
Di rumah Kian.Mamy Jia dan Icha berdiri melihat Kian,Marvin dan Gio datang.
"Bagaimana apa ada kabar dari Kyra?"Tanya Jia yang begitu khawatir.
Marvin memeluk Jia"Belum My"
"Aku sudah menyuruh semua anak buah terbaikku untuk mencari mereka"Kian.
"Aku juga sudah memerintahkan Dika untuk mengecek CCTv Mal itu" Marvin.
"Aku juga sudah menyuruh Tara mengerahkan anak buahku" Gio.
"Ponsel Kyra tadi sempat lobet Kak,Jika saja bisa hidup kita pasti dengan mudah menemukannya lewat GPS" Ujar Icha.
"Semoga saja Ponsel Mita bisa hidup,Aku juga sudah memasang diGPS diponselnya" Ujar Kian.
Tak lama Dika datang dengan membawa rekaman CCTV mall tadi.
Setelah melihat rekaman itu semua merasa bingung dan heran.
"Kau cek plat mobil yang membawa mereka Dik"Marvin.
" Baik tuan."ucap Dika lalu pergi.
Marvin semakin merasa khawatir dengan keadaan Kyra.
Hari sudah gelap tapi kabar soal Kyra dan Mita belum terdengar.
Sementara itu disebuah bekas gudang tua yang sudah rusak, kotor dan gelap yang berada dipinggiran kota,Mita lebih dulu sadar.
Mita membulatkan matanya melihat keadaan sekitar,dirinya yang terkulai duduk lemas bersender didinding.Seketika ia panic dan takut apalagi saat melihat Kyra tergeletak tak sadarkan diri tak jauh dari tempatnya duduk.
Sekuat tenaga Mita menyentuh Kyra dengan kakinya yang terikat"Ky....bagun Ki"
Kyra yang merasa ada yang memanggilnya mulai membuka mata perlahan.
Ia begitu terkejut mendapati dirinya berada diruang gelap nan kotor dengan tangan dan kaki terikat.
"Mit...kita dimana?" Tanya Kyra takut.
Mita perlahan menggeser tubuhnya mendekati Kyra."Tenanglah...kita harus berfikir bagaimana caranya keluar dari sini"Ujar Mita menenangkan padahal dirinya juga merasa takut.
Lalu Kyra teringat sesuatu."Jika saja ponselku hidup,pasti kita bisa segera dihidupkan Mit,Tapi dimana tasku..."ujar Kyra mencari cari tasnya tapi tidak ada didekatnya.
"mereka pasti sudah menyingkirkan tas Kita Ky" Ujar Mita Yang menyadari jika tasnya juga tidak ada.
"Lalu bagaimana ini...." Ujar Kyra berfikir.
Tak lama datang dua orang pria bertubuh kekar masuk."Oww kalian sudah bangun ternyata nona nona manis"Ujar salah seorang yang berambut gondrong.
",Siapa yang menyuruh kalian?Apa mau kalian?" tanya Mita berani.
"Tenang Nona Manis jangan terlalu galak...Kalian nanti pasti akan tahu siapa bos kami hahahahaha" Tawa gelegar keduanya.
",Dasar brengsek kalian...beraninya mengurung wanita", Umpat Mita kasar membuat seorang geram dan mencekeram dagu Mita kasar.
" Jaga ucapanmu nona manis"ujar pria berambut pendek.
Temannya mencoba mengingatkan"Sudah lepaskan dia.Kita kan dibayar cuma untuk mengawasi mereka bukan membunuh mereka,sebaiknya kita pergi"
Keduanya lalu pergi dari tempat itu untuk berjaga.
Tengah malam,Mita yang merasa ingin buang air kecil berteriak.
"Hey...apa ada orang diluar..aku ingin ketoilet..."
"Apa mereka bisa mendengar suaramu Mit..." tanya Kyra,yang melihat bangunan mereka cukup besar dan luas.
Tak lama seorang masuk"Hey nona kenapa kau berteriak ha????"
"Aku ingin buang air kecil..", Mita.
"Ufttt merepotkan saja" Ujar pria itu lalu menarik tubuh Mita dan melepaskan ikatan kaki dan tangannya.
"Jangan coba coba lari Nona" Ujar penculik itu.
Mita lalu diantar keluar ruangan menuju toilet.Mita melihat ada sekitar 3 orang pria bertubuh tinggi besar lain sedang tertidur pulas diluar gedung.
__ADS_1
Saat sudah selesai dan Mita berjalan ingin kembali keruangannya.
Mita tak sengaja melihat tasnya yang berada ditanah.
Ia lalu berpura pura jatuh karena merasa lemas.
"Aduh....tubuhku lemas,Apa boleh aku minta air sedikit saja" Pinta Mita memelas.
