
🌹Terimakasih ya untuk semua dukungan Readers ...Jangan bosen dan jangan lupa like,komen dan masukin ke novel favorit kalian ya...🥀
🌺🌺🌺
Kian yang kebetulan sedang bersama Gio di kantor segera menuju kerumah sakit.Mobil yang di kendarai Gin itu melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan yang cukup ramai.
Begitu pula dengan Marvin yang tak sabar ingin cepat sampai dirumah sakit,Ia begitu terkejut dengan apa yang terjadi pada sang istri.Kian dan Marvin sama sama merasa begitu kekhawatiran,takut dan cemas.
Bukan hanya Kian dan Marvin,Semua keluarga yang sudah mendengar musibah ini juga terkejut dan khawatir.Apalagi Cleo yang merasa bersalah telah meninggal kan Kyra sendirian tadi.
Decitan dua mobil mewah yang bersamaan tiba diloby rumah sakit terdengar keras.
Dengan wajah panik nya,Marvin segera turun dan berlari begitu pula Kian dan Gio yang melihat kedatangan Marvin mereka segera menyusul Pria bertatto itu.
Tangan Marvin mengepal kuat dengan sorot mata tajam dan urat wajah yang muncul karena kemarahannya saat melihat Luky berada ditempat itu.
Luky yang sedang berdiri termenung itu tak menyadari kedatangan Marvin.
Bughh........
Satu pukulan keras mengenai wajah tampan Luky,hingga ia tersungkur dan keluar darah disudut bibirnya.
"Dasarrr breng......k!Apa yang sudah kau lakukan pada istriku hahhhhhhh!"Teriak Marvin yang berteriak keras tepat dihadapan Luky yang mengusap sudut bibirnya.
Luky perlahan bangun dan menatap dingin kearah Marvin yang terbakar emosi.
Kian,Gio dan Gin yang baru saja tiba ikut menyaksikan ketegangan keduanya.
Kian yang juga sudah menahan marah pada Luky sedari tadi sudah mengepalkan tangannya kuat"Aku akan memberi Luky pelajaran karena sudah membuat adikku kesakitan!"ujar Kian yang hampir melangkah namun tangan Gio menghadang tubuhnya.
"Jangan bertindak bodoh Ki!"ujar Gio mengingatkan.
"Aku tidak peduli!"ujar Kian yang langsung berjalan cepat mendekati Luky.
Bughh bughh Bughh.....
Tiga kali pukulan Kian diperut dan dada Luky membuat Marvin tertegun.
"Uhuk unhuk uhuk..."Luky terbatuk merasa kesakitan diperutnya.
"Selama ini aku sudah diam dan menahan diri untuk tidak memberimu pelajaran Luky,Jika tidak mengingat kebaikan papamu.Aku sudah membuat perhitungan denganmu.Tapi sekarang aku sudah benar benar kehilangan kesabaran.Kau lupa siapa aku Luky...Kau berani mengusik adikku...Apa kau sudah bosan hidup?Haaaaa!"Ujar Kian keras dengan sorot mata yang begitu menakutkan.Seketila atmosfer disekeliling ruangan itu berubah tegang.
Bukannya takut,Luky justru terseyum sinis"Apa aku salah jika mencintai Kyra??itu hakku Kian,dan tidak ada siapapun yang bisa melarang ku.Begitu juga dengan dirimu,dan aku tidak takut dengan mu atau Marvin!"ujar Luky dengan berani.
Kian menggeleng pelan,ia tak habis pikir dengan jalan pikiran Luky itu.
"Kau benar benar sudah gila Luky,Kyra itu sudah bersuami dan sebentar lagi dia akan melahirkan!"
"Aku tidak peduli,bahkan aku akan merebutnya dari Marvin!"Ujar Luky yang semakin menggila,membuat Marvin semakin terbakar emosi.
Dengan cepat Marvin menarik kerah baju Luky"Apa kau bilang??merebut Kyra....sadarlah Kyra sudah menjadi milikku dan tidak ada yang akan bisa merebutnya dariku.Sampai matipun aku tidak akan melepaskan Kyra.Jangan sampai aku benar benar membunuh mu Luky!"Geram Marvin yang sudah begitu emosi.
__ADS_1
"Bunuh aku jika kau berani Marvin,atau kita berduel saja,siapa yang menang dia berhak mendapatkan Kyra! bagaimana??"Luky benar benar terobsesi dengan Kyra hingga kehilangan akal sehatnya.
