
Maaf ya karena lama Up,karena kmrin Author sedang tidak enak badan.Cuaca bener"ektrim ya gaes jadi kalian juga harus jaga kesehatan......😊
Jangan lelah untuk mendukung Author dgn Like,Komen dan Masukkan novel ini kedalam novel favorit kamu....Matur swun..🙏🙏
☘️☘️☘️☘️
Satu bulan berlalu....
Kandungan Kyra sudah memasuki usia 7 bulan.Badannya semakin berisi dengan perut yang sudah membuncit besar.
Kesehatan nya pun sudah pulih dan ia sudah bisa melakukan aktivitas ringan.
Dan semenjak kejadian tempo hari Kyra masuk rumah sakit,Marvin sekarang jarang pulang malam dan lebih perhatian lagi pada sang istri.
Marvin benar benar menyesali kelengahannya.Dan tidak mau berurusan lagi dengan Kayla atau relasi bisnis wanita yang cantik.Ia lebih memilih untuk menyuruh Dika,asistennya jika ingin bertemu dengan relasi bisnis jika itu seorang wanita cantik.
Hari ini Kyra yang merasa bosan dirumah pergi kesebuah toko cake bersama Mita Kiral dan Leo.Tentu saja dengan pengawalan dari beberapa bodyguard.
Wanita hamil itu sangat berantusias datang ketempat favorit nya itu.
Dari dulu Kyra memang sangat menyukai cake coklat dan es krim.
"Terima kasih Momy sudah mengajakku kesini,aku sangat senang"Ujar Leo sambil memasukkan es krim coklat kemulutnya.
Dengan penuh kasih sayang Kyra mengusap lembut es krim yang belepotan disekitaran bibir Leo"Iya Sayang,Momy juga senang mengajak Leo,Kita kan juga sudah lama tidak keluar jalan jalan"
"Nanti kalo dedek Bayi lahir,Apa Momy masih sayang padaku dan mengajakku jalan jalan?"Tanya polos Leo yang membuat hati Kyra dan Mita tersentuh,Bocah kecil itu bisa berpikir seperti itu.
Kyra mengusap lembut Surah Kepala Leo"Tentu sayang,Bagi Momy,Leo tetap putra tertua Momy.Leo juga harus menyanyangi dedek Bayi ya,sayangi dan jaga dia.Leo mau kan?"
Bocah yg hampir genap berusia 5 tahun itu mengangguk cepat"Tentu Momy,aku kan menyanyangi dan menjaga Dedek Bayi,dia kan adiku!"
"Aku juga akan menyanyangi dan menjaga sepupuku dengan baik Aunty!"Timpal Kiral yang sedari tadi hanya diam.
Kyra terseyum"Terima kasih Kakak Kiral"
__ADS_1
Setelah selesai memakan Kue dan Es krim mereka berempat segera pergi dari kedai itu.
"Apa kau ingin ketempat lain Ky?"Tanya Mita.
"Hmm sebenarnya aku ingin ketaman,udara Disana cukup bagus Mit,Tapi kakiku sudah lelah.Sebaiknya kita pulang saja!"Jawab Kyra yang memang Kakinya bengkak karena kehamilannya.
"Iya sebaiknya kau istirahat,Kakimu bengkak cukup besar!"Ujar Mita yang menggandeng Kiral.
Saat mereka hendak memasuki mobil,tatapan Mita tak sengaja melihat seseorang yang ternyata sedari tadi mengawasi mereka.Mita sempat terkejut tapi ia mencoba tenang dan bersikap biasa.
"Ky ada Luky Disana!"ujar Mita yang membuat Kyra terkejut lalu mengikuti arah pandang Mita diseberang jalan.
Dan benar saja ada Luky yang sedang berdiri disamping mobilnya menatap Kyra dari tempat yang tidak terlalu jauh sambil tersenyum.
Terlihat jelas Kerinduan Dimata Pria berwajah indo itu dan itu bisa dilihat jelas oleh Kyra.
Satu bulan tak melihat Kyra sedekat itu membuat Luky begitu merindukan wanita bersuami itu,Ingin sekali Luky mendekati Kyra tapi ia sadar kehadirannya bisa membuat Kyra takut dan kontraksi lagi.
