Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
Makan malam hangat.


__ADS_3

Seminggu berlalu.


Kondisi Kyra dan Mita sudah pulih kembali.


Erick juga sudah bisa berjalan meski dengan pelan dan ia juga sudah pulang kerumahnya.Dengan sabar Abel merawat sang Kakak.Dan karena kejadian itu,Abel berubah menjadi sosok yang pendiam sekarang.


Waktu itu saat masih dirumah sakit setelah meminta maaf pada Kyra dan Marvin,Abel juga meminta maaf pada Kian dan Mita.


Meski Kian masih sedikit kesal dengan Abel tapi ia tetap mau menerima permintaan maaf wanita itu.


Sore Hari Dikediaman Kian.


Kyra terlihat sedang sibuk didapur bersama Mamy Jia,Mita dan Icha.


Malam ini sesuai rencana Kyra,ia ingin mengadakan makan malam besar sebelum acara pernikahannya yang akan dilaksanakan tiga hari lagi.


Makan malam yang spesial yang akan diadakan ditaman belakang kediaman Kyra.


Dia mengundang Erick dan Abel dimakan malam ini tanpa memberi tahu Kian dan Marvin sebagai kejutan.


Kyra ingin agar hubungannya erick dan abel dengan Kakaknya dan Marvin semakin dekat.


Pukul 7 malam semua hidangan sudah siap terhidang dimeja makan yang besar dan panjang.Meja yang sudah dihiasi lilin dan bunga indah dengan dekorasi lampu indah disekeliling taman.


Kian dan Marvin serta Gio sudah pulang dari kantor sejak sore tadi tentu atas permintaan Kyra.Tentu Kyra juga mengajak.Gin,Dika dan tara untuk ikut bergabung.


Terlihat Semua sudah rapi dan duduk dikursi masing masing.hingga kedatangan Erick,Abel dan Roy mengalihkan perhatian mereka.


Awalnya Abel menolak untuk datang karena ia merasa sangat malu dengan kejahatannya selama ini tapi karena bujukan Erick akhirnya wanita matang itu pun mau untuk ikut.


Kyra terseyum ramah diikuti mamy Jia menyambut kedatangan mereka.


",Terima kasih ya Kak Erick,Abel,dan Kak Roy mau datang memenuhi undangannku"Ujar Kyra.


"Iya Kyra Kami juga senang bisa datang kesini"Ujar Erick yang masih harus berjalan pelan karena lukanya belum pulih benar.


"Tante juga senang kalian bisa datang...Anggap kami keluarga kalian ya"Ujar Jia tulus.


Abel terseyum kearah Jia dan Kyra yang begitu baik padanya


" Iya Tante,Terima kasih karena tante sudah mau menerima kami"Erick.


"Kau bilang apa Erick....Kau ini adalah Teman Marvin jadi sudah seperti putraku sendiri.Kita Lupakan masa lalu ya nak..Kita harus menjaga hubungan ini agar tetap baik" Pinta Jia tulus.


Erick mengangguk"Iya Tante".


Marvin dan Kian yang awalnya terkejut melihat kehadiran Erick mencoba untuk bersikap tenang dan menerima kehadirannya apa lagi melihat seyuman Kyra yang tulus menerima mereka.Seakan menjadi pembelajaran tersendiri untuk Marvin dan Kian bahwa manusia harus saling memaafkan dan manusia bisa berubah.


Kian sebagai tuan rumah lebih dulu menghampiri diikuti Marvin.


"Hallo Erick,Selamat datang Dirumahku,Bagaimana Keadaanmu?"Tanya Kian ramah.

__ADS_1


Erick terseyum simpul"aku sudah membaik,terima kasih untuk undangannya Kian"


"Selamat datang juga Erick,Aku senang kau sudah terlihat sehat sekarang"imbuh Marvin.


"Terima kasih Marvin" Erick.


"He....Sudah sudah....bicaranya nanti saja ya....kita makan dulu...kasihan Kak Erick terlalu lama berdiri,dia kan belum pulih benar.Ayo Kak silahkan duduk" Ujar Kyra yang menyela membuat Erick merasa senang karena Kyra begitu perhatian padanya.


Semuanya pun sudah duduk.


Kyra lalu berdiri untuk mengucapkan sesuatu.


"Terima kasih ya untuk semua kakak kakakku dan sahabat yang sudah mau berkumpul disini untuk acara makan malam yang bagiku ini akan menjadi momen yang tak akan pernah aku lupakan sepanjang hidupku.


Sebelum aku menikah aku ingin kita semua berkumpul untuk lebih memperkuat hubungan diantara kita karena kita sekarang adalah keluarga.Semoga tidak ada lagi permusuhan,dendam atau benci kedepannya.Ingat kita ini Kekuarga..


Aku juga meminta doanya semoga acara pernikahan ku dengan Marvin bisa berjalan dengan lancar.Sekali lagi terima kasih..", Ujar Kyra dengan seyum yang tak pernah lepas dari bibirnya.


Semua orang bertepuk tangan dan terseyum kearahnya.


"Silahkan.dinikmati hidangannya Nak Erick,Abel dan Roy.Jangan sungkan ya",Ujar Mamy Jia.


