Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
SS2-11..Janji dan Permintaan


__ADS_3

Hari Berlalu.


Cleo sudah pulang Ke apartemen Erick.


Pria berkarisma itu mulai memperlakukan Cleo dengan lembut membuat Gadis itu bingung dan bertanya-tanya,apa Erick lembut padanya karena ia sedang mengandungnya anaknya??.


Erick juga sudah menyuruh Roy untuk membeli susu ibu hamil membuat Cleo membulat kan matanya karena banyak nya susu dengan berbagai varian rasa yang dibawa Roy.


"Kenapa membeli banyak sekali susu?"Tanya Cleo dingin.


"Agar kau bisa memilih"jawab Erick cepat.


Cleo berdecak"Buang buang uang saja"


"Mulai malam ini kau tidur dengan ku,,jangan membantah!"ujar Tegas Erick.


Mata Cleo semakin membulat"Tidak mau...Kita belum menikah"


"Dua hari lagi,,,Aku sudah mengurus semuanya.Dan aku akan segera meminta ijin pada Orang tuamu.


Cleo semakin terkejut dengan keputusan besar Erick yang tanpa meminta persetujuan nya.


"Semua barangmu sudah dipindah Roy,juga motormu sudah aku simpan?"ujar Erick yang membuat Cleo semakin kaget.


Pasalnya dalam semalam,Erick melakukan banyak hal.


"Padahal Aku masih Ingin Balapan"Ujar Lirih Cleora sambil membrekut.


Spontan Erick menatapnya tajam.."Jangan harap kau bisa balapan lagi....Apa kau lupa,kau sedang mengandung!"ujar Tegas Erick tak terbantahkan.


Cleo semakin kesal dengan sikap Erick.


"Tapi Aku punya permintaan,aku masih ingin menjadi Bartender karena itu hobyku"Ujar berani Cleo.


Erick menutup matanya sesaat,mana mungkin ia membiarkan istrinya nanti menjadi tatapan para pria brengsek tapi ia juga tidak bisa menghalangi kebebasan Cleo.Cleo juga butuh hiburan.


"Okey aku ijinkan tapi hanya sampai usia kandungan mu 4 bulan.Dan kau harus diawasi oleh bodyguard."ujar Erick yang membuat Cleo Kesal.


"Satu syarat lagi jika kau masih ingin bisa bekerja diClub"sambung Erick yang duduk dihadapan Cleo sambil menyilang kan kedua kakinya.


"Apa?"tanya Cleo menaikkan alisnya.


"Kau hanya sampai Pukul 11 diClup dan aku sendiri yang akan menjemput mu,Satu hal lagi,ijinkan aku menyentuh perutmu setiap malam...aku ingin mengusap anakku"


Cleo terkejut dengan permintaan konyol Erick"Aku tidak mau"


"Heyyyy jangan halangi aku untuk menyanyangi anakku.....ya sudah kalau kau tidak mau,,Jangan harap kau bisa keluar dari Apartemen ku apalagi pergi bekerja diClub"ujar dingin Erick.


Cleo dibuat mati kutu,pilihan yang sulit untuknya.Mau tak mau ia harus menuruti permintaan Pria Arogant didepannya.Gadis itu membrekut kesal rasanya ingin meninju wajah itu tapi sayangnya wajah itu terlalu tampan.


"Okey..tak ada pilihan,aku mengalah"ujar Kesal Cleo yang membuang muka."Tapi cuma perut saja awas yang lain,Aku akan meninjumu jika kau melewati batas"Cleo mengepalkan tangan kearah Erick dengan mata melotot membuat pria itu terkekeh lalu berdiri dan duduk disamping Cleo.


"Berjanjilah....jaga dirimu dan anakku sebaik mungkin,saat aku tidak ada,Mungkin aku akan sangat sibuk."ujar Erick lembut dengan tatapan matanya yang lekat pada Cleo.


Seketika ada gelagar aneh yang terasa dihati Cleo,ia merasa Erick menjadi sosok yang berbeda sekarang.Apalagi wajah tampan itu seperti membiusnya.


Namun secepat nya Cleo memalingkan pandangannya dari tatapan Erick.


"Okey aku berjanji"ujar datar Cleo.


Erick lalu mengeluarkan sebuah Kartu Black Kardnya untuk Cleo"Ini untuk membeli semua keperluan mu"


Gadis itu terkejut,ia jelas tahu itu kartu apa"Aku tidak perlu uangmu,apalagi kartu itu,itu terlalu berlebihan"ujar Cleo datar.


Erick terseyum,ia kagum pada Cleo yang tidak matre dan sederhana.


"Kalian adalah tanggung jawabku,Jadi sudah sepantasnya aku memberimu kartu ini..."


"Bagaimana jika aku menghabiskan uangmu?"tanya Cleo berani.

__ADS_1


Erick justru terseyum lebar"Habiskan saja jika kau mau..itu tidak akan membuatku miskin"Ujarnya santai, karena ia tahu Cleo tidak akan mungkin melakukan nya.


