
Dirumah sakit.
Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam.
Hanya tersisa Marvin dan Kian yg masih setia menunggu Kyra.
Kian yang tiduran di sofa dan Marvin yang setia duduk disamping brankar Kyra,menatap dalam wajah pucat sang istri yang belum sadar.Marvin benar benar menyesali kebodohannya kali ini.
"Kenapa Kyra belum sadar Ki?"Tanya Marvin pada Kian.
"Sabarlah,mungkin sebentar lagi.!"ujar Kian yang lebih tenang.
"Aku begitu mengkhawatirkan nya!"
"Heyy bodoh kau pikir aku tidak!"ujar Kian kasar.
"Berhenti mengataiku bodoh Kian,aku bisa saja membungkam mulutmu,!"Sarkas Marvin.
Kian terseyum sinis."Lalu bagaimana Kayla?Apa perlu aku yang menangani nya?"
"Tidak perlu,aku sendiri yang akan mengingatkannya!"jawab Marvin lugas.
"Baguslah,Awas saja jika wanita itu berulah lagi dan membuat Kyra terluka.Aku tidak segan menyakitinya dengan tanganku sendiri!"Ujar Kian datar namun begitu menakutkan.
Mendengar percakapan keduanya,Kyra yang berada dibawah alam sadarpun,perlahan membuka matanya.
Sontak membuat kedua pria arogan itu terkejut juga senang.
"Kau sudah sadar sayang,bagian mana yang sakit?"Tanya Marvin mengusap pipi Kyra pelan.
"Kakak lega kamu sudah sadar Ky!"ujar Kian yang mendekat.
Kyra menatap Marvin dalam lalu beralih keKian.
"Apa yang terjadi padaku?"tanya lirih Kyra yang belum mengingatnya.
"Kau pingsan karena pendarahan ,tapi kau tenang saja Ky,bayimu masih bisa selamat!"jawab Kian cepat.
Kyra menutup matanya,ia baru ingat apa penyebab dirinya sampai pendarahan dan pingsan.
Kyra menatap dalam Marvin tanpa berucap apapun.Dan itu membuat Marvin seketika tau betul maksud dari tatapan sang istri.
"Sayang kau salah paham,Maafkan kebodohan ku yang tidak peka dengan perasaanmu...Sayang aku benar benar tidak ada hubungan dengan Kayla,dia hanya kuanggap sebagai adikku saja dan aku hanya menemuinya untuk urusan pekerjaan.Soal bekas lipstik itu,aku benar benar tidak tau dari mana itu.Ku mohon percayalah padaku dan jangan berfikir macam macam!"jelas Marvin dengan raut wajah gugup nya,ia takut Kyra tidak mempercayainya.
__ADS_1
"Iya Ky,Kau hanya salah paham.Kakak pastikan Suamimu ini tidak ada hubungan apa apa dengan wanita itu.Sekarang kau harus lebih fokus menjaga bayimu.Kau paham kan maksud kakak!"ujar Kian yang mencoba membantu Marvin.
"Benar kau tidak menyukai nya?"tanya Kyra memastikan.
Marvin menggeleng cepat"Tidak sedikitpun Sayang.Dan aku janji aku tidak akan menemuinya lagi.Hatiku hanya milikmu kau harus ingat itu!"ujar Marvin tegas.
Kyra terseyum kecil melihat Marvin,Ia lega karena Suami nya yang begitu tampan dan menawan itu masih begitu mencintainya.
Marvin menciumi tangan Kyra yang terpasang Impus"Sekali lagi maafkan aku sayang!"
Kyra mengangguk pelan.Marvin yang bahagia langsung mengecup kening Kyra kilat.
"Well,aku senang melihat kalian mesra lagi.Fokus pada bayimu saja Ky,dan jangan pikirkan yang lain.!"ujar Kian mengusap lembut kepala Kyra.
"Terimakasih y Kak.Maaf jika membuat kakak dan yang lain khawatir."Ujar Kyra sambil tersenyum.
Kian hanya menggangguk pelan"Yasudah Kakak pulang dulu ya,Besok kakak kesini lagi!"
"Jaga adikku dengan baik Marvin,aku pulang dulu!"pamit Kian lalu keluar dari ruangan itu.
Setelah Kian pergi,Marvin terseyum kearah Kyra yang menatap nya.
"Cintaku masih begitu besar padamu sayang,jadi jangan pernah berfikir macam macam.Sudah kukatakan,tidak ada wanita yang menarik perhatian ku selain dirimu.Kau harus percaya padaku!"
"Aku percaya,maaf jika aku terlalu sensitif"
"Sekarang lupakan kejadian kemarin dan fokus pada baby kita..Boleh aku tidur didekatmu sayang?"tanya Marvin yang membuat Kyra terseyum lebar.
