Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
Kemarahannya...


__ADS_3

Tak lama mereka sampai dirumah mewah Kian,Mobil Marvin juga sudah sampai.


Kian menuntun Kyra untuk duduk disofa ruang tamu.


Marvin dan Icha juga ikut duduk,sementara Dika dan Gin setia berdiri disamping bos mereka masing masing.


Kyra yang sudah berhenti menagis sengaja membuang muka dan tidak mau melihat Marvin.


Sedangkan Marvin untuk sementara hanya bisa menjauh dulu dari calon istrinya itu.Meski sebenarnya ia ingin memeluk erat Kyra lalu memberi penjelasan padanya.


"Sekarang jelaskan pada Kyra Kak" Sarkas Kyra yang marah.


Kian menghembuskan nafasnya pelan lalu duduk didepan Kyra.


"Semua ini Ide Kakak Ki,,Tadinya Marvin tidak mau melakukannya tapi karena paksaan dari kakak,dia mau melakukannya"


Kyra menyerngitkan alisnya"Maksud Kakak Apa??"


"Sebenarnya Kakak tidak ingin menceritakan semuanya pada kamu dulu,Kakak takut kamu akan sedih mendengarnya..ini soal kecelakaan orang tua kita Ki.Ternyata orang yang mencelakai mereka adalah Paman Martin,papanya Abel"


Kyra terkejut mendengar penjelasan Kakaknya.


"Jadi Yang membuat celaka Papa Mama itu papanya Abel kak??"


Kian mengangguk cepat.",Iya...dan Kakak juga baru tahu itu dari orang kepercayaannya.Tapi Kakak tidak punya bukti yang kuat untuk menjebloskan pria tua bangka itu kepenjara.Jadi Kakak membuat rencana dengan ide gila kakak ini untuk mendapat bukti yang kuat dengan merekam pernyataan Abel."


"Lalu kenapa harus Marvin Kak?"Protes Kia.


"Dengarkan Kakak dulu Ky,Hanya Marvin yang bisa memancing Abel berkata jujur,karena Abel menyukai Marvin.Sedangkan Abel membenci Kakak,karena dulu Kakak pernah menolaknya kasar,Jadi kakak mohon kamu jangan salah paham lagi ya pada Marvin." Mohon Kian.


"Iya Sayang kamu jangan salah paham ya...Aku sebenarnya tidak mau melakukan ini tapi demi tujuan penting kita,Aku terpaksa melakukannya.Aku sebenarnya juga merasa jijik dekat dengan wanita jalang itu,Jadi aku harap kau mau mengerti?." Ujar Marvin penuh harap.


Kyra melirik tajam Marvin"Jijik tapi kau menikmati sentuhan dan ciumannya kan??Dasar playboy memang tidak bisa berubah"Sarkas Kyra.


"Kenapa juga Kakak tidak berbicara dulu padaku soal rencana kakak ini?" Tanya ketus Kyra pada Kian.


"Jika Kakak menceritakan ide Kakak ini padamu pasti kamu tidak akan mengijinkannya Ky.Iya Kan???" Seru Kian yakin.


"Sudah lah aku malas membahas ini"Ucap Kyra lalu berdiri menuju kamarnya.


Marvin mengusap wajahnya kasar lalu mendelik kearah Kian.


" Rasanya aku ingin membunuhmu Kian......semua ini gara gara ide konyolmu"Sarkas Marvin pada Kian.


"Maaf,,aku tidak menduga Kyra akan tahu ini.Tapi aku heran dari mana Kyra tahu kau berada di Club itu???" Ucap Kian yang merasa bingung.


"Kyra mendapat pesan dari Abel Kak,wanita itu mengatakan jika sedang bermesraan bersama Pak Marvin diClub itu" Jawab Icha yang sedari tadi diam.


"Sialan wanita jalang itu........lihat saja besok akan aku habisi dia...." Umpat Marvin.


"Lalu Dari mana dia tahu nomer Kyra?" Tanya Kian.


