
Terimakasih untuk semua dukungan kalian semua ya....Jangan pernah bosen ya....Matur swun...❤️❤️
🌹🌹
Pukul 22.00.
Dua mobil mewah sampai didepan sebuah bekas pabrik mobil yang terlihat luas,kotor dan sepi.Meskipun banyak terdapat mobil mobil bekas dan tua ditempat itu tapi sebenarnya itu hanya kamuflase yang dibuat Kian untuk menyembunyikan markasnya yang mengerikan.
Suasana dingin dan lembab langsung terasa saat pria pria tampan itu turun dari mobil.
Seyum miring Marvin terlihat saat pandangannya mengelilingi tempat itu.
Langkah mereka langsung tertuju pada ruang bawah tanah yang lebih gelap lagi.
Benar dugaan Marvin selama ini,Jika Kian memiliki markas yang mengerikan.Sama halnya Marvin, Erick juga merasa begitu.Berbeda dengan Fabian yang merasa terkejut dengan tempat itu.Ternyata jiwa setan Kian belum benar benar sembuh.
Jika Kyra atau Mita sampai tau tempat ini,dapat dipastikan mereka akan marah pada Kian.
"Kau benar benar Gila Ky,Ini bukan markas tapi penjara!"ujar Marvin saat mereka berjalan di lorong panjang nan temaram.
"Tutup mulutmu,Ini rahasia.Awas kalo Kyra atau istriku tahu!"ujar Kian yang membuat Marvin tertawa reyah.
"Sudah berapa orang yang kau bunuh ditempat ini Ky?"Tanya Fabian heran.
"Lumayan"jawab Kian santai.
Kian benar benar gila menurut Fabian.
Sejak kedatangan Kian dan yang lain nya,Anak buah Kian yang berjaga selalu memberi hormat dengan menunduk.
Pria pria tinggi berjas hitam dengan kacamata hitam dan earphone ditelinga mereka masing masing.Mereka adalah anak buah Kian yang sudah lama bertugas menjaga tempat itu.
"Dimana dia?"tanya Kian pada seorang pria yang mendekat.Pria itu adalah tangan kirinya dimarkas tersebut.
"Diruangan paling ujung tuan!"jawab sang tangan kiri Kian,Lalu mengantar sang bos menuju ruangan itu.
Melihat tawanannya yang belum sadar Kian mengintruksikan untuk menyiram dengan air dingin kewajah preman itu.
Byurrrr.....
Kian merenggangkan tubuhnya lalu masuk kedalam ruang dingin dan lembab itu lalu duduk di kursi yang sudah disediakan sementara yang lain hanya mengawasi dari luar jeruji besi.
Perlahan preman itu tersadar dan nampak terkejut dengan keberadaan nya,apalagi sosok yang menatapnya tajam.
"Sudah bangun ...??Katakan siapa yang menyuruhmu melukai Icha!"Ujar Kian dengan suara dinginnya.
Preman itu bingung harus bagaimana,ia sudah berjanji untuk menutup identitas orang yang sudah membayarnya tapi ia juga takut dengan ancaman dan siksaan pria didepannya itu.
Preman itu menggeleng pelan"Saya tidak tahu tuan,Saya hanya disuruh saja!"
Kian terseyum smrik"Jangan coba coba membohongiku Breng...k!"
Kian mulai memberikan pukulan demi pukulan ketubuh preman naas itu.
Fabian menutup mata sekilas melihat kekerasan Kian didepan matanya sementara Marvin dan Erick hanya bisa terdiam.
Kian yang geram mengambil sebuah pistol dan dihadapkannya langsung kewajah preman itu"Cepat katakan atau peluru ini akan bersarang diotakmu !"ancam Kian lagi.
"Kau sudah salah bermain main dengan ku,Kau sudah berani mengusik keluarga ku jadi sebentar lagi kau akan mendapat balasan yang lebih menyakitkan.Cepat katakan siapa yang menyuruh mu!"Ujar Kian dengan sorot tajam.
Preman itu masih terdiam,membuat Kian kehabisan kesabaran.
__ADS_1
"Kendalikan emosimu Kian!"
