
Author mau ngucapin dulu buat kalian semua,Selamat tahun baru 2021 ya....smg mnjdi tahun yang labih baik dan Corona nya minggat dari negri kita tercinta...amin...
**Terima kasih juga ya yang udah setia membaca novel Autor...Tetap Dukung karya Author dengan Like dan Komen membangun kalian ya...
Hapy Reading**..
@@
Setelah dari BR group,Sore harinya Kyra yang pulang kantor sendiri karena Kian juga masih sibuk,ia langsung menuju kesebuah Restoran untuk menemui Erick.
Meski ini sangat beresiko besar tapi niat Kyra untuk mendamaikan mereka cukup kuat.
Namun Kyra lupa,bahwa ia selalu diawasi oleh beberapa pengawal suruhan Marvin.
Kyra mengedarkan pandangannya setelah memasuki restoran mewah itu.
Seyum simpul nya muncul saat melihat sosok Erick yang sudah melihatnya.
"Selamat sore Tuan Erick,Maaf membuat anda menunggu"Sapa ramah Kyra saat sudah didepan Erick.
Dengan sigap Eric mengundurkan kursi untuk diduduki Kyra,Membuat Gadis itu merasa canggung.
"Tidak apa apa Nona,Silahkan duduk"pinta Erick.
Erick lalu memberikan kode pada kepala pelayan untuk segera menghidangkan makanan diatas mejanya.
Kyra sampai dibuat bingung dengan menu mewah yang sudah disiapkan Erick.
"Terima kasih Nona masih mau bertemu dengan saya,Silahkan dinakmsati hidangannya?" Ujar Erick dengan tenang.
Kyra terseyum tipis"Jangan sungkan Tuan,bukankah kita sudah berteman dan tolong jangan bicara formal pada saya.Panggil saya Kyra saja"
Erick mengangguk pelan.
"Okey Kyra,Klo.begitu jangan panggil saya Tuan.Saya seumuran dengan Marvin.Panggil saja saya Erick saja atau Kak Erick"
"Okey Kak Erick hihihi",Tawa kecil Kyra membuat Erick tak berkedip.
"Apa kau tidak membenciku atau curiga padaku Kyra,Setelah kau tahu siapa aku?" Tanya Erick.
Kyra menggeleng pelan sambil menguyah makanannya pelan"Kenapa harus membenci kakak?sudah aku katakan yang bersalah itu papanya Kakak,dan aku percaya pada kakak.."
"Kau gadis yang sangat baik Kyra..."
"Kakak terlalu memujiku,,Bukankah kita manusia harus saling memaafkan kak,Apalagi jika orang itu mau berubah untuk menjadi lebih baik", Jawab Kyra.
__ADS_1
Jujur rasa kagum Erick bertambah besar pada Sosok Kyra.
"Aku tidak tahu apa masalah yang terjadi antara orang tua kita dulu,Tapi sekarang aku harap kita bisa berhubungan baik Kak,dan Aku harap,kita tidak membuang rasa benci atau dendam dalam hati kita msing. masing." Jelas Kyra yang membuat Erik terseyum.
Eriick bisa melihat ketulusan dimata kyra,Gadis kecil nan polos itu seakan memberi banyak pelajaran yang berarti untuk Erick.
"Aku akan menuruti nasehatmu Kyra" Jawab Erick yang membuat Kyra merasa lega.
"Apa aku boleh bertanya Kak,dan tolong jawab dengan jujur?" Tanya Kyra ragu.
Erick mengangkat kedua alisnya",Bertanyalah!"
",Ehmm Apa Kakak menganggap aku sebagai kelemahan Kak Kian dan Marvin?Hingga membuat kakak ingin mendekati aku untuk menhancurkan mereka?" Tanya Kyra dengan beraninya.
Jujur Erick sedikit terkejut dengan pertanyaan Kyra.
Erick menatap lekat Kyra yang menunggu jawabannya.
"Awalnya iya,,,,Aku menganggap kau. adalah kelemahan mereka dan aku ingin lihat,gadis seperti apa yang bisa menundukkan Pria sepertii Marvin tapi setelah bertemu dan mengenalmu,pandangan ku terhadapmu berubah"
Kening Kyra mengerut.
"Berubahh???"
Tanpa mereka sadari,dan tanpa disadari Roy yang duduk tidak jauh dari Eriick dan Kyra ternyata ada Abel yang diam diam mengikuti kakaknya dan duduk dipojokan.Abel begitu geram melihat kakaknya menemui Kyra dan terlihat sangat akrab.
"Sudah Kak jangan memujiku...Aku hanya gadis biasa,meski aku sekarang sudah tahu identitasku yang sesungguhnya tapi itu tidak merubahku Kak,Karena tinggal dipanti membuatku mempelajari banyak hal.Aku tetap Kyra yang dulu."
