
Hallo Semua Reader setia Author...Maaf karena Author sudah terlalu lama istirahat.Terimakasih untuk semua Doa dan Dukungan kalian semua ya untuk Author,,Author sedang dalam masa penyembuhan saat ini. Terimakasih juga kalian masih berkenan membaca dan tidak lupa dengan cerita novel ini...Jangan bosen untuk Like dan Komen ya.....Matur suwun.
🌹🌹🌹
Sore hari dikediaman Wiratama.
Kian terlihat pulang bersama Gio yang ingin menemui Icha,karena sudah dua hari ini mereka tak bertemu karena kesibukan masing masing.Sementara Gin dan Tama,asisten mereka masih berada diluar untuk menyelesaikan urusan mereka.
Mita menyambut kepulangan sang suami dengan senyum manisnya.Begitu pula dengan Kiral yang senang jika sang Dady sudah pulang dari kantor.
"Sore Sayang,Sore Son"ujar Kian menyapa sang istri yang menyambut kepulangan nya dan sang putra.Dengan cekatan Mita meraih tas dan membantu melepaskan jas Kian.
"Sore Dad"jawab Kiral.
Mita terseyum"Mau Kopi apa teh?"tawar nya.
"Kopi saja"jawab Kian.
"Kak Gio mau Kopi juga?"tanya Mita pada Gio.
"Aku teh saja,Hmm dimana Icha Mit?,Aku telpon tidak bisa dari tadi!"ujar Gio yang membuat Seyum Mita terhenti.
"Dari tadi siang Aunty Icha mengurung diri dikamar Uncle"ujar Spontan Kiral.
Seketika Kian dan Gio pun terkejut"Ada apa lagi Mit?"tanya Gio yang merasa khawatir.
"Katakan Sayang ada apa?"ujar Kian.
Mita pun menceritakan kejadian tadi siang di restoran pada keduanya.
Seketika emosi menyelimuti Gio yang tak terima dengan sikap sang mama yang terus melukai hati sang kekasih.
"Mama benar benar sudah keterlaluan,Aku keatas dulu.Aku harus bicara pada Icha!"ujar Gio yang langsung berdiri lalu berjalan menuju kamar Icha di lantai dua.
Kian menarik nafas nya lama,ia cukup prihatin dengan masalah sang sahabat.
"Kasian Icha,, Kenapa Tante Siska begitu membenci nya?Kenapa Gin tidak mengatakannya saat dikantor tadi?"
"Hmm mungkin Kak Gin tidak ingin membuat mu dan Kak Gio khawatir Sayang!"jawab Mita lalu segera membuat kan kopi untuk sang suami.
"Dady lelah?Mau aku pijit?"tawar Kiral yang membuat Kian terseyum karena sang putra sangat perhatian padanya.Kian juga paham jika sang putra sedang memendam sesuatu.
"Come on Son...!"ujar Kian menyuruh Kiral duduk disampingnya"tolong pijit Leher Dady ya!terasa sangat pegal!ujar Kian sambil menunjuk leher belakangnya.
Dengan sigap Kiral langsung memijitnya tengkut sang Dady.
"Apa Kau ingin sesuatu Son?"tanya Kian yang tau jika Kiral pasti menginginkan sesuatu.
"Aku ingin belajar menembak lagi Dad!"ujar Kiral yang beberapa Minggu berhenti belajar menembak karena kesibukannya sekolah dan memilih lebih fokus untuk latihan balapan go card.
Seyum tipis tersungging dibibir Kian,ini yang ia harapkan."Okey Minggu ini kita latihan,Ajak Uncle unclemu juga,terutama Uncle Marvin dia cukup lihai menembak"
"Bukankah Dadi juga hebat dalam menembak?"ujar Kiral yang begitu kagum dengan kehebatan sang Dady.
__ADS_1
Kiral terseyum"Kau bisa saja Son,tapi jika kita belajar dari banyak orang maka ilmu yang kita dapat akan lebih banyak juga Son"ujar Kian yang diangguki Kiral.
