Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
Tak terbaca


__ADS_3

Sore Harinya Kyra yang suhu tubuhnya sudah stabil perlahan membuka matanya.


"Sudah bangun?" Pertanyaan dari Marvin membuat Kyra terseyum manis.


Kyra mengangguk pelan."Aku sudah sembuh Sayang,Aku ingin mandi"Ujar Kyra yang mencoba bangun tapi tangan Marvin dengan cepat menahannya"Siapa yang mengijinkanmu mandi?,Ingat Sayang 12 hari lagi kita akan menikah,Jadi jaga dirimu baik baik"ujar Marvin lugas.


Kyra membrekut"Tapi tubuhku terasa lengket"


"Aku tidak mempermasalahkan itu.Apa kau mau aku mengelap tubuhmu!"


Kyra berdecak kesal",Jangan nakal Marvin,Kau lihat karena ulahmu semalam,bekas ditubuhku masih belum hilang dan kau membuat kedua dadaku nyeri karena ulah kasarmu"Ujar Kyra jujur.


Marvin terkekeh,Ia akui memang semalam dia sangat kasar.


"Maaf sayang...Apa sekarang masih sakit?" Tunjuk Marvin pada Dada Kyra.


Sontak Kyra menjauhkan dadanya"Sudah ah..jangan membuatku malu."


"Kenapa harus malu,Bahkan aku sudah melihat semuanya,Hanya kurang menjebol gawangnya saja" Ujar Marvin tanpa malu.


Kyra spontan menutup bibir Marvin dengan tangannya"Marvinnnn jaga bicaramu...Aku malu"


Marvin semakin tergelak melihat wajah Kyra yang sudah memerah malu.


"Yasudah ayo kugendong kekamar mandi"Ujar Marvin lalu dengan sigap menggendong tubuh Kyra.


"Terima kasih Sayang"Cup...satu kecupan dipipi Marvin.


"Sama sama Sayang" Jawab Marvin lembut.


@@


Dua hari berlalu.


Kyra yang sudah sehat kembali diajak mami Jia makan disebuah mall tentu bersama Icha dan Mita juga karena sedang Weekend.


"Terima kasih ya Tante sudah mengajak saya dan Mita untuk pergi bersama"Ujar Icha tulus.


" Iya Icha,jangan sungkan ya karena Tante sudah menganggap kalian seperti anak kandung tante"


Mita dan Icha terseyum mendengar ucapan Mamy Jia.


"Bagaimana persiapan pernikahan Kyra Tante?" Tanya Mita.


Jia menatap sekilas Kyra."Sudah 75 % Mita,Tidak terasa 10 hari lagi Kyra dan Marvin akan segera menikah.Tante jadi tidak sabar lagi",Ujar Jia sambil menatap Kyra.


Kyra terseyum manis"Doanya ya My...Semoga semua lancar"


"Iya Sayang,Pasti mamy akan selalu mendoakanmu kamu dan Marvin Sayang." Ucap Jia tulus.


Tiba tiba Kyra Merasa ingin kekamar kecil."My Kyra ketoilet dulu ya"

__ADS_1


"Ayo aku temani Ky"Ujar Mita.


Keduanya Pun menuju Toilet yang cukup sepi.


Mereka tidak menyadari bahwa saat mereka sampai diMall itu ada yang mengawasi dan mengikuti mereka.


Dan saat itu para pengawal mereka pun bisa terkecoh.


Saat keduanya sudah selesai dan bersiap keluar,Ada pria pria bermasker langsung menutup wajah Kyra dan Mita dengan obat bius.Membuat keduanya seketika pingsan.


Pria pria itu segera mengangkat tubuh Kyra dan Mita kedalam mobil tanpa membuat orang orang curiga karena memiliki jalan pintas menuju pintu keluar.


Jia yang merasa Kyra sudah terlalu lama pergi bersama mita merasa curiga.


"Kenapa mereka belum kembali Cha?Ini sudah hampir 30 menit lho"


Icha juga ikut khawatir"Emmm Icha cek kesana dulu ya Tante"


"Iya kamu lihat sana ya Cha" Perintah Mami Jia.


Icha segera menuju Toilet,Icha tak mendapati keduanya tapi ia merasa curiga setelah menemukan satu sepatu Kyra yang tertinggal.Seketika Perasaan Icha menjadi tidak enak ia segera menghampiri Mamy Jia.