"Kenapa kau harus bertanya dulu!Itu yang ku inginkan sedari tadi!"jawaban Kyra membuat Marvin begitu senang dan langsung naik keranjang Kyra dan memeluk erat tubuh wanita sintal itu.
"Kau sungguh membuatku takut dan khawatir!"ujar Marvin yang memeluk Kyra dari depan.
"Maaf,harusnya aku bertanya,bukan memendamnya sendiri!"ujar Kyra yang begitu nyaman berada dipelukan sang suami.
"Sudah kau tidur lagi ya,,besok pasti akan banyak orang kesini.Jadi simpan dulu energimu sayang!"
Kyra pun menurut dan perlahan menutup matanya,Tubuhnya terasa begitu lemah dan masih terasa sakit diperutnya.
"Aku pastikan Kayla tidak akan menyakitimu lagi sayang!"gumam Marvin sambil menunduk menatap wajah cantik Kyra yang terlihat pucat.
Sementara dikediaman Wiratama.
Mita yang belum tidur, terkejut dengan kepulangan sang suami yang terlihat lelah.
__ADS_1
"Apa Kyra sudah sadar Kak?"
Kian mengangguk"Sudah dan keadaannya sudah lebih baik."
"Syukurlah kalau begitu,Aku lega sekarang.Kakak mau mandi?biar aku siapkan airnya!"tawar Mita sambil melepas kancing kemeja Kian.
"Kau mau memandikan aku?"hmmm"goda Kian yang menatap Mita lekat.
"Kak jangan menggodaku!"
"Aku sangat lelah sayang,aku butuh dirimu!"bisik Kian disamping telinga Mita yang berdiri didepannya.
Mita tau betul apa maksud ucapan sang suami yang begitu kuat soal urusan ranjang."Iya,Kak...Mita bantu mandi,tapi kakak harus janji jangan seperti tadi!"ujar Mita ambigu.
"Maksud mu?"tanya Kian bingung.
"Mita takut melihat kakak seperti tadi,Apa bagi kakak,nyawa seseorang itu seperti mainan.Kakak dulu sudah berjanji padaku untuk tidak membunuh orang lagi kan....jadi jangan seperti tadi.Aku benar benar takut!"ujar Mita yang ingin sang suami berubah.
Kian terseyum miring,ia sekarang tau maksud sang istri,Demi Mita dan Kiral ia sudah berjanji hal itu,dan tadi ia hampir lupa dengan janjinya.Walau bagaimana pun membunuh sudah menjadi hal biasa untuk Kian,dan itu memang sulit untuk ia hilangkan.
"Apa aku begitu menakutkan?"tanya Kian yang langsung diangguki Mita.
"Sangat menakutkan, bagaimana jika sampai Kiral melihatnya,itu akan buruk bukan?"ujar Mita mengingat kan.
"Hmm,lain kali aku akan lebih menahan emosiku.Tapi memang jika itu menyangkut Kau,Kiral dan Kyra.Aku akan sangat marah seperti tadi.!"ujar Kian mengusap lembut pipi sang istri.
"Kakak boleh marah tapi jangan sampai membunuh orang,Aku tidak ingin ada orang yang dendam pada keluarga kita kak,kakak mengerti kan?"ujar Mita sepenuh hati untuk menyadarkan Kian.
Demi membuat sang Istri tenang,mau tidak mau Kian harus menurut dulu."Iya aku tau maksudmu sayang,,Yasudah Ayo mandikan aku!"
"Jangan lama lama ya Kak,ini sudah malam!"ujar Mita lalu masuk lebih dulu kekamar mandi dan itu membuat Kian senang.
"Maaf sayang aku masih belum bisa menahan jiwa setan ku,,lain kali jika terpaksa aku harus menghukum seseorang aku tidak akan menunjukkannya dihadapanmu !"ujar lirih Kian lalu menyusul kedalam kamar mandi.
Kian berjanji pada dirinya sendiri,jika suatu saat nanti ia harus terpaksa membunuh orang maka ia tidak akan melakukannya dihadapan sang istri atau putranya.
Dan terjadilah mandi yang lebih dari sekedar mandi untuk pasangan suami istri itu.
🌺🌺
Terima kasih untuk dukungannya ya...jangan lupa like,vote dan komennya ya....
Oh ya...maaf jika Author salah menulis umur kehamilan Cleo,,
__ADS_1
Jadi disini Author mau menjelaskannya jika usia kehamilan Kyra dan Cleo itu selisih hanya 2 bulan ...ingat dulu saat Cleo pertama kali berkunjung kerumah Kyra dan membuat semua orang terkejut.Saat itu Usia kehamilan Kyra sudah Tiga bulan dan Cleo baru satu bulan......