"Saya kira ada anak buah Abel yang menyusup keperusahaan kita bos" Ujar Gin yang berdiri dekat Kian.


Kian merasa geram"Cepat temukan orang itu Gin..jangan sampai lepas.Dan jangan sampai ada penyusup lagi diperusahaan kita.Beri peringatan keras untuk semua karyawan"Perintah tegas Kian


"Baik Bos" Gin.

__ADS_1


"Sebaiknya kau bujuk Kyra dikamarnya...Tapi jangan coba macam macam dengan adikku, ingat..Kalian belum resmi menikah"Ucap Kian mengingatkan pada Marvin.


"Ck.....Awas saja jika adikmu susah untuk aku bujuk.....aku akan menghajarmu Kian" Ucap Sarkas Marvin.


"Heeee ingat aku ini calon kakak iparmu ya....apa kau tidak bisa sopan padaku???"


"Cih.......Calon Kakak ipar yang selalu menyusahkan calon adik iparnya" Ucap Marvin lalu pergi kekamar Kyra.


Icha terseyum melihat pertengkaran dua CEO hebat itu..


"Dika kau bisa pulang sekarang,bos mu itu pasti akan menginap disini" titah Kian pada Dika,tangan kanan Marvin.


"Baik Tuan Kian saya pamit dulu dan ini Rekaman nona Abel tadi" Ujar Dika menyerahkan chip rekamanan tadi lalu pergi dari rumah mewah itu.


Kian menerima bukti Chip itu.


"Gin terserah kau mau pulang atau tidur disini..Dan kau Icha sebaiknya kau tidur,ini sudah malam." Ujar Kian pada Gin dan Icha.


"Icha kekamar dulu Kak,Selamat malam" Pamit Icha.


"Malam juga Cha" Kian.


"Saya tidur disini saja Bos" Ujar Gin yang memang sudah terbiasa tidur dirumah Kian karena ia sangat setia pada Kian dari dulu.


Kian menganguk lalu beranjak kekamarnya dilantai dua.


.


Sementara Dikamar Kyra terlihat sudah berbaring membelakangi pintu dengan mata yang sudah terpejak.


Marvin sudah bisa masuk kekamar Kyra dengan pelan,segera melepas sepatu,jas dan dasinya.Lalu menggulung lengan bajunya sampai siku dan Perlahan ia naik keatas ranjang.


"Mau apa kau kesini....cepat pergi...." Pekik Kyra yang tidak suka Marvin ada didekatnya.


Tanpa mendengar ucapan Kyra,Marvin berbaring disamping Kyra lalu memeluk tubuh Calon istrinya itu.


"Sudah ya Sayang jangan marah lagi...." Pinta lembut Marvin.


Kyra yang mencoba bangun tak bisa bergerak karena tangan kekar Marvin yang menahan tubuhnya.


"Kau bisa minggir tidak?"


"Ayolah Sayang,ini bukan salahku.Aku terpaksa melakukannya" Bela Marvin.


"Tapi kau menikmati bibirnya kan?"ucap Kyra dengan kesal.


Marvin terseyum simpul" Aku suka jika kau cemburu begini Sayang"


"Sudah lah aku malas berbicara denganmu"Kyra lalu membalikkan tubuhnya memunggungi Marvin.


Marvin memeluk erat tubuh Kyra dari belakang lalu menyandarkan wajah ya kebahu Kyra membuat Kyra merasa risi apalagi saat Marvin yang mulai mencumbui tengkuk lehernya.


" Marvin kau ini bisa diam tidak???"Ujar Kyra sambil berusaha menjauh dari tubuh kekar Marvin.Tapi usaha Kyra tetaplah sia sia karena tenaga Marvin yang begitu besar.


"Aku tidak akan diam sebelum kau memaafkan ku Sayang....Dan perlu kau ingat aku pernah bilang kan bahwa aku tidak tertarik dengan tubuh wanita lain.Aku hanya tertarik pada tubuh calon istriku ini" Bisik Marvin tepat disamping telinga Kyra.


