
Waktu menunjukan pukul 20.00 malam.
Tamu tamu yang sudah terlihat pulang tinggal menyisakan keluarga inti dikediaman Kian.
Saat Erick dan Abel ingin pulang,Mamy Jia menahan nya dan meminta mereka untuk tetap berkumpul dulu,Karena Mamy Jia sudah menganggap mereka seperti anak nya sendiri.Erick pun tak bisa menolak karena sesungguhnya ia senang bisa berkumpul dengan orang orang yang sudah ia anggap Keluarga sendiri itu dan suasana menjadi semakin ramai.
Marvin yang awalnya kesal karena Erick tak kunjung pulang, kelamaan mencoba membuang ego nya dan meredam rasa cemburunya demi sang Istri dan Mamy nya.
"Wah kalau begini kalian seperti Lima serangkai CEO yang keren"ujar Kyra spontan pada Kelima CeO yang berada dalam satu ruangan itu.Membuat semuanya terseyum.
Siapa lagi kalau bukan sang Suami,Marvin,Kian,Gio,Fabian dan Erick.
"Hmmmm bagaimana kalau kapan kapan kita berlibur bersama....Kau mau kan Kak Erick?"Tanya Kyra pada Erick yang membuat suaminya mendelik.
Melihat Ekspresi Marvin,Erick mengulum seyumnya"Tentu Kyra,Kau atur waktunya saja...."
Kyra terseyum lebar"Yesss.......aku sudah tidak sabar ingin berlibur bersama"
Marvin mendekat kan wajahnya pada Sang Istri yang duduk disampingnya."Kenapa kau begitu senang sayang?"tanya Heran Marvin.
"Tentu aku senang....ini akan jadi momen langka....pasti jika aku memajang foto kalian bersama Liburan akan menjadi trading topik pemberitaan,,,dan kita kan sekarang menjadi keluarga jadi harus lebih sering berkumpul....iya kan My?"ujar Kyra yang mencari dukungan pada Mamy Jia dan Gio terkekeh mendengar Ucapan Kyra.
Mamy Jia yang tahu maksud Kyra yang ingin mendekatkan sang Putra pada Erick mengangguk setuju"Kyra benar...Rasa persaudaraan kalian harus semakin dipupuk dengan sering meluangkan waktu bersama...Jujur Mamy Sangat senang dan Lega kalian akur begini ....Mamy Harap kedepannya kalian akan selalu mendukung satu sama lainnya meskipun perusahaan kalian bersaing tapi bersainglah secara sehat dan selalu jaga kerukunan kalian."
Semua mendengar dengan seksama nasehat dan harapan yang Mamy Jia utarakan.
"Tentu Tante,Kami akan selalu menjaga hubungan kami dengan baik dan akan selalu mendukung,,Doa Tante adalah penyemangat kami"ujar Kian.
"Betul Tante....Perusahaan Kami memang saling bersaing tapi kami janji akan selalu menjujung tinggi rasa persaudaraan kami,Iya kan tuan Erick"ujar Fabian pada Erik yang langsung diangguki
"Tentu Tante,Erick akan selalu ingat pesan tante"
Mamy Jia lalu menoleh kearah sang putra kandung yang masih terdiam,Marvin yang mengerti arti tatapan sang Mamy langsung mengangguk"Iya My,Marvin janji akan selalu rukun dan menjaga ikatan persaudaraan kami"
Mamy Jia terseyum lebar diikuti Kyra dan yang lain"Mamy Lega mendengarnya...Dan kau Gio dan Erick semoga kalian cepat menikah ya,Tante juga ingin melihat kalian bahagia.."Erick hanya tersenyum simpul mendengar harapan Mamy Jia.
"Doakan saja ya Tante.....Gio juga iri melihat kemesraan mereka hahaha"ujar Gio sekilas melirik Icha yang seakan malu melihatnya."jadi kapan kita liburan Ky"tanya Gio pada Kyra.
Kyra nampak berpikir..."Bagaimana weekend ini?"
Gio,Fabian dan Kian juga Mita,Clara dan Icha nampak setuju"Okey aku setuju...."ujar Gio antusias.
