
Doorrrrrrrrr,.....
Suara tembakan dari Pistol yang dibawa Kian.
Rupanya Kian yang berada agak jauh dari Marvin mencoba memberi tanda pada Kyra untuk menendang Nadine,Karena Kian tahu,Adiknya itu dulu pintar beladiri.Lalu melihat Nadine tersungkur,Kian segera menembak Kaki Nadine.
Kian memang sangat ahli menembak,Ia lebih memilih menembak kaki wanita gila itu agar tak bisa lari dan bergerak bebas.Lalu segera Marvin dan Fabian berlari mendekati Kyra dan Leo,Sedangkan Kian dan Gio segera menyuruh anak buahnya melumpuhkan Tiga orang penjaga Nadine yang masih tersisa.
Sretttttttttt........
Dorttttttttt,......
Namun Saat Marvin mencoba memeluk Kyra setelah Leo digendong oleh Fabian.
Nadine menyayat punggung Marvin dan dengan cepat Kian menembak Tangan Nadine......
"Akhhhhhrrrrr"Teriak Nadine yang merasakan Sakit dikaki dan tangannya.
"Maaf tuan Daniel saya terpaksa menembakknya lagi...."ujar Kian pada Daniel.
"Segera kerumah sakit"titah keras Marvin.
Marvin yang terluka masih kuat untuk membopong tubuh sang Istri menuju mobil mereka.
Sementara Daniel dibantu Anak buah Marvin segera membawa putrinya kerumah sakit
Leo berada dipelukan Fabian dan terus menangis dalam perjalanan.
"Papa......Dady dan Momy terluka.....hiks hiks"Ujarnya lirih.
Fabian mengusap punggung Leo pelan.
"Tenang ya Nak......jangan menangis.Dady Marvin dan Momy Kyra akan baik baik saja."
Semua mobil menuju Rumah sakit terdekat.
Kyra yang memilik luka sayatan dibeberapa bagian langsung ditangani dokter begitu pula dengan Nadine yang langsung dioperasi.
Marvin juga mendapat penanganan karena luka dipungungnya.Sementara Gio membantu Fabian untuk memberi makan dan Susu untuk Leo yang terlihat lemas dan dehidrasi.Meskipun anak itu sudah berhenti menangis tapi wajahnya nampak pucat.
Mereka semua merasa lega,Kyra dan Leo akhirnya bisa selamat.
Pagi menjelang,Kyra sudah terlihat baik dengan luka lukanya yang sudah diperban meskipun tubuhnya masih terbaring lemah,Operasi Nadine juga sudah selesai dan berjalan dengan lancar.
Daniel perlahan masuk keruangan inap Kyra.
"Nyonya Marvin dan Tuan Marvin Tolong maafkan putri saya,,, Tolong jangan bawa masalah ini kejalur hukum"pinta Daniel dengan penuh permohonan.
__ADS_1
Daniel sangat menyesalkan semua yang dilakukan putrinya tapi ia juga tak bisa membiarkan putri nya yang depresi masuk penjara.
Kyra menggenggam tangan Marvin mencoba untuk melunakkan hati sang suami yang masih merasa marah dan jengkel.
"Sesuai keinginan istri saya,Saya tidak akan membawa masalah ini kejalur hukum tapi saya mohon pada anda tuan Daniel, Tolong masukkan putri anda ke pusat rehabilitasi kejiwaan dan tolong jauhkan putri anda dari keluarga kami,Saya tidak ingin keselamatan Leo dan keluarga saya terancam lagi"ujar Marvin.
Daniel mengangguk pelan "Baik saya akan membawa Nadine keluar negri untuk berobat disana,Sekali lagi terima kasih dan tolong Maaf kan putri saya"
Kyra terseyum simpul"Kami sudah memaafkan kan putri Tuan,Saya berdoa semoga Kak Nadine bisa segera sembuh"
"Terima kasih Nyonya"
"Sebentar lagi saya akan memindah perawatah istri saya keRumah sakit milik saya tuan Daniel,Maaf jika harus meninggalkan anda"ujar Marvin
"Tidak apa apa Tuan,Sampaikan permohonan maaf saya pada tuan Calvin dan keluarga.Kalau begitu saya pamit dulu"Ujar Daniel lalu pergi dari ruangan itu.
"Kasihan Kak Nadine,,,masih muda dan cantik tapi sayangnya dia mengalami depresi....semoga dia bisa kembali pulih"gumam Kyra.
"Mungkin ini sudah takdirnya,,, Yasudah ayo kita berangkat Sayang,Mamy dan yang lainnya sudah menunggu mu dan Leo"ujar Marvin.
Kyra terseyum...."Jika saat itu kau tak cepat datang mungkin aku sudah ma...."