Hampir saja Kian menarik pelatup pistol itu namun aksinya dihentikan oleh teriakan Fabian.
Marvin yang kesal ikut masuk dan menatap tajam preman yang sudah terlihat lemas itu"Atau kau ingin aku menyakiti keluargamu?hmmmm"Ancam Marvin yang tak kehabisan akal.
"Cepat katakan siapa yang menyuruhmu!"Pekik Kian.
"Baik saya akan mengatakan nya"Mendengar ancaman yang menyangkut keluarganya, Preman itu pun mengakuinya"Dua hari yang lalu ada seorang wanita paruh baya yang menemui bos saya,Saya tidak tau siapa namanya.Wanita itu menyuruh kami untuk memperkosa wanita itu!"
"Seperti apa ciri ciri orangnya?"tanya Fabian.
"Umurnya sekitar 50 an tapi masih cantik,berkulit putih dan terlihat angkuh!"
Deg.......Semua tertegun mendengar jawaban preman itu.
Ternyata apa yang menjadi dugaan mereka ternyata benar adanya.Dalang dibalik kejahatan ini.
"Berapa upah yang kalian terima?"tanya Erick yang penasaran.
"Bos saya bilang wanita itu memberi imbalan 500juta"
Ini benar benar membuat semua nya terkejut.
"Ok,Aku ampuni kau kali ini,tapi kau masih harus tinggal disini,sampai aku menemukan bosmu itu!"Ujar Kian lalu berdiri dan keluar dari ruangan itu.
"Jaga dan Awasi dia dengan ketat,Aku pergi dulu.!"Ujar Kian lalu pergi diikuti yang lain.
"Kau dengar bukan,Dugaan kita sepertinya benar!"ujar Marvin pada Kian.
"Jika Sampai itu benar dia,maka aku akan memberinya pelajaran meski dia perempuan!"sarkas Kian.
"Fabian benar,Ini akan menjadi pukulan berat untuk Gio,Kita harus benar benar memiliki bukti yang kuat sebelum mengatakan semua padanya.Untuk saat ini sebaiknya kita diam dulu"Ujar Erick.
Semua mengangguk dan menuruti saran Erick.
Sementara diRumah Kian.
Kyra dan yang lain sudah tiba dari rumah sakit.
Gin masih dibantu Beny langsung menuju Kamar Gin dilantai satu.
Dengan cekatan Beny membantu Gin berganti baju dan berbaring di ranjang nya.
"Terima kasih Ben!"Ujar Gin saat Beny hendak pergi.
"Sama sama,Jika kau perlu bantuan,katakan saja!"jawab Beny yang diangguki Gin.
Setelah beny pergi,Gin yang merasa nyeri di lengannya teringat akan kondisi preman yang dikurung bosnya.Ia merasa penasaran,siapa dalang dibalik pelecehan Icha .Selama ini Gin lah yang mengurus orang orang yang menjadi tawanan dimarkas tersebut
Lamunan Gin buyar saat seseorang mengetuk pintunya.
Dengan ragu Sita yang disuruh oleh Mita untuk membawakan makanan masuk perlahan kedalam kamar Gin.Kamar dengan nuansa abu dan hitam sesuai dengan karakter sang pemilik,dan Sita adalah wanita pertama yang masuk kedalam kamar Gin.
"Maaf Kak,Sita disuruh Kak Mita untuk mengantar makanan ini untuk kakak"ucap Sita menahan kegugupannya.
"Aku tidak lapar,Bawa kembali saja makanan Itu"ujar Gin datar.
"Tapi kak,Kakak harus makan.Ini untuk kesehatan kakak sendiri."ujar Sita memberanikan diri.
Gin yang memang merasa sangat lapar karena ia belum makan malam mencoba untuk bersikap biasa.
__ADS_1
"Taruh saja dimeja!"perintah Gin singkat.
Sita pun meletakkan nampan berisi makanan diatas meja lalu hendak pergi dari kamar itu.Sita tau betul Gin kesusahan untuk makan karena kedua tangannya terluka.
