
BR Internasional Hospital.
Sudah 7 jam lebih berlalu,Namun Operasi Mama Siska belum juga selesai.
Gio melangkah dengan cepat sambil menggenggam tangan Icha menyusuri koridor rumah sakit.Mereka langsung menuju rumah sakit setibanya di bandara tadi.
Papa Gerald dan yang lain menoleh melihat kedatangan pasangan pengantin baru itu.
Gio langsung memeluk sang papa erat,raut mukanya nya terlihat begitu cemas.
"Bagaimana keadaan Mama,pa?"
Papa Gerald menatap sang putra dengan mata sayu nya, terlihat jelas gurat kelelahan dan kecemasan diwajah tuanya."Operasi nya belum selesai nak,Kita berdoa saja semoga mamamu baik baik saja"
Gio menatap para sahabatnya yang juga sedang menatapnya "Sebenarnya apa yang terjadi?Apa ada yang tidak kuketahui?"
Kian mulai merasa tegang,ia bingung harus bagaimana menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada sang sahabat yang paling dekat dengannya itu.
Melihat raut wajah Kian yang aneh membuat Gio semakin curiga"Jangan coba coba menyembunyikan apapun dariku Ki.Katakan yang sebenarnya!"
"Tenanglah Gi,Kami akan menjelaskan semuanya tapi kumohon setelah kau tau semuanya kau harus tetap tenang"ujar Marvin yang merasa kasihan pada Gio.
"Oke aku akan tenang, sekarang katakan!"Gio semakin bingung.
"Bukan maksud kami untuk menyembunyikan hal ini padamu Gi,hanya saja kami tidak ingin melihatmu terluka!"ujar Marvin yang membuat kening Gio mengerut.
"Mamamu ditusuk oleh preman yang dulu hampir menodai Icha Karena Mama mu menolak memberi uang pada preman itu lagi.Alasannya tentu karena preman itu gagal melakukan tugasnya dengan baik.Mamamu adalah dalang dibalik kejahatan itu Gi.maaf jika aku harus mengatakan hal yang menyakitkan ini.Sebenarnya aku ingin mengatakan ini sejak awal tapi q belum memiliki bukti yang kuat!"
Deg..........
Tubuh Gio menegang seketika saat mendengar penjelasan Kian,Ia begitu terkejut dan benar benar tidak menyangka mamanya bisa sejahat itu pada wanita yang ia cintai.Tubuh Gio lemas ia seketika menoleh kearah Icha yang juga ikut mematung terdiam mendengar fakta mengejutkan ini.
Gio seketika memeluk Icha yang juga masih tidak percaya dengan Kenyataan itu.
"Maaf kan Mama sayang ,Aku benar benar minta maaf atas namanya"ucap Gio dengan suara parau nya menahan sedih.
Icha menatap kedua manik mata sang Suami yang saat ini begitu terluka,ia sangat tahu bagaimana remuknya perasaan sang suami sekarang . Meskipun Icha sendiri juga merasa sedih dan tak percaya dengan semua fakta ini.
Icha hanya mengangguk sambil mengusap bahu Gio pelan.Berusaha memberi kekuatan untuk sang suami
"Aku sungguh tidak menyangka Mama begitu membenci istriku,Mama bahkan bisa sejahat itu.!"lirih Gio.
Gio merasa begitu kecewa dengan sikap sang mama dan merasa hatinya sangat sakit melihat sang mama harus terluka karena kejahatannya sendiri.Tak dipungkiri ada rasa benci dihati Gio untuk sang mama namun rasa itu masih tidak lebih besar dari rasa sayang nya.
__ADS_1
Kian mengusap pelan bahu Gio"Maaf jika ini melukaimu,tapi kau juga harus menerima dan berdamai dengan kenyataan ini Gi."
"Papa harap kau tidak membenci Mamamu Gio,Papa tahu kejahatan Mama mu sudah sangat keterlaluan tapi Papa mohon jangan membenci mamamu.Papa juga minta maaf padamu Nak Icha,Papa benar benar malu dan menyesal dengan semua ini.Papa merasa tidak bisa mendidik mamamu dengan baik.Papa mohon Tolong maafkan kesalahan mamamu"Ujar Papa Gerald dengan segala kerendahan hati dan penyesalan yang begitu dalam pada Gio lalu pada Icha.
"Tolong jangan bicara seperti itu Pa,Icha memang terkejut dengan semua ini,Tapi Icha sudah memaafkan Mama,Icha juga sudah melupakan kejadian buruk kemarin!"
Ucapan Icha membuat semua menatapnya,sungguh semua kagum dengan kebaikan hati Icha yang dengan mudah memaafkan Mama Siska yang hampir menghancurkan hidupnya.Papa Gerald merasa lega serta bangga memiliki menantu yang begitu baik.
Sedangkan Gio menatap Sang Istri dengan wajah nanarnya.Ia bingung harus berkata apa.Bukannya marah atau menyumpah i sang Mama,Istrinya justru dengan mudah memaafkan sang Mama dengan mudah.
Lalu semuanya menoleh saat melihat seorang perawat keluar dari ruang operasi dengan wajah gugup"Pasien membutuhkan darah lagi, persediaan darah kami sudah habis.apa ada yang memiliki golongan darah AB disini?"
"Saya Sus,Silahkan ambil darah saya!"Ujar Icha yang langsung berdiri membuat Gio terkejut.
"Sayang"lirih Gio menatap Sang istri yang terseyum simpul.
"Biarkan aku menolong Mama!"ujar Icha lembut lalu pergi bersama suster itu.