Erick dan Abel pun hanya bisa setuju dan ikut rencana liburan itu karena mereka tak ingin menyinggung perasaan Mamy Jia jika tidak ikut.
Semua kembali berbincang,Kiral yang sudah lelah berdiri.
"Maaf semuanya Kiral kekamar dulu"
"Eh ayo sama Auty...Aunty juga mau ganti baju"Ujar Kyra yang memang ingin. kekamar nya,Ia sedari tadi tidak memperdulikan tubuhnya yang sebenarnya sudah sangat lemah.Kyra tak ingin melewatkan momen berkumpul mereka.
Sebenarnya wajah Kyra terlihat pucat tapi karena riasan wajahnya yang cukup tebal mampu sedikit menutupinya.
"Sayang Ayo aku temani" ujar Marvin.
"Tidak usah,Kau disini saja,Tidak enak kan masih ada Kak Erick dan Kak Abel, setidaknya kau harus menghargai mereka Sayang"ujar Kyra.
Dengan terpaksa Marvin menuruti nasehat sang Istri.
Setelah berpamitan Kyra berjalan menggandeng Kiral menuju lantai dua.
"Aunty masih Sakit ya?"tanya Kiral yang bisa menyadari wajah pucat Kyra.
Kyra terseyum simpul"Aunty hanya kelelahan sayang"
"Aku masuk kekamar dulu ya Aunty, Selamat malam"Ujar Kiral yang sudah didekat kamarnya.Kebetulan kamar Kian,Kiral dan Kyra ada dilantai dua.
Baru Kiral akan membuka pintu kamarnya..
Brukkkkk.....Kiral membulatkan matanya melihat sang Aunty tercinta pingsan.
Spontan Kiral mendekat dan menganggkat kepala Kyra.
"Aunty ...Aunty Kyra bangun....."
Kiral yang Cemas spontan berteriak keras"UnCle.....
Uncle Marvin....Dadyyyyy.....Aunty pingsan..."
Mereka yang mendengar teriakan Kiral seketika terkejut,Marvin spontan berlari kencang disusul Kian yang juga merasa sangat terkejut diikuti yang lainnya.
Marvin membulatkan matanya melihat sang Istri tak sadar kan diri"Apa yang terjadi Kiral?"
"Aku tak tau Uncle..tiba tiba Aunty pingsan"jawab Kiral yang merasa takut.
"Cepat bawa Kyra kerumah sakit,Marvin"titah Kian.
Marvin segera menganggkat tubuh Kyra menuju mobil...Semua benar benar merasa cemas,Apalagi Mamy Jia dan Erick yang begitu menyanyangi Kyra.
Dika dengan sigap membukakan. pintu mobil untuk sang bos lalu segera melajukan mobil itu menuju rumah sakit,Mamy Jia juga ikut didalamnya sementara yang lain ada dibelakang menyusul dengan Tiga mobil yang berbeda karena semua ikut kerumah sakit.
Tak lama mobil mobil itu sampai diRumah sakit milik Marvin.Pria bertatto itu segera merebahkan tubuh sang istri diatas brankar dengan lembut.
"Dokter David ,Istri saya pingsan,Tolong tangani dia dengan sebaik Mungkin"ujar Marvin pada Seorang dokter paruh baya yang sudah senior yang sedang berjaga.
"Pasti Tuan Marvin"jawab Sang dokter lalu segera membawa Kyra keruang IGD.
Semua terlihat cemas dan Marvin merasa bodoh karena tak tau jika istrinya masih belum sehat benar.
"Jangan menyalahkan dirimu sendiri,Marvin.Mamy yakin Kyra tidak apa apa"ujar Mamy Jia yang melihat Marvin sangat cemas.
__ADS_1
Mita menggenggam tangan sang Suami yang nampak begitu khawatir,bagaimana tidak Kian juga merasa bersalah,Dihari bahagia nya sang adik justru pingsan.
Erick juga sangat cemas tak bisa dipungkiri meskipun ia sudah menganggap Kyra sebagai adiknya sendiri tapi tetap saja dia begitu khawatir pada istri Marvin itu.
Abel yang mengetahui itu hanya bisa menggenggam tangan sang Kakak mencoba untuk menenangkan.Jangan lupakan Kiral yang juga ikut merasa bersalah dan cemas karena ia sudah sangat menyanyangi Aunty yang begitu baik padanya itu.
