
Mobil Nadine sampai disebuah rumah tua yang berada dipinggir kota dengan pohon lebat disekelilingnya.
Dengan dibantu anak buahnya,Nadine membawa Kyra yang masih menggendong tubuh Leo yang sudah tertidur karena merasa takut.
"Ayo cepat masuk nyonya Marvin......."perintah sarkas Nadine pada Kyra.
Kyra melihat keadaan rumah itu masih terawat hanya saja bangunan rumah itu terlihat kuno.
"Kurung dia dikamar atas"Perintah Nadine pada anak buahnya.
Kyra masuk kesebuah kamar yang terlihat gelap dan dingin.
"Aku tidak akan mengikat tanganmu Nyonya Marvin hanya saja aku akan mengurungmu disini tanpa makan dan minum....aku ingin melihat anak itu menderita hahahahah"
Gelak tawa Nadine membuat Leo terbangun dan menangis lagi.
Nadine muak mendengar Leo menangis terus,hingga membuatnya berjongkok lalu menodongkan pistol nya lagi kearah Leo.
"Jangan Sentuh Putraku,Nona Nadine..Kau akan menyesal jika melukai kami."Pekik Kyra yang memeluk erat Leo.
Nadine kembali' tertawa keras lalu mengusapkan pistol itu kewajah Kyra"Kau sangat cantik pantas Jika pria sehebat Marvin menyukaimu,,Apa perlu aku melukai wajah cantikmu ini ....aku suka menyilet tanganku sendiri ...apa kau ingin merasakan nya???"Ancam Nadine dengan menunjukkan goresan goresan bekas sayatan ditangannya.
Kyra baru menyadari jika Nadine adalah seorang spikopat gila, pantas dia suka sekali tertawa keras.
Kyra merasa takut tapi ia berusaha tenang,ia tak boleh lemah didepan sang putra.
Baru ingin Nadine menakuti Leo lagi,Bunyi suara perut Nadine menghentikannya,Nadine merasa sangat lapar.
"hahhhh......Aku harus menunda dulu bermain main dengan mu karena aku merasa lapar.....jadi diam disini nyonya Marvin, Jangan berani kabur dariku" ujar Nadine lalu berdiri dan melangkah keluar kamar.
"Awasi dia,jangan beri makan atau minum"perintah Nadine sebelum turun kelantai satu.
"Momy,,Leo takut...."LirihLeo yang masih menangis dibahu Kyra .
Kyra mengusap lembut punggung Leo"Jangan takut sayang,Ada Momy disini..... Leo harus kuat dan bertahan.Momy Yakin Dady akan segera datang menjemput kita"
Kyra lalu mengeluarkan Jam tangan Leo yang ia simpan didalam pakaian dalamnya tadi.
Namun sayang karena rumah itu berada di pinggiran kota sehingga susah untuk mendapatkan signal disana.
Kyra merasa sangat khawatir, bagaimana caranya ia bisa memberitahu Keberadaan nya pada sang suami.
Kyra hanya bisa berdoa dan berharap
"Sekarang Leo tidur lagi ya...."
Leo mengangguk dan perlahan tertidur lagi.
Kyra sungguh bersyukur karena setidaknya Leo adalah anak yang tidak rewel dan kuat.Leo juga cukup pintar mengerti akan kondisi disekitarnya.
Malam hari diRumah sakit.
Semua masih terdiam,suasana masih begitu tegang.
Marvin,Kian dan Gio sudah mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari Kyra tapi tetap belum ada kabar.Marvin benar benar hampir gila memikirkan Kyra dan Leo.
__ADS_1
Sedangkan Fabian dengan setia berada disisi Clara yang masih kritis.Pikiranya juga kacau balau.
Semua menoleh saat melihat kedatangan Tuan Calvin.
Mereka merasa khawatir dengan kedatangan pria paruh baya itu.
Kian segera mendekat"Selamat malam tuan Clavin,Tentu anda tidak ingin membuat suasana menjadi keruhkan?"Ujar Kian yang hafal sifat pria paruh baya itu.
Calvin menatap lekat Kian dan Marvin yang juga menatapinya.
"Selamat malam Tuan Kian,Tuan Marvin. aku hanya ingin melihat putriku...Aku sangat mengkhawatirkan keadaannya..."
"Saya harap anda bisa menerima pernikahan mereka"Ujar Marvin tanpa berdiri.
"Saya menyesali perbuatannya saya dimasa lalu.Saya terlalu egois dan serakah...Sekarang saya menyesal...Dan Saya ingin melihat Clara bahagia."
Sorot Mata Calvin sungguh sendu membuat semua merasa lega karena pria paruh baya itu telah berubah.
"Saya senang,Tuan mau menyesali perbuatannya tuan dimasa lalu,,Apa anda tahu jika cucu anda sekarang dalam bahaya?"tanya Kian.
"Saya sudah tahu,Saya juga sudah menyuruh anak buah saya mencari keberadaan nya.....Saya ingin sekali bertemu cucu saya...Saya ingin memeluknya"Ujar Tuan Calvin yang sudah meneteskan air matanya.Ia sungguh merasa khawatir dengan cucu yang pernah ia buang.Ia sangat menyesal.
