
Kyra melihat Myta yang seyum seyum sendiri saat mendekat kearah meja makan.
"Duh kayak nya ada sesuatu yang terjadi nich dikamar abang aku?" Sindir Kyra.
Icha terseyum simpul mengerti maksud perkataan Kyra.
Mita yang merasa tersidir hanya bisa terseyum kearah Kyra dan Icha.
"Rahasia...." Ucap Mita sambil menaik turun alisnya.
Kyra dan Icha hanya terseyum dengan tingkah Mita yang koyol itu.
Tak lama Kian yang sudah mengenakan Kaos santainya turun dan langsung duduk disamping Mita.
Mita seketika merasa gugup,Sekilas ia melirik Kian yang bersikap tenang.
"Ayo kita mulai makan." Ajak Kian.
"Kakak mau makan apa?Biar Mita yang ambilin" pancing Kyra dengan mengedipkan satu matanya pada Mita yang langsung melotot padanya.
Mita tahu Jika Kyra berusaha membantunya.
"iya Kak,Kak Kian mau makan apa biar aku yang ambilkan!"
Kian melihat Mita dengan wajah datarnya.
"Emm dengan balado ayam dan capcay saja" Jawab Kian setelah melihat ada beberapa menu dimeja makan.
Dengan sigap Mita mengambilkan makanan untuk Kian.
"Silahkan Kak"
"Terima kasih"
Mereka pun mulai memakan makanan mereka masing masing.Sesekali Mita melirik kearah Kian yang terlihat tenang.Bukan Kian tidak tahu jika sedari tadi sahabat adikknya itu terus mencuri curi pandang padanya tapi ia mencoba untuk bersikap biasa.
Tak lama mereka sudah selesai makan.Mita yang melihat sudut bibir Kian terlihat kotor reflek mengusapnya dengan tisu.
Kian tertegun dengan usapan tangan Mita,Pandangan mereka beradu untuk beberapa detik.Kyra dan Icha hanya tenang melihat itu.
",Maaf Kak,Ada sisa makanan disudut bibir Kakak" Gugup Mita.
"Terima kasih" Dan suasana menjadi canggung sampai seorang pengawal mendekati Kian.
"Maaf Tuan mengganggu,Ada tamu diluar"
"Siapa?" Tanya Kian dengan suara dingin.
"Tuan Marvin,CEO BR group Tuan"
Seringai tipis muncul diwajah tampan Kian.
__ADS_1
"Suruh dia tunggu diruang tamu"
"Baik Tuan"
Kyra membola mendengar siapa yang datang.Seketika hatinya merasa senang karena rindunya akan terobati,Kyra reflek berdiri.
"Mau kemana Kamu Kyra?" tanya Kian.
"Kyra ingin menemui Marvin Kak"
"Tidak boleh.......Icha,Mita bawa Kyra masuk kekamarnya" Perintah tegas Kian dengan sorot mata tajamnya.Sungguh Mita juga dibuat takut dengan sikap tegas Kian itu.
"Tapi Kak" sela Kyra.
"Kakak bilang masuk!"ujar Lugas Kian yang membuat Kyra berkaca kaca dan langsung lari kekamarnya.
Icha dan Mita mengikuti Kyra kekamarnya.
Kian berdiri lalu berjalan menuju ruang tamu.
"Ternyata kau sudah menemukan rumahku ya" Sapa Kian yang melihat Marvin berdiri memunggunginya.
Marvin menoleh.
"Belum puas kau menyembunyikan Adikmu?Dimana Dia aku ingin bertemu dengannya!" Ujar Marvin datar dan berdiri didepan Kian.
Kian tertawa reyah.
"Jadi Kau kesini untuk menemui Kyra,,Sayangnya aku tidak akan pernah mengijinkanmu menemui adikku lagi."
Kian tergelak.
"Benarkah????Meskipun benar begitu,Aku tetap tidak akan membiarkan adikku bersama pria breng...k seperti dirimu.Kau tidak pantas untuk gadis yang sepolos Kyra."
"Aku akui aku memang bukan pria yang baik,Masa lalu ku buruk.Tapi itu dulu,setelah Kyra hadir dihidupnya hatiku hanya ada dirinya.Aku juga sudah jarang pergi keClub"
"Yang namanya Breg...k tetap saja tidak akan berubah.Pergilah aku sibuk" Usir Kian.
"Semua orang punya masa lalu Kian,Dan aku mau berubah demi Kyra.Adikmu sangat mencintaiku,dan aku juga mencintainya jadi jangan menjadi penghalang hubungan kami Kian" Ujar Marvin yang mulai emosi.
