Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
Terbuka


__ADS_3

**Makasih ya yang masih nunggu kelanjutan novelku....Kmren gara" proses review nya yg lama bgt krn noveltoon ada gangguan.jadinya author mles nulis dan ide yg ada dikepala hilang gitu aja...


Terus dukung dengan Like dan Komen kalian ya.....maksih**


@@@


Hari berlalu.


Marvin sedang berada disebuah restoran privet bersama Dika asistennya dan Kian juga Gin.


Mereka sedang menunggu kedatangan seseorang.


Tak lama Pria paruh baya bertubuh tambun yang tak lain Suryo datang dengan wajah gugupnya.


Pria paruh baya itu segera mendudukkan dirinya sambil meletakan satu buah berkas beramplop coklat.


"Ini yang kalian mau.Didalamnya ada surat penarikan seluruh saham dari BR group pada WIN group 13 tahun yang lalu dengan tanda tangan palsu Pak Mario.didalam nya juga ada rekaman percakapan antara Martin dengan beberapa direksi mengenai rencananya yang ingin merebut BR group dan menghancurkan WIN group." Soal kasus pembunuhan orang tua anda Pk Kian,Sepertinya Mantin lebih tertutup."Jelas Suryo pada Kian dan Marvin.


Seyum simpul muncul diwajah Marvin,Sementara Kian nampak berfikir.


"Bagus ,Ini bukti yang cukup kuat untuk bisa memasukkan tua brengs..k itu kedalama penjara.Tapi menurutku ini masih kurang,Karena bukti keterlibatannya dalam pembunuhan prang tuamu belum ada"ujar Kian sambil menatap Kian.


" Sepertinya Kita harus berusaha lagi Marvin"balas Kian.


"Tapi maaf Tuan Tuan,Saya tidak bisa membantu lagi.Sepertinya Tuan Martin mulai curiga pada saya." ucap Suryo dengan gugup.


Kini ganti Kian yang menyeringai.


"Aku mengerti maksudmu.Sisanya biar kami yang urus..Kau boleh pergi sekarang!" Titah Kian dengan aura dinginnya.


Tanpa menunggu lama,Suryo langsung beranjak dari tempat itu.


Kian lalu menatap Marvin dengan tatapan yang aneh.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?Jangan bilang kau ingin menyuruhku...." Ucap Marvin menggantung.Dan tentu saja Marvin tahu apa maksud Kian dibalik tatapan Kian padanya.


Kian tergelak."Ternyata kau cukup mengerti apa yang aku pikirkan"


Marvin membulatkan matanya.

__ADS_1


"Kali ini aku tidak mau menuruti ide gilamu.Aku tidak sudi berdekatan lagi dengan ****** itu" ujar Marvin kesal.


"Ayolah.....Anggap saja ini syarat dari ku agar kau bisa menikahi Kyra" ujar Kian dengan santainya.


"Apa kau sudah gila hah......Bagaimana kalau adikmu itu tahu aku berhubungan lagi dengan Abel.Aku tidak mau dia salah paham." ujar Marvin yang semakin kesal.


"Urusan Kyra biar aku yang tangani.Kau cukup bilang pada Wanita itu bahwa kau sudah putus dari Kyra,agar kau bisa memancingnya saat kalian bersama.Ini hanya sebentar,Ingat demi tujuan kita bersama!" ujar lugas Kian.


Marvin melirik tajam dan terdiam sesaat.


Marvin menghembuskan nafasnya Kasar.


"Kalau bukan karena ingat Papaku,Aku tidak akan mau melakukan ini,apalagi sampai harus mempertaruhkan hubunganku dengan Kyra"


"Jadi kau mau Kan??" Ujar Kian yang semakin menyebalkan.


"Oke,Kali ini saja.Dan ingat jika Kyra sampai salah paham,Kau yang harus menjelaskannya.Dan kalau sampai Kyra benar benar menjahuiku,Aku akan membunuhmu Kian,Karena ini semua idemu" ujar Marvin begitu serius.


"Okey....Diel...."ujar Kian setelah mengangguk pada Marvin.


Setelah saling sepakat mereka pun segera bergegas kembali kekantor masing masing.


Sementara ditempat lain.Kyra sedang bersama Mita disebuah restoran.Setelah sebelumnya tadi Kyra mengirim pesan pada Mita untuk janjian makan siang bersama.


"Dia sedang ada urusan dengan Kak Kian...Hmmm Mit...."


