Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
Salah pilih lawan.


__ADS_3

Pagi pagi Kyra sudah bangun,setelah sempat joging sebetar bersama Icha.Gadis itu memutuskan untuk segera memasak tentu dibantu Icha.


"Pagi Adikku sayang,pagi Cha" Sapa Kian yang sudah nampak rapi dengan setelan jasnya sudah duduk dimeja makan.


Kyra dan Icha yang sedang menyiapkan makanan menoleh.


"Pagi juga Kak?Wich...Kakak udah ganteng aja....tapi sayang gak punya kekasih hihihi..." Ledek Kyra yang membuat Kian menaikkan alisnya menatap adiknya itu.


"Sebentar lagi Kakak akan punya kekasih" Jawab Spontan Kian.


Kyra langsung mendekati kakaknya dengan wajah heran.


''Jangan bilang Kakak sedang dekat dengan wanita lain selain Mitta,Pokoknya aku gak suka ya kalau Kakak sama wanita lain.titik...."ujar Tegas Kyra.


Kian terseyum tipis melihat sikap posesif adiknya."Oww jadi kamu ingin Kakak sama Mita begitu???"Ujar Kian yang memang sudah tahu perasaan Mitta padanya.


"Itu Udah tahu maksudku.."


Kian menghela nafasnya"Ehmm Kita lihat kedepannya aja ya Ky...."Kian membuat Kyra dan Icha penasaran.


"Doain aja....kalau kami berjodoh pasti semua dipermudah"


"Amin....Kyra dukung Kak.Tapi jangan lama lama mikirnya,Perempuan tuh juga butuh kepastian Kak." Ujar Kyra serius.


"Iya Kakak ngerti...Ngomong ngomong Kapan kamu bekerja diperusahaan kita?Kakak akan menyerahkan posisi Manager Keuangan padamu"


Kyra nampak berfikir."Kyra Kan cuma lulusan SMU kak,Masak jadi manager?"


"Tidak masalah,Kau kan juga pemilik WIN group.Apalagi kata bu Rani kau sangat cerdas saat disekolah.Pilih mana jadi Wakil Kakak diperusahaan atau Manager Keuangan?''Tanya Kian tegas.


Kyra sungguh berada dalam pilihan sulit,kedua posisi itu punya tanggung jawab yang besar.


"Kyra pilih jadi Manager Keungan aja deh Kak,Tapi Kyra butuh asisten wanita"


Kian terseyum simpul.


"Oke Kakak akan mencarikan orang yang pintar dan cekatan untuk menjadi asiatenmu.Lusa kau bisa mulai masuk kan?Kakak jamin ini tidak akan menganggu persiapan pernikahan kamu"


Kyra dengan berat hati menyanggupi permintaan Kakaknya.


"Iya...Tapi Jangan larang Kyra jika jam makan siang Kyra akan keKantor BR group." ujar Kyra yang meminta syarat pada Kakaknya.


"Iya Kakak paham"


"Oh iya Kak,Weekend Kyra sama Marvin mau kePanti.Mita dan Kak Icha juga ikut.Kakak dan Kak Gio ikut juga ya.Kyra udah kangen banget sama Adik adik panti"


"Boleh juga sekalian liburan.Disana kan tempatnya masih asri.Nanti kakak hubungi Gio,Pasti dia mau" Ujar Kian yang membuat semburat seyuman tipis muncul diwajah Icha yang sedari tadi hanya diam.


Mereka pun menikmati sarapan pagi itu dengan suasana hangat.


Siang hari.


Kyra sudah terlihat cantiilk akan mememui Marvin dikantor.Kali ini Kyra tidak membawa makanan karena dia ingin makan diluar.


Banyak pasang mata Karyawan yang berada diLoby Kantor BR group memperhatikan kedatangan sosok Kyra yang terlihat cantik dan imut dengan seyum menawannya.


Semua karyawan sudah tahu siapa dirinya yang merupakan Calon istri CEO mereka serta merupakan adik kesayangan CEO WIN Group,Tapi itu tidak membuat Kyra berubah.Kyra masihlah gadis yang rendah hati,Murah seyum dan ceria.


Asisten Dika yang melihat kemunculan Kyra mendekat.


"Selamat Siang Nona Kyra."Sapa Dika.


Kyra terseyum ramah" Siang Kak Dika,,Marvin ada?"


Dika sedikit gugup harus mengatakan jika didalam ada Abel.


"Ada Nona Abel didalam Nona,Sedang membahas urusan pekerjaan dengan Pak Marvin" Ujar Dika ragu.


