
Mobil melaju dengan cepat dan akhirnya sampai disebuah rumah sakit terbesar dikota itu.
Marvin segera meletakkan tubuh Kyra diatas brankar.Para Dokter dan perawat langsung membawa Kyra meja operasi diruangan ICU.
Marvin meninju ninju dinding hingga tangannya terluka karena trus menyalahkan dirinya sendiri..
"Tenanglah Marvin,Kau jangan melukai dirimu sendiri seperti ini." ujar Gio yang mendekat dan memegang bahu Marvin.
"Dia mempertaruhkan nyawanya untuk ku Gio,Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi apa apa padanya"ujar Marvin yang sudah sangat kacau penampilannya.
Kian yang merasa kesal dengan Marvin langsung mendekat lalu mencengkeram kuat kerah baju Marvin.
"Brengsek.....ini semua karenamu...Jika terjadi apa apa pada adikku,Aku akan membunuhmu Marvin...." Geram Kian.
Gio segera melerai keduanya"Sudah tenanglah Kian,Kalian jangan berkelahi.Ingat didalam Kyra sedang berjuang untuk bertahan.Aku tahu ini pukulan yang berat untuk kita,Tapi kita harus tetap tenang.Kumohon Kian kontrol emosimu"Ujar Gio sambil mendorong bahu Kian menjauhi Marvin.
Mita spontan menarik tangan Kian untuk duduk.
"Tenanglah Kak,Kita berdoa saja semoga Kyra bisa melewati ini" Ujar Mita lembut sambil menggenggam tangan Kian.
"Bagaimana aku bisa tenang Mit,Kyra terluka parah,Aku merasa gagal menjadi seorang Kakak.Aku tidak bisa melindungi adikku. Ujar Kian yang sudah meneteskan air matanya.
Mita segera memeluk tubuh Kian,mengusap lembut punggung lebar Kian." Aku mengerti perasaanmu Kak tapi kau harus tetap tenang.Yang bisa kita lakukan sekarang hanya berdoa Kak"
Mita mencoba menyalurkan kekuatan dan ketenangan untuk Kian yang semakin menangis.Mita baru menyadari sosok.Kian ternyata bisa serapuh itu.
Mita membiarkan kepala Kian ada didadanya dan membiarkan pria kekar itu menangis dalam diam."Kakak harus kuat....,"Gumam Mita.
Gio juga memeluk Icha yang sedari tadi menangis.Icha juga sudah menghubungi ibu panti tentang insiden yang menimpa Kyra.
Marvin yang duduk dilantai bersandar didinding lebih tenang setelah Mamy Jia datang bersama Dika.Mamy Jia segera datang setelah mendengar kbar buruk itu dari Dika.Mamy Jia juga sangat cemas dengan keadaan Kyra.
"Tenanglah Sayang.....Mamy yakin Kyra akan kuat melewati ini" ujar Mamy Jia yang sudah memelul erat putranya.
"Ini semua karena Marvin My,Dia mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi Marvin My" ujar Marvin pelan dan sudah menangis.
"Ussss...jangan menyalahkan dirimu sendiri Marvin.Kyra sangat mencintaimu.itu alasannya"
Setelah hampir 4 jam berlalu,seorang dokter senior keluar dengan peluh yang membasahi wajahnya.Raut mukanya terlihat lelah dan sendu.
Spontan semua mendekat.
"Bagaimana keadaannya Dok?" Tanya Marvin.
Dokter pria itu menghembuskan nafasnya pelan.
"Kami sudah berhasil mengeluarkan peluru dari dalam tubuh pasien dan masa kritisnya juga sudah lewat.Tapi karena peluru itu mengenai organ pentingnya dan pasien kehilangan banyak darah dengan berat hati kami mengatakan bahwa pasien mengalami Koma sekarang"
Cetarrrr.....
Pernyataan Dokter itu mengejutkan semua orang.Sontak tubuh Marvin merosot kelantai dengan air mata yang tak bisa ia bendung.
__ADS_1
"Kau harus kuat Marvin" Ujar Jia yang mencoba membangunkan tubuh Marvin.
Kian juga merasa lemas seketika dan langsung duduk dengan pandangan kosongnya.
"Lalu sampai kapan pasien akan koma Dok?" Tanya Gio.
"Ehmm Kami tidak bisa memastikan itu.Bisa hitungan hari,bulan atau bahkan tahun tuan.Saran saya selalu ajak komunikasi pasien agar alam bawah sadarnya bisa mendorong kesadarannya.Meskipun pasien koma tapi pasien bisa merasakan sentuhan dan mendengar suara disekelilingnya.Semakin otaknya menangkap banyak rangsangan semakin cepat pasien sadar." Jelas dokter itu.
Semua nampak mendengar dengan seksama.
"Pasien bisa dijenguk setelah kami pindahkan keruang inap"
"Terima kasih Dok,Berikan layanan yang terbaik untuknya" Ujar Gio yang diangguki Dokter itu.
Dokter itu pun berlalu.
"Sebaiknya kau ganti bajumu dulu Marvin" Ucap Jia yang melihat baju Marvin penuh dengan darah.
Marvin yang merasa lemas dipapah Dika menuju toilet untuk membersihkan diri.
Sementara Kian segera menghubungi tangan kanannya.
Gio yang sudah tahu alasan Jack menyerang Marvin segera menceritakannya pada Kian.
Tangan Kian mengepal kuat"Jadi pria brengsek itu dulu sempat ingin melecehkan adikkku..Aku pastikan dia akan mendekam dipenjara dalam waktu yang lama''Geram Kian.
