
**Maaf ya jika ceritanya tidak sesuai yang kalian inginkan.....ingat ya ini hanya Novel...Author hanya ingin menghibur saja,,Menulis bukan hal yang mudah, perlu ide dan waktu yang lumayan menguras...Jadi jangan lupa beri Like dan Komen kalian.....
Disini author cuma mau bilang jika Kyra dan Marvin masih menjadi tokoh utama.Dan mengenai sikap Kyra,Dia memang gadis yang penuh cinta kasih dan selalu berfikir positif terhadap semua hal.Hidup dan besar di Panti Asuhan membuat Kyra menjadi sosok yang baik dan berhati malaikat.
Jadi jangan menghardik tokoh Kyra ya Gaes .....
🌹🌹🌹
Sore Hari nya.
Para wanita dan Para pria sudah kembali kekediaman mereka masing masing.
Para suami terkejut mendengar cerita dari pada istri mereka mengenai pertemuan mereka dengan Luky dan sikap pria itu pada Kyra.Membuat para suami itu tercekat dan mengingat ucapan Kian tadi siang.
Apalagi Marvin yang merasa kesal setelah mendengar cerita sang Istri yang selalu terbuka dan bercerita padanya.
"Marah?"Tanya Kyra menatap sang suami yang duduk dihadapan nya sambil memijat kakinya.
Marvin tahu jika Sang Istri pasti merasa lelah setelah seharian jalan jalan.
"Hanya kesal...Kau tahukan apa yang aku mau?"tanya Marvin datar.
Kyra suka melihat ekspresi cemburu sang suami yang membuatnya semakin tampan.
Kyra mencubit kedua pipi Marvin gemas"Iya Sayang,Aku akan menjauhi Dia dan tidak berteman dengannya"
"Good....itu baru Istri Marvin.Aku tidak mau kejadian Erick dulu terluang lagi"ujar Marvin masih memijat kaki Sang Istri.
"Tidak usah terlalu khawatir,,Aku kan sedang hamil, Sebentar lagi menjadi seorang ibu"sanggah Kyra.
Marvin berdecak,"Bagaimana aku tidak khawatir,Kau begitu baik Sayang.Dulu Gio,Lalu Erick sekarang Luky....Ahhh rasanya ya aku ingin mengurung mu saja agar kau tak bertemu pria lain"Kesal Marvin.
Kyra mengerucutkan bibirnya"Kau terlalu berlebihan Sayang,,,Kau harus percaya padaku....Sini peluk aku"pinta Kyra manja.
Marvin segera mendekati Kyra dan memeluk tubuh yang semakin berisi itu sambil mengusap lembut Perut Kyra.
"Aku percaya padamu Sayang..."ujar Marvin pelan.
Kyra terseyum simpul"Kau lelah juga kan?Sini aku punya pijat!"
"Tidak Sayang.....emmm kau ingin minum susu sekarang atau nanti?"tawar Marvin.
"Nanti saja... Bagaimana kalau kita mandi bersama?"ujar Kyra yang membuat Marvin terseyum.
Kyra berusaha menghilangkan kekesalan dihati sang Suami.
"Jika itu maumu ,,Dengan senang hati Sayang,,,Aku siapkan air hangatnya dulu"ujar Marvin lalu beranjak menuju kamar mandi.
Kyra terkekeh melihat sikap semangatnya Marvin yang sangat suka jika mereka mandi bersama.
Tak lama Marvin yang kembali dari Kamar mandi Segera mengangkat tubuh Kyra menuju Kamar mandi.
__ADS_1
Dan terjadilah kemesraan keduanya,Bukan hanya mandi bersama tapi juga dengan pergumulan panas sepasang suami istri.
Malam harinya.
Gio sudah terlibat rapi dan menawan duduk disudut restoran mewah dikota itu.Ia menunggu kedatangan seseorang yang sudah lama tidak ia temui.
Tak lama seorang wanita cantik berwajah campuran dengan tubuh tinggi langsing dan rambut panjang lurus coklatnya datang menghampirinya.
Laura Wijaya,28 tahun.
Putri dari Andre Wijaya,Seorang dokter cantik dah hebat yang merupakan adik dari Luky Wijaya.
"Hay Gio...Sudah lama menunggu?"Sapa Laura dengan seyum ramahnya.
Gio berdiri menyalami Laura lalu duduk kembali.
"Tidak santai Saja, Bagaimana kabar mu Laura?"
"Baik Gi,Kau bisa lihat..Kau sendiri?Sudah lama kita tidak bertemu"
"Aku juga baik...Maaf aku terlalu sibuk,Dan kau juga pasti sibuk diRumah sakitmu...Aku tahu Kau dokter yang hebat"
Laura terseyum tipis mendengar pujian Dari Pria didepannya itu.
"Kau tahu kan menjadi Seorang Dokter adalah cita citaku dari kecil Gi"
Gio menganguk"Aku bangga padamu...Ehmm Kau tahu kan tujuanku mengajak mu bertemu makam ini?"
"Apa Kau menerimanya?"tanya Gio yang membuat Laura bingung menjawabnya.
Dari kecil Laura memang menyukai Gio,Tapi karena kesibukan untuk mengejar cita citannya ia tak bisa mendekati Gio,dan semakin jauh dengan Gio,Sampai ia mendengar tentang perjodohannya dengan pria itu,Jujur ia sangat senang tapi melihat sikap Gio yang acuh dan tidak mau menemuinya selama ini membuatnya ragu.Tapi Laura tak bisa menolak juga karena ia sangat menyayangi sang Mama.
"Kau sendiri?"tanya Laura balik membuat Gio mulai gugup dan didera rasa tidak enak hati, Karena menurutnya selama ini Laura adalah wanita yang baik dan sudah ia kenal dari Kecil,Tapi Gio hanya menganggapnya teman saja.