Meskipun mendengar ucapan Marvin,Kyra lebih memilih untuk memejamkan kedua matanya,karena ia masih diliputi rasa cemburu yang besar.

__ADS_1


Melihat reaksi Kyra yang hanya diam saja membuat Marvin merasa gemas.Dengan nakal Marvin menggigit kecil cuping Kyra dengan tangannya bersamaan meremas bukit kembar Kyra yang selalu menggodanya itu dengan keras.


"Marvin hentikan tanganmu" Rengek Kyra sambil sedikit menoleh menatap tajam Marvin.


"Kenapa Hmmmm???Apa aku tidak boleh menyentuh calon istriku,Apa kau tidak merindukan sentuhanku??Goda Marvin dengan suara sensualnya.


" Aku ingin tidur Marvin,,Aku mohon berhenti menggangguku"Pinta Kyra lembut.


"Tapi kau sudah mau memaafkanku kan?" Tanya Marvin.


Kyra menatap lekat Marvin dari jarak yang sangat dekat..


"Kali ini aku maafkan tapi jika aku melihat lagi kau bermesraan dengan wanita lain,jangan harap aku bisa menerimamu lagi" Ucap tegas Kyra yang membuat Marvin merasa sedikit terkejut karena ternyata Kyra memiliki sikap yang dingin dan keras jika sedang marah.


Marvin terseyum puas karena akhirnya Kyra mau memaafkannya.


"Makasih Sayang"


Kyra mulai memejamkan matanya tapi lagi lagi tangan nakal Marvin yang berada didadanya membuatnya membuka matanya lagi.


" Marvin....''


"Hmmmm...."Jawab Marvin yang memeluk Kyra dari belakang dan wajah yang masih berada diceruk leher Kyra.


"Hentikan tangan nakalmu..."Ujar Kyra yang sudah tidur terlentang.


",Sebentar Sayang....Kau tau bukan ini area favoritku,,,mumpung aku bisa tidur bersamu seperti ini"


"Ck....menyebalkan"Kyra


Marvin yang sedari tadi meremas Gunung kembar Kyra dari luar lama lama tidak tahan dan segera membuka kancing baju Kyra perlahan hingga terlihat jelas aset Kyra yang indah itu.Kyra yang sudah merasa lelah dengan aksi Marvin hanya bisa pasrah dengan mata terpejam.


Dengan lembut Marvin memberi Kiss mark diarea Dada Kyra dibeberapa bagian.


"Mar..vin....Hentikan eugghhhh"Lengguh Kyra dengan mata terpejam.


Marvin terseyum puas melihat reaksi Kyra yang seakan menahan hasratnya.


Marvin semakin nakal diarea itu hingga Marvin dengan sengaja menggigit kecil kulit dada Kyra,membuat gadis itu terjingkat kaget.


" Marvin.....kenapa kau semakin nakal.Aku mohon hentikan ya...Aku sudah sangat mengantuk.Bersabarlah dua minggu lagi ya,setelah itu terserah kau saja,aku akan menurutimu"


Mata Marvin berbinar


"Benar kau mau menuruti semua mauku,termasuk bermain sampai 5 ronde saat malam pertama kita nanti??"


Kyra membulatkan matanya"Apa kau ingin menyiiksaku??"


Marvin terkekeh...." Kau belum tahu saja Sayang,Bagaimana kuatnya stamina calon suamimu ini"


"Ck...dasar maniak...udah ah,Aku mau tidur"


"Yasudah tidurlah,,Selamat tidur sayang", Cup.....satu kecupan dikening Kyra.


" Aku mencintaimu",Bisik Marvin.


Kyra yang sudah memejamkan matanya terseyum tipis mendengar ucapan manis Marvin dan itu dapat dilihat oleh Pria bertatto itu.

__ADS_1


Marvin yang terseyum lalu memeluk erat tubuh Kyra dan tak lama ia ikut terlelap dalam alam bawah sadarnya.Aroma tubuh Kyra yang harum seakan menjadi candu untuk Marvin.


__ADS_2