Cup......Satu kecupan singkat Marvin dibibir Kyra untuk menghentikan ucapan sang Istri yang tidak ia sukai.
"Hentikan ucapanmu Sayang,Aku tidak suka........Kau tau ,,aku hampir gila karena mengkhawatirkan mu"Ujar Marvin sambil memeluk erat tubuh sang Istri.
"Terima kasih Sayang.........apa punggung mu masih sakit?"
Marvin melepas pelukannya dan menangkap wajah Kyra dengan kedua tangannya hingga jarak Wajah mereka begitu dekat,Marvin menatap lekat kedua mata Indah Kyra.
"Rasa sakit ini tidak ada apa apa nya dibanding rasa ketakutanku melihatmu terluka"
Cup......Marvin mencium kening Kyra lembut.
Kyra begitu bahagia ia masih diberi kesempatan untuk bersama sang suami lagi.
"Apa kalian tidak bisa bermesraan nanti saja......ayo kita berangkat!!"Gerutu Kian yang baru masuk keruangan sang adik.
Marvin berdecak"Kau mengganggu saja.....Awas saja,,aku akan membalasmu nanti jika kau sudah menikah"Sarkas Marvin.
Kyra menggeleng melihat tingkah sang suami dengan sang Kakak yang tidak pernah akur.
Marvin segera menggendong tubuh Kyra menuju mobil untuk menuju Rumah sakit miliknya tempat dimana Clara juga dirawat iikuti yang rombongannya meninggalkan Daniel dan beberapa anak buahnya yang ia suruh untuk menemani pria paruh baya itu dulu sampai keadaan kondusif.
Sampai diRumah sakit,Semua merasa Lega melihat Kyra dan Leo selamat.
"Mamy lega Sayang kau dan Leo baik baik saja....sekarang kau istirahat ya....agar cepat pulih"Ujar Mamy Nya saat melihat Kyra digendongan Marvin.
__ADS_1
Sementara Leo yang berada digendongan Fabian menangis keras saat melihat sang Mama yang masih terbaring Clara sudah melewati masa kritisnya tapi ia justru mengalami koma.
Melihat sang cucu datang,Calvin segera mendekat.Ia melihat sang cucu begitu sangat tampan membuat rasa bersalah dan penyesalannya semakin dalam.Ia merasa malu dengan dirinya sendiri.Karena dulu telah tega membuang anak setampan itu.
"Sayang dia adalah Kakek Calvin, kakek nya Leo...."Ujar Fabian yang mengenal kan Leo pada Calvin yang sudah merentangkan tangannya.
Leo yang sudah berhenti menangis memandang lekat Calvin yang baru pertama kali ia lihat.Perlahan Calvin menyambut rentangan tangan sang kakek.
Calvin memeluk erat sang cucu lalu menghujani kepalanya dengan kecupan sayang.
Semua yang melihat merasa terharu dan lega Akhirnya tuan Calvin mau menerima kehadiran sang cucu.
"Apa kau ingin melihat mamamu?"tanya Calvin.
Leo mengangguk pelan "Iya Kek ......"
Calvin lalu membawa Leo yang berada digendongan nya masuk keruangan Clara diikuti Fabian.
Clavin mendudukkan Leo disamping tubuh Clara.
Lalu Leo menggenggam tangan Clara erat.
"Ma.....bangun ma......Leo udah disini......hiks hiks hiks hiks"Ujar Leo yang menangis lagi.
Leo lalu mencium kening sang Mama lembut membuat semuanya semakin. terharu.
"Ayo Ma bangun ma........Leo rindu Mama"
Calvin dan Fabian hanya bisa terdiam melihat ikatan kuat yang terlihat antara anak dan ibu itu.
Mata Fabian membulat saat melihat jemari Clara mulai bergerak.
"Leo jari mamamu bergerak,,Ayo panggil terus mamamu"ujar Fabian yang membuat semua itu terkejut.
Leo terus memanggil Clara hingga gerakan jemari Clara semakin nampak.
Tak lama kedua mata Clara terbuka perlahan,Semua semakin terkejut.
"Mama......ini Leo ma"ujar anak itu lalu memeluk sang Mama.
Fabian segera menekan tombol diatas dinding untuk memanggil dokter.
Para dokter pun berdatangan untuk mengecek keadaan Clara dan benar saja keadaan wanita berusia 30 tahun itu sudah sepenuhnya sadar.
Kyra menangis haru melihat ya.
"Ternyata kau menungggu Leo Kak untuk sadar......Ikatan darah diantara kalian memang tak bisa dipungkiri."
__ADS_1
Marvin memeluk erat sang Istri yang masih berada digendongan nya.