"Cihhh Sombong"umpat Cleo.


Mendengarnya umpatan itu justru membuat Erick senang.


Setelah itu Erick meletakkan kartu itu dimeja lalu mengusap kepala Cleo lembut membuat Cleo mematung tanpa menolak.


"Istirahat lah dikamar,aku harus pergi kekantor,Nanti ada Art yang akan menemani dan melayanimu.Juga ada beberapa penjaga diluar.Aku pergi dulu"pamit Erick lalu pergi.


Cleo menatap datar punggung lebar yang mulai menjauh itu.Ada sesuatu yang tiba tiba membuatnya sedih"Apa karena hormon kehamilan ini ya?kenapa aku jadi cengeng sekarang,,,Apalagi melihatnya pergi seperti ada yang kurang!"Cleo mengela nafasnya kasar.


Kini hidupnya akan benar benar berubah.Menjadi Ibu sekaligus Istri diusia yang sangat muda tidak pernah ia bayangan sebelumnya.Kini fokusnya hanya tertuju pada sang buah hati yang ada diperutnya.


"Jaga dia dengan baik,Jangan sampai lengah.Jika ada tamu laporkan padaku"Ujar tegas Erick pada tiga pengawal yang berjaga diluar sebelum ia pergi.


Ketiga pria tinggi tegap berseragam hitam itu menunduk serempak"Baik Bos"Mereka begitu segan pada sosok Erick yang begitu menakutkan jika ada yang berani menyentuhnya.


🌺🌺


Siang hari


Disebuah Restoran depan kantor BR group.


Sepasang sejoli sedang makan siang bersama.


Icha mengerut kan keningnya melihat Gio hanya mengaduk makanannya seakan memikirkan sesuatu yang berat.


Icha lalu menyentuh lembut tangan Gio"Ada apa kak...katakan padaku jika ada masalah...Kau bilang kita harus saling terbuka!"


Gio membalas usapan tangan Icha lalu terseyum simpul.


"Berjanjilah padaku Cha,Jangan pernah goyah dan tinggalkan aku,Apapun yang terjadi nantinya"ujar Gio serius.


Icha langsung mengangguk cepat" iya Kak aku berjanji...tapi katakan ada apa sebenarnya?"


Wajah Gio berubah murung"Mama lagi lagi memaksaku untuk pergi berkencan bersama Laura..."


"Maaf,,pasti kau sakit mendengar nya!"ujar Gio menatap mata Icha dengan sorot sendu.


"Icha tidak apa apaa Kak... bukan kah kakak bilang Icha harus kuat dan yakin jika suatu saat nanti mama Kakak akan menerimaku"


Gio terseyum mendengar ucapan Icha lalu mengusap pipi sang kekasih"Good itu baru pacar Gio."


"Sekarang Kakak makan ya....Icha gak mau kakak sakit"pinta Icha


"Suapi dong Pacar"pinta Gio manja.


Icha pun hanya menggeleng dan segera menyuapi sang kekasih dengan pelan.


"Aku akan menemui Laura untuk menjelaskan semuanya"ujar Gio sambil menguyah.


Icha menghentikan gerakan tangannya lalu menatap Gio"Kakak yakin?Bagaimana jika orang tuanya tidak terima kak,Icha takut"


Gio menggenggam erat Tangan Icha"percaya padaku Cha...Dan ingat kau juga harus menjaga Dirimu sendiri dengan baik"


Icha mengangguk"Tapi kakak juga tidak boleh marah yang berlebihan pada Mama Kakak,Icha tidak mau menjadi penyebab kerenggangan hubungan ibu dan anak kak,Berjanjilah!"


Gio terseyum bahagia,ia tidak salah memilih,Icha memang gadis baik.Ia sama sekali tidak membenci mamanya.


"Okey Sayang..."ujar Gio sambil mengusap lembut pipi cuby Icha.


Bluzzz pipi Icha memerah karena ucapan Sayang Gio yang baru pertama kali ia dengar dan usapan lembut Gio.


"Kenapa pipi mu?"Tanya Gio yang menahan tawanya.


Icha spontan menutupi pipinya dengan kedua tangan nya,ia sungguh malu.


"Jangan ditutupi Sayang....Aku suka melihatnya,kau semakin lucu...hahaha"Tawa Gio membuat Icha memukul lengan nya pelan.

__ADS_1


"Makan kak,jangan tertawa terus"sungut Icha yang melebarkan matanya.Semakin terlihat lucu bagi Gio.


Icha segera melanjutkan untuk menyuapi Gio.


Setelah makan mereka kembali keBR Group untuk menemui Kian,Mita dan Kyra yang sedang ada diruangan Marvin.


"Wow sepasang sejoli yang sedang dimabuk asmara sudah datang rupanya"Goda Kian.


Gio berdecak...."tutup mulutmu Ki..."