"Tante,Icha nemuin satu sepatu Kyra didepan toilet..perasaan Icha jadi gak enak tan" Ujar Icha mulai panic.


Jia merasa takut seketika"Jangan jangan mereka diculik Cha"


Mata Icha membulat mendengar ucapan Jia,Icha segera menghubungi Kian.


Kian mengerutkan aliasnya"ada apa Gin?kau terlihat cemas?"Tanya Kian.


"Nona Kyra dan Mita diculik Bos,baru saja Nona Icha dan Body gard yang mengikuti nona melapor"ujar Gin.


Cetar........Kian dan Marvin yang juga ada disitu bersama Gio sangat terkejut.


Kian dan Marvin seketika emosi nya tersulut.


"Bodoh....apa mereka tidak becus bekerja...Menjaga para wanita saja tidak bisa"Sarkas Kian.


" Aku tahu pelakunya...."Ujar Marvin yang membuat semua menoleh padanya.


"Siapa Marvin?" Tanya Gio.


"Erick......."Jawab Marvin.


Kian mengepalkan kedua tanganya"Aku akan menghabisi dia jika dia berani menyentuh Kyra dan Mita''


" Tunggu kalian harus tenang,Jangan asal tuduh,Kalian harus ada bukti.Kalian tahu Erick itu juga punya kekuasaan."


Marvin menatap tajam kearah Gio",Bukti kau bilang,,Tempo hari dia bilang menyukai Kyra dan dia ingin merebut Kyra dari aku"


Gio seakan bungkam dengan jawaban Marvin.

__ADS_1


"Aku akan kerumah Erick sekarang" Kian.


"Kita kesana bersama Kian" Marvin.


"Aku ikut....tapi aku mohon jaga emosi kalian." Gio.


Ketiga nya menuju Rumah Erick tentu dengan Gin,Dika dan Tara asisten pribadi Gio.


Sementara Dirumah Kian,Jia menangis terus,ia merasa sangat khawatir dengan keadaaan Kyra ditambah lagi Mita juga ikut diculik.


Tiga mobil mewah sudah sampai dikediaman mewah Artama.


Kedatangan Mereka membuat Erick yang sedang bersantai memicingkan matanya.


"Wah wah wah....ada angin apa ini?Tiga CEO yang tampan dan kaya datang kerumahku"Sapa Erick.


Bugh...........


Kian langsung memukul Erick membuat Roy yang ingin maju menolong terhenti karena tatapan tajam Marvin.


Kian mencengkeram kuat kerah baju Erick.


" Jangan basa basi Erick....cepat katakan dimana Kau menyembunyikan Kyra?Kau kan yang menculik adikku dan sahabatnya"


Erick terkejut mendengarnya lalu dengan kasar ia menghempaskan tangan Kian.


",Kyra diculik??Ahhhhhh Aku Aku Kian,Aku memang tertarik pada Adikmu tapi tidak ada niatanku untuk menculik Kyra."Jelas Erick.


Marvin.yang geram maju mendekat"Kau jangan coba mengelak Erick.....Cepat katakan dimana Calon istriku" Lantang suara Marvin menggelegar dirumah mewah itu.


Erick balik menatap tajam kearah Marvin dan mendekat.."Kau dengar baik baik Marvin.Aku tidak menculik Kyra....aku tidak akan bermain kotor untuk urusan cinta men"


"Shittttttttt....lalu.siapa yang menculik Kyra!" Umpat Marvin sambil memijat kepalanya.


"Mungkin kalian punya musuh lain"Eric


" Kita pergi sekarang Marvin tidak ada gunanya kita kesini"Ujar Kian lalu pergi diikuti Gio dan Marvin.


Namun sebelum Marvin melangkah ia mendekat kearah Erick"Jika kau terbukti menculik nya aku akan menghabisimu Erick"Ancam Marvin.


Erick segera memberi tanda pada Roy untuk mendekat setekah tiga CEO itu berlalu.


"Cari tahu dimana keberadaan Kyra Roy,kerahkan anak buah terbaikmu"Titah Erick.


"Baik bos" Roy.


Sementara dilantai dua seorang wanita terseyum sinis,ia sangat senang melihat kecemasan dan ketakutan diwajah Marvin dan Kian.


Siapa lagi kalau bukan Abel yang sedari tadi bersembunyi memperhatikan kedatangan Marvin,Kian dan Gio dirumahnya.


"Carilah sebisa kalian.....hahahaha" Gelak tawanya didalam kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2