
Berita tentang Kemunculan Kyra Queensa sebagai adik Kian dan Kekasih Marvin sudah tersebar luas keperusahan BR Group,WIN Group,Exel Group juga perusahaan besar yang lainnya.
Mereka merasa terancam,Bisa saja kehadiran Kyra bisa membuat hubungan BR dan WIN group membaik dan membuat dua perusahaan bergabung dan menjadi semakin kuat.
Dan itu membuat geram seorang wanita cantik yang sedang duduk disofa diruangan kerja sang ayah.
Wanita itu adalah Abel.Wanita yang sangat menyukai Marvin.
Abel semakin membenci Kyra setelah tahu jika gadis polos itu adalah adik dari Kiano,CEO WIN group.Pria yang dulu pernah menolaknya.
"Ternyata Gadis kecil itu masih hidup Pa,,Aku tak mengira Kiano bisa menemukannya.Aku semakin membencinya Pa,dia gadis yang juga sudah merebut Marvin dariku" Sarkas Abel pada Papanya yang sedang duduk dikursi kebesaran.
Martino Artama,Pria paruh baya yang merupakan pesaing bisnis papa Marvin dan Papa Kian yang juga papanya Abel.
"Papa juga tidak menyangka,Gadis kecil itu masih hidup.ini akan menghambat rencana kita abel.Jika kau tidak bisa mendapatkan Kian maka kau harus berhasil mendapatkan Marvin apapun caranya." Ujar Martin sinis.
"Abel tahu pa.Dengan begitu perusahaan Marvin akan jatuh ketangan Abel.Aku akan terus mendekati Marvin Pa.Dan aku ingin membuat Kian menyesal pernah menolakku.Tapi aku harus menyingkirkan gadis kecil itu dulu"
"Bagus jika kau tahu apa yang harus kau lakukan Abel.Papa yakin padamu!"
Abel terseyum sinis sambil menghirup sebatang rokok yang berada diruar jarinya.
Diotak Abel sudah mulai memikirkan cara cara licik untuk menjauhkan Marvin dengan Kyra.
Dikantor BR group,Marvin duduk dikursi kebesarannya dengan wajah frustasinya.
Dua hari ini dirinya tidak bisa menghubungi Kyra.No ponsel gadis itu tidak aktif dan Marvin yakin ini semua karena ulah Kian.
Marvin yang sudah terbiasa dengan makanan dan belaian hangat Kyra menjadi uring uringan dikantor.Membuat Dika menjadi sangat pusing dengan kelakuan bos nya itu.
Tok tok tok.
"Masuk...", Titah Marvin yang sedang berdiri disamping dinding kacanya.
Dika masuk sambil menunduk hormat.
" Saya sudah menemukan alamat Tuan Kian,Pak"Ujar Dika.
Marvin menoleh dengan wajah datarnya.
"Bagus....Aku akan kesana malam nanti"
"Anda yakin Pak??"jawab Dika yang menang merasa khawatir dengan pertemuan kedua CEO itu.
" Tentu....Demi Kyra aku akan melakukan apapapun,Sekalipun harus berbagi tender dengan Kian"ujar Marvin yang sangat membuat Dika terkejut.
Pasalnya dari dulu Marvin dan Kian selalu bersaing ketat apalagi mengenai tender tender besar.Dika tak menyangka,seorang Kyra bisa merubah Marvin yang terkenal gigih dan keras dalan urusan pekerjaan.
"Apa kau sudah menemukan bukti tentang permasalahan tiga belas lalu?" Tanya Marvin mengenai kasus kesalah pahaman yang terjadi antara papa nya dan papa Kian.
Selama ini tanpa diketahui orang lain,Kian berusaha mencari tahu bukti tentang permasalahan antara papa nya nya Papa Kian,Marvin yakin papanya tidak bersalah.Dan setelah Marvin tahu jika Adik dari Kiano,Marvin semakin giat untuk segera menemukan bukti bukti itu.
"Belum Tuan,Sepertinya mereka sudah menghapusnya dengan rapi."
"Sial............"Umpat Marvin.
"Lalu dengan apa aku menjelaskan pada Kian kalau bukan papaku yang hampir membuat perusahaan papanya bangkrut" ujar Marvin lagi.
"Saya yakin pasti masih ada bukti yang tertinggal pak..."
Marvin nampak berfikir keras.