Pria itu terkecoh dan segera mengambil air putih untuk Mita,dan disaat itu dengan gerak kilat Mita mengambil ponselnya yang ada ditas mininya.
Mita segera menyembunyikan ponselnya dibalik celananya.
"Ini nona minumlah...jika saja bosku tahu aku memberimu minum pasti aku sudah dihajarnya...tapi aku masih kasihan padamu...ayo cepat masuk lagi."
Pria itu lalu menarik Mita masuk kedalam gedung kotor itu lagi lalu mengikat tangan dan Kaki Mita lagi.
Sebenarnya bisa saja mita melawan pria itu tapi masih ada 3 rekannya yang lain yang membuat nyali mita ciut.
Setelah pria itu pergi,Mita mendekati Kyra."Ky..lihat aku.menemukan ponselku...",
Mata Kyra berbinar...."Cepat kau hidupkan ponselmu Mit"
Mita segera menghidupkannya.lalu dengan perlahan mengetik pesan untuk Kian.tangan mita yang tadinya diikat kebelakang sekarang diikat didepan memudahkannya mengetik ponselnya.
Dirumah,Kian yang sedari siang merasa khawatir,terkejut menerima pesan dari Mita.
**Kak tolong kami**
"Mita mengirim pesan" Ucap Kian yang membuat semua terkejut.
Marvin segera berdiri'',,Cepat cek dimana lokasinya".
Tak lama dengan bantuan Gin,Lokasi Kyra ditemukan.
"Aku tahu.tempatnya...ini sepertinya bekas gudang.Cha kau dirumah saja temani tante Jia.Ayo kita kesana sekarang" Ujar Kian tegas lalu pergi.
"Marvin pergi dulu My"pamit Marvin pada Jia.
"Hati hati Nak...bawa pulang selamat mereka"
"Senjata kalian apa sudah siap?" Gio mengingatkan.
Marvin dan Kian mengangguk.
"Hati hati Kak" ujar Icha pada Gio.
Gio terseyum simpul"Doakan kami Cha"
Marvin,Kian,Gio,Ditemani Dika,Gin dan Tara segera masuk kemobil masing masing diikuti beberapa mobil yang lain berisi para pengawal mereka.
Sementara dirumah Erick,mendapat laporan jika kubu Kian sudah mulai bergerak menemukan lokasinya.Dan erik juga mendapat laporan jika Abel dengan tingkah mencurigakannya satu jam yang lalu pergi dari rumah.Itu membuat Erick merasa heran,kenapa adiknya baru keluar disaat tengah malam.
Erick segera menyusul kepergian rombongan Kian bersama Tara dan anak buahnya yang lain.
Digedung tua nan kotor itu.Abel masuk dengan langkah angkuh dan seringai tipisnya.
"Wah wah dua kucing kecil kesayangan CEO sudah tak berdaya rupanya" Ujar Abel yang membuat Kyra dan Mita terkejut.Kyra tak menyangka Abel bisa senekad ini.
"Jadi kau pelakunya.. Abel!"
pekik Kyra.
",,Hahahaha kenapa kau terkejut gadis kampung....", Abel tertawa keras dengan dua orang pria dibelakangnnya.
"Kenapa kau bisa setega ini Abel...?" Tanya Kyra.
Mita masih terdiam menahan emosinya.
"Hahaha siapa yang tega...bukankah kau yang sudah tega padaku....Awalnya kau merebut Marvin dariku lalu kau membuat Kakakku tertarik padamu hingga membuat kakakku tidak jadi membalaskan dendam papaku......Tapi tidak apa apa sekarang kalian ada ditanganku.Aku akan membuat kalian kelaparan disini dan mati perlahan....bukankah itu sangat menyakitkan.Aku sangat membencimu Kyra.......ini adalah balasan yang setimpal untukmu hahahaha" Tawa Abel lagi.
"Dasar wanita gila....rendahan"Umpat Mita.
Plakkkkk.........satu tamparan diwajah Mita oleh Abel hingga membuat sudut Bibir Mita berdarah dan lebam.
", Jangan sakiti Mita ,,Kau hanya membenciku,sakiti saja aku"
Abel menyeringai sambil berjongkok dengan mencekeram dagu Mita kuat"Bicaramu sangat berani nona....Aku tidak bisa membayangkan ekpresi Kian jika dia melihatmu mati mengenaskan"Sinis Abel....
__ADS_1
Abel lalu menghempaskan wajah Mita begitu saja lalu berdiri mengambil Pistol dari dalam tas nya.
Abel lalu berjongkok mendekatkan pistolnya kearah wajah Kyra.
