Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
SS2-18...Merasa Kesal


__ADS_3

**Sebelumnya Maaf jika Author lama Upnya.... Maaf juga jika ada yang kecewa saat membaca novel Author yang lain yang Penulisannya terhenti terlalu lama...Tolong dimaklumi ya, Kesibukan di dunia nyata membuat Author susah membagi waktu..Padahal Ide begitu banyak tapi kondisi yang tidak mendukung.


Tapi Author akan berusaha keras untuk menyelesaikan satu persatu novel Author yang terbengkalai.....Mohon terus dukungannya ya.... Terima kasih .....Matur Suwun.


🌹🌹🌹


Dikantor BR Group**.


Siang ini Marvin berencana melakukan meeting dengan Andre Wijaya bersama Fabian yang merangkap menjadi kepala pengacara untuk kantor nya.Ada beberapa kesepakatan yang akan terjalin antara BR Group milik Marvin dengan SJ Group milik Andre, untuk itu Marvin membutuhkan Fabian sebagai seorang pengacara mengingat bidang hukum adalah ahlinya.


Marvin dan Fabian yang sudah berada diruang Meeting,terkejut melihat kedatangan seseorang yang tak pernah mereka duga.Bukan Andre Wijaya yang datang melainkan sang Putra yang menggantikan nya yaitu Luky Wijaya.


Ini kali kedua Marvin bertemu Pria tampan yang usianya tiga tahun lebih muda darinya itu.


Marvin seketika ingat ucapan Clara untuk lebih berhati hati pada pria itu dan Yang membuat Marvin kesal saat Clara bilang jika Luky tertarik pada Istrinya.


Senyum tipis Luky muncul saat datang membuat Marvin semakin kesal.


"Selamat Siang Tuan Marvin dan Tuan Fabian, Akhirnya saya bisa bertemu dengan anda,Saya datang untuk menggantikan Papa saya yang berhalangan hadir"Sapa Luky dengan ramah,Meski Luky tahu jika Marvin tidak suka padanya dilihat dari cara pria bertato itu memandangnya.


Marvin sebagai tuan Rumah,berusaha bersikap setenang mungkin lalu mengulurkan tangannya diikuti Fabian.


"Okey tidak masalah,Mari kita mulai Meeting nya Tuan Luky!"


Luky menganguk dan duduk,sementara sang asisten yang bernama Doni seperti Dika dan Beni yang berdiri dibelakang bos mereka masing masing.


Meeting pun dimulai,Marvin menjelaskan tentang kerja sama mereka dan Fabian menjelaskan poin poin penting tentang isi perjanjian kerjasama mereka.


Marvin merasa kesal karena ternyata Luky lebih sulit diajak bernegosiasi dari pada sang papa.


Dua jam berlalu dan Waktu sudah memasuki jam makan siang,Meeting baru saja selesai.


Luky berdiri sambil merapikan jasnya.


"Saya harap kerjasama kita bisa berjalan dengan lancar Tuan Marvin dan Tuan Fabian.


Luky lalu menyalami Fabian dan Marvin bergantian.


"Senang bisa bekerja sama dengan anda Tuan Luky"Ujar Marvin.


Luky terseyum tipis lalu berbisik pada Marvin"Saya tidak menyangka jika Istri anda begitu menawan,,Tolong sampaikan salam saya untuk Nona Kyra..."Luky lalu berlalu begitu saja tanpa mendengar jawaban dari Marvin.


Seketika Marvin mengepalkan kedua tangannya karena merasa geram dan hampir memukul wajah kurang ajar pria itu jika saja Fabian tidak menghalanginya.


Fabian juga mendengar apa yang dikatakan Luky pada Marvin.


"Ingat Vin,Dia hanya ingin memancingmu"bisik Fabian.


Keduanya melihat Luky ingin keluar dari ruangan itu.


Namun sangat kebetulan, baru ingin Doni membuka pintu untuk sang bos,Kyra muncul dengan senyum lebarnya membawa bekal makanan untuk sang suami.


