Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
SS2-24..Terluka


__ADS_3

**Maaf ya lama Upnya..Author lagi gak enak badan.... Terimakasih untuk yang masih setia ya...Jangan Lupa Like dan Komen ya dan Selamat menjalankan ibadah puasa ya bagi yang menjalankan....terima kasih untuk yang masih setia dengan novel Author.


🌹🌹🌹


Waktu menunjukkan jam makan siang.


Semua karyawan BR Group sudah mulai pergi ke kantin dan restoran terdekat untuk mengisi perut mereka masing masing.


Icha berjalan bersama beberapa rekan kerjanya menuju restoran tempat favorit mereka.Semua rekan rekan kerja Icha Tahu,Jika Icha adalah kekasih Gio,CEO dari perusahaan Exel DM group,Mereka juga tahu Jika Icha sangat dekat dengan


Pemilik BR dan WiN group,tak heran jika rekan rekannya merasa segan padanya.Tapi Icha tetaplah gadis yang humble dan rendah hati membuat teman temannya suka bersahabat dengannya.


Namun langkah nya terhenti saat seorang pria berpakaian formal mendekati dan menghadang jalannya.


"Dengan Nona Icha?"


Icha merasa terkejut sekaligus heran karena pria itu tahu namanya.


Gadis itu mengangguk pelan"Iya benar saya Icha"


"Bisa ikut kami sebentar,Ada yang ingin bertemu anda nona"ujar sang pria berpakaian setelan jas hitam itu.


Icha merasa bingung sekaligus takut,ia lalu melihat kearah teman temannya.


"Jangan takut nona,Anda hanya perlu bertemu dengannya...."ujar sang pria lagi.


"Pergilah Cha... seperti nya tuan ini bukan orang jahat"ucap salah seorang teman Icha.


Icha akhirnya mengangguk."Mari Pak"


Icha pun mengikuti langkah kaki pria bertubuh tegap itu menuju kesebuah restoran mewah yang berada beberapa blok dari Kantornya.


Kedua mata Icha membulat saat melihat siapa yang sudah duduk dihadapannya.Perasaan gugup seketika menjalar ditubuhnya.


"Silahkan duduk Nona"ujar Sang Pria yang sudah menarik kursi untuk Icha.


"Hallo Nona Icha,, Tidak perlu terkejut bertemu denganku"Sapaan datar dari wanita paruh baya yang masih terlihat cantik namun begitu angkuh.


"Selamat Siang Tante"ujar Icha penuh kegugupan.


Wanita paruh baya yang berada dihadapan Icha tak lain adalah Mama Siska,Mama dari Gio sang kekasih.


Siska terseyum tipis sambil memainkan cincin berlian dijari jarinya.


"Langsung saja,Kau pasti sudah tahu tujuanku menemuimu kan Nona Icha...!"


Icha meremas kedua tangannya diatas paha dengan wajah gugupnya.


"Maksud tante?"


"Tinggalkan Gio,lupakan dia dan cari pria lain...Kau harus sadar jika wanita biasa sepertimu tidak pantas mendampingi putraku,pewaris Exel DM group...aku bisa memberikan apapun yang kau mau Nona,Uang,Berlian,Mobil atau apapun..katakan!"


Icha begitu terkejut mendengar ucapan Mama Gio itu,hatinya begitu terasa sakit,Mama Gio begitu merendahkannya.


Icha mencoba untuk tetap tegar"Bukan materi yang saya mau Tante....Saya tulus mencintai putra Tante,Dan kami saling mencintai"


Siska tertawa ringan dengan pandangan sinisnya.


"Mustahil jika kau tidak menginginkan harta putra ku,Didunia ini semua butuh uang Nona...


Asal kau tahu,Dari kecil Gio sudah kujodohkan dengan Laura,Dia gadis yang cantik,pintar dengan gelarnya yang hebat juga berasal dari keluarga yang terpandang.,Lagi pula Laura dari kecil juga sudah menyukai Gio,Jadi kuharap kau tahu diri Nona,apa kau ingin bersikap egois dengan melukai hati Laura yang sudah lama menyukai Gio??"


