
Kyra mengajak Marvin duduk distad yang menjual bubur ayam.Rumah sakit yang dimilik Marvin ini memang sangat mewah dan menyediakan stand stand makanan diarea food courtnya.
"Kamu mau makan bubur ayam Sayang?" tanya marvin.
"Iya,Kamu apa?"
"Aku sama kayak kamu aja,aku juga mau kopi panas" Jawab Marvin.
Gio dan Icha sudah duduk berhadapan dengan Kyra dan Marvin.
"Kak.Gio dan Kak icha mau makan apa?"
"Aku samain kamu aja Ky" jawab Icha.
"Kakak juga Ky" Timpal Gio.
"Apa kau mau Kopi,Gio?" Tanya Marvin yang memang tidak memiliki masalah dengan Gio,hanya ada urusan persaingan bisnis saja.
"Boleh"jawab Gio singkat.
Kyra terseyum.sambil mengangguk.
Tak lama pesanan mereka sampai.
Semua makan dengan tenang sesekali Marvin yang mengamati Kyra yang sangat lahap.
" Pelan pelan sayang,Kalau kurang bisa nambah"Ujar Marvin sambil mengusap lembut kepala Kyra.
Gio melihat kemesraan keduanya yang begitu lekat.Lalu melirik kearah Icha yang sedari tadi tenang makan.
Awalnya Gio tertarik dengan kecantikan dan keceriaan Kyra,Tapi saat tahu Cinta Kyra hanya untuk Marvin,Gio membuang rasa itu jauh jauh hingga ia suatu hari ia merasa kagum dengan sosok Icha yang berwajah ayu.
Jika Kyra yang cantik memiliki sikap yang baik, berani, Ceria,Lembut,pintar,mandiri dan sederhana.
Sedangkan Mita yang manis dengan sikap tulus, nekad,gak bisa diam,Kuat,Sederhana,ceria,cerdas dan galak.
Maka Icha yang berparas Ayu memiliki sikap kalem,pendiam,sederhana,pekerja keras dan pintar dan juga paling dewasa.
Sungguh mereka sangat melengkapi.bagaikan tiga serangkai yang selalu pergi bersama.
Kyra terseyum melihat pandangan Gio pada Icha.
"Ngomong ngomong kalau begini kita seperti doble date ya" Ujar spontan Kyra.
Uhuk uhuk uhuk......Icha yang sedari tadi mencoba bersikap tenang langsung tersedak.
Dengan sigap Gio memberikan segelas air putih pada icha lalu mengusap ngusap lembut punggung gadis berambut panjang itu.
Kyra terseyum usil pada Icha dan dibalas icha dengan matanya yang membulat sempurna.
"Sayang jangan menggoda mereka trus" bisik Marvin yang tahu sikap usil Kyra.
Gio dan Icha seketika merasa canggung.
"Sepertinya Kak Kian menyalahkan dirinya sendiri" ujar Kyra tiba tiba yang teringat wajah murung kakaknya.
__ADS_1
"Aku bisa memahaminya Ky,Kian pasti menyesal karena bisa memukul seorang wanita meskipun itu tidak sengaja" jawab Gio yang sudah lama bersahabat dengan Kian.
"Aku juga merasa bersalah,harusnya pukulan itu mengenaiku" Ujar Marvin.
"Sudah ya jangan menyalahkan dirimu lagi" Pinta Kyra lembut pada Marvin.
"Ehmmm Ky bukankah kau bilang kemarin,Mitta akan berulang tahun.Bagaimana kalau kita buat acara untuk perayaan ulangtahun nya agar Kak Kian bisa menebus kesalahannya dan bisa melupakan rasa bersalahnya pada Mita" Ujar Icha yang sedari tadi diam.
Seketika muncul ide dikepala Kyra.Kali ini Misi Kyra untuk mendekatkan Mita dengan Kian dan juga Gio dengan icha akan ia susun rapi.
Marvin menyerngitkan keningnya melihat seyum penuh arti kekasihnya itu.
"Untung Kak Icha ngingetin aku.kita rayain aja Ulang Tahunnya diClub tempat favorit Mita aja Kak."
"Kenapa harus Diclub?" Tanya Marvin yang merasa khawatir.
"itu dulu tempat Favorit Mita.Aku hanya ingin dia mengingat masa bahagianya dulu saja." jawab Kyra.
"Tapi Kakak takut Ky ditempat seperti itu" ujar jujur Icha yang membuat Gio mengangkat sedikit ujung bibirnya.Ia terseyum kagum pada kepolosan Icha.
"Kakak tenang Saja,Kan ada Kak Kian,Kak Gio dan kekasihku ini.Kau setuju kan Marvin?" tanya Kyra pada Marvin penuh permohonan.