Kian yang sudah tidak bisa sabar lagi mengeluarkan pistol dari belakang pinggang nya dan langsung menodongkannya kehadapan wajah Luky membuat semua terkejut bukan main,termasuk Erick yang baru saja datang bersama Cleo,Fabian dan Clara.Juga Mama Jia,Icha dan Mita yang berada dibelakang mereka.
"Kau pikir Adikku barang atau mainan yang bisa kau perebutkan atau kau pertaruhkan,Haaaaaa!!!Sebelum peluru ini bersarang diotakmu sebaiknya kau pergi dari sini Luky,Aku tidak segan untuk membunuh mu saat ini juga!"Geram Kian dengan aura yang begitu menakutkan.
Mita yang baru pertama melihat Kian seperti itu seakan tak percaya jika suaminya bisa berubah menjadi sangat menakutkan jika sedang marah.
Melihat Pistol didepan matanya,Luky tak gentar,ia justru terseyum mengejek kearah Kian.
Gio dan Gin yang melihat itu semakin khawatir,mereka tahu betul jika jiwa setan didalam tubuh Kian bangkit dia akan sangat menggila,bagi Kian membunuh orang adalah hal yang sudah biasa.
"Simpan pistolmu Kian,Jangan bertindak bodoh,ini hanya akan memperburuk keadaan"Dengan Cepat Gio mendekat dan memegang Lengan berotot Kian,ia mencoba meredam emosi Kian yang sudah meledak.
Erik dan Fabian juga tak tinggal diam,mereka juga mendekat."Ingat Kian,Didalam Kyra sedang berjuang untuk bertahan,tahan emosimu!"ujar Fabian.
"Aku tahu kau sedang marah pada Luky,tapi ini bukan saat yang tepat untuk membuat perhitungan.Kian,Marvin redam amarah kalian,ini demi Kyra!"Ujar Erick mengingat kan Kian dan Marvin.
Perlahan Kian menurunkan tangannya yang memegang pistol dan Mita pun baru berani mendekati suaminya.
"Kak....!"ucap Mita pelan menyadarkan Kian yang termenung.
Perlahan Mita mengambil pistol dari tangan Kian dan menyerahkan nya pada Gin yang berdiri dibelakang nya.
"Maaf Sayang,Aku terbawa emosi,aku begitu khawatir pada Kyra!"ujar Kian yang sudah duduk bersama Mita.
"Aku mengerti Kak,sekarang tenangkan diri kakak dulu ya!"ujar lembut Mita mengusap bahu Kian pelan.
Sementara Marvin masih terdiam berdiri bersandar didinding sedangkan Luky agak menjauh dan masih berada ditempat itu.
"Kelurga pasien!"
"Saya suaminya Dok!"ujar Marvin mendekat.
Raut wajah sang dokter terlihat begitu letih"Hampir saja nyawa bayi dan sang ibu tidak tertolong jika sedikit saja terlambat dibawa kesini,,Pasien memiliki kandungan yang cukup lemah hingga menyebabkan kontraksi hebat dan pendarahan jika pasien mengalami stres yang berlebih atau kelelahan.Untung saja semua sudah bisa ditangani dan pasien sudah dalam kondisi stabil.Tapi saya mohon dengan sangat jangan sampai hal ini terulang kembali tuan,ini sangat berbahaya.Bisa saja bayi terlahir prematur dengan kelainan atau nyawa nya dan sang ibu yang berada dalam bahaya."Penjalasan dokter itu membuat semuanya tertegun dan sekaligus merasa lega.
Sementara Luky merasa terkejut sekaligus merasa begitu bersalah.Ia merasa begitu sedih dengan kondisi Kyra yang ternyata begitu lemah.
"Terima kasih Dok,saya akan berusaha menjaga istri saya dengan lebih hati hati lagi"Ujar Marvin.
"Baik Tuan saya mohon dengan sangat,Pasien tidak boleh stres atau kelelahan.Untuk sekarang pasien belum sadar,jika sudah sadar kami akan memindahkannya keruang inap.kalo begitu saya permisi dulu!"ujar dokter muda itu lalu berlalu pergi.
Marvin begitu menyesali kecerobohan nya menjaga Kyra dan ia merasa akhir akhir ini begitu sibuk dan tak memberi perhatian lebih pada sang istri.
"Kau dengar....Ini semua karena kau Luky!"ujar Kian yang begitu marah pada Luky yang diam tertunduk.
"Apa kau bilang,karena aku??Bukan sepenuhnya karena aku,Kau dengar, sebelum aku datang Kyra sudah termenung dan menangis ditaman tadi,,kenapa kau tidak menyalahkan Marvin,mungkin dia yang sudah membuat Kyra bersedih!"ujar Luky dengan santainya.
