
@@**Makasih ya buat yang masih nunggu Novelku.....Maaf kemarin author lagi gak mood nulis novel ini...Dan lagi mood nulis novel yang satunya...Novelnya udah rilis lho...Jangan lupa baca ya Novel baruku"Bukan Sembarang Hati"...Sekali lagi makasihya........@@
Hapy Reading ya**
Sesuai ide gila Kian,Marvin pun menyiapkan dirinya meskipun sebenarnya dia enggan untuk melakukannya.
Malam ini Marvin sudah berada di Club tempat Favoritnya dulu.Dari kejauhan Dika mengawasi sang bos.
Atas perintah Marvin,Tadi Dika sudah menghubungi Abel agar wanita itu datang menemui sang bos tentu dengan ucapan yang bisa memancing Abel agar mau datang.Dika mengatakan jika saat ini Marvin butuh teman karena baru saja putus dari Kyra.
Sementara Itu Mavin sudah menyiapkan tempat privet dan sebuah alat perekam yang ia letakkan dibawah meja.
Tak lama Abel datang dengan penampilan sexi nya yang sengaja ia tonjolkan untuk menggoda Marvin kembali.
"Hay Sayang....kau kenapa?" Sapa Manja Abel yang langsung duduk disamping Marvin dengan kedua kaki yang ia silangkan memperlihatkan Paha mulusnya.
Marvin berpura pura memasang wajah kusutnya"Aku baru saja putus dengan wanita itu"
Abel terseyum senang mendengarnya lalu tertawa reyah.
"Apa alasannya dia memutuskanmu?"
"Dia lebih memilih pria yang lebih muda dariku dan dia bilang,dia hanya ingin memanfaatkanku,,brengs...k.aku sangat membencinya sama seperti kakaknya Kian yang juga sangat aku benci''Ucap Marvin yang berpura pura marah.
"Sudah lah Sayang,kan masih ada aku yang selalu mendukungmu.Apalagi musuh kita sama"Ujar Abel yang mulai terpancing.
"Apa maksudmu?" Tanya Marvin yang semakin memancing Abel.
"Marvin aku sangat membenci Kian karena dia dulu menolakku secara kasar dan sempat membuat perusahaan papaku hampir bangkrut.Dan sekarang Adiknya sudah membuatmu kecewa,jadi bagaimana kalau kita bekerja sama untuk menghancurkan mereka?" Tawar Abel licik.
"Hmm ide yang bagus...ayo kita minum" Ajak Marvin sambil memberi kan Abel segelas minuman keras dengan kadar alkohol yang tinggi.
Marvin sengaja menyiapkan itu untuk Abel agar wanita itu setengah mabuk saat bersamanya.
Setelah Meminum bir itu,benar saja Abel mulai merasa sedikit pusing dan mulai merancau.
"Lalu apa rencanamu?" Pancing Marvin lagi.
Abel mulai menggeliat mengusap wajah Marvin lalu mengecup bibir Marvin kilat.
Marvin yang sebenarnya merasa jijik berusaha menahannya.
__ADS_1
"Hmmm harusnya dulu papaku berhasil membunuh mereka seperti Papaku yang sudah berhasil meleyapkan orang tua mereka,tapi takdir baik masih berpihak pada mereka,akhirnya mereka bisa selamat" Rancau Abel tanpa ia bisa tahan.
Marvin menyeringai mendengar pengakuan Abel yang sudah ia tunggu itu.
"Maksudmu apa Abel?aku tidak mengerti,jangan bilang papamu yang sudah meleyapkan orang tua Kyra dan Kian?" Pancing Marvin lagi.
"Hahahaha" Abel tertawa keras."Kau benar Marvin.Papaku hebatkan?Dan kau harus belajar darinya"
**Cihhhh aku tak sudi meniru orang bejat seperti papamu itu Abel**Gumam Marvin dalam hati.
"Apa kalian juga ingin menyingkirkan Kira dan Kian?" Marvin.
"Hmmm jika Itu diperlukan....
Saat ini Papaku sedang menyusun rencana untuk menghancurkan Perusahaan WIN group milik Kian" Ujar Abel yang membuat Marvin terkejut.
Ternyata ada banyak rencana buruk yang telah disiapkan oleh ayah dan anak ini.
Dika yang sedari tadi mengawasi Marvin dari jauh matanya seketika membulat melihat Kemunculan Kyra dengan Icha ditempat itu.