Marvin menghembuskan nafasnya,jika melihat mata Kyra,Marvin seakan tak bisa menolak keingginan kekasihnya itu.
"Iya,Aku akan menuruti permintaanmu Sayang"
Kyra reflek memeluk erat tubuh Marvin.
"Ekhemmm...Memang ya kalau orang yang sedang kasmaran,dunia serasa milik berdua ya..." Sindir Gio dengan wajah datarnya.
Icha hanya menggeleng kepalanya melihat sikap agresif Kyra.
"Hi hi hi Maaf ....Nanti kalian juga merasakannya kok" Goda Kyra pada Gio dan Icha dengan seyum lebarnya.
"Kyra.........."Geram Icha yang sangat malu dengan ucapan Kyra.
" Kak icha jangan marah dong.Tuh Kak Gio aja gak marah aku ledekin."Ucap Kyra tanpa dosa.
Icha yang sudah tidak bisa menahan rasa malunya pada Gio langsung berdiri.
"Terserah kamu Ky...Kakak balik kekamar Mita duluan"
Icha langsung berjalan menuju kamar inap Mita.
"Tolong dikejar Ya Kak Gio......" pinta Kyra dengan mata lucunya.
"Kamu itu memang suka menggoda Icha ya.,,Aku susul dia dulu" Gio segera beranjak dari kursinya mengejar Icha yang berjalan cepat.
Kyra terkikik Geli merasa puas menggoda Icha.
"Sayang apa yang kau rencanakan Hmmmm??" selidik Marvin.
"Aku ingin mendekatkan mereka" ujar Polos Kyra.
"Sayang sebaiknya jangan mencampuri urusan mereka.Mereka sudah sama sama dewasa.Aku tidak mau kau memiliki masalah karena niat baikmu ini" Ujar Marvin merasa khawatir.
__ADS_1
"Tidak akan....aku kan punya kekasih sehebat dirimu" Ucap sambil menaik turun kan alisnya.
"Kau ini selalu saja menggodaku,Ayo kita keruangan atas yang sudah disiapkan untukku."
Sebenarnya Marvin punya ruangan khusus dirumah sakit itu karena ia pemilik Rumah sakit ini.
" Ngapain kesana?"Heran Kyra.
"Makan kamu" Bisik Marvin tepat disamping telinga Kyra.
Semburat merah muncul dipipi Kyra.
" Marvin jangan mesooomm....ingat janjimu ya"ujar Kyra gemas sambil mecubit lengan kokoh Marvin.
"Hehehe bercanda Sayang,Aku sangat ingat janjiku semalam" ujar Marvin dengan kekehannya.
Kyra lalu beranjak memesan bubur dan kopi untuk kakaknya.
Sementara Gio yang berjalan cepat mengejar Icha.
"Tunggu Icha." Panggil Gio.
Icha seketika menghentikan langkahnya dan menoleh.
"Kak Gio,,ada apa?" Tanya Icha yang merasa sangat gugup.
"Jangan marah pada Kyra.dia cuma bercanda."
"Iya Kak aku mengerti" jawab Icha yang tidak berani menatap Gio.
"Ayo aku temani,Aku juga ingin melihat keadaan Mita dan bertemu Kian." ajak Gio.
Icha mengangguk pelan lalu berjalan beriringan dengan Gio.
Icha menyadari banyak pasang mata yang menatap Sosok Gio yang tampan,bertubuh tegap dan berkarisma,Membuatnya semakin merasa tidak percaya diri.
Sedangkan Gio bisa melihat dengan jelas ketidak nyamanan Icha karena pandangan orang orang padanya.
Gio suka dan merasa gemas melihat sikap Icha yang merasa malu dan gugup dengan meremas ujung bajunya.
"Jangan gugup Okey......Aku tidak menggigitmu dan jangan hiraukan pandangan mereka", Ujar Gio yang seakan tahu isi hati Icha.
Icha merasa terkejut dengan ucapan Gio yang seakan tahu isi pikirannya.
"Apa kekasih kamu tidak marah,kamu sama aku sekarang?" pancing Gio.
Icha seketika menatap Gio lekat.
"Icha belum pernah pacaran Kak"
Seulas seyum tipis tersirat diwajah tampan Gio,Baginya Icha benar benar gadis yang polos.Meski sedikit tidak percara bahwa Icha yang berwajah ayu itu belum pernah pacaran.
"Memang lebih baik menikah dulu baru pacaran"Ucap Gio dengan santainya.
Icha yang mendengar itu seketika hanya diam sambil melihat kesekitar koridor rumah sakit.Icha bingung harus berkata apa karena ia merasa sudah sangat gugup .
__ADS_1
Suasana pun menjadi canggung.
Keduanya terdiam larut dalam pikiran masing masing hingga sampai didepan kamar inap Mita.