Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
Merasa bersalah


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi lima orang itu pun sampai disebuah rumah sakit besar yang termasuk dalam aset BR gruop milik Marvin.


Kian segera mengendong tubuh Mita masuk dan meletakkannya diatas brankar.


Dokter dan perawat segera menangani Mita diruang UGD.


Semua menunggu diluar dengan rasa cemas.


Marvin menggenggam Kuat tangan Kyra yang menangis,Mengusap lembut kepala Kyra memberikannya ketenangan.


"Mita akan baik baik saja sayang"


"Ini karena aku" ujar Kyra sambil menangis dipelukan marvin.


"Jangan salahkan dirimu sendiri,Ok!" Marvib ikut merasa prihatin dan bersalah karena kejadian ini.


Sedangkan Icha duduk disebelah Kian yang menunduk menyesali perbuatannya.


Kyra mendekat kearah Kian lalu berjongkok didepan Kian.


"Kak......Maafin Kyra.Ini semua karena Kyra" lirih Kyra.


Kian mendongak menatap mata Kyra yang sudah dipenuhi air mata.Kian tidak menyalahkan Adiknya,Dia justru merasa kesal dengan dirinya sendiri.


"Itu bukan salahmu Ky,Ini salah Kakak.Harusnya Kakak bisa mengendalikan emosi Kakak" ujar Kian dengan penuh penyesalan.


"Jangan menyalahkan diri Kakak ya....Kita berdoa saja Mita akan baik baik saja" Ucap lembut Kyra sambil mengusap bahu Kian.


Marvin hanya bisa terdiam melihat keduanya.


Icha dan Kyra melihat kecemasan dimata Kian yang begitu besar.


Apa mungkin Kian mulai memiliki perasaan pada Mita?itu pikiran mereka.


Tak lama dokter keluar dan Kian segera berdiri.


"Bagaimana dok keadaannya.?"


Dokter paruh baya itu terseyum simpul.


"Pasien hanya mengalami luka ringan dikeningnya dan sekarang masih pingsan..Untung pukulannya tidak mengenai otak kecil atau kepala atas.Pasien hanya butuh istirahat mungkin akan terasa pusing saat dia bangun nanti."jelas dokter itu.


Semua merasa lega mendengar itu.


" Terima kasih Dok."ucap Kiian.


Dokter itu terseyum lalu menghampiri Marvin.


"Suatu kehormatan Pak Marvin berkunjung kerumah sakit kami" Ujar dokter senior itu yang sangat mengenal siapa Marvin.


"Saya yang harusnya berterima kasih.Tolong rawat dengan baik sahabat calon istri saya itu" perintah Marvin.


Dokter itu nampak sedikit terkejut mendengar seorang Marvin sudah memiliki calon istri.


"Tentu Pak,Itu sudah tugas kami.Saya permisi dulu"


Kian segera masuk keruang inap Mita diikuti Icha.Sedangkan Kyra masih diluar bersama Marvin.


"Marvin sebaiknya kau pulang saja ya,Aku tidak ingin membuat Kak Kian emosi lagi karena melihatmu" pinta Kyra.


"Hemm aku mengerti.Aku pergi ya,Jaga dirimu baik baik.Kalau ada apa apa hubungi aku.I Love Yoy Honey....."


"Love you too...." Ujar Kyra menggenggam erat tangan Marvin seakan tak rela jika harus berpisah.


Cup.....Marvin mencium kening Kyra lalu pergi dari tempat itu.


Setekah Marvin pergi,Kyra masuk kekamar perawatan Mita.

__ADS_1


Sahabatnya itu masih belum sadarkan diri.Perban sudah menutup luka dipelipisnya.


Kian duduk ditepi ranjang Mita,Mengamati wajah Mita yang terlihat pucat.Seketika Kian merindukan wajah Mita yang ceria dan selalu menggodanya.


Kyra menyentuh bahu Kian pelan.


"Kak jangan terus menyalahkan diri Kakak"


.


"Kakak belum bisa tenang jika Mita belum sadar Ky"ujar Kian.


Akhirnya Kyra duduk disofa bersama Icha sampai terlelap tidur.


Kian masih menatap lekat wajah Mita.


"Kenapa aku sangat takut jika kau tak cepat membuka matamu,Ada apa dengan diriku?", Ujarr Kian pada dirinya sendiri.


Kian menggenggam erat tangan Mita lalu menciumnya dan kelamaan tertidur pulas dengan kepala bersandar dipinggir ranjang.


Esok paginya pukul 6.


Mita yang masih merasa sakit dikepala membuka matanya,Gadis manis itu sangatt terkejut saat melihat Kian tidur sambil memeluk dan menggenggam tangannya.


Mita bisa dengan jelas mengamati wajah tampan pria yang kini mengisi hatinya itu.


Seyum simpul terlihat saat melihat tangannya yang digenggam Kian.


"Kak....Kak.Kian" panggil mita lirih sambil mengusap lembut kepala Kian.


Merasa ada yang menyentuhnya,Kian terbangun..


"Kau sudah bangun Mita" ucap Kian yang merasa lega.."Apa masih sakit?"


"Hanya sedikit pusing Kak" Jawab pelan Mita yang masih terlihat pucat.