Tak lama dokter keluar membuat Marvin dan Kian langsung mendekat.
"Bagaimana keadaan Istri saya Dok?"
Dokter paruh baya itu terseyum simpul kearah Marvin membuat semua yang sedang cemas menjadi bingung seketika.
"Apa anda benar benar tidak tahu Istri anda kenapa Tuan Marvin?"tanya Dokter David yang membuat Kening Marvin langsung mengerut.
"Maksud Dokter apa,Saya tidak mengerti"
Dokter itu semakin terseyum dan mengulurkan tangannya"Selamat tuan Marvin,Istri anda sedang hamil dan usia kandungan nya sudah mencapai 7 Minggu"
Deg...........Marvin mematung seketika, Ia sangat terkejut dengan kabar bahagia ini begitu pula dengan yang lainnya.
"Selamat Marvin,Kau akan menjadi Dady sungguhan"Ujar Mamy Jia yang menyadarkan lamunan Marvin dan langsung memeluk sang putra.
"Makasih Mi...ini anugrah terindah untuk Marvin My"ujar ya setelah melepas pelukan mamynya.
Marvin lalu spontan memeluk DokterDavid karena terlalu bahagia"Terimakasih. dokter......Saya sangat bahagia"
"Ingat Tuan Marvin,Jaga Kandungan istri anda dengan baik karena trimester pertama sangat rentang"
Marvin mengangguk cepat"Tentu dok....lalu apa Saya sudah boleh menemui Istri saya?"
"Tentu tapi maaf hanya satu orang dulu yang boleh masuk,Karena Nyonya Kyra belum sadar,Kalau begitu saya pamit dulu."ujar Sang Dokter lalu pergi.
Kian,Gio,Fabian dan Erick segera memberi ucapan selamat untuk Marvin yang terlihat sangat bahagia.
Erick ikut merasa bahagia mendengar Wanita yang masih berada dilubuk hatinya itu hamil,Ia benar benar sudah harus merelakan Kyra bahagia bersama Marvin.Bagi Erick bisa melihat Kyra bahagia sudah cukup untuknya.
"Sebaiknya kita pulang,Biarkan Marvin yang menjaga Kyra,Lagi pula Kyra juga belum sadar,Tante tahu kalian semua sudah lelah kan?"ujar Tante Jia yang melihat semuanya sudah nampak lelah.
Kian mengangguk"Aku pulang dulu,Jika ada apa apa cepat hubungi aku Marvin"
"Tenanglah....dan serahkan Kyra pada ku"ujar Marvin.
"Mamy pulang dulu ya Sayang.....kabari Mamy Jika Kyra sudah sadar"
"Iya My....Mamy sebaiknya istirahat diRumah Kian dulu ya ....baru besok pagi Mamy kesini bersama mereka,Titip Mamy,Ki"Ujar Marvin pada sang mama lalu pada Kian.
"Tenang saja,Tante Jia akan kujaga"Kian.
Setelah berpamitan pada Marvin semua segera pulang.
Dikediaman Kian,,
"Minum dan cepat tidur ya Kiral.....Jangan terus memikirkan Aunty Kyra,Dia sudah baik baik saja.Besok pagi kita kesana menjenguknya"Ujar Mita lembut pada sang putra.
"Iya My.....Terima kasih untuk susu ya"
Kiral segera meminum susu itu.
"Sama sama Sayang, Mamy kekamar dulu"pamit Mita.
Mita merasa sangat gugup saat berjalan menuju kamar nya, karena malam ini malam pertamanya bersama Kian.
Mita yang sudah masuk kekamar melihat Kian baru selesai melepas pakaiannya.
Mata Mita membulat melihat tubuh Kita. yang begitu Sexi baginya.
Kian menyeringai melihat sang Istri mematung ditempatnya.
Kian langsung merengkuh pinggang Mita erat membuat jarak mereka begitu dekat,seketika Mita sudah untuk bernafas karena rasa gugupnya semakin besar.
"Sudah Siap?"bisik Kian tepat Ditelinga Mita membuatnya meremang.
"Seti....daknya..,Biarkan Mita mandi dulu Kak,Mita bau...."Ujar Mita malu.