Sita yang sudah sampai didepan pintu akhirnya berbalik dan mendekati Gin lagi membuat pria itu tertegun dan terkejut.
Apalagi saat Sita mengambil piring berisi makanan lalu dengan berani duduk disamping Gin diatas ranjang.
Entah keberanian dari mana yang jelas Sita merasa gemas dengan sikap dingin Gin.
"Kalau lapar jangan ditahan kak!Buka mulut kakak!"ujar Sita berani menyuruh Gin.
"Sebaiknya kamu keluar Sita,Saya tidak.lapar!"Ujar Gin tegas.
"Aku tahu tangan kakak masih sakit digerakkan apalagi untuk makan.Jadi sebaiknya buka mulut kakak,Atau aku akan melaporkannya pada Kak Kian,kalau kakak tidak mau makan!"Ujar Sita berani.
Gin menatap Sita lekat membuat debaran jantung dihati semakin cepat."Kau mengancam ku?"
"Anggap saja begitu!Buka mulut kakak atau biar Kak Kian sendiri yang menyuapi kakak?"ujar Sita yang membuat Gin tak bisa berkutik lagi.
Dengan terpaksa Gin membuka mulutnya dan menerima suapan dari tangan Sita.Dalam hati gadis itu merasa sangat senang.Ternyata Gin bisa luluh juga jika ia bersikap sedikit memaksa.
"Nah gitu dong Kak,Kalau kakak makan berarti kakak akan cepat pulih lagi!"
Sita terseyum melihat Gin menerima suapan ketiga membuat Gin merasa heran sekaligus tersadar jika Sita adalah gadis yang cantik.
"Kenapa terseyum?ada yang lucu?"tanya Gin datar.
Sita menggeleng pelan sambil tersenyum"Kakak itu ternyata begitu menggemaskan!"
"Saya bukan boneka!"jawab Gin.
"Iya memang bukan boneka tapi es batu yang susah untuk dicairkan,begitu dingin sulit didekati"
Ucapan Sita membuat Gin terdiam menatap wajah Sita yang putih bersih.
Baru kali ini ada gadis yang berani mengatakan hal itu padanya.
Suapan Keenam Gin menolaknya."Saya sudah keyang!"
Sita terseyum dan cukup lega ,Gin mau sedikit makan.
"Minum dulu ya Kak!"ujar Sita menyodorkan segelas air putih dan diminum langsung oleh Gin.
"Oke....sekarang kakak istirahat ya,Jangan begadang dan memikirkan hal hal lain."Ujar Sita sambil menarik selimut Gin menutupi tubuh pria tampan itu sampai sebatas perut.Lagi lagi dengan jelas Gin bisa melihat wajah cantik Sita dari dekat"Selamat malam es batu!"ucap Sita terseyum lalu keluar dari kamar itu.
Sementara Gin hanya bisa diam menatap kepergian Sita yang begitu perhatian padanya.Gin mulai merasa ada yang aneh dengan tatapan Sita padanya dan dia seakan tak bisa menolak tatapan hangat itu.
"Apa aku seperti es batu?"gumam Gin sendiri.
Sedangkan Sita yang merasa senang masih berdiri dibelakang pintu kamar Gin,ia menyentuh dadanya yang berdetak cepat.Berada didekat Gin seperti tadi membuat debaran jantung nya semakin cepat.Sita terseyum mengingat momen manis yang baru saja ia alami.
"Aku benar benar sudah jatuh hati padamu Es batu!"ujar Sita terseyum manis lalu kembali ke dapur.
Kyra yang sengaja melihat itu merasa senang,Ia berharap cinta Sita tak bertepuk sebelah tangan dan bisa terbalaskan seperti cintanya pada Marvin.
🌺🌺
Duh sebenernya banyak adegan kekerasan yang Author Skip ya....karena gak lulus review dari pihak noveltoon jadi author ganti dan potong .Jadi gitulah sedikit mengurangi ketegangan didalam markas.Harap dimaklumi yaa..
Author tuh sebenarnya baper banget lho sama kisah Gin dan Sita ini...Nanti akan ada sita yang membuat kalian mewek.....jadi siapin tisu ya.......
__ADS_1