Kyra spontan terkejut melihat Luky ada ditempat itu.Kyra tidak tahu jika yang sedang meeting dengan sang suami adalah Luky.


Sementara Pandangan mata Luky berbinar melihat kemunculan wanita yang begitu menarik untuknya itu.


Kyra jelas bisa mengerti arti pandangan mata Luky itu padanya, Pandangan yang sama saat dulu Erick masih memujanya.


Marvin dan Fabian juga tak kalah terkejut dengan kemunculan Kyra disaat yang tak tepat ini.


"Hallo Nona Kyra,Aku senang kita bisa bertemu lagi.Bagaimana kabarmu?"sapa Ramah Luky yang membuat Kyra melirik sang Suami yang sudah menatap mereka dengan tajam.


Seketika ia ingat pesan dari Marvin.


Kyra terseyum simpul mencoba untuk bersikap biasa."Saya baik Tuan Luky,Saya tidak menyangka ternyata anda yang sedang meeting dengan suami saya"ujar Kyra dengan menekan kata suami.


Luky terseyum tipis,lalu maju selangkah mendekat kearah Kyra.Marvin langsung mendekati sang Istri dan Merangkul erat pinggang sang Istri membuat Luky menyeringai.Dan berusaha menahan rasa cemburu nya.


"Sepertinya Suami anda terlalu posesif Nona,Ehmm kapan kapan apa bisa kita makan siang bersama?"ujar Luky yang semakin membuat Marvin geram.


Dengan Cepat Kyra menggenggam erat tangan sang suami.


"Maaf Tuan Luky,Saya harus menghormati suami saya,"ujar tegas Kyra.


Namun Luky tak bergeming dan tak menghiraukan ucapan Kyra.


"Baik kalo begitu saya permisi dulu,Sampai jumpa lagi Nona Kyra,,"Ujar Luky sambil mengedipkan satu matanya kearah Kyra lalu melangkah pergi.


Marvin membulatkan matanya karena Luky dengan beraninya sengaja menggoda sang Istri didepan matanya.hampir Marvin kehilangan kendali Jika Kyra tidak cepat cepat memeluknya erat.

__ADS_1


"Tenang Sayang.....Jangan mudah marah...lebih baik kau usap perutku"ujar Lembut Kyra mampu membuat emosi Marvin perlahan mereda.Tentu saja Marvin langsung mengusap perut sang Istri yang sudah buncit.


Fabian menghela nafas lalu mendekati keduanya"Sudah kubilang jangan mudah terpancing dengan Luky....Urus suamimu Ky....aku pergi dulu"ujar Fabian lalu pergi.


"Sudah jangan marah,,Ayo kita makan Sayang,Dede juga sudah lapar"ujar manja Kyra yang melepas pelukannya menatap lekat suami.


"Kau ingat kan pesanku?"


Kyra menganguk cepat"Iya Sayang"


Marvin terseyum"Cium aku dulu,agar kesal ku hilang"


Kyra berdecak dan mau tak mau ia langsung berjinjit merangkup wajah sang suami lalu mengecupnya.


"Sudah jangan kesal lagi ya....ayo kita keruanganmu,,Aku sudah sangat lapar"ujar Kyra.


"Ayo Sayang"Ajak Marvin lalu menggandeng tangan sang Istri menuju ruangannya.Kemesraan keduanya sudah menjadi rahasia umum untuk semua karyawan BR Group.


Malam harinya.


Terlihat Cleo sudah kembali beraktivitas menjadi Seorang Bartender diClub mewah itu setelah mendapat izin dari Erick.


Raka merasa senang karena sahabatnya bisa kembali lagi bekerja bersamanya namun ia tak tahu jika Cleo sudah menjadi istri resmi Erick apalagi soal kehamilan Cleo.


Seperti biasanya Cleo meracik minuman didepan pria pria yang seakan menatapnya penuh rasa kekaguman.


