Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
SS2-44..Perasaan cinta


__ADS_3

Internasional Hospital.


Mendengar kabar yang mengejutkan dari Icha, Semua segera menuju rumah sakit.


Termasuk Kyra yang belum pulih sepenuhnya ditemani Marvin,Mamy Jia,Mita,Sita dan Dio.


Lalu disusul oleh Erick,Cleo,Fabian dan Clara.Mereka begitu mengkhawatirkan keadaan Icha yang terkenal pendiam.


Icha masih diruang IGD,masih belum sadarkan diri sementara Gin sudah ditangani oleh dokter.Lukanya sudah dijahit dan masih berada di ruangan perawatan.


"Bagaimana keadaan Kak Icha,Kak?"tanya Kyra cemas pada Kian.


"Masih belum sadar dan ada Gio didalam!"jawab Kian.


"Ini benar benar mengejutkan kita,Ki.Untung tadi Gin melihat icha!"timpal Marvin yang diangguki Kian.


Tak lama seorang dokter keluar.


"Bagaimana dok keadaan kakak saya?"tanya Kyra.


"Pasien hanya mengalami memar saja dan tidak ada luka yang serius.Hanya saja spikisnya mungkin akan sedikit terganggu karena kejadian tadi dan itu menyebabkan pasien belum sadar kan diri hingga saat ini!"jelas sang dokter.


"Maksud dokter Icha akan mengalami trouma, begitu?"tanya Marvin yang diangguki Dokter muda itu.


"Dan yang dibutuhkan pasien saat ini adalah ketenangan dan kenyamanan dalam keluarga yang perlahan akan menyembuhkan troumanya."sambung sang dokter.


"Kami mengerti Dok!jawab Kian.


"Kalau begitu saya pamit dulu,nanti setelah pasien sadar,tolong hibur dia dan sebaiknya pasien menginap semalam dulu disini,besok baru boleh pulang!"ujar Dokter lalu pergi berlalu.


"Aku lega Kak Icha tidak mengalami luka apapun.Tapi kita harus bisa membuatnya lupa dengan kejadian ini!"ujar Kyra.


"Tenanglah Ky seiring jalannya waktu,Icha akan sembuh dan kita akan bersama sama menyembuhkan troumanya itu.!"ujar Kian.


"Dan kehadiran Gio sangat dibutuhkan Icha untuk saat ini!"timpal Fabian.


"Ayo kita temui Gin,Aku ingin melihat kondisinya!"Ajak Marvin yang diangguki Kian,Erick dan Fabian.


Keempat nya pun menuju kamar Perawatan Gin dan para wanita lebih memilih melihat keadaan Icha yang masih belum sadar.


"Bagaimana keadaanmu Gin?"tanya Marvin yang sudah tau perasaan Gin pada Icha.


"Saya baik baik saja tuan"jawab Gin datar.


"Sekali lagi terimakasih ya Gin.berkat kau Icha selamat dari kejahatan itu"ujar Marvin yang juga sudah menganggap Icha sebagai saudara nya sendiri.


"Sama sama tuan,Jika anda diposisi saya pasti anda akan melakukan hal yang sama seperti apa yang saya lakukan!"ujar Gin yang diangguki oleh Marvin.


"Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya Ki,ku dengar kau mengurung salah satu pelakunya!"tanya Erick yang tau sifat Kian yang bringas diluar.


"Aku akan mengurungnya atau mungkin aku akan menyiksanya sampai dia mengaku siapa yang menyuruhnya!"jawab Kian dingin.


"Apa kau tidak ingin melibatkan polisi dalam hal ini,aku siap membantumu sebagai lawyer mu Ki!"timpal Fabian yang seorang pengacara.


Kian menggeleng"Tidak perlu,Aku bisa mengatasi nya sendiri!"


"Baiklah kalo itu keputusan mu,Tapi kuminta berhati-hati lah dan jangan membunuh orang sembarangan.ini negara hukum Ki."ujar Fabian menasehati.


Kian mengerti dan paham maksud Perkataan Fabian.


"Aku penasaran siapa yang berani melakukan ini,kenapa Icha yang menjadi sasarannya?"ujar Marvin Ambigu.


"Tentu orang yang paling dirugikan dengan keberadaan Icha"Jawab Erick cepat yang membuat semua menatapnya.


"Jangan bilang kalian menuduhhhh...."ujar Fabian menggantung."Kalian harus hati hati dalam menuduh seseorang,harus ada bukti dan kalau ini sampai didengar oleh Gio,aku tak bisa membayangkan bagaimana perasaan nya!"


Semua mencerna ucapan Fabian dengan baik ,sungguh ini akan sangat sulit untuk Gio.

__ADS_1


"Kita bicarakan nanti lagi,aku ingin melihat kondisi preman itu dulu!"ujar Kian.


"Aku ikut kau,Aku ingin melihat bagaimana markasmu yang kudengar mengerikan itu!"ujar Marvin yang lagi lagi meledek Kian.Membuat Kian menatap nya dingin.