"Aku bisa saja membunuhmu sekarang gadis kampung....tapi aku lebih suka melihatmu tersiksa...",
"Jangan sakiti Kyra wanita Gila" Teriak Mita yang takut ada pistol diwajah Kyra
Abel yang geram langsung menendang Kuat perut Mita hingga Mita tersungkur.
"Mitaaaaaaaaa.......", Teriak Kyra
" Tolong jangan sakiti Mita,Hiks hiks hiks,sakiti saja aku..dia tidak bersalah Abel."Ucap Kyra yang sudah terisak.
"Hahaha bagaimana kalau aku melukai wajah cantikmu ini....agar kau semakin tersiksa" Ujar Abel.
"bunuh saja aku wanita gila" Pekik.Kyra yang sudah muak dengan abel.
Plak........Abel menampar wajah Kyra keras.Darah muncul disudut bibir Kyra.
Mita yang menahan sakit diperutnya mencoba untuk duduk.
",Jaga bicaramu gadis kecil,baiklah lebih baik aku bunuh kalian sekarang...Yang mana dulu,Kau atau temanmu itu haaaaa??" Tanya Abel.
"Bunuh saja aku dulu"ujar Kyra yang membuat Mita menggeleng lemah,Ia sangat takut sekarang.Ia juga tak bisa berbuat apa apa.
Ketegangan semakin terasa digedung itu.
" Hahahaha...Aku suka ini....kalian memang teman sejati ya.....aku tidak sabar melihat Marvin dan Kian menangis darah......Hahahaha"
Abel tertawa sangat keras membuat anak buahnya merasa ngeri.
"Baiklah Akan aku kabulkan permintaanmu gadis kampung", Ujar Abel lalu mengarahkan pistolnya lalu bersiap menarik pelatupnya.
Brakkkkkkk........pintu dibuka kasar.
Marvin,Kian dan Gio muncul diikuti Dika,Gin dan Tara membuat Abel membulatkan matanya
Kyra dan Icha merasa sedikit lega melihat kemunculan mereka.
Sementara anak buah yang lain menghajar anak buah Abel diluar
Tanpa disuruh Gin,Dika dan Arta langsung meringkus 2 anan buah abel yang berada didalam.
" Singkirkan pistolmu Abel...jangan gila....",Ujar Kian.
"Singkirkan pistolmu Abel...Lukai saja aku,,Kau membenciku kan...jadi lepaskan Kyra" ujar Marvin pelan.
'',Hahahaha....Apa kalian begitu takut kehilangan dia....Aku suka melihat wajah kalian sekarang,, sangat lucu...."
Marvin dan Kian mencoba menahan emosi mereka.
Suasana semakin mencekam hingga kedatangan Erik mengalihkan perhatian mereka.
"Abel......Apa yang kau lakukan?" Ujar Erick yang sangat terkejut melihat adiknya dalang dari penculikan ini apalagi saat ini ia melihat adiknya mengarahkan pistol tepat dikepala Kyra.
Semua merasa terkejut dengan kedatangan Erick.Apalagi Abel ia tak menyangka kakaknya bisa datang.
Erick semakin gugup melihat Kyra yang sudah terisak.
"Kakak.......Aku sangat membencinya Kak.Aku ingin menghabisinya,dia merebut semua kebahagiannku.Aku ingin dia mati Kak" Ujar Abel.
"Sadarlah Abel,Kau sudah salah jalan.Kakak paham akan perasaanmu tapi dengan kau membunuhnya kau akan semakin menderita.Apa kau mau dipenjara seperti Papa.Kakak tidak pernah mengajarimu begini...Ayo singkirkan Pistolmu"Nasehat Erick mencoba membujuk sang adik.
Abel tertawa reyah"Kakak juga membelanya.....Kakak lebih sayang padanya dibanding aku.....Aku semakin membencinya Kak" Pekik Abel.
",Abel Kakak tidak membelanya,Kakak lebih menyanyangimu.Kau adik satu satunya Kakak,Kakak hanya memilikimu sekarang.Kakak tidak ingin hidupmu hancur karena dendam ini.Kakak ingin kau bahagia sayang.....Lupakan semua yang ada disini dan ikut Kakak keThailand.Kita buka lembaran baru disana.Kau wanita yang cantik pasti banyak pria yang akan menyukaimu disana.Percayalah pada Kakak Bel,"Bujuk Erick yang perlahan mendekat.
Abel mulai menangis dan tangannya mulai bergetar dan disaat itu Erick bergerak cepat menghalau tangan Abel yang membawa Pistol namun tanpa sadar Abel menembak.
Dorrrrrrrrr.........
Semua mata terbelalak.....
@@,,,**Siapa ya yang tertembak???tebak deh......
Bentar ya..tangan author dah pegel**....
__ADS_1