Seketika Erick merasa bersalah karena kejahatan sang papa membuat Kyra harus hidup dipanti.
"Maaf atas kesalahan Papaku", Lirih Kyra.
Kyra terseyum" Iya Kak.Kita lupakan yang lalu ya...Kita buka lembaran baru"
Entah kenapa Erick merasa hatinya merasa nyaman dan lega dengan ucapan Kyra.
"Terima kasih untuk kebaikanmu Kyra", Ujar Erick tulus.
Kyra mengangguk dengan seyum indahnya.
"Emmm Apa kau sangat mencintai Marvin?", Tanya Erick spontan.
"Iya Kak,Bahkan sejak 5 tahun lalu saat usiaku masih 13 tahun.Dia itu penyelamatku Kak"Ujar Kyra jujur yang membuat hati Erick merasa sedih.
"Seandainya aku bisa bertemu denganmu lebih awal,apakah kau akan mencintaiku Kyra???" Tanya Erick ambigu dan reflek tangan Erick memegang satu tangan Kyra yang ada diatas meja.
__ADS_1
Kyra terkejut dengan pertanyaan dan sikap Erik padanya.
",Maksud Kakak apa?" Lirih Kyra sambil menatap lekat Erick.
",Singkirkan tangan mu dari Calon Istriku Erick......!!!" Lantang Marvin yang tiba tiba muncul membuat Kyra menegang.
Tadi setelah selesai meeting,Bodyguard yang mengawasi Kyra melapor pada Dika dan diteruskan pada Marvin.Seketika Marvin menjadi murka dan segera menuju Restoran itu.
Marvin yang baru tiba dikejutkan dengan pemandangan didepannya apalagi melihat Erick dengan berani menyentuh tangan calon istrinya itu.
Dengan langkah cepat Marvin mendekat dan menarik kerah baju Erick membuat keduanya berdiri saling berhadapan dengan pandangan tajam.
Dika dan Roy hanya bisa terdiam melihat itu sedangkan Abel merasa sangat terkejut dan gugup.
Kyra langsung menyentuh lengan Marvin",Sayang apa yang kau lakukan,lepaskan dia....Kau salah paham"Jelas Kyra.
Bukannya menjawab,Marvin menoleh menatap Kyra dengan kilatan amarah yang terlihat jelas dimatanya membuat Kyra seketika takut dan sangat gugup.
"Apa maumu Ha........kenapa kau mendekati Calon istriku???Masih banyak wanita lain yang bisa kau kejar Erick", Tanya sinis Marvin.
Erick menyeringai menatap tajam Marvin"Kalau aku bilang,bahwa aku tertarik pada Calon istrimu itu bagaimana?Karena dia gadis yang sangat berbeda,jujur saja hanya dia yang bisa membuatku terpikat.",Jawab Erick dengan santainya yang membuat Mata Kyra membulat sempurna.
Bugh.........Satu pukulan keras tepat diwajah Erick hingga membuatnya tersungkur...Roy spontan langsung menolong bosnya itu untuk segera berdiri.
Dika hanya terdiam melihat emosi bosnya yang sudah meluap,sementara Abel spontan menutup mulutnya merasa terkejut melihat Marvin memukul kakaknya.Abel sungguh sangat geram melihat itu,ia tak terima perlakuan Marvin dan semakin membenci Kyra.
"Brengsek Kau Erick.....Jangan pernah berniat merebut Kyra dariku...Dia hanya milikku,Ingat Itu....!"Ujar Tegas Marvin yang sangat merasa geram.
Lagi lagi Erick menyeringai sambil mengusap darah diujung Bibirnya
" Sepertinya kau sangat takut Marvin jika aku merebutnya darimu..Apa kau yakin bisa membahagiakannya?Jika tidak biarkan Kyra bersamaku saja"
Glek.....Kyra semakin terkejut dengan ucapan Erick yang seakan memancing emosi Marvin lagi.
Marvin yang sudah gelap mata berusaha ingin menyerang Erick lagi tapi dengan sigap Kyra menghalanginya"Sudah Sayang kendalikan Emosimu......"pekik Kyra.
Marvin mengepalkan kedua tangannya kuat dengan wajah yang sudah memerah karena amarah nya yang sudah meluap.
Lalu ia dengan kasar menarik tangan Kyra untuk pergi dari tempat itu.
"Ayo pulang.....", Ujar Marvin tegas tak terbantahkan.
Seyuk smriik muncul diwajah Erick melihat Marvin pergi dengan menarik kasar Kyra.
"Ini menarik.....Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kemarahanmu jika Kyra dapat kerebut darimu Marvin....!" Gumam Erick yang membuat Roy membulatkan kedua matanya.Ia seakan tak percaya bosnya itu sekarang sedang tergila gila dengan seorang gadis kecil yang terlihat sederhana itu.
__ADS_1