


"Maaf.. maafkan hamba."


"Apa yang berlaku kemarin? Kepala ku terasa pusing."


"Semalam Pangeran hilang setelah pergi dari penjara. Pangeran bilang mau ketemu Putri Mahkota... Oh lya.. puteri makkota juga hilang semalam. Dua orang pengawal diluar kamarnya juga telah terkorban."


Putra Mahkota Ren Zie terkejut dan mencoba mengingati kejadian semalam. "Aku udah ingat, aku mau kekamar Putri Xia tetatapi ada seseorang telah melemparkan sesuatu padanya.. aku pergi kesana dan..." Putra mahkota Ren Zie menghentikan ucapannya dan mengingati kejadian dia bersama putri Xia.


"Apa kalian udah menjumpai Putri Xia?"


"Belum lagi."


"Mari Kita ke kamarnya."


Ketika Putra Mahkota Ren Zie berdiri dan mau melangkah pergi, dia terlihat ada surat diatas mejanya. Dia membaca surat itu.

__ADS_1


Putra Mahkota Ren Zie, anda telah melanggar perjanjian yang telah kita persetujui sebelum kita menikah. Dengan ini, kita telah resmi berpisah. Tidak perlu mencariku setelah ini.


Xia Lin


"Kita kekamarnya sekarang."


"Baiklah"


Mereka pun pergi kekamar Xia yang terletak berhadapan dengan kamar Putra Mahkota hanya terpisah dengan taman ditengahnya. Setelah sampai dikamar Xia, Putra Ren Zie melihat Xia tidak ada. Dia langsung mencari apa ada sebarang kesan bubuk yang ditinggalkan disekitar pintu.


"Apa yang pangeran cari?" Tanya Ming karna melihat Putra Ren Zie menunduk dan seperti sedang mencari sesuatu.


"Apa pelayan udah membersihkan tempat ini?" Putra Mahkota Ren Zie bertanya karna dia tidak melihat ada kesan racun disitu. 'Apa aku berhalusinasi kemarin?'


"Sebentar saya panggilkan pelayan yang bertugas." Ming pun memanggil pelayan.


"Pangeran, ini pelayan yang bertugas tadi. Katanya dia telah membersihkan bilik ini."


"Semasa membersih apa ada yang mencurigakan atau terdapat banyak debu di sekitar sini?"


Pelayan itu berfikir sejenak. "Iya, disekitar sini sepertinya banyak debu.Tapi hamba udah mengepelnya."


Putra mahkota Ren Zie pun melihat disekitar pintu dan ternyata melihat seperti ada sesuatu. "Ming coba kau lihat itu?"


Ming pun melihat ke arah yang di tunjuk kan oleh Putra Mahkota Ren Zie. Dia menggunakan jarinya untuk mengambil sedikit serbuk itu, lalu menghidunya dan merasa.


"Jangan.." tidak sempat menghalangnya, Ming udah mula berkhayal.


"Pengawal, bawa dia berjumpa tabib dan jangan biar dia berkeliaran. Katakan pada tabib dia terkena racun khayal" Dua pengawal datang dan membawa Ming pergi.


'Jadi semalam aku tidak berhalusinasi. Aku.. aku melakukannya..?? Tapi kamarnya terlihat berbeda.' Putra Mahkota Ren Zie berjalan disekitar kamar Xia dan keluar dari situ.


Selir Lily yang melihat Putra Mahkota Ren Zie keluar dari kamar Putri Xia, merasa geram. Kemarin dia udah berdandan cantik dan memakai baju seksi menanti suaminya tetapi dia tidak datang.

__ADS_1


__ADS_2