Seketika Kening Kyra mengerut mendengar ada Abel diruangan kekasihnya.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Kyra melangkah maju,Dilihatnya dari sela pintu yang sedikit terbuka,Marvin sedang duduk dikursi kebesarannya,sedangkan Abel berdiri disamping Marvin dengan badan yang sedikit menunduk dan jaraknya sangat dekat dengan Marvin.Pandangan mereka tertuju pada satu layar laptop yang ada dimeja dengan tampang serius.


Kyra mengamati Jika Abel sengaja ingin menggoda kekasihnya itu dengan cara halus, menempelkan tubuhnya dan dengan sengaja memperlihatkan belahan dadanya yang menyembul.Sementara Marvin terlihat biasa dan fokus pada pandangannya.Dan itu membuat Kyra sedikit merasa lega,pasalnya Marvin terlihat tidak tergoda.


Jika wanita lain akan menangis dan pergi melihat pemandangan seperti itu,Maka berbeda dengan Kyra.Ia tahu betul Abel belum menyerah mengejar kekasihnya.Maka dari itu Kyra berjanji akan menjadi wanita yang tegas dan berani.Ia akan melawan Abel yang lebih tua darinya 12 tahun.


Dika merasa khawatir,Jika calon istri bosnya itu marah atau melakukan hal lebih extrim melihat Keberadaan Abel.


Setelah menghela nafas pelan Kyra masuk kedalam ruangan Marvin.


"Ekhemmmmm,,Aku mengganggu ya?"


Sontak Marvin terkejut melihat kedatangan Kyra,Ia langsung berdiri tanpa memperdulikan Abel yang merasa kesal karena merasa diganggu


"Sayang.....Kau sudah datang,Kau tidak menganggu kok.Ini kan juga sudah jam istirahat" Marvin berbicara sambil melihat Jam dipergelangan tangannya.


Abel yang merasa kesal lalu duduk disofa dengan seyum palsunya.


"Apa kabar Kyra?''


Kyra menatap datar Abel yang berpakaian sangat sexi dan terbuka.


" Aku baik tante Abel"ujar Kyra yang memulai permainannya dengan menekan kata Tante.


Abel semakin kesal mendengar sebutan untuknnya.


"Sayang tumben kau tidak membawa bekal?" Marvin merasa heran dengan Calon Istrinya karena selain tidak membawa bekal Kyra juga berpenampilan lebih anggun dari biasanya.


Kyra mendekatkan tubuhnya lalu mengusap lembit pipi Marvin."Aku ingin makan siang diluar bersamamu,Apa tidak boleh?"ujarnya manja,Kyra melirik kearah Abel yang mulai terlihat kepanasan.


Marvel terseyum tipis lalu Cup....mencium kening Kyra didepan Abel.


"Tentu Sayang...Apapun itu asal kau bahagia"


"Issss senangnya punya kekasih yang perhatian...." Ucap Kyra sambil memeluk erat. Tubuh Marvin dan dibalas oleh pria bertatto itu.


Abel semakin geram dan Ia menahannya dengan mengeratkan cengkraman tangannya pada sofa dan itu bisa dilihat oleh Kyra.


"Kita kekuar oke tapi aku ketoilet dulu ya sayang" Marvin beranjak lalu masuk kedalam kamar pribadi rahasianya yang terdapat kamar mandi didalamnya.


Kini tinggal Kyra dan Abel yang duduk berhadapan.


Abel menatap sinis pada Kyra"Kau sengaja membuatku cemburu gadis kecil?"


Kyra terseyum.simpul."Kenapa tante berkata seperti itu aku hanya bersikap biasa dengab calon suamiku"Lagi lagi perkataan Kyra membuat Abel geram.


"Kenapa kau begitu percaya diri?Apa kau merasa pantas bersanding dengan casanova seperti Marvin,Ingat Aku pernah menjadi teman diranjangnya!Apa kau bisa melayaninya dengan puas sepertiku?


Kini giliran Abel yang mencoba memancing emosi Kyra Tapi ternyata Kyra masih bersikap tenang dan datar.


Sudut Bibir Kyra terangkat sedikit menatap Abel." Marvin sangat mencintaiku Tante,Dia juga sangat puas dengan pelayananku.Jelas aku merasa pantas bersanding dengannya karena aku lebih muda dan segar dibanding Tante ini"


Skak Mat.......Abel bungkam.Memang benar gadis yang ia hadapi saat ini lebih muda dan segar dibanding dirinya.


Emosi Abel sudah tak tertahan,wanita bertubuh tinggi itu mendekati Kyra dan mencekerang rahang Kyra dengab satu tangannya.


"Jangan bahagia dulu bocah kecil.Aku akan membuat Marvin kembali padaku" sinis Abel yang wajahnya tepat dihadapan wajah Kyra.


