Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
Aku harus bagaimana??


__ADS_3

Sampai dikamarnya,Kyra segera melepas bajunya dan masuk kekamar mandi tanpa mengunci pintu kamarnya.


Kyra menatap tubuh polosnya yang banyak terdapat tanda merah didepan cermin,Ia menangis terisak mengingat perlakuan kasar Marvin tadi pada tubuhnya.Kyra memang merasa kesal pada Marvin tapi ia juga bisa mengerti kekesalan Marvin.


Kyra lalu berdiri dibawah Shower menghidupkan air untuk mengguyur tubuhnya.Kyra masih menangis sesegukan dibawah kucuran air.


Icha yang datang melihat pintu kamar Kyra tidak terkunci langsung masuk.


Ia mendengar suara gemericik air didalam kamar mandi.


"Kyra..buka pintunya...jangan lama lama didalam kamar mandi" Teriak Icha sambil menggedor pintu kamar mandi.


Kyra yang mendengar Teriakan Icha tersadar dari lamunannya.ia segera mengenakan handuk kimononya lalu membuka pintu kamar mandinya,ia tak ingin membuat Icha merasa khawatir.


Nafas lega Icha saat melihat Kyra membuka pintunya.


",Ky........", Ujar ICha yang langsung memeluk tubuh Kyra yang sudah menangis sesegukan.


Icha memapah tubuh Kyra untuk duduk ditepi ranjang.Dengan lembut,Icha mengeringkan rambut Kyra dengan handuk kecil yang dipegang Kyra.


Kyra masih menangis dalam diam membuat Icha memeluknya kembali.


"Apa kau bisa mengatakan pada Kakak,Apa alasanmu mau menemui pria itu??" Tanya Icha dengan pelan.


"Kyra hanya ingin lebih mengakrabkan Kak Kian dan Marvin dengan Erick Kak,Kyra tidak ingin ada dendam dan permusuhan lagi Kak" Ujar Kyra pelan.


Icha menghela nafasnya"Kakak paham maksud baik kamu Ki,,Tapi kamu tahu sendiri Kan,Pak Marvin itu sangat membenci pria itu,Dan menurut pandangan Kak Icha,Pria itu menyukaimu Ky.Pantas jika pak Marviin sangat marah padamu.Kau juga harus memikirkan perasaannya Ky"Ujar Lembut Icha menjelaskan.


Kyra terisak lagi"Kyra takut Kak....Marvin sangat marah padaku....Dia bahkan hampir memperkosaku kak dan bilang padaku untuk memikirkan lagi tentang pernikahan kami"Ujar Kyra jujur.


Icha yang cukup kaget mendengarnya langsung bisa mengerti alasan Marvin melakukannya.


"Kau tahu...itu tandanya,Pak Marvin benar benar takut kehilanganmu Ky...Dia sangat takut ada pria lain yang lebih dulu menyentuhmu!" Ujar Icha.


"Tapi tetap saja itu membuatku takut Kak.....Tidak seharusnya dia kasar padaku..."


Icha mengelus kepala Kyra lembut,berusaha membuat Kyra tenang."Pak Marvin sedang dalam keadaan emosi Ky,Jadi Kakak harap kamu juga bisa mengerti perasaannya"


"Hiks Hiks Hiks.....Sekarang Kyra harus gimana Kak?"


Icha terseyum lembut pada Kyra"Tenangkan dirimu dulu ya Ky dan biarkan Pak Marvin sendiri dulu untuk menenangkan pikiran dan hatinya"

__ADS_1


Kyra terdiam menatap Icha.


"Sekarang kau istirahat yaa....Jangan sampai masalah ini membuatmu sakit"Ujar Icha lalu membenarkan posisi tubuh Kyra agar berbaring.Icha lalu menyelimuti Kyra dan mengecup kening Kyra lembut.


"Tidur ya Ky.....Jangan menangis lagi,Ok" Ucap Icha lalu berjalan keluar kamar dan menutup pintu kamar itu.


Kyra kembali menangis...rasa takut,sedih,menyesal dan sakit bercampur dibenaknya.


"Maafkan aku sayang....."Lirihnya.


Icha turun dan menemui Kian yang duduk sambil memijat keningnya.


" Bagaimana Cha,keadaan Kyra?"Tanya Kian.


"Dia sangat takut Kak,dia terus menangis.Dia bilang,Pak Marvin bersikap kasar padanya,bahkan Pak Marvin mulai meragukan kesiapan Kyra untuk menikah Kak"Jelas Icha.


Kian menghela nafasnya kasar.