Kian mengusap bahu Tuan Calvin pelan.
"Kita berdoa saja tuan"
Kian lalu mempersilahkan Tuan Calvin masuk keruang rawat Clara.
Deg.......
Tatapan Fabian bertamu dengan Calvin.
Dengan berbesar hati Calvin mendekati Fabian yang sudah berdiri mematung.
"Maafkan Martuamu yang jahat ini Fabian"Ujar Calvin yang langsung memeluk tubuh Fabian membuat pria tampan itu terkejut bukan main apalagi mendengar ucapan maaf dari mertuanya yang terkenal angkuh itu.
Fabian masih terdiam, ia merasa bingung harus berkata apa.
"Aku hanya Pria tua yang berpenyakitan....aku tidak mau lagi jauh dari anak dan cucuku.....Aku menyesali keegoisanku dulu....tolong Maaf kan ayah mertuamu ini"ujar Calvin seperti sepenuh hati.
"Iya Papa....aku sudah memaafkannya.Terima kasih sudah mau menerimaku"ujar Fabian.
Setelah melerai pelukannya,Calvin mendekati putrinya yang terbaring lemah.
Tangis Calvin sudah tak bisa dibendung lagi melihat sang putri tunggalnya dalam keadaan seperti itu.
Calvin mencium kening Clara lembut lalu mengusap pipinya lembut"Maafkan papa Clara....Papa ingin melihatmu bahagia.....Papa sudah menyesali perbuatan Papa. Papa juga sangat menyayangi putramu.Kau harus kuat demi putramu..."
Fabian merasa iba melihat pria tua yang dulu terkenal angkuh,sombong,Dingin dan serakah bisa Terlihat lemah seperti sekarang.
Fabian pun keluar kamar,memberi waktu untuk Calvin bersama sang putri.
"Bagaimana apa sudah ada kabar tentang mereka Gio"Tanya Fabian pada Gio yang masih setia disitu.
Fabian melihat keadaan Marvin yang begitu kacau.
__ADS_1
Gio menggeleng pelan "Belum....
Wanita gila itu benar benar pintar"
"Apa kau tahu dimana wanita gila itu bisa bersembunyi?Kau kan cukup lama berhubungan dengannya"Ujar Kian.
"Meski hubungan kami sudah lama tapi aku jarang berkomunikasi dengannya,,"
Kian menghela nafas panjang nya mendengar jawaban Fabian.
Sementara diRumah tua.
Leo terbangun dan menangis karena merasa haus membuat Kyra bingung.
"Sayang....sabar dulu ya......Kita pasti akan segera keluar dari sini...Leo tahan dulu ya...Momy Yakin Leo kuat..."Ujar Kyra sambil mengusap pipi Leo pelan.
"Apa masih lama Mom.....Dady datangnya"
"Leo berdoa ya.....Semoga Dady segera kesini"
Leo mengangguk pelan.
"Hallo anak tampan...Kau sudah bangun rupanya......apa kau haus hmmmm??"Goda Nadine yang baru masuk.
Leo seketika menyembunyikan wajahnya di dada Kyra,Anak itu begitu takut pada Nadine yang sudah menembak mamanya.
"Apa seperti ini putra dari Fabian ..... penakut hahaha....."tawa Nadine sambil mengeluarkan silet lipatnya dari saku bajunya.
"Hentikan tawamu wanita gila....kau semakin membuat Putraku takut...."pekik Kyra yang begitu berani karena sudah merasa kesal.
Sontak Nadine marah mendengar cacian Kyra....Nadine lalu dengan sengaja menggores lengan Kyra hingga berdarah lalu menghirup aroma darah disilet yang terdapat darah Kyra.
"Arkkk....."Pekik Kyra yang kesakitan membuat Leo semakin merasa takut.
Namun Kyra yang sadar dan Leo berusaha menahan rasa perihnya.
Sungguh Nadine wanita yang sangat menakutkan.ia benar benar spikopat.
Nadine suka melihat ekspresi ketakutan dan kesakitan Kyra.
"Nikmati malam ini Nyonya Marvin karena besok pagi aku akan membawamu ketempat yang jauh.... agar mereka tak bisa menemukan kalian....Aku ingin melihat Fabian dan Marvin menderita......hahahaha"
Nadine keluar dari kamar itu masih dengan tawanya yang keras.
Kyra semakin takut dengan ucapan Nadine yang akan membawanya pergi jauh.
Mendengar isakan tangis Leo yang semakin keras menyadarkan lamunan Kyra.
Ia lalu menatap manik mata putranya lekat"Leo percaya pada Momykan?"
Leo mengangguk..
"Sekarang tidur ya........Kita berdoa semoga ada keajaiban besok"
Kyra memeluk erat tubuh mungil sang putra,Pikirannya menerawang jauh,Kyra juga memikirkan bagaimana keadaan Clara....Rasanya ingin Kyra menangis tapi melihat wajah Leo yang polos membuat Kyra menjadi lebih kuat lagi.
__ADS_1
Cup....Kyra mencium kening Leo lembut.
"Sayang cepat lah datang......aku takut...."Lirih Kyra mengingat Marvin.