"Cari tahu lewat orang orang yang dulu bekerja pada Papaku.Mereka yang menjadi orang orang kepercayaan papaku dulu bisa saja berhianat"
"Baik Tuan..Saya akan menyelidikinya satu persatu"
Dika keluar ruangan setelah memberi hormat pada Marvin.
Malam harinya.
Mita yang merindukan Kyra datang berkunjung kerumah Kian.
Sebelum makan malam mereka berbincang dikamar Kyra,Icha yang juga sudah pindah kerumah Kian juga ikut bergabung.
"Jadi ponselmu disita Kak Kian?"Tanya Mita.
Kyra mengangguk lemas.
" Wah pantas,Aku dengar dari para manajer dua hari ini Pak Marvin marah marah terus,Pasti dia uring uringan karena mikirin kami Ky"
__ADS_1
Kyta terdiam menatap Mita.
"Mungkin dia merindukanmu Ky"Timpal Icha.
"iya pasti Pak Marvin begitu karena tidak bisa menerima kabar darimu" Ujar Mita.
"Aku juga sangat merindukannya....Tapi Aku tak bisa berbuat apa apa,Kak Kian sangat ketat menjagaku.Aku juga merasa takut,Kak Kian tidak akan pernah bisa menyetujui hubungan ku dengan Marvin."
Mita dan Icha menangkap kesedihan dimata Kyra.
"Aku akan membantumu sebisaku Ky,Tentu tanpa sepengetahuan Kak Kian." ujar Mita.
"Kak Icha juga akan membantumu,Kau jngan terlalu khawatir Kakak yakin Pak Marvin tidak akan diam begitu saja,Dia pasti akan melakukan apapun untuk bisa bersamamu" nasehat Icha yang membuat Kyra sedikit tenang.
"Maksih ya Kak,makasih ya Mit.Kalian selalu untuk ku" ujar Kyra lalu memeluk Keduanya.
"Lebih baik kita masak yuk didapur" Ajak Icha.
"Tapi aku gak bisa masak" Ucap Mita.
"Nanti kita ajari,Memang kau tidak mau memasakkan untuk Kakakku?" goda Kyra.
Mita tersipu malu."Mau dong Ky....."
Ketiganya pun turun kedapur untuk memasak hidangan makan mlam.mereka menyuruh para main mengerjakan tugas yang lain saja..
Mita menatap kesekeliling rumah yang terlihat sepi.
"Kak Kian Dimana Ky,Kok gak kelihatan?" tanya Mita yang memang mengagumi sosok Kian.
Kyra terseyum melihat Mita yang mencari cari keberadaan kakaknya.
"Biasanya nya Kak Kian jam segini ada dikamar,tadi sehabis pulang kerja dia dikamar belum keluar"
"Oh begitunya"mita manggung manggut.
" Kamu mau nganterin teh hangat kekamarnya?"Kyra berusaha membantu Mita untuk mendekati kakaknya.
"Tentu Ky,Mau banget" Jawab Mita penuh antusias.
Kyra segera membuatkan teh hangat untuk kakaknya.
"Kok aku jadi deg deg an gini ya.....aku kekamar Kak Kian dulu ya" ucap Mita setelah menerima nampak berisi secangkir teh hangat lalu menuju kamar Kian.
Kyra terseyum melihat Sahabatnya yang sangat gigih mengejar kakaknya sedangkan Icha hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat sikap berani Mita yang sama seperti Kyra.
Mita sudah sampai didepan pintu kamar Kian.
Tok tok tok.
Ceklek....
Mata Mita membulat saat melihat Kian hanya mengenakan celana panjang bertelanjang dada dengan rambut yang masih basah.
Sungguh dimata Mita,Kian nampak begitu tampan dan Sexi,Apalagi Kian memiliki roti sobek yang membuat Mita ingin menyentuhnya.
",Mita......", Ujar Kian yang terkejut melihat Mita yang datang bukan adiknya,Kyra.
Seketika lamunan Mita buyar dan dia merasa sangat gugup.
" Maaf Kak,Kalau Mita ganggu.Mita cuma mau nganter teh Ini untuk Kakak"Ucap Mita berusaha tenang.
"Kenapa kamu harus repot repot,Dimana Kyra?"