Mita manatap kyra"Ada apa,Apa kau ada masalah?"


Kyra menggeleng cepat."Tidak...Justru aku ingin bertanya padamu"


Mita menatap Kyra lekat.


"Kenapa kau jarang kerumahku Mit,Apa kau sengaja menghindari Kak Kian?"Tanya Kyra.


Mitta menghentikan gerakan tangannya lalu terseyum simpul pada Kyra.


"Aku hanya merasa mudah lelah saja Ky,Jadi q lebih banyak istirahat setelah pulang bekerja." Alasan mitta yang membuat Kyra semakin merasa heran.


Kyra dengan jelas bisa melihat ada kesedihan dimata sahabatnya itu.

__ADS_1


Kyta menggenggam tangan Mita diatas meja.


"Mit,Kita sudah lama bersahabat kan..Aku tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku.Sebenarnya aku sudah merasa kau lebih murung saat kita kepanti waktu itu.Aku mohon Mit,Jika ada sesuatu yang mengganjal pikiranmu,Kau bisa ceritakan padaku."


Mita menghentikan makannya lalu terdiam menatap nanar kearah luar Kaca jendela


Kyra semakin gemas dengan sikap sahabatnya yang masih diam.


"Ini pasti soal Kak Kian Kan?Kenapa Mit,Apa kau ingin menyerah begitu saja?"


Mita masih memandang kearah luar jendela.Gadis imut itu lalu menghembuskan nafasnya pelan.


"Seharusnya aku sadar diri dari awal Ky.Aku ini hanya gadis biasa.Kak Kian terlalu sempurna untukku.Aku tidak seberani sepertimu Ky dan aku tidak ingin terlalu dalam terluka jika terlalu mengharapkannya"


Kyra sudah menduga apa yang ada dipikiran Sahabatnya itu.


Kyra terseyum simpul.


"Mit,Jangan pernah merendahkan dirimu sendiri.Kau ini gadis yang baik dan Kuat.Kak Kian juga bukan pria yang sempurna.Dia punya banyak kekurangan.Kau hanya perlu bersabar sedikit lagi,Aku yakin Kakakku itu sudah mulai membuka hatinya untukmu"


Kini Mita menatap Lekat kedua bola mata Kyra.


"Ky,Aku tidak sepertimu.Aku sudah tidak memiliki hal yang bisa aku banggakan sebagai seorang perempuan.Aku kotor Ky,Aku pernah melakukannya sekali bersama Kak Tio,Ky.Masa laluku sangatlah buruk"ujar Mita sendu.


Kini Kyra tahu apa alasan.Mita menjauhi Kakaknya.


" Mit...Yang namanya Cinta itu tidak melihat masalalu kita.Aku rasa jika seseorang ingin berubah lebih baik tidak ada salahnya.Lagi pula semua orang punya masa lalu,Aku yakin Kak Kian akan menerima keadaanmu Mit.Percayalah padaku"Ujar Kyra yang masih menyakinkan sahabatnya.


"Terima kasih ya Ky,Kau selalu mendukungku.Kau tidak berubah meski statusmu kini berada diatas.Tapi maaf sepertinya aku mundur saja Ky,Aku malu pada diriku sendiri.Kak Kian pasti akan mendapatkan wanita yang lebih sempurna dari aku." Ujar Mita yang sudah meneteskan air matanya.


Dengan jelas Kyra bisa melihat ada cinta yang begitu tulus dimata Mita untuk kakaknya.Lalu dengan lembut Kyra mengusap air mata dipipi Mita.


"Aku mohon Mit,Kau jangan menyerah.Percayalah padaku,Kak Kian pasti akan menerima semua kekuranganmu"


"Untuk saat ini aku hanya ingin sendiri dulu Ky,Aku mohon padamu,Jangan ceritakan kekuranganku pada Kak Kian ya Ky,Aku malu."


Kyra mengangguk cepat.


"Iya Mit aku akan menjaga soal itu.Tapi kumohon jangan menghindari Kak Kian ya Mit" pinta Kyra.

__ADS_1


"Aku tidak bisa janji Ya Ky.Maafkan aku.", Ujar Mita sambil menunduk.


Kyra pun lebih memilih untuk membiarkan Mita berfikir dan tenang dulu,Dia tak ingin memaksa sahabatnya itu.Lalu dipelukknya erat. tubuh Mita.


__ADS_2