Melihat keraguan dimata Gio membuat Laura semakin yakin jika Cinta nya bertepuk sebelah tangan.
"Kau sudah memiliki Kekasih?"
Gio terperanjat dengan Pertanyaan Laura.
Perlahan Gio menganguk"Sudah,Dan aku sangat menyayangi nya"ujarnya pelan.
Sungguh hati Laura terasa sakit mendengar nya,Namun ia sadar ia tak bisa berbuat apa apa.Cinta memang tak bisa dipaksa.
Selama ini Gio memang menyadari jika Laura sudah sangat lama menyukainya lebih dari sekedar sahabat.Namun Gio hanya bisa diam tanpa bisa membalas perasaan itu karena ia hanya menganggap Laura sebagai adik sekaligus sahabatnya saja.
"Maaf kan aku Laura,,Aku tidak bisa menerima perjodohan ini,Kita sudah sudah saling mengenal dari kecil dan aku hanya menganggapmu sebagai sahabat baikku.Kuharap kau mau mengerti dan memahami ini."
Laura mencoba untuk tetap terseyum meskipun hatinya hancur,Penantiannya selama ini ternyata hanya sia sia saja.
"Aku mengerti Gi...Kau tidak perlu meminta maaf padaku.Aku yang merasa tidak enak pada mu,karena perjodohan ini membuat beban dihatimu..Aku akan coba bicara pada Mama,Untuk membatalkan perjodohan ini Gi"
__ADS_1
Gio tak menyangka Laura akan berkata seperti itu.Rasa bersalah nya terasa semakin besar.
"Terima kasih untuk pengertianmu Laura,Kau wanita yang baik dan hebat,Aku yakin kau bisa menemukan pria yang lebih baik dari aku.Sekali lagi maaf jika ini membuatmu kecewa."Ujar Gio penuh kesungguhan.
"Sama sama Gio,semoga kau bahagia dengan kekasihmu,,Kalau begitu aku pergi dulu,aku.masih ada urusan"Ujar Laura yang sudah tidak bisa berlama-lama menahan air matanya yang sudah siap jatuh.
"Kau tidak makan dulu denganku?"tanya Gio terkejut karena Laura terlihat ingin. cepat pergi.
"Tidak , terimakasih.Sampai jumpa lagi Gio,Bye ....."Pamit Laura lalu segera pergi dari hadapan Gio.
Gio menatap Laura yang terlihat terburu buru meninggalkannya.
"Maaf kan Aku Laura,Jika ini menyakitimu,Tapi sungguh aku hanya menganggapmu hanya sebagai sahabat ku saja"gumam Gio yang terlihat sendu.
Sampai dimobil,Laura menangis terisak,dan kencang.
Hati Wanita itu sungguh hancur dan sakit saat ini.Ia meluapkan semua kesedihan lewat tangisannya.
Ia tak menyangka jika kecurigaannya selama ini benar,Jika Gio sudah memiliki Kekasih hati.
Awalnya ia mendengar dari Sang kakak dan karyawan Gio yang ia kenal tapi Mamanya mencoba menepis itu dan terus menyakinkannya untuk tetap meneruskan perjodohan ini meskipun ia sendiri senang dengan rencana mamanya itu.
Sungguh Laura tak menyangka,Gio akan secepat ini mengakui kebenaran nya.Laura kira masih ada kesempatan untuk nya dan Hati Gio bisa terbuka untuk nya.Selama ini Laura hanya diam tanpa ingin menemui Gio terlebih dulu karena ia tak ingin Gio merasa risi atau benci padanya.Laura hanya bisa menunggu sampai Gio mau menemuinya lebih dulu.
Setelah puas menangis dan merapikan kembali make upnya Laura segera menjalankan mobilnya kembali kerumah besarnya.
Mata sembab dan wajah sedih Laura tak bisa ia tutupi dan itu bisa dilihat jelas oleh Luky kakaknya.
"Dari mana kau Ra?"tanya Luky saat melihat sang adik ingin naik ketangga.
"Bertemu teman Kak!"jawab Laura tanpa mau melihat sang kakak.
"Gio kan??"tanya Luky Dingin membuat Laura menoleh menatapnya dalam.
Melihat Sang Adik hanya tertegun,Luky mendekat"Kakak tidak terima jika dia membuat mu terluka atau sedih Ra...Kau mau apa katakan pada Kakak?"
Laura menggeleng pelan"Laura hanya ingin sendiri dulu kak,Laura kekamar dulu"
Luky menatap sendu kepergian adiknya,ia mengepalkan kan kedua tangannya.Ia merasa marah dan emosi seketika.Ia begitu menyanyangi sang adik dan tak ingin melihat nya terluka sedikitpun.
Luky lalu menghampiri sang Mama yang berada dikamarnya.
"Ma Hentikan perjodohan antara Laura dan Gio,Mama Lihat sendiri,Laura terlihat sedih ma"
"Mama tidak bisa nak,Kau tahukan,Dari dulu,adikmu itu mencintai Gio dan dengan perjodohan ini Laura akan bahagia bisa bersama Gio."ujAr Mama Lisa.
"Tapi Ma,Gio itu sudah memiliki kekasih"selak Luky.
"Iya tapi Tante Siska tidak menyukai nya,Tante Siska berjanji akan membuat Gio menerima Laura dan akan membuat Gio menjauhi gadis itu"ujar Mama Lisa yakin.
Luky mengusap wajahnya kasar"Terserah Mama Saja...tapi ingat Ma,Jika Laura semakin terluka,Luky akan memberi pelajaran untuk Gio"
__ADS_1
Luky lalu pergi begitu saja meninggalkan sang Mama yang sebenarnya juga khawatir dengan nasib sang putri.