Marvin seketika menatap tajam Luky yang seenak jidat menuduhnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi Marvin,Tadi Kyra juga sempat mampir kekantor ku dan dia bilang kau akhir akhir ini begitu sibuk!"ujar Kian pada Marvin .
__ADS_1
Marvin seketika mengerutkan keningnya.
Lalu spontan Kian menatap kearah Cleo yang bersikap gugup.
"Apa ada yang ingin kau sampaikan Cleo?"tanya Kian,membuat Erick ikut bingung.
Dengan tenang Cleo pun menceritakan semuanya,tentang noda lipstik dikerah baju Marvin,Marvin yang sering pulang larut hingga Kesedihan Kyra yang melihat kemesraan Marvin dengan Kayla.
"Kyra merasa ia tak cantik lagi karena melihat Marvin bersama wanita lain,dan sering pulang larut.Kyra begitu takut kehilangan suaminya!"Sontak pernyataan Cleo membuat semua tertegun,termasuk Mamy Jia yang merasa bersalah tak bisa memahami perasaan sang menantu.
Marvin seketika merasa lemas,ia sungguh merasa bodoh dan kesal dengan dirinya sendiri yang tidak peka dengan perasaan Kyra yang begitu sensitif.
Ia tak menyangka kedekatan nya dengan Kayla berujung musibah untuk istrinya.Ia juga tak menyangka Kyra bisa berfikir sedangkal itu.
"Jadi ini karenamu bodoh!"ujar Kian keras sambil menarik kerah baju Marvin dengan kasar karena Kian merasa kesal pada Marvin.
"Maaf aku sungguh tak menyangka ini akan membuat Kyra bersedih,tapi mengenai noda bekas lipstik itu,aku benar benar tidak tau,aku tidak ingat kenapa bisa ada noda lipstik dikerah bajuku!"ucap Marvin bingung.
Erick terseyum miring"Sudah jelas ada yang ingin membuat hubunganmu dengan Kyra renggang,Dan kau tidak menyadari itu Marvin.!"
"Erick benar,Ternyata kau begitu bodoh.Sudah kukatakan untuk menjaga hati adikku tapi kau melanggar itu,jangan salahkan aku jika aku akan membawa Kyra pulang kerumahku!"Ujar Kian tegas.
"Kian aku minta,kau jangan emosi dulu.Mungkin Marvin benar benar sedang lengah dan sedang banyak pikiran!"ujar Fabian menenangkan.
"Hmm aku baru ingat,Sepertiga wanita itu teman Tuan Luky,Benarkan tuan Luky,?atau jangan jangan kalian sudah merencanakan ini?"Ujar Erick menebak dan membuat semua pandangan mengarah pada Luky.
"Apa ini rencana kalian Breng...k!"Ujar Ma Vin yang kembali tersulut emosi pada Luky.Tatapan keduanya sama sama dingin dan tajam.
Luky tertawa reyah"Menurutmu?"
"Jadi benarrrr kalian.....Oh Shiiiittttttt aku begitu bodohhh!"Sarkar Marvin.
"Sudah jelas sekarang ,Jadi Jauhi wanita bernama Kayla itu atau kau akan kehilangan Kyra!"ujar Tegas Kian tak terbantahkan.
Mamy Jia yang baru saja keluar dari ruangan Kyra mendekati Marvin"Sebaiknya temani istrimu Marvin!"
Marvin lebih memilih menuruti perkataan sang mama.
"Ingat Luky jangan berani mendekati istriku lagi!"Ujar tegas Marvin lalu masuk keruangan Kyra.
Luky hanya bisa meremas tangannya ,ia ingin sekali melihat Kyra tapi itu tak akan bisa ia lakukan sekarang.
"Tunggu apa lagi, sebaiknya kau pergi dari sini Luky,Sebelum aku menghajarmu lagi.Dan ingattt jangan berani mendekati Kyra lagi atau kau akan berhadapan denganku!"ancam Kian yang lalu mendorong tubuh Luky untuk segera pergi dari tempat itu.
Dengan terpaksa Luky pun pergi dari tempat itu,ia tak ingin membuat kegaduhan lagi dan sudah cukup lelah.
"Sebaiknya kalian pulang saja,nanti jika Kyra sudah sadar aku akan menghubungi kalian!"ujar Kian pada semua kerabatnya itu.
Hingga tinggallah Marvin didalam dan Kian,Mita serta Gin yang berada diluar kamar.
☘️☘️☘️
__ADS_1
huftttt panjang bangettt lho ini.....sampai 1650 kata lho....Smg kalian suka ya.....habis ini ada kejutan apa lagi ya...????
tungguin ya .....