"Siapkan team pengacara dan buat pria itu mendapatkan ganjaran yang setimpal.Jangan biarkan dia lolos dengan mudah." Perintah Kian pada tangan kanannya.
Tak lama setelah Kyra dipindahkan keruang inap,Semua masuk kedalam ruangan super besar dan mewah itu.
Marvin duduk dan menatap sendu wajah cantik Kyra yang pucat pasi dengan berbagai alat kesehatan yang terpasang ditubuhnya.Pria bertatto itu menggenggam erat jemari Kyra lalu menciuminya.Hati Marvin merasa teriris melihat kondisi Kyra.Rasa sedih,kesal,marah dan rasa bersalah bercampur dibenak Marvin.Mamy Jia yang berdiri dibelakang Marvin hanya bisa mengusap bahu putranya.Saat ini hatinya juga ikut pilu melihat calon menantu kesayangannya dalam keadaan seperti itu.
Kian yang juga berdiri disisi Kyra yang lain,Mengusap lembut kepala Adiknya lalu mencium lembut kening Kyra cukup lama.
"Jangan Tinggalkan Kakak dan Cepat lah Sadar adikku Sayang.Kakak merindukan seyuman indahmu" Lirih Kian yang juga menangis.
Semua yang melihat itu merasa sesak dan begitu sedih.Kakak beradik yang baru sebentar bersama harus dihadapkan dengan kondisi menyedihkan seperti ini.
Air mata Mita dan Icha semakin deras tak terbendung.
Mereka semua masih setia menunggu Kyra hingga Pagi menjelang.
Bu Rani yang merupakan ibu Panti sudah sampai dan langsung masuk keruangan Kyra dirawat.
Air matanya seketika menetes deras saat melihat keadaan Kyra yang sudah ia anggap seperti putri kandungnya sendiri.
"Kyra.........." Panggil lirih Bu Rani yang sudah menggenggam tangan Kyra.
Seketika Marvin dan Kian merasa terkejut dengan kedatangannya.
"Ibu datang Nak....cepatlah sadar....." Ucap Bu Rani.
__ADS_1
"Bu Rani....", Sapa Mamy Jia.
" Nyonya Jiandra".
"Akhirnya kita bisa bertemu lagi" Ujar Jiandra yang sudah memeluk hangat Bu Rani.
Kian dan Marvin masih bingung.
Bu Rani lalu mengusap lembut kepala Kyra.
"Bangunlah sayang,Ibu dan semuanya menyanyangimu" Ucap Bu Rani yang membuat Marvin terkejut.
"Bu Panti mengenal Kyra?" Tanya Marvin bingung.
"Pak Marvin.....Apa bapak belum tahu siapa Kyra?" ujar Bu Rani ambigu.
"Maksud ibu Panti apa?" Bingung Marvin.
Deg Deg Deg.......
"Dia Kyra.....gadis kecil yang bapak selamatkan 13 tahun yang lalu dari tepi Danau" jelas Bu Rani.
Jedarrrrrrrrr........
Marvin seakan tersambar petir.....ia sangat terkejut dengan kenyataan ini.
Mana mungkin gadis kecil yang dulu ia tolong tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan begitu mencintainya dan itu adalah kekasihnya Kyra Queensa.
"Jadi Kyra itu........" Ucap Marvin menggantung.
"Iya Pak Marvin.Kyra adalah Gadis yang bapak tolong lalu bapak bawa ke panti.Bapak menitipkannya pada saya.Kyra sudah mengagumi anda sejak usianya 13 tahun.Dan mulai saat itu dia berusaha belajar giat untuk bisa lulus dengan nilai baik dan bisa bekerja diBR group.Agar bisa bertemu dengan bapak."
Marvin tercengang sungguh ia sangat shock.begitu pula dengan Kian.Ia baru mengetahui jika Marvinlah yang sudah menolong adikknya dulu.Seketika ada rasa bersalah Kian pada Marvin karena selaku menilai Marvin buruk.
Gio juga sama merasa ikut terkejut.ia merasa kagum dengan sosok Kyra yang menjaga cintanya pada Marvin sudah sejak lama.
Tubuh Marvin lemas seketika,Ia merasa ditikam beribu pisau dihatinya mengingat perlakuan buruknya pada Kyra dulu.
"Jadi ini alasannya,Dia begitu mencintaiku.Kenapa dia tidak mengatakannya dari awal?" Ujar Marvin dengan wajah kacaunya.
"Kyta tidak ingin kau menganggapnya sebagai gadis kecil Marvin.Kyra ingin kau melihatnya sebagai seorang wanita dewasa" ujar Jia yang ikut menjelaskan.
"Kyra juga mencegah kami Pak untuk bilang pada bapak.Ia ingin memperjuangkan perasaannya dulu tanpa mau membuka identitasnya" Timpal Mita.
"Jadi Mamy dan kalian sudah tahu hahhhhh......Jika aku tahu ini dari awal aku akan segera menikahinya" Ujar Marvin dengan air mata yang deras.
"Maafkan Mamy sayang" Ujar Jia sambil memeluk Marvin...
Marvin semakin menagis tersedu sedu dipelukan Jia.
Ada rasa penyesalan dan amarah pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Sementara Kian yang juga shock kini menyadari kesalahannya.Ia berjanji tak akan lagi menghalangi hubungan Kyra dan Marvin.Kian tak menyangka adiknya begitu dalam mencintai Marvin selama lima tahun ini.