Keahlian Cleo tidak diragukan lagi membuatnya menjadi incaran para Tamu VIP untuk membuatkan racikan minuman yang spesial.Sudah banyak pria tampan dan kaya yang menjadi langganannya.Mereka juga tak segan mendekati atau bahkan menggoda Cleo.


Namun gadis yang tomboy dan bar bar itu terkenal sangat susah untuk didekati dari dulu.


Pukul.22.30,Erick datang bermaksud untuk menjemput Sang Istri lebih Awal sekalian bertemu dengan temannya yang merupakan pemilik dari Cafe elite tersebut,Namanya Thomas.


Cleo tak tahu jika sang suami sedari tadi sudah menunggu nya diruangan sang sahabat dilantai tiga.


Merasa sudah malam,Erick segera turun untuk memghampiri Cleo.


Namun mata Erick membulat saat melihat sang Istri dikerubungi oleh beberapa pria yang duduk dimeja Bartender dan salah satu diantara nya bermaksud menggoda dan melecehkan Cleo.


Cleo berusaha sekuat tenaga melepas cengkraman tangan pria pengusaha itu.Raka juga berusaha membantu dan melindungi Cleo.


"Sepertinya aku tidak bisa tinggal diam Thom"Ujar Erick pada Thomas lalu segera mendekati Cleo.


Satu pria muda terkapar dilantai karena pukulan Erick yang mendadak. membuat semua terkejut apalagi Cleo.


"Kurang ajar....berani kau memukulku!pekik pria itu.


"Jangan pernah mengganggunya lagi,Atau kau akan berhadapan denganku!"ujar tegas Erick dengan tatapan tajam nya.


Pria itu berdiri sambil mengusap darah diujung bibirnya lalu segera membalasnya pukulan Erick hingga perkelahian tak bisa dihindari.


Cleo membulatkan kan mata tapi tak bisa berbuat apa apa,Baginya melihat ekspresi suaminya sekarang begitu menakutkan.


Raka merasa heran kenapa Erick bisa muncul lagi bahkan sampai membela Cleo Hingga berkelahi.


Kemampuan beladiri Erick tak diragukan lagi,mengingat ia ahli dalam olah raga Taekondow dan Boxing.Adu pukulan dan tendangan terjadi,Meski Erick sempat terkena pukulan diwajah tapi ia bisa mengalahkan pria itu hingga terkapar lagi.


"Ingat jangan pernah ada yang berani menganggu Istriku lagi,Atau kalian akan berurusan denganku,Erick Artama."Ujar Erick tegas dengan suara tinggi dan sorot mata tajamnya.


Sontak semuanya merasa terkejut,Apalagi setelah tahu jika itu Erick Artama pemilik Artama group dan ternyata bartender cantik itu adalah istrinya.


Raka yang tak percaya menyentuh lengan Cleo,seakan mencari pembenaran.


Cleo mengangguk pelan"Iya Ka,Dia suamiku dan aku sedang hamil anaknya"


Raka membulatkan matanya,Sungguh ia terkejut bukan main.


Erick segera menarik tangan Cleo"Ayo pulang"ujarnya menatap dingin Raka yang mematung.


"Sory Thom jika aku membuat kegaduhan diClubmu...."Ujar Erick pada Thomas.


"Okey tidak masalah,Sebaiknya cepat kau ajak istri mu pulang..."Jawab Thomas.


Erick segera pergi sambil menarik tangan Cleo kuat membuat mereka menjadi sorotan orang orang yang berada ditempat itu.


Didalam mobil hanya ada keheningan hingga berada diApartemen.Cleo merasa takut dengan kemarahan diwajah Erick.


Cleo segera mengambil air hangat dan obat untuk luka diwajah Erick.


"Diam lah aku akan mengobati lukamu"ujar Cleo yang sudah duduk disamping Erick.

__ADS_1


"Ini hanya luka kecil"ujar Erick dingin.