Kian menarik kerah baju Marvin,Keduanya melempar tatapan dingin nan tajam.
"Tapi Masa lalumu itu yang akan selalu menganggu adikku dan akan membuatnya sakit.Aku adalah Kakaknya,Jadi wajar jika aku ingin yang terbaik untuk Adikku..Lupakan adikku ,Kau bisa cari wanita lain"
"Aku tidak pernah berniat melupakan Kyra meski kau adalah Kakaknya.Aku juga tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkannya!" Ujar mantap Marvin.
Kian menyeringai dan posisi mereka begitu dekat.
"Coba saja kalau kau bisa.....Aku.akan segera membawa adikku pergi jauh darimu" Ancam Kian.
Marvin semakin emosi.
__ADS_1
"Jangan pernah mencoba membawa Kyra pergi,Karena aku pasti akan cepat menemukannya calon kakak ipar" Goda Marvin yang membuat Kian kesal mendengar sebutan Kakak Ipar.
"Pergi sebelum aku membunuhmu Marvin"
"Bunuh saja,Setelah itu adikkmu akan membencimu!"
Kian melepas cengkraman tangannya dikerah baju Marvin dengan kasar lalu berbalik ingin meninggalkan Marvin yang tidak mau pergi juga..
"Aku akan pergi sekarang,Tapi besok besok aku akan kembali lagi.Dan ingat,Adikmu adalah milikku!!Apapun akan aku lakukan untuk mendapatkannya!" Ucap Marvin yang menghentikan langkah Kian lalu pergi keluar dari rumah milik Kian.
Marvin menggepalkan tangannya kuat karena tidak bisa menemui Kyra.
Marvin berjalan menuju halaman rumah Kian tempat dimana mobilnya berada.
Saat melangkah Marvin mendengar seseorang memanggilnya,Reflek ia menoleh keatas.
Deg..........Kyra berdiri dibalkon kamarnya,melihatnya dengan seyum indah yang begitu Marvin rindukan tiga hari ini.
Tatapan Kyra begitu menghujam hati Marvin,Mereka merasakan rindu yang begitu besar saat ini.
Kyra sedikit merasa lega bisa melihat pria yang dicintainya meski dari jarak yang ckup jauh.
Ingin rasanya Marvin menerobos masuk atau memanjat dinding itu dan langsung memeluk erat tubuh Kyra yang sudah menjadi candunya.
Kyra membentuk dua tangannya menjadi bentuk hati.dan ia arahkan pada Marvin yang menatapnya lekat dari bawah.
Marvin terseyum simpul saat tahu maksud isyarat Kyra"Aku juga mencintaimu Sayang"Teriak Marvin.
Kyra terseyum bahagia mendengar pernyataan Marvin yang selama ini Kyra tunggu meski waktu dan tempatnya tidak tepat.
"Aku merindukanmu Marvin.Aku baik baik saja disini.Jaga kesehatanmu" Kini Kyra bersuara lantang dan dapat dengan jelas didengar oleh beberapa pengawal yang berjaga.
"Aku juga merindukanmu Rubah kecil,Kau juga harus menjaga kesehatamu.Aku akan kembali untuk membawamu" ujar Marvin keras.
Air mata Kyra sudah mengalir deras,Ia sangat ingin memeluk Marvin tapi apa daya dia tak bisa.
"Hati hati dan cepat temui aku lagi" Ujar Kyra yang dengan berat hati melambaikan tanganya.
"I love you Honey............Jaga dirimu" Ujar Marvin lalu membuka pintu mobilnya.
Sebelum masuk Marvin memandang sesaat Kyra yang masih setia berdiri menatapnya.Sungguh hati Marvin seakan teriris saat ini,Dia tidak tahan melihat kesedihan dimata Kyra.
"Selamat malam Sayang"ujar Marvin lalu masuk kedalam mobilnya.
Kyra melihat mobil Marvin sampai menghilang dari pandangannya.
Seketika tubuh Kyra merosot kelantai.Kyra menangis sesegukan dengan menyembunyikan wajahnya dikedua lipatan kaki dan tangannya...
Icha dan Mita segera mendekati Kyra dan memeluknya erat.Mencoba memberikan ketenangan untuk Kyra.
Sedangkan Marvin didalam mobil memukul mukul kemudinya.Ia merasa kesal dengan dirinya sendiri dan sangat menyesal dengan segala tingkah dimasa lalunya yang begitu buruk.
__ADS_1
Ia sungguh merindukan Kyra saat ini.
"Arkkkkkkk.........bisa gila aku.Ternyata aku sangat mencintaimu Kyra" gumamnya.