Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
SS2-12..Campur campur.


__ADS_3

Senja mulai nampak saat Erick tiba diApartemen nya.


Saat masuk ia melihat Cleo sedang duduk bersantai didepan TV.


Cleo melirik Erick yang duduk disampingnya tanpa rasa canggung.


Erick lalu memberikan paper bag berisi blues berwarna pasta pada Cleo, membuat gadis tomboy itu heran.


"Untuk apa ini?"


Erick merenggangkan dasi nya setelah membuka jasnya."Pakai itu,nanti malam aku akan mengajak mu bertemu keluarga baruku,Aku ingin memperkenalkan mu sebelum kita menikah!"ujar Erick yang terlihat lelah.


Melihat wajah letih Erick,Cleo langsung berdiri lalu menuju dapur mengambilkan segelas air putih untuk pria yang sebenarnya ia masih sangat membencinya tapi nuraninya tak tega melihat wajah lelah pria itu.


Erick terseyum tipis menerima segelas air putih dari Cleo,Ia merasa gadis itu mulai luluh padanya.


"Diminum...jangan seyum seyum saja"sungut Cleo yang terlihat lucu bagi Erick.


Erick mengenggak sampai habis air putih itu lalu meletakkan gelas diatas meja"Terima kasih"ujarnya datar.


"Aku tidak terbiasa memakai baju feminim begitu"ujar Cleo datar.


"Maka biasa kan...ingat semakin lama perutku akan semakin besar,mana mungkin kau memakai celana Levis terus....bisa bisa aku akan membuang celana celana mu itu"kesal Erick.


Cleo menatap tajam kearah Erick"Jangan pernah menyentuh pakaianku"Ujarnya galak.


"Makanya kau harus patuh padaku"


Cleo berdecak"aku akan memakai kaos mu saja jika perutku sudah membesar"ujar Cleo yang membuat Erick menahan tawanya.


"Jadi kau mau pakai kaosku?"goda Erick.


Cleo mendelik..."jangan berfikir macam macam....aku hanya meminjam karena kau bilang aku harus memperhatikan anak kita"


Erick tergelak"Terserah kau saja,Pakai apa yang kau suka....jika kau ingin membeli pakaian pakai kartu dariku"


"Tidak perlu,Buang buang uang saja...Lagi pula hanya berapa bulan saja aku memakai nya."ujar Cleo.


Erick semakin kagum dengan sosok Cleo yang sangat sederhana.


"Kau harus mau memakai blues ini.Tidak ada bantahan!"tegas Erick.


Bibir Cleo mengerucut"Memang siapa keluarga barumu itu?"


"Mereka sahabat sahabat dekatku ada lima pasang.Mereka sudah seperti keluarga ku sendiri.Orang tua kami juga saling mengenal"ujar Erick membuat Cleo diam.Jujur ia belum siap bertemu dan merasa minder dengan keluarga Erick yang kaya.


"Kenapa Diam?"tanya Erick menaikkan alisnya.


"Aku merasa belum siap"jawab Cleo ketus.


Erick menggeleng pelan"Mereka sangat baik...Aku yakin ,Kau akan cepat akrab dengan mereka."

__ADS_1


"Lalu dimana Keluargamu sendiri?"tanya Cleo yang penasaran dengan Erick yang tinggal sendirian diApartemen.


Wajah Erick berubah sedikit sendu dan itu bisa dilihat oleh Cleo.


"Mamaku sudah meninggal saat aku Remaja,Adik perempuanku ada diThailand mengurus bisnisku"ujar Erick tenang.Membuat gadis itu merasa bersalah membuat Erick mengingat ibunya yang telah tiada.


"Lalu papamu?"tanya Cleo spontan.


Erick menatap Cleo beberapa saat,Ia bingung antara menjawab atau tidak.


"Papaku ada dipenjara karena sebuah kasus"ujar Erick lirih.


Mata Cleo membulat ia semakin merasa bersalah,harusnya dia tidak bertanya tadi.


"Maaf,aku sudah lancang!"sesal Cleo.


Erick terseyum tipis"Aku pergi mandi dulu..ingat bersiap lah,,Pukul 7 kita berangkat"


Erick segera berdiri menuju kamarnya yang sekarang menjadi kamar mereka berdua.


Cleo menatap punggung lebar tegap itu dengan wajah penasaran dan sendu"Kenapa aku merasa dia seperti kotak Pandora...penuh misteri"gumam Cleo.


☘️☘️☘️


Malam nya dikediaman Dimika.


Gio yang sudah siap dan akan berangkat kerumah Marvin menghentikan langkahnya karena panggilan sang Mama.


Gio berdecak"Kerumah Marvin Ma"


"Untuk menemui gadis kampung itu kan?"tanya Sinis nama Siska.


Gio mulai kesal"Mama bisa tidak jangan menyebut Icha dengan gadis kampung,Icha gadis modern yang cerdas Ma,buktinya dia sudah menduduki jabatan kepala Divisi sekarang."