"Kyra sedang memasak bersama Kak icha, Kak"
"Taruh saja diatas meja" ujar Kian lalu masuk kekamarnya diikuti Mita.
Mita semakin gugup memasuki Kamar Kian.
Dengan perlahan Mita meletakkan secangkir teh itu dimeja pinggir ranjang Kian.
Mita melihat Kian sedang duduk bersandar disofanya dengan mata yang tertutup.
"Kak Kian kenapa?" tanya Mita yang merasa khawatir dengan sikap Kian.
"Aku hanya merasa lelah saja Mit" ujar Kian tanpa membuka matanya.
Dengan berani Mita mendekat kearah Kian.
__ADS_1
"Kakak mau,Mita pijitin?" tawar Mita ragu.
Kian membuka matanya dan menatap Mita.
"Apa kau tidak keberatan?"
Mita terseyum kearah Kian.
",Tentu tidak Kak"
Mita segera duduk disamping Kian.
"Mana yang pegal Kak?"
"Hmm disini dan disini" jawab Kian sambil menunjuk tengkuk dan pundaknya.
Lalu reflek Kian membalikkan tubuhnya memunggungi Mita.
Dengan jantung yang semakin berdebar,Mita perlahan memijat bahu dan tengkuk Kian
Mita bisa mencium aroma tubuh segar Kian dari jarak sedekat itu.
Marvin memejamkan matanya menikmati sentuhan dan pijatan lembut tangan Mita.
"Apa kekasih kamu tidak marah Mit,Kamu memijat saya?" Tanya Kian tiba tiba yang membuat Mita terkejut dan menghentikan gerakan tangannya sesaat.
"Mita gak punya kekasih Kak,,Apa gak kebalik ya,Kalau Kekasih kakak marah gimana lihat Mita mijitin Kakak?" tanya Balik Mita
"Aku tidak ada waktu untuk memikirkan kekasih Mit...waktuku habis untuk memikirkan urusan pekerjaan"Tentunya jawaban ini membuat hati Mita merasa senang.
Mita memijat Kian dengan sepenuh hati.
Setengah jam berlalu.
" Sudah Mit Nanti kamu capek gara gara mijitin aku"ujar Kian yang langsung berbalik menghadap Mita.
"Tapi Mita tidak merasa lelah." jawab Mita yang memandang lekat Kian.
Kian terseyum simpul.
"Pijatan kamu enak,Kapan kapan kamu bisa pijitin aku lagi."
"Dengan senang hati Kak,Yaudah Mita kedapur dulu Kak,Diminum teh nya Kak"ucap Mita yang merasa bahagia dengan pujian Kian.
Mita yang sudah berdiri tersandung karpet saat akan melangkah,tubuhnya yang akan jatuh segera ditarik Kian.
Kini posisi tubuh Mita berada dipangkuan Kian dengan tangan Mita yang satu berada ditengkuk Kian dan yang satunya berada didada Kian yang masih telanjang.
Sedangkan tangan Kian memeluk hangat Pinggang dan perut Mita.
Pandangan keduanya beradu dengan jarak yang begitu dekat.
Kedua mata Mita membulat,Hatinya bergemuruh kuat.
Sedangkan Kian seakan terkunci dengan tatapan kedua mata indah milik Mita.
Kian yang sudah lama tidak berdekatan dengan wanita merasa kan sesuatu yang aneh ketika berada didekat Mita apalagi memeluk tubuh Mita seperti itu.
Tok.tok.tok...
Kak Kian,Mita..Makan malam sudah siap...."ujar Kyra didepan pintu kamar Kian.
Seketika Kian dan Mita tersadar.
Mita perlahan bangum dari panggukan Kian.
" Ma..Maaf Kak,,,"Ujar Mita malu.
Kian terseyum kikuk sambil mengangguk kearah Mita.
Suasana menjadi canggung.
Kian mencoba menetralkan ekspresi wajahnya.
"Iya Ky,Kakak segera turun" jawab Kian.
"Aku pake baju dulu" Ucap Kian pada Mita dan merasa canggung lalu segera berdiri dan masuk kedalam ruangan walc in closet nya.
Mita terseyum sambil menyentuh dadanya lalu segera keluar dari kamar Kian.
__ADS_1
"Tidak kusangka Seorang CEO hebat seperti Kak Kian bisa begitu canggung didepan wanita "gumam mita sambil berjalan turun kelantai.bawah.