
**Duh Author kok sedih bget ya ada yang komen katanya alurnya tidak sesuai judul...Kan Author udah bilang jika Season 2 ini lanjutan Season 1 yang menceritakan kisah peran peran pendukung tapi tetap tokoh utama nya Kyra dan Marvin...
Jika dibilang ini bukan kisah Sugar Dady...Kok bisa?Season 1 Kan udah jelas menceritakan seorang Kyra yang dari kecil ditolong sampai hidupnya dibiayai Marvin hingga membuat Kyra jatuh cinta sama Marvin...itu yang author maksud mencintai sugar Dady.
Beda lagi dengan Season 2 yang anggap saja capter ini hanya tambahan sesuai permintaan readers....Paling cuma puluhan part aja..Jadi mohon dipahaminya...Jika tidak suka dengan alurnya silahkan berhenti membaca saja...Author cuma ingin menghibur saja ...Matur suwun....
🌹🌹🌹🌹
Siang hari disebuah Restoran Dekat Gedung BR Group.
Gin dan Icha sedang makan siang bersama.
"Cha...."panggil Gio ragu.
Icha yang sedang duduk fokus makan menatap sang kekasih "Iya Kak"
"Hmm Aku ingin mengajakmu kerumah,Papa ingin bertemu denganmu!"ujar Gio ragu karena ia pasti tau Icha akan terkejut.
Icha terdiam sesaat"Icha takut Kak bertemu Mama Kakak"Jujur Icha.
Gio menggenggam tangan Icha diatas meja erat.
"Ada aku yang akan selalu disisimu Cha,,,Jangan hiraukan Mama,,Papaku yang ingin bertemu denganmu..Kau mau kan?"
Icha menghela nafasnya,Ia sadar memang sudah saat nya ia menghadapi ibu dari kekasihnya itu.Namun Icha bisa sedikit merasa lega karena Papa Gerald tidak seperti Mama Siska.
Icha menganguk pelan"Iya Kak, Icha mau ...Asal Kakak selalu ada disisi Icha"
Gio terseyum"Nah gitu dong....jangan takut ya Pacar...."
"Memang kapan Kak?"
"Nanti malam....kamu siap kan?"
Icha terkejut karena belum memiliki persiapan apa apa.
"Kenapa mendadak?"
Gio tertawa kecil"Sudah jangan berpikiran macam macam,,Kau hanya perlu tenang... Okey!"
Icha mengangguk pasrah,Ia percaya pada sang kekasih yang akan selalu melindungi nya.
Gio mengusap lembut pucuk kepala Icha agar sang kekasih bisa lebih tenang.
☘️☘️☘️
DiKantor AR group.
Untuk kedua kalinya Cleo datang kekantor sang Suami sesuai permintaan Erick untuk makan siang bersama.Awalnya Cleo bersikeras menolak karena merasa malu jika harus datang kekantor.Tapi dengan bujukan Erick akhirnya dia mau datang,Karena ia juga merasa diusia kehamilannya yang menginjak dua bulan ini rasanya ia mulai suka dengan aroma tubuh Erick yang membuat dirinya terasa lebih tenang.
Cleo datang masih dengan penampilan tomboy nya.Masih mengenakan celana Levis dan Kaos biasa dengan rambut tergerai.Karena ia masih merasa nyaman dengan perut yang belum membesar.
Banyak karyawan yang merasa heran sekaligus kagum dengan sosok Istri sang bos besar yang terlihat cantik,muda dan sederhana.Mereka tak mengira Erick memiliki Istri yang jauh dari perkiraan mereka.Apalagi jika mereka membandingkan penampilan Cleo dengan Abel,adik dari Erick yang sangat bertolak belakang.
Cleo terseyum simpul kearah Petugas resepsionis yang sudah tahu siapa dirinya.
"Pak Erick ada?"
Kedua petugas wanita itu mengangguk dengan senyuman."Ada Bu...Silahkan anda langsung saja keruangannya."
Cleo menganguk"Terimakasih"
Dua petugas itu merasa kagum dengan sikap Cleo yang tidak angkuh meskipun ia istri seorang bos besar.
Meski sampai saat ini Cleo belum menyadari dan belum tahu seberapa kaya,hebat dan terkenal nya Erick didunia bisnis..Apalagi Erick termasuk pengusaha berpengaruh di Negara Thailand.
Roy menghampiri Cleo yang muncul dilantai khusus petinggi perusahaan itu.
"Selamat siang Nona,Anda sudah ditunggu oleh Tuan didalam"
Cleo terseyum"Terima kasih Kak"
Cleo pertahan membuka pintu dan melihat Pria berkarisma itu sedang fokus menatap layar laptopnya.
Erick menoleh dan terseyum tipis melihat kedatangan wanita yang sedang mengandung anaknya itu lalu berdiri melangkah mendekat.
__ADS_1
Masih ada rasa canggung jika Erick tiba tiba memeluk atau mencium Cleo,mereka masih menjalani proses pendekatan.Dimana Erick tidak ingin membuat Cleo merasa tidak nyaman dengannya.