"Coba saja kalau kau bisa.Tantee Abel...." Seringai muncul diwajah Kyra Lalu dengan cepat Ia menarik tangan Abel lalu memutarnya kebelakang hingga Abel meringis merasakan sakit dan mendorong tubuh Abel hingga jatuh dilantai.


"Auwwwww" Pekik Abel kesakitan.


Marvin yang baru saja muncul terkejut kenapa bisa Abel terjatuh kelantai.


"Abel kenapa Sayang?" Tanya Marvin.


Kyra segera bangkit lalu berpura pura membantu Abel berdiri sambil berbisik.


"Kau salah pilih Lawan tante....."ujar Kyra dengan seyum smriknya.

__ADS_1


Sorot mata tajam kedua nya beradu beberapa saat.


Abel merasa Kyra menabuh genderang perang padanya.


Abel yang sudah merasa kesakitan dengan tangannya langsung mengambil tasnya diatas meja.Saat ini Ia lebih baik pergi dulu dan menahan emosinya didepan Marvin.


" Aku pergi dulu Marvin Soal pekerjaan kita lanjutkan besok"


"Oke"Marvin melihat Abel pergi sambil memegang tangannya yang sakit.


Seyum simpul Kyra muncul sambil ia duduk kembali kesofa.


Marvin merasa ada yang tidak beres saat dia tidak ada tadi.


Dan sekarang Ia melihat Kyra menatapnya dengan tatapan yang aneh.


Marvin mendekat dan duduk disampingnya.


" Ada apa hmmm?kenapa melihatku begitu?"


"Berapa kali kau tidur dengan tante ganjen tadi?"


Deg......pertanyaan menohok Kyra membuat Marvin terkejut.Dari mana Kyra tahu dia pernah tidur bersama Abel.


"Dua kali" Jawab lirih Marvin sambil menatap Kyra lekat.


Kyra tertawa reyah mendengar pengakuan jujur calon suaminya itu.


Kyra lalu duduk dipangkuan Marvin lalu mengalungkan tangannya dileher Marvin.


"Apa tubuhnya sangat menarik untukmu..Hmmm??Goda Kyra


" Sayang itukan dulu......Kau tahu kan masa laluku.Aku sudah lama tidak tidur dengan wanita manapun.Sekarang hanya dirimu yang aku mau."ujar Marvin menyakinkan.


Kyra mulai meraba Dada bidang Marvin,membuat pola abstrak dengab ujung jarinya.


Seketika Marvin menegang,Ia merasa Kyra lebih berani saat ini.


"Kalau aku bilang aku tidak suka dia berada didekatmu.Dan aku ingin kau jangan menemuinya lagi apa kau mau??" Ujar Kyra Manja.


Marvin paham sekarang Kyra sedang kesal dengan Abel dan cemburu padanya.


Marvin mengelus Pipi.Kyra lembut.


"Hanya karena urusan pekerjaan Sayang,Aku bersamanya,Tidak lebih.Percayalah.....


Begini saja besok aku akan menyelesaikan pekerjaanku dengannya,Kau bisa datang kesini lebih awal agar bisa mengawasi kami.Setelah itu aku tidak ada urusan lagi dengannya"


Kyra berfikir sesaat.


"Okey,Aku mengijinkannya sekali ini saja kau bersamanya Dan Aku akan datang lebih pagi besok"


"Good,Gadis pintar.....Karena kau sudah menggodaku maka kau harus bertanggung jawab."


Cup......Marvin segera menyambar Bibir ranum Kyra.Ciuman itu semakin panas hingga membuat tubuh Kyra sudah terbaring disofa.


Kyra membalas ciuman Marvin itu sambil meremas Rambut Marvin.


Kyra mendesah kecil saat Bibir Marvin menyesap leher dan dadanya karena tadi tangan nakal Marvin dengan cepat membuka resleting depan blues Kyra.


"Sudah ya....Kita kan mau makan.diluar" Protes Kyra saat berhasil mendorong kepala Marvin menjauh.


"Nanggung Sayang.......Akkkhhhhjrrr" Dengus kesal Marvin.


Kyra terseyum geli melihat Marvin gagal menyalurkan hasratnya yang belum puas memainkan tubuh bagian atasnya.


"Udah Ahh jangan ngambek,Nanti kita lanjutkan lagi setelah makan.Sekarang Kita makan dulu,aku sudah lapar."


Mata Marvin berbinar dan langsung beranjak menggandeng tangan Kyra keluar dari ruangannya.

__ADS_1


Kyra sangat memaklumi hasrat calon suaminya itu memanglah sangat besar,Apalagi sudah lama,Kekasihnya itu tidak menyalurkan hasratnya dengan tidur dengan wanita ****** diluar sana.Dan Kyra sudah siap menerima konsekuensinya menjadi istri seorang Marvin sang mantan Casanova.


__ADS_2