*Gawat....bisa terjadi perang kedua ini"*Gugup Dika lalu dengan sigap segera mengirim pesan pada Kian.
Sementara Marvin yang diberi tanda oleh Dika segera mengerti dan seketika merasa gugup.Segera ia menyuruh Abel meminum minumannya lagi agar wanita itu segera mabuk berat.
Kyra yang mendapat pesan dari Abel itu seketika merasa geram,tanpa pikir panjang ia mengajak Icha keClub itu tanpa sepengetahuan Kian yang sedang berada diruang kerjanya.
Diruang Kerjanya,Kian yang mendapat pesan dari Dika segera berangkat Keclub bersama Gin asistennya yang kebetulan sedang ada bersamanya.
"Marvin bisa membunuhku kalau sampai Kyra marah atau salah paham padanya..Sial ...kenapa Kyra bisa tahu hal ini" umpat Kian didalam mobil.
Setelah meminum minumannya Abel pun tak lama sudah tak sadarkan diri karena mabuk berat,bertepatan dengan itu Kyra datang bersama Icha.
"Marvinn.... apa yang sedang kau lakukan bersama Wanita licik itu" Teriak Kyra yang sudah marah besar.
Marvin langsung berdiri mendekati Kyra yang sudah menatapnya tajam.Marvin juga memberi tanda pada Dika untuk mendekat.
"Urus wanita itu dan antar pulang dia Ka,dan jangan lupa ambil rekamannya" perintah Marvin.
Dika segera menyuruh anak buahnya untuk mengurus Abel dan mengantarkannya pulang.
Marvin lalu menggenggam tangan Kyra yang langsung ditepis kasar oleh Kyra.
__ADS_1
"Sayang aku bisa jelaskan,Ini tidak seperti yang kau pikirkan.Kau harus percaya padaku" Ucap Marvin yang terlihat takut dengan kemarahan Kyra yang hampir meledak.
Plakkkkk.........Satu tamparan keras dipipi Marvin.
Icha dan Dika yang melihat merasa tertegun dengan adegan itu.Seorang Marvin yang merupakan CeO tampan,kaya,terkenal dan berkarisma bisa terkena tamparan.Sungguh pemandangan yang mengejutkan.
"Aku membencimu Marvin......Pernikahan kita batal......."Ujar Kyra yang sudah menangis lalu pergi meninggalkan Marvin dan lainnya.
Kyra berjalan cepat dengan mengusap air matanya yang terus mengalir. Marvin dan Icha pun berusaha segera mengejar Kyra.
Dipintu keluar Kyra berpapasan dengan Kian yang sempat terkejut melihat Kyra menangis.
'" Shittttt sepertinya aku terlambat....**Umpat Kian saat melihat Kyra.
Kian segera menahan Kyra agar berhenti dengan mencekal tangan adiknya itu."Tunggu Kyra"
"Kakak...Marvin Kak hiks hiks hiks" Adu Kyra pada Kian.
"Kita pulang dulu okey...nanti Kakak jelaskan dirumah"
"Jadi Kakak sudah tahu ini??" tanya Kyra.
"Hmmm Dan kau sudah salah paham" ujar Kian.
Marvin merasa lega setelah melihat Kyra sudah dibawa pulang oleh Kian.
Setelah menerima kode dari Kian,Marvin segera menuju rumah Kian dengan mengajak Icha bersamanya juga dengan Dika.
"Apa Kak Kian tahu sebelumnya tentang ini pak??" Tanya Icha didalam mobil bersama Marvin.
Marvin menghembuskan nafasnya kasar.
"Iya ,Justru Ini ide dari nya Cha......Ahhhh..Gara gara dia sekarang aku bingung harus bagaimana menghadapi kemarahan Kyra" Ujar Marvin yang terlihat kusut.
Sementara Icha tak menyangka jika ini semua adalah rencana Marvin dan Kian.
"Siap siap saja ya Pak,mendapat amukan dari Kyra hihihihi....Soalnya dia kalau lagi marah,bisa ngeri"Goda Icha yang semakin membuat Marvin bingung.
Icha terseyum puas melihat ekspresi tegang Bos nya itu.
@@Jangan lupa mampir dinovel ku yang baru ya dengan cerita yang aku buat se real mungkin dan terlihat sederhana...Dengan episode yang aku bikin pendek"...
__ADS_1
@@Bukan Sembarang Hati....@@