Gio sungguh tak percaya dengan kebaikan hati sang Istri,Disisi lain ia merasa sedih karena mamanya yang sudah salah menilai Icha tapi disisi lain Gio merasa begitu bangga dan beruntung karena telah memilih Icha sebagai istrinya.
Begitu pula dengan Papa Gerald yang tak menyangka Sang menantu ternyata memiliki hati yang begitu baik.
Setelah Menerima darah dari Icha selang satu jam operasi rumit itu selesai.
Terlihat satu dokter senior dengan dua dokter muda keluar dari ruangan itu.
Raut muka sang dokter senior terlihat sangat lelah"Syukurlah nyawa pasien bisa diselamatkan,ini juga berkat suplay darah yang cepat datang tadi."Ujar Dokter yang membuat semua lega meskipun hanya sesaat setelah sang dokter melanjutkan ucapannya.
"Tapi ada kabar buruk yang harus kami sampaikan,Begini karena terdapat dua luka tusuk yang cukup dalam di pinggang dan punggung bawah pasien menyebabkan ginjal pasien terluka parah dan juga mengenai syaraf sumsum tulang belakang yang begitu lembut dan sensitif"
"Maksud dokter apa?"Tanya Gio cepat .
"Pasien mengalami kelumpuhan permanen dari pinggang hingga kaki dan juga Ginjal yang terluka membuatnya harus sering cuci darah.Maaf kami sudah berusaha sekuat tenaga tapi sepertinya karena lukanya terlalu dalam!"
Deg.....semua terkejut apalagi Gio yang perasaan nya semakin hancur.
"Lumpuh Dok?"tanya papa Gerald yang tak kalah terpukul nya.
Dokter senior itu menganguk"Benar dan persentase untuk sembuh sangatlah kecil tuan karena banyaknya syaraf tulang sumsum belakang nya yang rusak,Kalau begitu kami pamit dulu"
"Terima kasih dok"ujar Papa Gerald.
Gio tak bisa lagi menahan air matanya ,Sungguh ia merasa sangat sedih dan terluka dengan keadaan sang mama.
__ADS_1
Icha memeluk sang suami erat,ini pukulan berat untuk Gio.
"Bersabarlah Nak,Kau tidak boleh bersedih,kau harus kuat.Tante yakin mamamu akan bisa melewati semua ini.Dia hanya butuh dukungan dari kita!"ujar Many Jia mengusap bahu Gio.
"Terima kasih Jia,Aku tahu kesalahan istriku sangatlah besar tapi hukuman ini sungguh sangat berat untuknya.Aku tidak bisa melihat nya bersedih!"ujar papa Gerald yang tidak bisa membayangkan bagaimana Istrinya nanti mengetahui kenyataan ini.
"Aku tahu ini berat tapi jika kalian terus bersama nya dan mendukung nya,aku yakin Siska mampu bertahan dan menerima semua ini dengan iklhas.Kita ambil hikmah dari semua kejadian ini Ger!"
Papa Gerald mengangguk menyetujui ucapan Mamy Jia yang juga ikut merasa prihatin dengan keadaan sang sahabat.Meskipun mereka sering tidak cocok.
Melihat kondisi Gio yang memprihatinkan,Kian berinisiatif mengajak nya ke Kantin rumah sakit untuk menangkan diri.Kian tahu bagaimana cara menghibur sang sahabat.
"Minumlah kopinya, Setidaknya itu bisa membuatmu tenang!"ujar Kian menyodorkan secangkir kopi latte dihadapan Gio yang duduk disebelah Icha.
Gio pun menurut i perkataan Kian untuk menyesap perlahan kopi itu.
"Dimana Breng..k itu?Aku ingin membalas perbuatannya!"ujar Gio dingin.
"Sudah jangan mengotori tanganmu.Serahkan saja padaku.Aku sudah mengurungnya!"jawab Kian santai.
"Tapi aku ingin melihatnya!"
Kian tertawa reyah "Oke,Tapi bukan sekarang.Kau dan Icha sudah lelah sebaiknya kalian beristirahat dulu."
"Kian benar,kalian sebaiknya beristirahat
dulu,jangan sampai urusan ini membuat kalian sakit!"Ujar Marvin.
"Percaya kan saja pada Kian soal penjahat itu.Aku yakin Kian bisa mengatasinya!"Timpal Erick yang seakan menyindir kegilaan Kian yang suka menyiksa orang.
Kian terseyum tipis mendengar ucapan Erick.
"Sebaiknya serahkan saja penjahat itu pada Polisi Ki.Ingat ini negara hukum.jangan bertindak sendiri.Aku akan membantumu membuat para penjahat itu menerima hukuman yang setimpal dengan perbuatan mereka!"Ujar Fabian yang menasehati Kian.Ia paling tidak suka dengan kekerasan.
Kian tertawa reyah"Okey kali ini aku turuti saranmu Fab.Kau yang harus langsung menangani kasus ini !"
Gio hanya bisa diam ,pasrah dan menurut pada sahabat sahabat nya itu."Baik,serahkan padaku!"jawab Fabian.
Gio lalu menatap Icha"Terimakasih ya Sayang ,kau sudah menyelamatkan nyawa Mama ,Dan terima kasih karena kau sudah memaafkan mama!"
Icha terseyum simpul"Seperti apa beliau,,dia sudah menjadi mamaku juga.jadi sudah sewajarnya aku menolong Mama"
Gio tersenyum menatap Sang Istri yang memiliki hati yang begitu baik.Sungguh Gio beruntung memiliki Icha sebagai istrinya.
__ADS_1
🌺🌺
Habis ini ada kisah Gin sm Sita ya....❤️