" Maaf kan aku Mit,Karena rasa emosiku aku tak sengaja melukaimu.Ini semua karena aku"


"Mita sudah memaafkan Kakak.Dan Kak Kian jangan menyalahkan diri Kakak ya,Aku sudah baikan kok"


Kian menatap dalam Mita.


"Apa kau ingin minum atau hal lain?"


"Iya Mita haus Kak"


Dengan sigap Kian mengambil segelas air putih diatas meja lalu dengan lembut membantu mengangkat kepala Mita agar gadis itu mudah untuk minum.


"Kak..."


"Hmmm"


"Maksih ya udah baik banget sama Mita,Maaf sudah merepotkan Kakak"


"Kamu tidak pernah merepotkan saya Mit dan saya akan bertanggung jawab merawat kamu karena ini adalah kesalahan saya."


Mendengar ada percakapan,Kyra dan.Icha bangun dan langsung mendekat keranjang Mita.


"Mita....." pekik Kyra lalu memeluk Mita erat.


"Apaan sich Ky,Aku gak papa kok"


Kyra menatap sendu Mita."Maaf ya Mit kau terluka karena aku"


Mita menggeleng pelan."Ini bukan salahmu Ky,Aku menghalangi Kak Kian agar emosijya tidak berkanjut dan ia bisa sangat menyesali perbuatanya jika sampai memukulmu"ujar Mita yang seakan mencubit hati Kian.


Kian menyadari sikap Mita sangat dewasa,Mita rela terluka dari pada melihat dirinya melukai adik kandungnya yang melindungi Marvin.

__ADS_1


Melihat tatapan Kakaknya pada Mita,Kyra tersadar dan ingin memberi waktu berdua untuk mereka dan Kyra segera memberi kode pada Icha dan langsung dibalas dengan anggukan kecil.


"Ehmm Kyra sama Kak Icha kekantin dulu ya mau nyari makanan.Kakak mau dibelikan apa?',Tanyanya pada Kian.


"Kakak mau kopi susu hangat ya sama bubur ayam.Kamu mau apa mit?" Tanya Kian.


"Mita belum pengen apa apa Kak,Masih pahit lidah Mitta"jawab gadis berusia 19 tahun itu.


" Yakin Mit?"Ujar Kyra memastikan.


Mita mengangguk dengan seyum simpulnya.


Kyra segera menarik tangan Icha keluar dari ruangan itu.


Mita menatap.Kian yang nampak lelah.


"Kakak pasti lelah Kan?"


"enggak Mit"


"Kakak tidak kekantor?"


"Hari ini aku ingin menemani dan merawatmu.Semua pekerjaan sudah ditangani asistenku"


Mita merasa berbunga melihat perhatian Kian yang begitu besar.


"Makasih ya Kak....".ujar Mita dengan mata nanarnya karena terharu.


Kian menatap lekat mata Mita yang hampir menangis.


Kian mendekat kewajah Mita.


Cupp......Satu kecupan dikening Mita lembut.


Kedua mata Mita membulat.aroma tubuh Kian yang masih wangi tercium jelas olehnya karena jarak mereka ckup dekat.


"Sudah jangan berfikir macam macam.Istirahat saja" ucap Kian setelah melepas kecupannya lalu menatap Mita lekat.


**Ohhh tuhan......Sikap manisnya ini semakin membuat aku tergila gila padanya**Gumam Mita dalam hati.


Mita terseyum dan mengangguk kearah Kian.


Sementara Kyra dan Icha yang baru keluar kamar.Dikejutkan dengan kehadiran Gio dan Marvin bersamaan.Kebetulan tadi saat diloby rumah sakit,Gio yang baru darang berpapasan dengan Marvin.


Seketika Icha merasa gugup.


"Marvin,Kak Gio kalian kok bisa bareng?" Heran Kyra juga Icha.


"Kita bertemu diloby Sayang" jawab Marvin.


"Iya Ky....gimana keadaan sahabat kamu" Tanya Gio.


"Udah baikan kok Kak,Mita udah sadar."


"Kalian mau kemana?" tanya Marvin.


"Mau nyari sarapan,juga pesanan Kak Kian"


",Yaudah ayo kita kebawah ada FoodCourt Kebetulan aku juga belum sarapan" ujar Gio yang sekilas melirik Icha yang nampak gugup.


"Duh sebenarnya aku malu bareng kalian,Iya Kan Kak icha,Kita kan belum mandi,Masih bau asem" jujur Kyra yang merasa risi dengan penampilannya.


"Kau tetap cantik sayang,,Ayo..." Ujar Marvin lalu menarik tangan Kyra meninggalkan Gio dan Icha.


Gio hanya terseyum simpul melihat sikap Kyra lalu melihat Icha yang masih diam ditempatnya dengan sikap canggung.


"Ayo Cha bareng aku" Ajak Gio lalu menarik tangan Icha lalu bersama mengikuti langkah Marvin dan Kyra.

__ADS_1


Kedua mata Icha membulat,Jantungnya serasa mau lepas.


Icha memang sangat pemalu.Diusianya yang ke21 tahun,Ia belum pernah memiliki kekasih. Meskipun memiliki paras yang ayu, Icha lebih memilih sendiri selama ini.


__ADS_2