Kian terseyum melihat ekspresi Mita."Okey tapi jangan lama lama"
Mita segera bergegas kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tak lama Mita keluar dengan handuk badrobe nya perlahan mendekati Kian yang sedang berdiri didepan kaca jendela sambil merokok dengan hanya mengenakan boxer saja.
"Kak.... "Lirih Mita.
Kian menoleh dan tersenyum lalu mematikan rokok dan langsung mengangkat tubuh Kita keatas ranjang king size nya membuat gadis itu menegang seketika.
Meskipun ini bukan yang pertama untuk mereka masing masing tapi ini adalah yang pertama untuk mereka berdua.
Mita terseyum lembut menatap lekat kedua mata Kian yang mulai berkabut gairah.
"Terimakasih karena sudah memilih Mita untuk menjadi pendamping Kakak,Mita akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi istri dan ibu yang baik untuk Kiral"
Kian terseyum sambil mengusap lembut Pipi Mita"Sama sama Sayang,Mulai sekarang jangan ada yang kamu sembunyikan dariku,kita harus saling terbuka dan jujur ya Mit, Jadikan aku sandaran untukmu"
Mita mengangguk lembut"Jangan tinggalin Mita Ya Kak...Mita sangat mencintai Kakak"
"Tidak akan dan Aku lebih mencintaimu mu Sayang..Bisa aku meminta itu sekarang?"tanya Kian pelan.
Mita mengusap rahang tegas Kian yang berada diatas nya,Tubuh kekar Kian sudah menindihnya sedari tadi.
"Lakukanlah Kak,itu sudah menjadi hak kakak"jawab mantab Mita.
__ADS_1
Kian segera mendaratkan bibirnya ke bibir mungil Mita.Ciuman lembut itu semakin lama semakin panas dan menuntut dengan tangan Kian yang sudah perlahan melepaskan handuk Mita.
Mita mulai melenguh saat bibir Kian mulai bermain diceruk leher dan terus turun kedada dan bagian lainnya.
Malam panas pun mereka lewati dengan indah,,Kian seakan membuat Mita melayang dengan sentuhan dan hentakan nya.Suara kenikmatan keduanya saling bersaut,peluh sudah bercampur menjadi satu.Kamar itu menjadi saksi bisu dua insan yang saling memadu kasih dan saling menerima kekurangan masing masing.
Mita mencoba melayani dan melakukan kewajiban nya sebaik mungkin membuat Kian merasa semakin bahagia,Ia tak pernah menyesal memilih Mita dihidupnya.
Dua jam berlalu,Mita benar benar dibuat tak berdaya dibawah kungkungan Kian yang perkasa.
Cup....Kian mencium Kening Mita lembut saat pergulatan panas mereka selesai lalu menyelimuti tubuh polos mereka dengan selimut.
"Terimakasih kasih Sayang.....tetaplah disisiku apapun yang terjadi"ujar Kian.
"Iya Kak,Mita akan selalu disisi Kakak"Ujar Mita yang sudah mendusel kedada bidang Kian.
"Tidurlah.....Selamat malam istriku Sayang.Love you"ujar Kian mengusap lembut Ujung kepala Mita.
"Love you to Suamiku Sayang"ujar Mita yang sudah memejamkan matanya.
Keduanya merasa sangat bahagia,mereka tak menyangka kisah mereka bisa sampai kejenjang ini.Keduanya akan saling melengkapi dan menerima kekurangan masing masing.Mengarungi bahtera rumah tangga berdua.
Tengah malam diRumah sakit.
Kyra mulai membuka matanya,Ia merasa bingung dan mulai mengingat apa yang terjadi.
Senyum simpulnya terlihat saat melihat sang suami tidur disisinya diatas brankar yang cukup besar.
Kyra mengusap pipi Marvin membuat sang suami terbangun.
"Sayang kau sudah sadar?"
"apa yang terjadi padaku?"
Cup Cup Cup Cup.....
Marvin mencium Kening, Hidung,Pipi dan bibir Kyra dengan lembut membuat Kyra terseyum mendapat perlakuan manis itu.
"Kau benar benar tidak tahu Sayang?"ujar Marvin.
Kyra menggeleng pelan.