Kali ini perkataan Mama Siska benar benar menyudutkan Icha,Perasaan nya kini bercampur aduk,Sedih,sakit,Dan juga merasa bersalah,sebagai seorang perempuan ia juga sangat paham bagaimana perasaan Laura saat ini.


Melihat wajah Icha yang penuh kebimbangan membuat Siska puas dan mengangkat sedikit ujung bibirnya.


"Apa kau ingin putraku menjadi putra durhaka Nona?yang berani melawan mamanya??"

__ADS_1


Spontan Icha menggeleng pelan dengan mata yang sudah berkaca.


"Aku minta sekali lagi Nona,Tinggalkan Gio,biarkan dia bersama Laura.Jika kau benar benar wanita yang baik,Kau pasti ingin yang terbaik untuk Gio.


Tolong pikirkan baik baik ucapanku tadi.Kalau begitu aku pergi dulu...."


Mama Siska lalu segera berdiri melangkah meninggalkan Icha yang belum sempat membalas ucapannya.


Icha terdiam mematung dengan wajah sendu dan air mata yang sudah menetes.Sungguh ini begitu berat untuk gadis biasa seperti nya.


Disaat Mama Siska keluar dari Restoran itu,Secara kebetulan Marvin yang juga baru selesai meeting melihatnya.


Kening Marvin mengerut melihat ibu Gio berada ditempat itu.


"Untuk apa Tante Siska kesini?"gumam Marvin yang didengar Dika,asistennya.


Marvin lalu seketika mengingat Icha"Ayo ikut aku Dik,Aku harap perkiraan ku salah"ujar Bos BR Group itu masuk keruangan lain Restoran diikuti Dika yang penasaran.


Dan benar saja apa yang ada dipikiran Marvin.


Ia melihat Sosok Icha yang sudah menangis diam duduk disudut ruangan dengan pandangan kosongnya.


Perlahan Marvin mendekat,Ia sudah bisa menebak apa yang sudah terjadi pada Icha,mengingat Marvin sangat tahu bagaimana watak Mama Sahabatnya itu.


"Cha"Panggil Marvin yang sudah menyentuh lengan Icha yang melamun.


Spontan Icha menoleh,Ia terkejut melihat keberadaan Bos nya itu.


Segera ia mengusap air mata nya lalu berdiri"Pak Marvin"lirihnya.


"Tante Siska baru saja menemuimu?"tanya Marvin membuat Icha terkejut.


Icha menganguk pelan membuat Marvin menghela nafasnya.


"Yasudah....,Sekarang pulanglah,biar Dika yang mengantarmu.Tenangkan dirimu dulu"perintah marvin.


"Tapi pak,Saya.."


Icha akhirnya pasrah dan menurut.


"Aku bisa kembali kekantor sendiri Dik,Kau antar saja Icha pulang!"titah Marvin pada Dika.


"Baik tuan,Ayo Cha...."jawab Dika.


Melihat Icha Pergi bersama Dika,Marvin segera mengeluarkan ponsel pintarnya dari Saku jasnya.Ia lalu segera menghubungi Gio,Agar sahabatnya itu tahu,jika mamanya sudah keterlaluan kali ini.


☘️☘️


Di Gedung Exel DM Group,Gio yang baru selesai meeting,, Mengepalkan kedua tangannya setelah menerima panggilan dari Marvin.


Gio benar bebar murka dengan sikap Mamanya yang semakin keterlaluan membuat Tama,sang asisten merasa heran dan penasaran.


"Apa jadwalku setelah ini Tam?"tanya Gio.


"Tidak ada Tuan,Anda hanya perlu melihat dan menandatangani beberapa berkas diatas meja anda"


"Okey,,Aku akan menyelesaikannya lalu kita pulang,Aku ingin segera menemui mamaku!"ujar Gio.


"Baik Tuan"


Gio segera menyelesaikan semua perkerjaan nya,ia juga tak ingin menghubungi Icha dulu,karena Gio yakin,Icha pasti tidak akan mau mengangkatnya.


☘️☘️


Dikediaman Wiratama.