"Mumpung kalian ada disini aku ingin memberi tahu berita baik.Semalam Erick menghubungiku,Jika wanita yang ia lukai positif hamil dan dua hari lagi dia akan menikahinya"ujar Kian yang belum sempat bercerita tadi.


Perkataan Kian membuat Semuanya terkejut,Apalagi Kyra dan Marvin.


"Kau bilang apa, Erick akan menilah!"Ujar Fabian yang baru tiba.


"Hah kau datang,,,Iya...Erick sudah mantap untuk menikahi gadis itu"Ujar Kian.


Kyra terseyum bahagia,Ia senang mendengar kabar baik ini.Begitu juga dengan Marvin yang merasa Lega, karena Mantan Rivalnya itu sudah menemukan jodohnya.


"Wah tak kusangka Erick akan cepat menikah....Baguslah... Sekarang aku lega,tidak ada rival lagi"Ujar Sarkas Marvin yang langsung mendapat pukulan dari Sang Istri dilengan ya keras.Jangan lupa Kyra juga pandai bela diri seperti Cleo.


"Aduhhh... sakit Sayang....."protes Marvin .


Kyra mendelik"Rasakan.....makanya jangan asal bicara..Kita harus mendoakan mereka agar bahagia dalam hubungan pernikahan mereka.Ehhmmm aku jadi ingin bertemu dengan calon istrinya"ujar Kyra.


"Kau undang saja mereka datang nanti malam kerumah Kakak,Atau rumah suamimu,Kakak yakin jika kau yang menghubungi Erick,dia tidak akan menolak"Ujar Kian yang sengaja memancing amarah Marvin.


Dan benar saja,Marvin sudah menatapnya tajam,Pria bertato itu masih saja cemburu berat pada Erick.


Tawa Kian tergelak.."Kak...."Ujar Mita yang kesal dengan kelakuan sang Suami.


Kyra segera mengambil ponsel pintarnya lalu menghubungi Erick didepan semua orang,Marvin yang kesal mendelik kearah sang Istri yang sedang berbicara diponselnya.


Dikantor nya,Erick.yang terkejut mendengar undangan Kyra akhirnya menyanggupi untuk datang dikediaman Baskara.Meski Erick masih sedikit kaku dengan Marvin.


"Bagaimana Ky?"Tanya Fabian.


"Siiippp..Nanti kalian semua datang ya...Mamy pasti senang rumah rame lagi"ujar Kyra dengan senyum mengembang.


Kyra yang melihat sang suami masih diam spontan mencoel dagu sang suami"Jangan marah dong Suamiku yang tampan,Maco dan keren...nanti Dede didalam perut nangis loh.."


Marvin memang paling tidak bisa marah jika Kyra sudah menggoda dan memujinya.


"Cihhh.... dasar,,"Umpat Kian.


Lalu Mita melihat kearahnya Icha yang terlihat sedikit murung."Kenapa Kak?"


Icha Menggeleng pelan"Tidak ada apa apa Mit,,,Aku ikut bahagia mendengar kabar Kak Erick."


Kian menaikkan alisnya menatap kearah Gio"Bagaimana soal Laura?"tanya Kian langsung.


"Mama memaksaku lagi untuk berkencan dengan Laura..Aku akan segera menjelaskan semuanya padanya,Aku tidak mau masalah ini semakin berlarut"ujar Gio terlihat muram.


"Aku sudah bicara pada Clara,dia bilang akan membantumu berbicara pada paman Andre dan Istrinya"ujar Fabian.


Gio menggeleng"Jangan Fab,,Biarkan aku dulu yang bicara pada Laura.Jika keadaan sudah semakin kacau baru aku meminta bantuan istrimu"Fabian hanya mengangguk mendengar jawaban Gio.


"Lalu bagaimana dengan paman Gerald soal perjodohanmu?"Tanya Kian.


"Papa mendukungku,,tapi aku malas jika melihat papa dan mama bersitegang karena aku"ujar sendu Gio yang membuat Icha semakin bersalah.


Melihat itu Kyra segera menggenggam tangan Icha sambil tersenyum seakan memberi kekuatan.


Marvin menepuk bahu Gio yang duduk disebelah nya"Aku yakin kau bisa menyelesaikan masalahmu ini Gio dengan kepala dingin tentunya.. Semangat Man...."Marvin memberi semangat pada Gio.


Kian dan Fabian juga tak mau ketinggalan memberi dukungan pada Gio.


Kyra terseyum sambil mengusap lembut perutnya yang mulai menonjol diusia hampir 4 bulan kehamilan nya.Kyra bahagia melihat kehangatan sebuah hubungan sahabat yang terasa seperti keluarga sendiri.

__ADS_1


🌹🌹🌹


Terima kasihnya untuk semua Like dan Koment ya....Author merasa bangga dan senang karena karya recehan ini bisa menghibur kalian..... Matur suwun...


__ADS_2