"Apa kau ingin ikut menyiksa orang itu!"tanya Kian.


"Boleh juga seperti nya itu menyenangkan!"jawab Marvin santai.


"Ingat Marvin,Istriku sedang hamil!"ujar Fabian mengingat kan.Seketika Marvin ingat nasehat mamy Jia padanya.


"Sepertinya aku juga ikut tapi aku tidak ingin menyiksanya,aku hanya ingin melihatnya saja!"timpal Erick.


"Kami pergi dulu Gin,Kau istirahat saja dulu disini!"ujar Kian.


"Tidak tuan,saya ingin segera pulang.Saya lebih nyaman berada dirumah."jawab Gin.


"Baiklah jika itu maunya, pulang lah nanti bersama istriku dan yang lain.."ujar Kian lalu pergi bersama yang lain.


Gin menghela nafasnya pelan sambil menyenderkan tubuh tegapnya disandaran brankar ranjangnya.Ia ingin sekali melihat keadaan Icha tapi saat ini bukan waktu yang tepat.


Marvin dan yang lain juga sudah berpamitan pada Gio untuk mengurus penjahat itu dulu.Dan menyisakan para wanita dirumahsakit ditemani Dika asisten Marvin dan Beny asisten Fabian.Sementara Roy asisten Erick ikut sang tuan bersama yang lain menuju markas tempat dimana Kian mengurung musuh musuh nya.


Sita yang begitu mengkhawatirkan keadaan Gin memberanikan diri untuk menemui pria dingin itu.


Sita dengan perasaan gugup perlahan memasuki kamar inap Gin.


Sita menatap dalam Gin yang memejamkan matanya dengan perban dilengan kanan dan memakai kemeja yang terbuka kancingnya.


Sungguh bagi Sita,Gin begitu tampan.Semakin hari rasa cintanya pada pria dingin itu semakin dalam.Sita sudah mantap mengejar cinta Gin meski ia harus siap jika Gin menolak nya.Ia tak akan menyesal memiliki perasaan itu pada Gin.


Ekhmmm.....


Suara Sita membuat mata Gin terbuka.


"Maaf jika mengganggu,Bagaimana keadaan kakak?"Tanya Sita dengan hati yang berdebar.


"Apa ada yang Kak Gin inginkan?Aku bisa membantu kakak"tawar lembut Sita.


Gin menggeleng"Tidak ada"


"Aku lega kakak baik baik saja,tapi lain kali Sita mohon kakak juga harus lebih berhati hati lagi ya"ujar Sita yang masih berdiri dihadapan Gin.


"Terimakasih"jawab Gin yang memejamkan matanya kembali.


"Yasudah Kakak istirahat dulu.kalau kakak membutuhkan sesuatu kakak bisa panggil aku!"ujar Sita yang hanya diangguki oleh Gin.


Sebelum keluar kamar,gadis berusia 17 tahun itu menatap dalam Gin yang masih terlihat Pucat.Perasaannya kini sulit untuk digambarkan,Sikap dingin Gin benar begitu sulit untuk diluluhkan Sita.


Sementara dikamar Icha,Gio dengan setia menunggu sang kekasih sadar.Gio merasa bersalah dan menyalahkan dirinya sendiri.Harusnya ia bisa mempercepat meeting nya.Jadi kejadian ini tidak akan menimpa sang kekasih.


Gio terus menciumi tangan Icha sambil menatap wajah pucat Icha.


"Jangan menyalahkan diri kakak sendiri ya,ini musibah kak.Tidak ada yang tau jika akan terjadi hal seperti ini!"ujar Kyra menenangkan Kyra.


"Tetap saja aku yang salah Ky.Aku yang tak bisa menjaga kekasih ku.Aku terlalu sibuk dengan urusanku sendiri.Aku sungguh berhutang Budi pada Gin."


Kyra terseyum simpul,mengingat kisah cinta segi tiga yang hadir diantara Gio,Icha dan Gin.Sungguh ini menjadi dilema.


"Sebaiknya nanti setelah Icha sadar kita tidak usah membahas ini Gio,Tante takut ini akan membuat Icha semakin sedih atau takut!"ujar Mamy Jia.


Gio mengangguk pelan"Iya Tante,Gio akan mencoba untuk membuat Icha lupa akan kejadian tadi"


Dan tak lama Icha pun membuka matanya.Membuat semuanya merasa lega dan senang.


Pandangan Icha terlihat kosong dan ia tiba tiba menangis"Icha takut Kakkk"


Dengan sigap Gio memeluk tubuh Icha,mencoba menenangkan kekasihnya itu.

__ADS_1


"Sudah jangan takut,ada aku disini sayang.Lupakan hal buruk tadi dan anggap semuanya tidak pernah terjadi!"ujar Gio mengusap lembut kepala Icha didekapannya.