"Mama tidak perduli.....Kau harus cepat meninggalkan gadis itu.. titik"ujar Mama Siska penuh penekanan.


"Biarkan Gio pergi Ma...dia anak muda yang butuh berkumpul dengan teman teman sebayanya...jangan mengekang kebebebasannya"Ujar Papa Gerald yang mendekat karena mendengar keributan antara istri dan anaknya.


Mama Siska menatap sang suami kesal dan Gio segera pergi setelah mendapat kode dari sang papa"Papa is the best"bisik Gio saat melewati sang Papa.


Seyum Gio lebar untuk sang Papa yang selalu mendukungnya.


Tuan Gerald adalah sosok yang demokratis,ia sangat menyayangi Gio sebagai anak tunggal nya.Gio yang sedari kecil selalu menurut dan sekarang mau meneruskan bisnisnya sudah membuat Papa Gerald bangga.Dan untuk urusan jodoh putranya,Papa Gerald percaya pada sang putra,ia yakin pilihan sang putra akan tepat.Namun pria paruh baya itu tak lepas begitu saja,Ia ternyata diam diam juga mencari tahu tentang Icha.


Dan bagi Papa Gerald,Icha termasuk gadis yang baik,polos dan cerdas menurut nya.


Mama Siska yang kecewa langsung pergi begitu saja meninggalkan sang suami.


"Seperti nya aku harus meminta bantuan pada Jia untuk membujuk Siska...aku tak ingin putraku merasa tertekan oleh ibunya sendiri."gumam Papa Gerald.


☘️☘️

__ADS_1


Dikediaman Sanjaya.


Clara dan Fabian sudah bersiap untuk pergi kerumah Marvin tentu dengan Leo.


"Sayang aku senang akhirnya Erick menemukan jodohnya"ujar Clara pada sang suami.


Fabian terseyum"Ya meski harus dengan insiden yang menyakitkan untuk gadis itu"


"Setidaknya Erick mau bertanggung jawab...Aku tak ingin Marvin selalu cemburu pada Erick...Aku tahu betul sifat Arogantnya itu sejak diInggris tak pernah berubah"Ujar Clara yang memang mengenal sangat baik Marvin.


Fabian terseyum simpul menanggapi ucapan Sang Istri yang sedang merapikan bajunya.


"Lalu dengan Gio dan Icha?"tanya Clara Menatap lekat sang suami.


"Gio bilang belum saatnya kau bicara pada paman Andre,Nanti saja kita lihat dulu keadaannya."Ujar Fabian yang sudah melingkar kan tangannya kepinggang ramping sang Istri.


Sudah hampir mereka berciuman dikamar itu tapi seorang bocah menggagalkannya,siapa lagi jika bukan Leo.


"Papa,Mama ayo kita berangkat sekarang,aku sudah rindu Momy Kyra dan aku ingin menemui calon istri Uncle Erick....."celoteh Leo yang membuat Fabian mendengus.


"Putramu ini memang sudah pintar mengganggu momen kita Sayang"gerutu Fabian.


plakkkkk....


Pukulan dari Clara dilengan Fabian"Dia juga putramu...."


Fabian tergelak melihat wajah cemberut Sang Istri."Yasudah Ayo kita berangkat...pamit pada Opa dulu nak"Ujar Fabian pada putranya karena mereka sedang menginap dirumah Calvin Sanjaya.


Leo segera mendekati sang Kakek yang sedang duduk didepan TV melihat siaran berita politik lalu mencium pipi sang kakek."Leo pelgi dulu kerumah Momy Kyra dan Dady Marvin ya Opa"cadel bocah tampan berusia 4 tahun itu.


Calvin memeluk hangat laku mencium kedua pipi cucu yang pernah ia buang dulu dan sekarang ia sangat menyayangi nya."Pergi lah Nak....jangan nakal ya disana"


Leo mengangguk cepat"Okey Opa...."


"Papa benar tidak ingin ikut kami?"tanya Fabian pada sang mertua.


"Tidak Nak,itukan acara anak muda"sanggah opa Calvin.


Clara terseyum"Disana kan ada Tante Jia pa"


Calvin berdecak,ia tahu maksud ucapan sang Putri yang ingin menjodohkannya dengan Mamynya Marvin.


"Cla jangan mulai menggoda Papa ya....Nanti saja jika ada Gerald atau Daniel.Baru papa ikut kumpul"


"Okey Pa,Nanti kami akan undang Paman Gerald dan Paman Daniel biar tambah seru.,,Kami pergi dulu pa"Ujar Clara lalu menggandeng sang putra.


Clara berniat membuat semuanya bisa berkumpul,agar Opa Opa dan Oma Oma bisa ikut berkumpul juga.


🌺🌺🌺


Uhhh Clara bisa aja punya niat buat nyomblangin sang Papa dengan Mamy Jia.....bisa bisa Opa Oma ikut puber kedua kayak pasangan muda mudi ini...hahahaha....

__ADS_1


__ADS_2