Ia hanya bisa melihat wanita yang ia cintai itu dari kejauhan dan itu sudah cukup untuk Luky.Karena semenjak kejadian itu,bagi Luky keselamatan Kyra yang lebih utama.
"Ayo Ky,kita pulang!"Ajak Mita yang tak ingin berlama lama ditempa itu.
Pandangan Kyra dan Luky terputus,Kyra mengangguk pelan kearah Luky seakan berpamitan lalu masuk kedalam mobil.
Luky cukup senang Kyra tak membencinya dan masih menghormati nya meski Terlihat jelas Kyra menjaga jarak padanya.
"Apa yang kau pikirkan Ky?"Tanya Mita yang melihat Kyra terdiam didalam mobil.
"Aku merasa kasihan Mit pada Kak Luky, seharusnya dia bisa mencintai wanita lain bukan aku"jawab Kyra yang tak habis pikir dengan jalan pikiran Luky.
"Doakan saja Ky, semoga dia segera menemukan jodohnya.Dia harus sadar dan menerima kenyataan kalau kau memang bukan jodohnya"ujar Mita.
Kyra hanya mengangguk menanggalkan Ucapan sang sahabat sekaligus kakak iparnya tersebut.
Sementara disisi lain.
__ADS_1
Gin yang sedang Diam tiba tiba ingat Sosok Sita yang sudah sebulan kembali kepanti.Gadis itu ternyata sudah membekas dipikiran Gin namun pria pendiam itu masih enggan mengakuinya.
Seyum manis serta tatapan terakhir Sita padanya waktu itu selalu terlintas dipikiran Gin.Tak bisa dipungkiri bibit kerinduan mulai menjalar dihati pria dingin itu.
Gin sampai tak menyadari kehadiran Kian diruangannya.
"Ekhmmm"Suara deheman Kian.
Gin yang terkejut karena kehadiran bosnya itu langsung berdiri"Kenapa tuan harus kemari,kenapa tidak memanggil saya saja keruangan tuan"
"Sedang memikirkan apa Gin?"tanya Kian yang berdiri didepan Gin.
Gin yang bingung merasa gugup.
Kian terseyum Simpul,Tidak biasanya Gin bersikap seperti itu.
"Sedang merindukan seseorang?"Ujar Kian spontan membuat Gin menatapnya bingung.
"Rindu itu berat Gin,dan tidak ada obatnya selain orang yang kau rindukan itu sendiri.Jadi saranku jangan kau tahan rindumu itu"ujar Kian ambigu.
"Maksud Tuan?"Ujar Gin yang merasa Bosnya itu tahu apa yang sedang ia pikirkan.
Kian terseyum lebar"Sudah sudah,aku kesini ingin memberimu tugas,Lusa tolong kau antarkan bantuan bahan makanan dan obat obatan untuk anak anak panti ya!"Ujar Kian yang membuat Gin terkejut.
"Kenapa harus saya tuan,Saya masih ada tugas yang lebih penting!"Sanggah Gin yang memang tidak sungkan pada Kian.
"Harusnya kau senang dengan tugas ini Gin,Aku ingin memastikan bantuan benar benar sampai kesana karena bulan ini aku mengirim lebih banyak bantuan juga untuk panti yang lain."Kian menatap lekat Gin yang membuat pria dingin itu tak bisa menolak.
"Aku percayakan tugas ini padamu Gin dan sampaikan salam ku untuk Bu Rani,Undang dia saat kelahiran bayi Kyra nanti"Ujar Kian lalu pergi dari ruangan itu.
Sebenarnya Kian sengaja menyuruh Gin kePanti sesuai permintaan Kyra tempo hari,yang ingin membuat Gin dan Sita bertemu kembali.Dan Kian menyetujui ide itu karena ia juga merasa Gin mulai memiliki perasaan pada Sita.
Gin sangat menyadari jika sang Bos bermaksud mendekat kan dirinya pada Gadis belia itu.
Entah kenapa Kali ini Gin bingung harus bersikap bagaimana jika bertemu dengan Sita,namun tak bisa ia pungkiri ada sedikit rasa senang bisa ketempat itu meski itu samar.
__ADS_1
Gin menghela nafasnya dalam terasa ada beban yang mengganjal dihatinya saat mengingat Sita.Gadis belia yang sempat menganggu hidupnya selama dua Minggu.