Perlu diingat Ya,Kelima CEO kita itu punya kemauan yang hebat,Jika Kian yang merupakan mantan seorang mafia handal di bidang Menembak, beladiri dan balapan.
Marvin yang handal juga menembak,beladiri dan berenang.
Gio yang handal berenang, beladiri dan memanah.
Fabian yang handal Taekwondo dan boxing juga seorang ahli IT.
Dan Erick yang handal Karate,menembak dan Berkuda.
Mereka juga terkadang menghabiskan waktu untuk bermain basket,golf atau bilyart bersama disela kesibukan mereka.
Mita terseyum melihat keakraban sang suami dengan sang putra.Ia berdoa semoga keluarga nya selalu diberi kebahagiaan.
Dilantai atas Gio menemui Icha yang akhirnya mau membuka pintu kamarnya.
Mata Icha sembab dan itu bisa terlihat jelas oleh Gio.Hati pria berwajah indo itu juga terasa sakit jika melihat sang kekasih terluka.
Tanpa berkata apa apa,Gio langsung memeluk erat Icha yang mendekapnya kuat."Maafkan Mama ya Sayang,Maaf aku tak ada disisimu tadi!"ujar Gio pelan.
Icha yang sudah menangis hanya menganggukkan kepalanya.
"Aku sangat mencintaimu Cha,Aku mohon bertahanlah!"ujar Gio sepenuh hati.
Lagi lagi Icha hanya mengangguk.
Gio segera menangkup wajah Icha dengan kedua tangannya untuk menatap mata Icha dengan lekat."Aku sangat mencintaimu,,Kau masih mau berjuang bersamaku kan?"ujar Gio dengan tatapan dalamnya.
"Jangan menangis lagi ya Sayang..Ayo kita keluar,Atau kau ingin sesuatu!"tawar Gio.
Icha menggeleng"Tidak Kak,Icha hanya ingin tidur,kepala Icha sedikit pusing!"
"Yasudah Ayo aku temani,Aku akan menunggumu sampai kau terlelap"ujar Gio lalu memapah tubuh Icha menuju ranjang,lalu menyuruh nya berbaring.
Gio duduk ditepi ranjang sambil menggenggam tangan sang kekasih.
Cup.....
Gio mengecup kening Icha dengan lembut"Tidurlah Sayang dan jangan bersedih lagi.Love you!"
"Love you to,!"ujar Icha dengan senyum indahnya lalu memejamkan matanya perlahan.
Gio Terus menatap lekat wajah cantik Icha cukup lama sambil membelainya perlahan.Gio begitu sedih memikirkan kisah percintaannya yang cukup sulit.
Merasa sudah cukup lama dan nafas Icha sudah tenang,Gio mencium kening Icha sekali lagi"Tidur lah yang nyenyak Sayang,maaf jika kau harus terluka lagi,Aku mencintaimu"
Gio lalu bangkit dan keluar kamar secara perlahan-lahan.
Icha yang ternyata belum tidur membuka matanya yang sudah berkaca kaca"Aku juga mencintaimu,,Bahkan aku lebih dalam mencintaimu.Semoga kekuatan cintaku ini bisa membuatku untuk tetap bertahan"gumam Icha dalam hati.
Kian yang melihat Gio turun bisa melihat dengan jelas emosi Dimata sang sahabat.
__ADS_1
Dengan cepat Kian menghentikan langkah Gio dan mendekatinya"Aku minta kau jangan Emosi Gi, selesaikan ini dengan baik baik,ingat dia itu mamamu!"Kian mencoba meredamkan emosi Gio.
Gio mengangguk"Aku tahu Ki,Aku pergi dulu!"pamit Gio yang langsung berjalan cepat menuju halaman depan.
Kian menatap kepergian sang sahabat"Aku yakin kau bisa menyelesaikan masalah ini Kawan!"
Tak butuh waktu lama Gio yang menyetir mobilnya sendiri dengan kecepatan tinggi sudah sampai dirumah mewahnya.