Mita yang sedang menemani Kiral belajar diruang tamu terkejut dengan Icha yang sudah pulang pahadal masih siang apalagi diantar oleh Dika.

__ADS_1


"Kak Icha udah pulang?kok tumben?"


tanya Mita penasaran.


"Aku lagi gak enak badan Mit,aku kekamar dulu"


"Aunty Icha sakit apa?"Tanya Kiral.


"Aunty hanya sedikit pusing Sayang"jawab Icha lalu pergi begitu saja menuju kamarnya.


Mita yang merasa curiga melihat wajah sendu Icha, Mendekati Dika yang masih diam ditempat."Apa yang terjadi kak?"


Dika menghela nafasnya"Tadi Mamanya tuan Gio menemui Icha,Mit di restoran dekat kantor.Dan tidak sengaja Pak Marvin melihatnya"


Mita merasa kaget dengan ucapan Dika,Ia tak menyangka kisah Icha akan sesulit ini.


"Aku kembali kekantor dulu Mit"Pamit Dika yang diangguki Mita.


"Hati Hati Uncle Dika"ujar Kiral.


"Oke Boy"jawab Dika sambil terseyum.


Kini Mita bingung harus mendekati Icha sekarang atau tidak.


"Mom,Apa Aunty Icha baik-baik saja,,Apa perlu Kiral kekamarnya?"tanya Anak yang sebentar lagi genap berusia 8 tahu. itu.


Mita menggeleng pelan"Jangan Sayang,,Biarkan Aunty Icha beristirahat dulu,Dia mungkin butuh waktu untuk sendiri dulu,,Sebentar ya Momy tinggal dulu,,lanjutkan belajarmu!"ujar Mita lalu menuju kamarnya untuk mengambil ponselnya nya.Mita rasa perlu mengubungi Kyra yang sangat dekat dengan Icha.


Sementara dikamarnya,Icha hanya bisa menangis terisak.Ia juga sudah mematikan ponselnya.Untuk saat ini ia benar benar ingin sendiri dulu.


Sore Harinya.


Kian yang baru saja pulang dari kantor bersama Gin terkejut mendengar cerita dari Mita tentang Icha.


Gin yang memiliki perasaan terhadap Icha merasa turut ikut bersedih ia sangat ingin menghibur gadis itu Saat ini tapi ia juga menyadari batasannya.


"Seperti Tante Siska benar benar ingin memisahkan Gio dan Icha"Ujar Kian yang sudah berada dikamar bersama Mita.


Mita dengan cekatan membatu sang Suami melepas Sepatu,Jas,Dasi dan kemejanya.


"Apa kita akan diam saja Kak?"tanya Mita yang berdiri didepan Kian.


"Kita lihat dulu,apa yang akan dilakukan Gio,Aku yakin dia bisa mengatasi ini.Jika sudah diluar kendali,Aku baru akan turun tangan."


"Aku kasihan pada Kak Icha,,ini pasti sangat sulit untuknya"


"Biarkan dia tenang dulu,Setelah itu kau dekati dia..."Ujar Kian yang sudah melingkar kan tangan besarnya kepinggang sang istri dengan tubuh yang sudah bertelanjang dada.


Mita mengangguk"Kakak mau mandi sekarang?"


"Iya Sayang,Kita akan mandi bersama"ujar Kian manja.


Mita menggeleng cepat,ia sudah tahu maksud sang suami,Bukan hanya mandi saja jika mereka berdua dikamar mandi dan itu akan memakan waktu satu jam lebih.


"Kak aku harus masak"tolak halus Mita.


"Biarkan Pelayan yang memasak,Kau layani saja Suamimu ini"lirih Kian yang sudah mencumbui leher Mita,membuat wanita mulai terangsang.


"Kak."lirih Mita.


"Hmmm"Kian terus saja melanjutkan aksi nakalnya.


"Tapi jangan lama lama ya!"pinta Mita.


"Okey Sayang"Ujar Kian lalu mengangkat tubuh Mita menuju Kamar mandi.


Dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi dengan sepasang suami Istri yang dimabuk asmara.

__ADS_1


🌺🌺


ingat puasa ya....hihihi....


__ADS_2