"Tetap saja itu harus diobati,,Jangan keras kepala"ujar Cleo lalu perlahan membersihkan luka disudut bibir Erick.


Erick menatap lekat wajah Cleo hingga membuat gadis itu gugup.


"Sudah kukatakan,Club' bukan tempat yang baik untuk mu....Aku tidak akan mengijinkankanmu kesana lagi!"tukas Erick tegas.


Cleo menatap tajam"Itu sudah menjadi resikoku menjadi seorang bartender,Jangan melarang ku"Sanggah Cleo.


Erick mencoba menahan sakit saat jari jari Cleo menekan lukanya.


"Tapi aku tidak suka kau didekati pria pria brengsek itu..Itu akan membahayakan anakku yang ada dalam perutmu"


Tangan Cleo berhenti mengolesi saleb diluka Erick.


"Jadi kau hanya khawatir dengan anakmu!"ujar Cleo ambigu.


Erick menangkap tangan Cleo yang ada diwajahnya.


"Apa maksudmu?"tanya Erick bingung.


"Aku pikir selama ini kau hanya mengkhawatirkan anakmu saja bukan aku" ujar Cleo yang secara tidak langsung mencurahkan isi hatinya membuat Erick terseyum tipis.


"Menurut begitu?"


Cleo mengangkat kedua bahunya sekilas menjawab Pertanyaan Erick.


"Jika aku hanya khawatir pada Anakku Saja,Aku tidak akan menikahimu dan bilang kesemua orang jika kau adalah Istriku.....Aku tahu kau belum yakin padaku.Tapi aku sudah menerima mu perlahan dihati dan hidup ku.... Justru aku sekarang bertanya padamu, bagaimana perasaan mu padaku???"


Cleo Seketika merasa gugup dan bingung harus menjawab apa.


Cleo yang hendak menghindar dan berdiri ditahan oleh Erick hingga wanita itu mematung karena posisi mereka sangat dekat.


"Ap..apa maumu?"gugup Cleo.


"Jawab pertanyaan ku Cleo?"ujar Erick sambil mengurung tubuh Cleo dengan. dua lengan berotot nya disofa.


"Tidak ada yang perlu kujawab"jawab Cleo memalingkan wajahnya.


"Kau masih membenciku?"


"Masih"lirih Cleo.


Erick menghela nafasnya,Perlu kesabaran yang lebih lama meluluhkan hati Cleo.


"Maaf kan aku"lirih Erick.


"Kau tidak perlu meminta maaf lagi,,lagi pula aku juga ingin yang terbaik untuk anak ku,Aku sadar jika dia juga membutuhkanmu"Ujar Cleo membuat Erick kembali tersenyum.


"Kau sendiri membutuhkanku tidak?"Goda Erick.


Cleo berdecak"Jangan merayuku"


"Apa salah nya merayu istri sendiri...."


"Sudah ah....aku ngatuk,ingin tidur... Singkirkan tanganmu,Aku ingin membersihkan diriku dulu."ujar Cleo memohon.


"Cium aku dulu..."ujar Erick dengan santainya.


Mata Cleo membulat kesal"Jangan harap"


"Ayolah.....kita sudah sah melakukan apapun"ujar Erick yang terlihat konyol bagi Cleo.


"Minggir...atau aku akan meninjumu!pekik Cleo.


"Coba saja ... pilih mana yang mau kau tinju....disini..disini...atau disini..."


Ujar Erick sambil menunjuk pipi,Perut dan dadanya"


Namun Cleo masih bergeming dan mengalihkan pandangannya.


Cup....... satu kecupan dipipi Cleo.


Semakin membuat mata indah itu membulat dan mematung.


"Aku tunggu di ranjang,,, Istriku" Goda Erick lalu beranjak masuk kekamarnya.


"Dasar Gila, Arogan, Mesummmmmm"Teriak Cleo yang kesal.

__ADS_1


Erick hanya mengulum seyum mendengar teriakan wanita hamil itu dari dalam kamar.


__ADS_2