Ia berjalan cepat masuk kedalam rumah untuk segera menemui sang mama.
Siska dan Gerald yang sedang bersantai didepan kolam renang dikejutkan dengan kedatangan sang putra dengan wajah merah nya.
"Puas Mama mempermalukan Icha didepan umum seperti tadi?"ujar Gio tegas.
Siska yang seketika ingat dengan kejadian tadi siang terseyum sinis.
"oh jadi dia sudah mengadu padamu!"ujar Siska tanpa ada rasa menyesal.
"Cukup Ma,kali ini Mama benar benar sudah keterlaluan,Mau sampai kapan mama bersikap jahat terus pada Icha?"ujar Gio dengan nada tinggi.
"Cukup Gio jangan membentak Mama apalagi hanya karena gadis kampung itu,,Mama akan tetap bersikap buruk padanya sampai kamu mau meninggalkan gadis kampung itu!"ujar Siska yang membuat emosi Gio semakin meledak.
Gerald yang tidak tahu masalahnya segera berdiri"Tenang Son,ada apa ini.Katakan pada Dady!"
"Mama sudah keterlaluan Dad,Tadi siang di restoran,Icha yang ingin menyapa Mama justru dipermalukan habis habisan oleh mama bahkan didepan kolega bisnis BR group.Untung ada Gin yang menolong Dad,jika tidak Icha bisa benar benar terpuruk!"jelas Gio yang membuat Gerald terkejut sekaligus jengkel dengan kelakuan rendah sang istri.
"Apa kau sadar dengan sikapmu Ma,,kenapa kau bisa berbuat serendah itu!"ujar Papa Gerald yang kesal.
"Apa papa juga ingin membela gadis kampung itu!"ujar Siska tanpa beban.
"Cukup Ma,Kali ini Mama sudah keterlaluan,Lebih baik Gio pergi dari rumah ini,Gio tidak akan pulang sebelum Mama menerima Icha!"ujar Tegas Gio.
"Apa kau bilang Gio,Kau mau meninggalkan kami,orangtuamu sendiri demi gadis kampung itu!"ujar Siska yang terkejut dengan keputusan sang putra.
"Maafkan Gio Dad,Gio sudah tidak tahan dengan sikap mama!"ujar Gio yang tidak memperdulikannya ucapan sang mama dan lebih memilih meminta maaf pada sang papa.
Gerald yang tau betul perasaan sang putra mengangguk pelan"Pergilah Son,tapi ingat jaga dirimu baik baik dan tetap fokus pada perusahaan.Dady percaya padamu Son!"ujar Gerald sambil menepuk bahu Gio pelan.
"Gio paham Dad,Gio pamit"ujar pria tampan berusia 30 itu lalu pergi begitu saja.
"Gio berhenti Mama bilang,berhentiiii!"teriak Siska yang tak dihiraukan oleh sang putra.
"Semoga dengan kepergian Gio,Mama bisa introspeksi diri.Papa juga sudah lelah dengan sikap arogan mama!"ujar Gerald lalu pergi meninggalkan wanita paruh baya yang masih suka berpakaian seksi itu.
Siska mengeratkan kedua kepalan tangannya.ia merasa sangat marah dan kesal.Bukannya menyadari kesalahannya,Siska justru semakin membenci dan kesal pada Icha
Api kebencian dan kemarahan terlihat
jelas Dimata Siska.
"Awas kau gadis kampung,Kau sudah membuatku dijauhi oleh suami dan putraku sendiri.Sepertinya aku harus memberimu pelajaran yang tak akan bisa kau lupakan seumur hidupmu!"ujar Siska dengan seyum liciknya.
🌺🌺🌺
__ADS_1
Maaf kan Author sekali lagi ya jika sudah lama tidak Up ..... terima kasih juga atas doa dan dukungan nya....Author sudah mulai beraktivitas kembali seperti sedia kala.... Author akan pelan"mengingat kan cerita dan kejadian"agar kalian bisa ingat kembali dengan jalan ceritanya....
Matur suwun...