"Duduk "Perintah Erick saat Cleo masih berdiri.
Perlahan Cleo duduk disamping Erick yang menatap nya.
"Mau makan sekarang atau nanti?"Tanya Erick.
"Terserah"jawab Cleo datar.
"Kau ingin makan apa?"tanya Erick lagi.
"Apa saja,,,Aku tidak punya pantangan"jawab Cleo tanpa menatap Erick yang duduk disebelah nya.
"Yasudah ayo kita makan diluar"Ujar Erick.
"Tunggu sebentar"Ujar Cleo yang membuat Kening Erick mengerut.
"Ada apa?"tanya Erick heran.
"Aku ingin duduk dulu,,Rasanya perutku sedikit tidak enak"ujar Cleo jujur karena memang perut Cleo mudah pegah dan kram semenjak hamil.
Erick merasa khawatir mendengar ucapan Cleo tapi ia cukup senang karena Cleo menuruti perintah nya dulu.Jika merasakan sesuatu dikehamilannya,Cleo harus bilang padanya.
"Lalu apa yang harus aku lakukan agar perutku membaik?"tanya Erick bingung.
Cleo nampak gugup,Ia ingin mengatakan sesuatu pada Erick tapi ia merasa malu.
"Cepat katakan jangan membuatku bingung dan khawatir"Ujar Erick yang melihat kegugupan diwajah Cleo.
"Entah kenapa setiap aku sudah mencium Aroma tubuh mu,perutku terasa lebih baik, Sepertinya anakmu suka dengan bau tubuhmu"Lirih Cleo yang terlihat malu mengatakan nya dan melihat kearah lain.
Erick seketika merasa senang mendengar nya dan terseyum,Dengan kilat ia menarik tangan Cleo kuat hingga tubuh Cleo membentur dada bidang nan kerasnya.Cleo membulat karena sangat terkejut apalagi saat Erick memeluknya erat dan seakan Cleo hanya bisa mematung.
"Dengan begini kau bisa mencium aroma tubuhku lebih dalam... Sepertinya anakku ini sudah menginginkan untuk berada didekatku meski ibunya menolak"ujar Erick dengan santainya.
Cleo mengerucutkan bibirnya"Jangan terlalu percaya diri ini hanyalah sementara...."ujar Cleo kesal tapi ia tidak dapat memungkiri jika saat ini perutnya perlahan merasa enakan.Tanpa sadar Cleo terus menghirup aroma tubuh Erick hingga mendekati ketiak Erick membuat pria itu merasa heran dan sedikit risi tapi juga senang.
Erik terseyum sambil menunduk melihat wajah Cleo yang berada didadanya bahkan didekat ketiaknya"Tapi kau senang kan berada dipelukanku,, Buktinya kau sampai ingin mencium ketiakku"Goda Erick.
Bukannya melepas Erick justru mengusap lembut perut Cleo membuat wanita itu menegang dan merasa semakin gugup.
"Jangan menyusahkan Mamamu didalam ya Nak....Papa ada disini dan selalu akan berada didekatmu"ucap Erick sambil menunduk seakan bicara pada anaknya
Cleo terharu dengan kelembutan Erick hingga ia hanya bisa terdiam dan tak sadar jika ia masih berada dipelukan Erick.
Erick tentu dengan senang hati berlama-lama memeluk sang Istri yang masih memiliki sifat bar bar itu.
"Sudah baikkan apa masih sakit?"tanya pelan Erick setelah beberapa saat.
Cleo yang tersadar"Sudah baikan, Lepaskan aku"ujar Cleo mulai ingin melepaskan diri.
Cup......Satu kecupan dikening Cleo,Sontak Cleo membulatkan matanya karena terkejut.
"Cih mulai suka asal cium"decak kesal Cleo.Erick terseyum tipis.
Lalu Erick langsung berdiri sambil menarik tangan Cleo"Ayo kita makan diluar"
Erick terus menggenggam tangan Cleo saat mereka melewati banyak karyawan dan sampai diloby kantor.
Semua karyawan yang melihat merasa terkejut karena ini pertama kalinya Erick menggandeng seorang wanita dikantor dan mereka sudah mengetahui jika Cleo adalah Istri Erick.Sungguh mereka merasa Iri dengan perhatian Erick pada Cleo.
Sementara Cleo yang merasa dilihat banyak orang merasa malu dan berusaha menarik tangannya dari genggaman Erick tapi sangat sulit.
"Lepaskan tanganku,Aku malu...Mereka memperhatikan kita"Ujar Cleo saat berada diloby.
"Biarkan saja...Kau kan memang istriku!"ujar Erick lalu menarik tangan Cleo menuju mobil yang sudah tiba dengan Roy didalam nya.
Kedua nya memasuki mobil dan segera menuju sebuah restoran mewah tempat favorit Erick.
"Kenapa harus makan ditempat mahal seperti ini...."protes Cleo saat sudah duduk disebuah restoran yang ia anggap mewah.