Icha semakin menangis terisak"Icha malu Kak,Icha hampir telanjang.Dan Icha merasa jijik dengan tubuh ini,orang itu sudah menyentuh Icha"


Gio mengepalkan tangannya,ia menahan emosinya yang hampir meledak mendengar perkataan Icha.Tapi ia sadar saat ini bukan waktu yang tepat untuk dirinya merasa marah.


Gio lalu merangkup wajah Icha dengan kedua tangannya"Dengar sayang,Aku, Kian dan Gin memaklumi apa yang terjadi pada mu.Dan kau juga harus ingat apapun yang terjadi padamu itu tidak akan mengurangi rasa cintaku padamu.Bagiku kau masih gadis yang polos dan suci.Aku menerima semua kekurangan mu Cha!"ujar Gio dengan sorot mata lekat dan penuh kesungguhan.


Icha semakin menangis,sungguh ia merasa malu dengan Gio yang begitu baik padanya.


Gio semakin memeluk erat tubuh Icha yang mulai tenang.


Kyra,Mamy Jia,Mita,Cleo,Clara dan Sita merasa terharu melihat cinta yang begitu tulus dari Gio untuk Icha.


Lalu Icha teringat dengan Gin yang sudah terluka karenanya."Bagaimana keadaan Kak Gin,kak?"tanya Lirih Icha.


"Kak Gin sudah membaik kak,Lukanya sudah dijahit dan ia sedang beristirahat!"jawab Kyra yang membuat Icha merasa lega.


"Sudah sekarang tidurlah lagi,Aku akan selalu menemanimu disini sayang!"ujar Gio.


"Kalau begitu kami pamit pulang dulu ya Kak,Titip kak Icha ya kak"pamit Kyra.


"Aku akan menjaganya dengan baik Ky,,Kalian hati hati juga ya!"jawab Gio.


Kyra dan yang lainpun pamit untuk pulang ke rumah dan juga sesuai pesan Kian tadi,Kyra juga mengajak Gin ikut pulang bersamanya.


Dibantu Beny,Gin bangun dan keluar kamar.


"Aku ingin melihat Icha sebentar Ben!"pinta Gin pada asisten Fabian itu.


"Baik tapi jangan lama lama Gin, lukamu masih basah!"ujar Beny.


Gin pun dibantu Beny berjalan pelan menuju ruangan Icha.


Gio yang melihat kedatangan Gin,segera berdiri meninggalkan Icha yang sudah tidur kembali.


"Aku merasa lega kau baik baik saja Gin.Aku juga mengucapkan terimakasih yang begitu besar untukmu Gin,Aku berhutang Budi padamu.Aku tidak tahu harus membalas dengan apa kebaikanmu ini!"ujar Gio yang menyentuh bahu Gin.


"Jangan seperti itu Tuan Gio,Sudah menjadi kewajiban saya melindungi anggota keluarga Wiratama dan Baskara.


Tuan juga tidak perlu merasa berhutang Budi pada saya,Saya tulus dan ikhlas melakukan nya!"ujar Gin yang masih merasa nyeri pada lengannya.


"Baiklah,tapi suatu saat nanti jika kau merasa kesulitan aku siap membantumu Gin,jangan sungkan padaku!"ujar Gio terseyum simpul.


"Saya kesini untuk melihat kondisi Icha,Tuan!"


"Dia sudah membaik hanya saja dia akan mengalami trouma.Tapi aku percaya seiring jalannya waktu trouma itu akan sembuh"


"Saya harap juga begitu tuan"Timpal Gin"Saya pamit pulang dulu tuan,Saya lebih nyaman tinggal dirumah "


Gio mengangguk"Istirahat lah Gin dan jaga tubuhmu dengan baik"


Gin pun undur diri bersama Beny menuju kediaman Wiratama bersama para wanita,Dika dan Dio.


Dika dan anak buahnya mengawal Kyra dan yang lain,sementara Gin semobil dengan Beny dibelakang mobil Kyra.


Melihat Gin yang terdiam membuat Beny menggeleng kan kepalanya dengan seyum anehnya."Melihatmu begitu membuatku enggan untuk jatuh cinta Gin"


Seketika Gin menatap dingin Beny"Apa maksudmu?"


"Kenapa kau bisa dengan tenang membiarkan wanita yang kau cintai dengan pria lain,Aku tahu meskipun Icha itu mencintai tuan Gio,tapi kenapa kau bisa menyembunyikan perasaan sakit dan cemburumu begitu baik"heran Beny.


Gin menatap keluar jendela mobil"Terkadang kita harus merelakan orang yang kita cintai bahagia bersama orang lain Ben,meski itu berat tapi itu resikonya jika kita mencintai seseorang.Kita harus benar benar tulus mencintai nya!"


Beny semakin heran dengan sikap sahabatnya itu.


Sementara Gin yang sebenarnya merasa sesak dan begitu mengkhawatirkan keadaan Icha harus dengan lapang hati menahan segala perasaan nya.

__ADS_1


__ADS_2