"Aku sudah menduganya......Aku sangat memahami perasaan Marvin.Jujur saja aku juga kecewa pada Kyra tapi kau tau sendiri kan Cha,Kyra itu masih polos dan gadis yang sangat baik dan pemaaf.Dan karena sifatnya itu membuat semuanya jadi begini sekarang."


"Kakak yang tenang ya...Icha Yakin kok,Kemarahan pak Marvin tidak akan lama.Dia sangat menyanyangi Kyra Kak.Jadi biarkan dia tenang dulu" Ucap Icha.


Kian mengangguk."Kau benar Cha..Yasudah ayo kita istirahat.Aku sudah sangat lelah"Ujar Kian lalu pergi menuju kamarnya.


Ada rasa penyesalan Marvin memperlakukan Kyra dengan kasar tadi,Tapi ia juga tak bisa mengabaikan kesalahan Kyra yang cukup fatal baginya.",Arrrkkkkkk"Teriak Marfin frustasi.....


Keesokan paginya.


Icha masuk Kedalam kamar Kyra dengan membawa segelas susu hangat coklat kesukaan Kyra dan Sandwich.


"Ky,Bangun...Sarapan dulu..."ucap Icha.


Melihat Kyra yang masih berselimut hanya diam saja membuat Icha mendekat dan menyentuh kening Kyra.


Icha sangat terkejut mengetahui tubuh Kyra sangat panas.


" Ky,,Bangun Ky....kamu dengar Kak Icha Kan?"Ujar Icha yang mulai panic sambil mengoyangkan tubuh Kyra.


Namun Kyra masih terdiam dengan wajah yang pucat.


Icha segera keluar kamar berlari mencari Kian.

__ADS_1


"Kak.....Kak Kian....", Teriak Icha.


Kian yang baru saja keluar dari ruang kerjanya merasa terkejut mendengar teriakan Icha.


" Ada apa Cha kenapa kamu panic begitu?"Tanya Kian yang bingung.


"Tubuh Kyra sangat panas Kak,sepertinya Kyra pingsan" Ujar Icha.


Sontak Kian yang terkejut langsung berlari cepat menuju kamar Kyra.Gin yang baru datang juga ikut terkejut dan segera menghubungi dokter.


Kian langsung mendekati Tubuh Kyra,Dipeluknya tubuh adik tersayangnya itu dengan pelan sambil mengecupi kening Kyra.


"Ky,,Bangun Ky....Kakak mohon jangan sakit seperti ini.." Ujar Kian sambil menepuk nepuk pipi Kyra.


Gin masuk kekamar"Dokter akan datang sebentar lagi bos"


Dan benar saja,Anak buah Gin sudah membawa seorang Dokter.


"Cepat periksa adik saya Dok" Titah Kian saat melihat Dokter wanita itu masuk.


Dokter itu mengangguk lalu mendekati Kyra dan segera memeriksanya.


Tak lama Dokter itu menghela nafasnya.


"Adikk tuan hanya Demam tinggi saja,Mungkin dia sedang dilanda stres atau tekanan yang kuat ditambah lagi mungkin semalaman dia tidak tidur tuan.Sehingga membuat kondisi tubuhnya melemah.Sebentar lagi nona pasti akan sadar.Saya akan membuatkan resep untuknya.Semoga saja setelah meminum obatnya dia akan sembuh" Ujar Sang Dokter lalu menulis resep obat untuk Kyra.


"Terima kasih Dok,", Ucap Kian.


" Sama sama Tuan Kian,saya permisi dulu"pamit Dokter.


Kian memberi isyarat pada Gin untuk mengantar dokter itu.


Kian langsung mengambil ponselnya disaku jasnya untuk menghubungi Marvin tapi nomernya tidak aktif.


",Sialll....Dia mematikan ponselnya...", Umpat Kian lalu menatap Icha.


"Cha kau hubungi Tante Jia tanyakan dimana keberadaan Marvin,Aku akan menghubungi Dika"Perintah Kian pada Icha.


Icha mengangguk dan segera menghubungi Tante Jia dan tidak lupa menghubungi Mita,mengabarkan keadaan Kyra.


Mamy Jia terkejut bukan main mendengar kabar dari Icha,Sudah ia duga pasti Marvin sedang ada masalah karena putranya itu tidak pulang semalam.

__ADS_1


Jia segera menghubungi Dika untuk mengantarkannya keApartemen putranya.


Kasih Like yang banyak ya dan Komen kalian....Author udah ngetik 3 bab nich...sambil nungu terompet berbunyi.....Hapy New years 2021.......


__ADS_2