"Baik Tante"Erick.


Marvin,Kian dan Gio yang duduk berpasangan dan terlihat perhatian pada pasangan mereka membuat yang lain merasa iri,Apalagi Erick yang sesekali melirik kearah Kyra yang begitu bahagia berada didekat Marvin, hatinya seakan terasa ngilu dan itu dapat dilihat oleh sang adik,Abel.


Abel merasa kasihan pada Sang Kakak karena cintanya harus bertepuk sebelah tangan.


Suasana makan malam terasa sangat hangat,semua bisa berbaur menjadi satu dan lebih akrab.Abel juga sudah mau terseyum dan berbicara dengan yang lain membuat Erick merasa lega karena adiknya sudah terlihat berubah.


Erick yang ingin pulang terlihat berdiri,membuat Kyra,Jia dan Marvin mendekat.


" Karena sudah malam kami pamit pulang dulu"Ujar Erick.


"Terima kasih Ya Kak dan rawat luka kakak dengan baik" Jawab Kyra terseyum.


Erick mengangguk pelan.


"Hati hati ya Nak dan jaga kesehatan kamu" ujar Mamy Jia.


"Iya tante terima kasih.Selamat mlam." Ujar Erick lalu pergi setelah berpamitan dengan Kian dan Gio juga.


Abel lalu menggandeng sang Kakak hingga kedalam mobil.


Didalam perjalanan Erick hanya terdiam melihat kearah luar jendela.


Abel menggenggam tangan Erick membuat pria tampan itu menoleh"Aku tahu Kakak sangat mencintainya dan aku tahu sesakit apa hati kakak sekarang....Tapi aku yakin suatu saat nanti Kakak akan bertemu lagi dengan wanita yang tepat"


Erick terseyum simpul"Terima kasih ya Adikku Sayang atas doamu,tapi entahlah...apa kakak bisa bertemu lagi dengan wanita lain sebaik dia..Melupakannya saja akan sulit untuk Kakak Bel.Kakak berharap dia selalu bahagia"


"Pasti bisa kak...dan Kakak juga harus bahagia...ok" ujar Abel memberi semangat pada Erick.

__ADS_1


Erick menghela nafasnya pelan membuang semua sesak dalam dadanya.Baginya cinta nya pada Kyra kini hanya bisa ia simpan dalam hatinya yang terdalam entah sampai kapan.karena sosok Kyra akan sulit tergantikan dihatinya.


Sementara setelah semua pulang,terlihat Kyra duduk ditepi kolam renang bersama Marvin.


"Kau sudah lega sekarang sayang?" Tanya Marvin.


Kyra terseyum lebar"Sangat lega....akhirnya tidak ada lagi rasa benci dan dendam diantara kita.Aku sangat bahagia malam ini"


"Dan kau juga harus menjaga tubuhmu untuk hari spesial kita",Marvin.


Kyra reflek hormat pada Marvin" Siap Pak Bos....,"membuat Marvin gemas dan mendekat.


"Mau ngapain?" Tanya Kyra bingung.


"Menurutmu?" Seyum jail Marvin.


"Pulang gih....."Suruh Kyra.


" Aku ingin tidur disini"ujar Marvin lalu memeluk erat tubuh Kyra.


"Pulang Marvin....tunggu 3 hari lagi..oh ya dan ingat mulai besok malam kita tidak boleh bertemu.",


"Kenapa harus begitu,Aku tidak mau", Ujar Marvin yang sudah menyenderkan dagunya dipundak Kyra.


" Itu tradisi Marvin...Sudah ah...pulang sana...."


"Kau mengusirku??" Ujar datar Marvin.


Kyra lalu mencium kilat bibir Marvin."Pulang ya Sayang ini sudah malam"


Marvin terseyum"Okey Sayang...Aku pulang dulu"


Kyra lalu mengantar Marvin sampai depan rumah,Melihat sang kekasih hingga berlalu pergi.


Kian yang melihat Kyra dari luar mendekat.


"Kau bahagia sekarang Ky?"


Kyra memeluk hangat tubuh Kian"Sangat Kak"


"Sekarang persiapkan dirimu untuk acara pernikahanmu..Kau sudah siap kan menjadi seorang Istri?"


Kyra mengangguk mantap"Siap Kak"


Kian spontan mengacak rambut sang adik"Tak terasa kau sudah dewasa Kyra,Dan Kakak harus melepaskanmu untuk suamimu."ujar Kian murung.


Kyra kembali memeluk hangat sang Kakak"Aku tetap adikmu Kak...dan kau adalah orang yang sangat berarti dihidupku,Aku ingin kakak juga bahagia.Dan selamanya kita akan tetap seperti ini"


"Yasudah,,tidur gih.....sudah malam" titah Kian melerai pelukannya.


Kyra mengangguk"Selamat malam kakakku yang tampan"

__ADS_1


Setelah melihat Kyra berlalu,Kian memandang foto kedua orang tuanya yang telah tiada dengan lekat.


"Kyra sudah besar Pa,Ma....Dan dia akan menikah.Semoga kalian ikut bahagia disana"


__ADS_2