Erick terseyum "Aku hanya ingin memberi kan yang terbaik pada Istri dan anakku"
Erick lalu memberi kode pada pelayan untuk memesan makanan.
__ADS_1
Setelah beberapa saat makanan mereka datang.
"Habiskan makananmu,Aku ingin kau dan anakku sehat"ujar Erick menyodorkan sepiring Steak yang sudah ia potong kecil kecil"
Cleo terharu dengan perhatian yang Erick berikan padanya.
Cleo perlahan memakan hidangan didepan nya.dan mereka menikmati makan siang mereka dengan tenang hingga sebuah suara membuat Erick geram.
"Hallo Erick tidak kusangka kita bertemu disini!"Ujar Luky yang kebetulan berada ditempat itu dengan seorang teman.
Luky yang tak sengaja melihat Erick langsung ingin mendekati rival nya itu.
Cleo terkejut melihat kemunculan Luky berada didekat mereka.
Erick menatap tajam Luky yang berdiri disampingnya.
"Hay Nona Cleo kita berjumpa lagi.....Jadi kalian sedang makan siang bersama,Wah romantis sekali"Ledak Luky yang sangaja ingin membuat Erick marah.
Erik seketika berdiri menatap tajam Luky dihadapannya"Mau apa kau Luky,,Belum puas kau ingin menjebakmu dulu!"Ujar Erick yang wajahnya sudah merah.
Luky Tergelak....."Tapi sayang aku gagal menjebakmu,Kau cukup pintar menghindari nya"
Perkataan Luky ini membuat Cleo sekarang benar benar percaya jika waktu kejadian itu Erick memang benar benar sengaja ingin dijebak, Seketika Cleo merasa benci dengan Luky yang turut andil menghancurkan hidupnya.
"Sebenarnya apa mau mu?"Sarkas Erick menarik kerah baju Luky.
Wajah Luky terlihat begitu menyebalkan dengan seyum miring nya.
"Mauku adalah mengalahkanmu,,Aku ingin merebut semua tender yang sudah kau menangkan dariku,,aku ingin melihat dirimu perlahan hancur"
"Dasar gila.....Meskipun sampai sekarang aku tidak tahu kenapa kau begitu membenciku..Tapi perlu kau dengar,Aku tidak akan mudah kau kalah kan dan bersiap lah untuk menerima kekalahanmu Luky..."Ujar Tajam Erick.
Luky Tergelak lagi"Benarkah??Meski aku sekarang tahu apa kelemahanmu?"Ujar Luky sambil melirik Cleo.
Erick semakin geram mendengar maksud ucapan Luky"Jangan pernah berani menyentuh Istriku,Atau kau akan menyesal Luky"
Luky terkekeh"Sayang nya aku tidak tertarik dengan Istri cantikmu itu aku lebih tertarik dengan Kyra istri temanmu itu...."
Erick yang mendengar itu tidak menyangka jika Luky bisa sekoyol itu,ia seketika mengkhawatirkan keselamatan Kyra.
"Jangan berani menyentuh Kyra,dia sedang hamil.Kau bisa mati ditangan Marvin jika kau berani menyentuh istrinya"Ancam Erick tegas
Entah kenapa Cleo merasa sedih saat mendengar Jika Erick masih begitu mengkhawatirkan Kyra.
Luky menatap Erick tajam"Aku tidak takut dengan kalian"
Erick semakin geram dengan sikap Luky yang semakin menjadi jadi.
Tak ingin melihat Suaminya semakin. emosi,Cleo segera berdiri merangkul lengan Erick."Sudah Kak,aayo kita pergi saja dari sini,,Anakmu ingin istirahat"
Mendengar itu Luky baru menyadari jika Istri Erick itu sedang hamil.
Kata kata Cleo begitu mujarab untuk Erick yang langsung melepas cengkraman tangannya dikerahkan baju Luky"Ingat Luky jangan berani mengganggu Istriku atau Istri Marvin"
Erick segera menarik tangan Cleo untuk segera pergi dari hadapan Luky.
Luky menyeringai"Tidak akan ada yang bisa menghentikan ku, termasuk kau atau Marvin"gumamnya.
Sementara sampai mobil Erick yang kesal langsung memeluk Cleo"Maaf jika aku tadi emosi"
Cleo yang tidak bisa menolak pelukan itu menganguk pelan.
"Apa Luky benar menyukai Kyra?"tanya Erick.
"Sepertinya begitu,aku bisa menilai tatapannya pada Kyra terlihat berbeda, tatapan penuh minat"jawab Cleo.
"Marvin harus tahu soal ini..."gumam Erick.
Erick lalu melihat perut Cleo lalu mengusapnya pelan."Kalian pasti masih lapar..Apa masih sakit?"
"Sudah lebih baik,Kita makan diApartemen saja"ujar Cleo yang memang belum puas makan.
Erick mengangguk dan semakin mengeratkan pelukannya.
Tanpa mereka sadari mereka sudah semakin mendekat dan saling membutuhkan.
__ADS_1