"Kau hamil dan usia kandunganmu sudah 7 minggu"
Setetes air mata langsung turun dari sudut mata Kyra,Ia begitu bahagia,seakan tak percaya dengan kabar yang ia dengar.
"Aku kira aku hanya masuk angin biasa,,,,Aku tak percaya ini.......Kita akan memiliki Baby sayang........"ujar Kyra serak.
Marvin mengusap lembut kepala Kyra."Iya Sayang kita akan menjadi orang tua sesungguhnya...Mulai sekarang jaga dirimu dan bayi kita sebaik mungkin ya....Aku tidak mau kau terlalu banyak melakukan kegiatan."
Kyra hanya mengangguk patuh pada sang suami yang ia rasa mulai over protektif.
"Terimakasih kasih sayang,,,,Kini hidup pria tua ini semakin lengkap.....Aku akan menjadikan anak kita pewaris keluarga baskara yang hebat dan kuat......"
"Sama sama Sayang.....Kau juga harus janji padaku untuk menjaga kesehatan dan pola hidupmu.Aku ingin kita menua bersama membesarkan anak anak kita"
Cup.....satu kecupan dibibir Kyra.
"Okey Aku berjanji padamu......Aku juga tidak mau orang orang mengira aku om mu karena aku terlalu tua untukmu"
Kyra tertawa kecil melihat sikap sang suami yang takut terlihat tua.
"Meski pun kau bertambah tua,Aku akan tetap mencintaimu...Love you my Husband.... penyelamatku,pahlawan ku dan cinta pertamaku"Ujar Kyra penuh penekanan.
Marvin mengeratkan pelukannya dengan satu.tangan mengusap lembut perut Kyra yang berisi janin mereka.
Marvin lalu bangun dan mencium perut Kyra lembut"Jangan nakal dan menyusahkan Mamy ya sayang...... berkembang lah dengan sehat didalam perut mamymu"bisik Marvin seakan berbicara pada sang anak.Ia berjanji.akan menjadi suami dan ayah yang lebih baik lagi.Kini semangat hidup nya bertambah lagi membuat pria bertatto itu merasa hidupnya sangat beruntung.
Marvin lalu memeluk lagi tubuh Kyra yang menjadi candunya.
"Aku sangat bahagia"ujar Kyra yang membuat seyum Marvin lebar.
"Aku juga Sayang.......Aku mencintaimu selamanya Kyra Queensa"
"Aku juga mencintaimu Kevin Marvino Baskara"
Keduanya tertawa bersama mengingat bagaimana perjalanan kisah mereka dulu yang penuh dengan drama sedih dan senang.
Dan Kini Bahagia menyeruak dihati mereka begitu besar.
Keduanya saling memeluk erat seakan tak bisa terpisahkan.Kisah cinta yang sedari awal tak pernah mereka bayangkan,Apalagi Marvin yang dulu sering bermain wanita sampai detik ini pun seakan tak percaya gadis kecil yang dulu ia tolong tumbuh menjadi gadis yang sang cantik dan baik,Dan sekarang menjadi istri yang sangat ia cintai.Ia berjanji tak akan menyakiti hati sang istri kedepannya dan menjaga keluarganya sebaik mungkin sekuat tenaganya.
Season 1...End....
@@@@
**Hufttttt... 2300 kata ......bab terpanjang yang author pernah tulis.
Terima kasih untuk dukungan kalian selama ini ya.....Terima kasih untuk yang masih setia membaca novel author.
Author tidak pernah menyangka novel ini sampai 100bab....Dan karena permintaan yang banyak dari para readers yang meminta kisah Gio dan Icha maka Season dua akan diselingi kisah mereka ya.... Tenang aja masih ada Kisah kebucinan Marvin pada Kyra kok...
Tapi untuk Kisah Erick Author masih memikirkannya.....apa jadi satu dengan novel ini apa beda judul ya ....
Sekali lagi terima kasih ya.....Jangan pernah lelah memberi bintang,Vote,Like dan Komen kalian.
Salam hangat dari Author Meida dari Boyolali Jawatengah...Sarangeo...Hamsahamida...🙏🙏😘😘
Lanjut Season 2 ya....Cussssss**.........
__ADS_1